My Love Rafa Aditya

My Love Rafa Aditya
Ira hilang


__ADS_3

Setelah membayar ongkos perjalanannya sampai danau Ira duduk di bawah pohon besar ia merenungi hatinya yang gundah gulana.


Rafa yang baru saja memarkirkan mobilnya segera mencari keberadaan Ira sang istri. Karena banyak yang berkunjung membuat Rafa kebinggungan harus mencari dimana selain itu tempat ini juga luas.


"Dimana sih kamu sayang?" Rafa mencari kesana sini.


Ira duduk membelakangi pohon besar nan rindang. Ira menatap air yang ada di danau sambil menggumam dalam hati.


Haaahhhh hidup memang sangat rumit, apalagi jika pernikahan di landa ini itu. Sabar... sabar.... Ira menebah dadanya berkali-kali.


Karena cuaca yang sejuk membuat Ira tertidur di bawah pohon besar tersebut. Rafa yang lelah mencari Ira akhirnya duduk di pohon besar tersebut, karena mereka saling memunggungi duduknya jadi mereka berdua tidak sadar jika mereka berdekata.


Ira terbangun saat badannya merasa pegal semua. Ira melonggarkan otot-otot tubuhnya yang pegal.


"Aahhh... leganya." Ira berjalan meninggalkan tempat tersebut.


Rafa yang baru bangun dari mimpinya langsung memandang sekitar danau, karena hari makin malam dan larut pengunjung juga mulai sepi. Walaupun suasana hari sudah malam karena danau ini tempat wisata menjadikan tempat tersebut tetap ada lampu untuk menerangi beberapa tempat.


Karena lelah akhirnya Rafa kembali ke parkiran mobil. Rafa masih memandang tempat-tempat orang tengah berdua dengan pasangannya maupun dengan keluarganya. Berharap jika Ira masih di sekitaran danau ini. Tetapi tetap tidak ada tanda-tanda jika Ira masih di sekitaran danau.


Ira berjalan mencari tukang ojek di sekitar area danau namun tidak ada satupun tukang ojek yang lewat. Ponsel yang digunakan Ira kehabisan daya sehingga ia tidak bisa menelpon ataupun mengirim pesan ke Rafa.


Tiba-tiba ada sekelompok orang menggoda Ira, Ira begitu ketakutan dengan orang-orang tersebut. Ia selalu mengingat jika Rudi menculiknya sebanya 2 kali namun ia masih selamat kesuciannya namun saat ini sepertinya orang yang berbeda bukan dari suruhan Rudi lagi.


"Siapa kalian jangan mendekat. Pergi... pergi...." Ira melangkah mundur dari posisinya. Namun karena tempat tersebut sepi Ira langsund di beri obat bius dari sapu tangan salah satu dari kelompok tersebut.

__ADS_1


Ira yang tidak sadarkan diri langsung di masukkan ke dalam mobil. Orang suruhan tersebut langsung menelpon bossnya.


"Hallo boss, saya sudah melaksanakan tugas dari yang bos suruh. Wanita ini sama dengan yang ada di foto." Ucap salah seorang yang bertelpon orang tersebut bertubuh kekar dan ada tato di bagian leher kirinya.


"Bagus... kerja bagus. Langsung kirim wanita itu ke rumahku tapi ingat jangan sakiti dia satu goresan pada tubuhnya jika kalian berani siap-siap sel tahanan menanti kalian semua seumur hidup." Orang tersebut segera menutup ponselnya. Orang suruhan tersebut segera membawa Ira yang masih dalam pengaruh obat bius ke kediaman bossnya.


Kediaman Amir Phelan.


Sesampainya di sana Ira segera di gendong masuk dalam kamar yang begitu elegant dan romantis. Seperti orang yang tengah melaksanakan bulan madu.


"Cantik sekali kamu Atiya Bahira. Sayang sekali jika wanita secantik dirimu di miliki oleh Rafa Aditya seharusnya kamu mendapatkan yang lebih baik darinya. Seperti diriku ini." Mengusap lembut wajah Ira. Entah setan apa yang merasuki tubuhnya ia sudah melepas pakaian yang di kenakan Ira.


