My Love Rafa Aditya

My Love Rafa Aditya
Dukungan


__ADS_3

Terimakasih yang masih stay di karyaku. Dukungan kalian berarti untuk author.


Selamat membaca.


_ _ _


Ira hanya menghantarkan Rafa sampai depan pintu tidak berani sampai luar pagar besi takut satpam di Mansion Aldo Chand tau. Ira begitu sedih saat Rafa menghilang di balik kegelapan malam.


Tess..., air mata menetes di pipi cantik Ira. Ira segera mengusap dan masuk kedalam kamarnya kembali.


Andai di dunia ini aku tidak mengenal orang-orang itu aku dan suamiku tidak ankan mengalami hal ini. Kami menikah tetapi seperti belum menikah. Gumam Ira dalam hati.


Pagi hari.


Suara kicauan burung terdengar dari balik cendela luar mansion. Ira segera bangun dan membuka tirai gorden yang menghiasi cendela tersebut. Pemandangan langsung tertuju ke hamparan sawah yang luas nan indah.


Andai aku dan Rafa pagi hari menikmati pemandangan yang segar ini, pasti sangat romantis. Aaahhh... jadi ke ingat si bucinku. Ira menghela nafas panjangnya.


Ira segera mandi dan merias dirinya. Suara ketukan pintu terdengar dari dalam kamar Ira. Ira segera berjalan dan membukanya. Ternyata asisten yang ada di sini Mansion ini menawarkan untuk membantu merias diri.


"Tidak usah, aku bisa berdandan sendiri. Lagi pula aku tidak ingin kemewahan ini. Bilang pada Papaku untuk stop memperlakukan aku seperti anak bayi. Dan satu lagi jangan pernah memberikan pelayanan bak putri negri dongeng saja. Aku hanya manusia biasa yang ingin bebas, jangan lupa ucapkan semua itu ke Papa." Ira segera keluar kamarnya dan mengambil sarapan pagi.


Pelayan tersebut paham dan langsung berpamitan pergi ke Ira. Ira bersorak-sorak gembira dengan berhasil mengusir pelayan di kediaman Aldo Chand. Ira bergegas mengambil tasnya dan berangkat ke perusahaan Aldo Chand.


Di perjalanan Ira hanya diam dan sesekali melihat ke arah jalan. Tiba-tiba ia melihat sebuah mobil tepat di sampingnya, serasa tidak asing dengan mobil tersebut. Ira segera menepis pikiran buruknya.


PT. SURYA CHAND


Ira keluar mobil dengan elegant, asisten Arda hanya mengikuti Ira dari belakang saja. Dan seperti biasa para karyawan begitu kagum dengan sosok tenang Ira. Sosok yang tenang itu membuat orang-orang begitu ingin lebih tau sosok Ira, walaupun mereka tau jika Ira sudah bersuami.

__ADS_1


_ _ _


Mobil yang berada di samping Ira tadi sewaktu di perjalanan kini menuju ke restoran Rafa. Rafa begitu terkejut dengan kedatangan Mama mertuanya, di pikirannya adalah Mamanya mau memasokkan ikan di restorannya.


"Rafa dimana?" Mama Novi menanyai salah satu waitersnya Rafa.


"Tuan Rafa ada di ruangannya Ibu!" jawab waiters tersebut dengan sopan.


"Panggilkan aku ada urusan penting dengannya." Mama Novi menyuruh waiters tersebut untuk memanggilkan Rafa.


Rafa segera menuju meja Mama Novi berada. Sebagai menantu ia tetap sopan kepada orang tua. Rafa duduk di depan Mama Novi.


Mama Novi mengeluarkan beberapa foto Ira dengan Aldo Chand di perusahaan dan di restoran dengan Rudi.


"Langsung pada intinya, apa kalian pisah ranjang. Apa alasannya? apa putriku menyakitimu atau kamu menyakitinya. Kenapa kamu membiarkan Ira tinggal dengan baji**** itu Rafa, apa kamu akan memisahkanku dengan putriku?" Mama Novi meluapkan semua resah di hatinya.


