My Love Rafa Aditya

My Love Rafa Aditya
Melepas Rindu


__ADS_3

**Beberapa adegan tidak patut di contoh jika umur belum mencukupi. Adegan 21+ tersangkut di karya ini.


Selamat membaca**.


_ _ _


Aldo Chand melihat putrinya yang gelisah tidak menghiraukannya. Aldo tetap dalam pendiriannya, rasa sakit hati dan dendamnya masih melekat di hatinya. Apalagi sosok Rafa begitu mirip dengan wanita yang ia cintai dulu, wanita yang menghianati cinta tulusnya. Rafa tidak seratus persen mirip ibunya, bagian mata dan hidungnya sama persis dengan ayahnya.


Maka dari itu bayang-bayang kedua orang yang menghianatinya selalu menghantui hidupnya. Rasa sakit yang di torehkan teramat dalam.


Aku tidak ingin menyakitimu Ira, tetapi ini demi kebaikanmu juga. Papa tidak ingin kamu terluka seperti yang Papa rasakan bahkan sampai sekarang luka itu masih menganga ketika melihat bayangan suamimu, si Rafa. Gumam dalam hati Aldo Chand meninggalkan Ira sendirian di meja kerjanya.


Mood Ira saat ini kacau balau, bagaimana tidak ternyata orang-orang yang di sekelilingnya ingin menghancurkan kehidupannya.


"Sejak kecil aku menderita, kali ini aku tidak mau menderita lagi. Cukup masa laluku saja yang gelap, kali ini tidak akan aku biarkan cahaya itu padam." Janji Ira pada dirinya sendiri.


Ira melanjutkan pekerjaannya, banyak sekali dokumen yang harus ia selesaikan. Tak terasa hari kian gelap, Ira menyudahi pekerjaannya tersebut.


Sopir dan asisten Arda sudah siap sedari tadi menunggu kepulangan Ira dari kantor Aldo Chand. Asisten Arda membukakan pintu untuk Ira, dan Ira segera masuk kedalam mobil tersebut. Mobil melaju dengan kecepatan normal di jalan yang begitu lancar.


Beberapa kali notifikasi ponsel Ira berdering. Karena capek dan pusing dengan kejadian hari ini membuat Ira tertidur sepanjang perjalanan menuju Mansion Aldo Chand.


Saat sudah sampai di Mansion Aldo Chand, Ira di bangunkan dengan deringan ponsel yang sudah sekian kalinya berbunyi. Perlahan-lahan Ira mengumpulkan kesadarannya. Tertera nama SUAMI BUCIN Ira segera mematikannya, takut jika asisten Arda melaporkannya ke Aldo Chand.


Ira bergegas keluar sebelum asisten Arda membukakan pintu mobil yang di gunakan Ira. Ira bergegas masuk kedalam Mansion, para pembantu dan penjaga memberi hormat ke Ira. Ira tidak menyapa seperti kemarin bahkan sekarang ia lebih dingin lagi sikapnya.


Saat berada di dalam kamarnya Ira segera mengunci kamar tersebut. Buru-buru Ira menghidupkan ponselnya tertera banyak sekali pesan dan panggilan yang masuk.


Rafa sangat hawatir dengan istrinya ini. Ira segera membalas pesan Rafa dan memberi tahu jika dirinya baik-baik saja di kediaman Aldo Chand.

__ADS_1


Ira menelpon Rafa. Suara nada tersambung begitu jelas di hadapan Ira. Rafa segera mengangkatnya.


📞 "Hallo sayang, kenapa kamu matikan panggilanku, apa ada masalah di situ tetapi mengapa orang suruhanku tidak mengirim pesan apa-apa. Apa Papamu menyakitimu atau Rudi yang menyakitimu. Sayang jawab aku, aku sangat hawatir ke kamu sayang?"


Ira hanya diam mendengar celotehan Rafa yang begitu panjang tanpa jeda.


📞"Sayang jawablah, jangan aku berbuat nekat menculikmu, terus terang saja aku sangat merindukanmu. Kapan kamu ada waktu luang ingin sekali aku memelukmu, melepas rasa rindu ini sayang, ayo jawablah?" Rafa tidak berbicara lagi.


📞"Kalau kamu bicara lagi tanpa henti tidak aku jawab pertanyaan panjangmu itu, telingaku sampai sakit mendengarnya, apa tidak bisa di rem pertanyaanmu Rafa?" Ira malah balik menanyai Rafa.


📞"Hiks..., kamu marah aku hawatir sayang, aku ini suamimu loh, masih sah bahkan. Apa kamu tidak menginginkanku hawatir kepadamu begitu. Aku sangat menyayangimu dan juga mencintaimu Ira, Atiya Bahira ku!" Rafa bersedih dengan sikap yang di tunjukkan Ira barusan.