Saat akan menyetubuhi Ira ia teringat jika ia memiliki adik perempuan. Seketika Amir segera menjauhkan tubuhnya dari tubuh Ira dan segera mengenakan pakaiannya kembali. Amir membiarkan Ira tidak mengenakan pakaiannya kemudian ia menyelimuti tubuh Ira.


Pagi hari.


Ira menangis sejadi-jadinya di tempat tersebut dan langsung mengenakan pakaiannya. Ira berjalan tergopoh-gopoh karena masih takut dan trauma. Ira melihat sekeliling rumah tersebut berharap menemukan sedikit bukti. Ira melihat ada sebuah foto berjejer rapi di atas meja.


DDEEGGHHH...


Ira menutup mulutnya saat tau jika ia berada di kediaman Amir teman lama Rafa sewaktu SMA dulu. Ira begitu shock dengan keadaannya sekarang walaupun ia tidak tau kejadian semalam yang menimpanya namun melihat ia tidak menggunakan pakaian. Ira berpikir jika semalam ia sudah di sentuh oleh pria baji**** ini.


"Hikss... harga diriku sudah hancur saat ini bagaimana aku pulang ke rumah Rafa. Aku malu dengan diriku yang seperti ini. Hiks......." Ira segera mencari pintu untuk keluar dari kediaman Amir Phelan.


Para asisten kediaman Amir mencegah Ira yang ingin keluar dari kediaman Amir karena dari semalam para penjaga di tugaskan mengawasi Ira tahanannya saat ini.

__ADS_1


"Lepas aku ingin pulang." Saat pintu keluar di hadang 2 body guard Amir.


"Nona tidak di izinkan keluar dari kediaman ini. Boss melarang nona untuk pergi jika nona ingin selamat tetap tinggal di sini." Ucap salah satu body guard Amir.


"Aku ingin pulang, aku tidak mau tinggal dengan orang bej** seperti boss kalian," jawab Ira dengan marah.


Para body guard Amir penuh tanda tanya. Di benak mereka pertanyaan aneh-aneh terngiang-ngiang di otaknya. Bej** itu kata-kata yang muncul.


Tetapi para body guard bahkan mengisyaratkan salah satu asisten rumah Amir untuk mengajaknya masuk kedalam kamarnya. Ira yang sudah ke habisan tenaga karena perutnya belum terisi apa-apa dari semalam ia pun akhirnya mengikuti asisten tersebut untuk kembali kedalam kamarnya.


Kediaman Rafa Aditya.


Rafa mondar mandir seperti setrikaan ia begitu hawatir dengan keadaan Ira saat ini. Bahkan Aldo Chand sudah menyuruh bawahannya untuk mencari dan melacak ponsel Ira untuk mengetahui keberadaan Ira saat ini.


Aldo Chand menepuk pundak Rafa berkali-kali untuk menenangkan Rafa. Acara untuk mengantar Novi ke restoran Rafa ia batalkan dengan alasan tambang batu baranya ada permasalahan. Aldo Chand tidak ingin Novi hawatir dengan putrinya maka dari itu ia berbohong kepada Novi. Tetapi mobil terbuka Aldo Chand tetap di kirim ke kediaman Novi.


"Yang sabar, oke. Apa kamu sudah bertanya-tanya dengan warga sekitar danau tersebut?" Aldo Chand menanyai Rafa. Rafa yang sedang duduk menggelengkan kepalanya.


Rafa langsung berdiri dan mengambil kunci mobilnya. Aldo Chand tidak tinggal diam ia juga melajukan mobilnya untuk bertanya-tanya apa pernah melihat wanita yang ada di layar ponsel.


Sesampainya di danau. Rafa langsung turun dari mobil yang ia kendarai dan langsung menemui beberapa warga yang sedang berada di kerumunan. Para warga yang di tanyai Rafa semua tidak pernah melihat keberadaan wanita yang ada di layar ponsel Rafa.


Rafa sangat sedih dengan keadaan ini. Istri tercintanya hilang entah pergi kemana bahkan ponselnya tidak aktif dari semalam.


"Kamu dimana sayang?" Rafa menatap wajah cantik Ira.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2