"Mah, Ira melakukan misinya Ma, jika ia tidak melakukan ini, kami berdua akan benar-benar berpisah. Aku dan Ira mengikuti permainan mereka dengan cara halus Ma supaya lancar kedepannya!" Rafa sangat bersalah saat ini. Ia tidak bisa melindungi istrinya.


"Mama tenang ya, aku dan Ira sudah melakukan rencana untuk membalikkan rencana mereka. Ira sangat pintar Ma memutar permainan ini," Rafa berusaha meyakinkan Mama Novi.


"Terserah kalian saja, asalkan kalian tetap bersama itu cukup membuatku tenang di kehidupan ini." Mama Novi menghela nafas panjang dan memijat pelipisnya.


Rafa terdiam, ia bungung juga dengan kedepan hubungannya dengan Ira. Ia takut jika Ira di hasut dengan sesuatu. Mama Novi berpamitan pulang setelah membahas tentang Ira di kediaman Aldo Chand dan membahas tentang pemasokan ikan di restoran Rafa.


Ira yang berada di kantor segera membuka dokumen yang ia bawa. Banyak tulisan yang harus ia pelajari dan salin. Suara deringan ponsel tidak Ira hiraukan padahal tertera nama SUAMI BUCIN. Terus pesan yang kedua nomor tidak asing untuk Ira karena ia kenal betul nomer tersebut. Yaitu nomor telepon Mamanya. Dari dulu sampai sekarang Mamanya tidak mengganti nomornya.


Setelah selesai dengan pekerjaanya Ira membalas semua pesan yang masuk di ponselnya. Banyak pertanyaan nada hawatir dari Mama Novi. Ira tersenyum dengan pesan dari Mamanya.


Mama hawatir denganku, terimakasih misi tak berujung ini. Setidaknya aku punya orang-orang yang sayang dan perduli denganku di saat seperti ini.

__ADS_1


Ira segera mengirimkan berkas-berkas yang ia kerjakan ke Aldo Chand. Untuk di lihat hasil kerjanya tersebut. Aldo Chand tersenyum kemudian ia bangkit dari duduknya.


"Bagus Ira, kamu sangat berbakat dalam hal ini. Papa harap jika Papa tiada kamu bisa menggendalikan perusahaan Papa ini. Dan satu lagi kenapa kamu tidak mau di bantu para asisten di Mansion saat berdandan?" Aldo Chand memastikan jika Ira baik-baik saja.


"Jika anda melakukannya lagi jangan harap saya akan memaafkan anda Tuan. Saya permisi jam kerja saya sudah habis!" Ira segera mengambil tasnya dan menuju lobby kantor.


Aldo Chand hanya tersenyum dengan tingkah putrinya yang teramat dingin.


"Putriku sangat formal denganku, haa... haa...," Aldo Chand tertawa kecil.


Aku akan memisahkanmu dari suamimu lewat tanganmu sendiri Ira. Aku memang laki-laki jahat yang berasal dari laki-laki baik yang di sakiti hatinya. Dalam batin Aldo Chand.


Ira yang berada di dalam mobil hanya berpikir selanjutnya harus bergerak seperti apa. Belum ada petunjuk apa-apa saat ini. Mau berbuat seenaknya takut salah langkah.


TTRIINGG..., suara pesan masuk dari nomor tidak di kenal.


💬 Aku Meisie, tidak usah aku tahu nomormu dari siapa. Tapi kali ini aku dan Rais akan membantu permasalahan rumitmu dan satu lagi berhati-hatilah dengan orang-orang di sekitarmu. (08**)


💬 Oke terimakasih infonya, nanti jika ada sesuatu yang aku tidak bisa atasi tolong ya. (IRA)


💬 Siap, aku sekarang lagi mengawasi Rudi di club. Jadi sebisa mungkin aku akan mencari informasi darinya, aku akan merekam semua ucapannya nanti Ira. (08**)


💬 Terimaksih ya😊 (IRA)


💬 Oke (08**)


Meisie yang berada di club telah menggambil resiko besar, pasti malam ini akan menjadi malam yang panjang. Demi menolong Ira dan mencari informasi apa tujuannya ingin memisahkan Rafa dari Ira.


Meisie menghembuskan nafasnya berkali-kali. Sebelum melangkahkan kakinya mendekati Rudi sang mantan suaminya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2