📞"Terimakasih ya suami bucinku, hari ini aku capek sekali Raf, jadi maaf jika aku membuatmu sedih. Maaf yaa," Ira berbicara sangat halus untuk menghadapi sifat Rafa yang kekanak-kanakan ini.


📞"Aku kira kamu akan marah ke aku sayang karena rasa hawatirku ini. Tapi aku akan menjagamu dari sini, walaupun aku tidak bisa dekat sementara denganmu, tapi aku akan mengusahakan melepas rindu ini." Rafa mengirim pesan singkat ke Ira.


TTRIING..., satu pesan masuk. Ira segera membukanya.


💬 Baiklah sayang, aku juga merindukanmu. (PANDA BUCIN)


Rafa dan Ira kemudian melanjutkan berbincang-bincang sebelum mengakhiri panggilannya tersebut. Sekitar satu jaman bertelpon.


Malam hari.


Ira berpura-pura AC di kamarnya mati, dan Aldo Chand tidak tahu. Rafa yang sudah lengkap dengan pakaian samarannya begitu mudah masuk kedalam Mansion Aldo Chand.


Ira sudah bersiap-siap menunggu kedatangan Rafa, para pembantu di kediaman Aldo Chand menujukkan kamar Ira. Rafa mengetuk pintu tersebut, dan seperti tukang servic AC ia sangat sopan dengan ucapannya.


Ira buru-buru membukanya, setelah Rafa masuk kedalam kamar Rafa menguncinya, dengan cepat Rafa melahap dan menghabisi bibir Ira, Rafa juga mengabsen semua milik Ira. Begitu sangat rindu kedua insan ini.

__ADS_1


Dan terjadilah kegiatan panas pasangan suami istri yang berpisah karena sesuatu, yang membuat mereka harus menjalaninya.


Rasa rindu di ungkapkan dalam pergumulan mereka, suara desahan menjadi saksi kerinduannya. AC yang semulanya sangat dingin menusuk tulang kini merasa sangat panas dan pengap, seperti benar-benar mati saja ACnya.


Hampir satu jam mereka menikmati kegiatan panas itu. Setelah mencapai klimaks masing-masing Rafa maupun Ira beristirahat untuk mengumpulkan tenaganya lagi.


"Terimakasih sayang," Rafa mencium bibir Ira sekilas. Ira tersenyum dan memeluk erat tubuh suaminya, aroma parfum yang begitu maskulin sangat enak untuk di nikmati.


"Raf, apa kamu sudah tidur?" Ira mendongakkan kepalanya menghadap Rafa.


"Belum, masih capek. Apa kamu mau lagi sayang?" tanya Rafa menggoda Ira. Ira sangat malu dengan pertanyaan Rafa barusan.


"Aku capek Rafa, atau jangan-jangan kamu yang mau lagi." Ira meledek Rafa. Rafa tidak tinggal diam ia gemas dengan ucapan Ira, dengan cepat Rafa menindih Ira kembali.


Bodohnya aku kenapa aku membangunkan singa yang tertidur, haduhhh... siap-siap besok sulit berjalan jika tidak berhenti. Keluh kesah Ira dalam hati.


Dan ternyata Ira salah Rafa hanya melakukannya sekali lagi, tidak sampai berulang kali.


"Aku capek sayang, sudah ya. Kalau ini di lakukan lagi aku takut tidak selesai-selesai kegiatan ini." Rafa memeluk tubuh Ira dengan possesif. Ira pun tertidur di pelukan Rafa, Rafa tersenyum dengan Ira yang cepat sekali tidurnya.


Rafa membangunkan Ira yang tertidur sangat nyenyak. Rafa menggoyang-goyangkan tubuh Ira untuk membangunkannya.


"Ayolah sayang bangun atau kamu mau lagi." Ancam Rafa ke Ira. Dan benar saja Ira langsung membuka matanya dan duduk di samping Rafa.


"Akhirnya kamu bangun juga sayang, aku mau pulang dulu takut ada yang curiga sayang," Rafa segera membersihkan tubuhnya sebentar dan mengenakan pakaiannya lagi.


Begitu juga dengan Ira, ia segera membersihkan dirinya. Setelah itu ia mengantar Rafa sampai pintu depan. Para pembantu tidak ada mungin telah beristirahat karena ini sudah sangat larut malam. Bahkan hampir dini hari.


Bersambung.

__ADS_1


Tinggalkan jejak ya, terimakasih. Maaf jika masih ada typo di karya ini.


__ADS_2