
**Jangan meremehkan sesuatu, entah itu apapun. Karena sesuatu yang kamu remehkan belum tentu itu buruk. Jadi hargailah apapum itu.
Salam dari Author untuk kalian.
Selamat membaca**.
_ _ _
Rafa masih tertawa geli di kasurnya. Rasanya ingin sekali mencubit pipi gembul Ira. Sayangnya Ira masih menjalankan misinya yang baru di mulai.
Rafa memikirkan banyak strategi untuk kedepannya, apa yang harus di lakukan nantinya.
Ira saat di telepon tadi juga menceritakan ia di suruh berkerja untuk menggantikan Aldo Chand di perusahaannya.
"Panda gembulku pasti tambah sibuk kalau seperti ini. Haaahhh..., punya istri seperti Ira yang cantik dan pintar dalam segala hal memang berat. Berat di tikung orang nantinya." Rafa menyenderkan tubuhnya di ranjang.
Keesokan harinya.
Suara deringan ponsel terdengar nyaring. Rafa segera mematikan ponselnya, baru kali ini ia menyalakan alarm, untuk membangunkan dirinya. Karena tidak ada orang lain di rumah selain para asisten rumah tangganya.
Para asisten rumah tangganya tidak ada yang berani membangunkan Rafa, takut kejadian lama terulang. Pernah sekali asisten rumahnya membangunkan Rafa untuk sarapan pagi, namun naasnya pembantu tersebut malah di pecat dengan pesangon yang lebih.
Rafa beberapa kali menguap. Tetapi segera ia menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Rafa merendam dirinya di dalam bathup. Sesekali menatap langit-langit kamar mandi.
"Aku rindu sekali sayang denganmu. Sepi duniaku tanpamu. Aku jadi tidak bisa mengerjaimu secara langsung. Hhhaaahh, ingin sekali mengerjaimu dengan kecoa karet." Rafa menghayal tentang Ira yang ketakutan dengan makhluk kecil tersebut.
Rafa segera menyelesaikan mandinya dan bersiap-siap untuk ke rstorannya. Sudah beberapa hari ini tidak mengunjungi restoran tersebut.
Para asisten rumah Rafa sedang bersih-bersih. Rafa yang merasa sendirian menghentikan makannya, rasanya hambar semua makanan yang ia makan. Kemudian Rada menyuruh para asistennya untuk menghabiskan makannya.
Para asisten dan tukang kebun serta satpam rumah Rafa ketakutan, takut jika di pecat mendadak. Kemudian Rada tersenyum sedikit, sangat sedikit.
__ADS_1
"Habiskan semua, jika tidak aku pecat kalian." Ucap tegas Rafa berlalu pergi dari rumahnya.
Hari ini Rafa menggunakan jasa sopir sekaligus bodyguard untuknya. Berjaga-jafa jika Rudi bergerak cepat. Dan benar saja belum sampai setengah perjalanan mobil Rafa di hadang beberapa preman.
"BERHENTI, HENTIKAN MOBILNYA. JIKA TIDAK SIAP-SIAP AKU HANCURKAN DAN BAKAR MOBIL INI." Ancam salah satu ketua kelompok tersebut.
Bertubuh besar dan atletis serta beberapa tato di tubuhnya begitu juga denga bawahannya. Rafa hanya diam tenang di dalam mobil. Body guard Rafa bergerak dengan lincahnya bahkan ilmu bela dirinya seperti seorang tokoh di animasi-animasi saja.
Setelah melumpuhkan 4 orang tersebut, Rafa keluar dari dalam mobilnya dan menepuk tangan berkali-kali.
PPROKKK... PROKKK... PROKK....
"Bagus, tidak sia-sia aku mempercayaimu selama ini. Ohh ya perkenalkan ini adalah Galen body guardku sekarang, jadi kalian mengawasi gerak gerik Rudi dan anak buahnya saja, dan satu lagi lakukan misi sesuai rencana awal. Bergerak cepat tanpa jejak, karena ini menyangkut nyawa." Tegas Rafa meninggalkan para bawahannya tersebut. Rafa kembali masuk kedalam mobilnya.
Galen segera melajukan kendaraannya ke jalan raya menuju restorannya. Sesampainya di restoran Rafa mengajak Galen masuk. Pakaian yang di kenakan Galen sangat sederhana terlihat seperti orang biasa pada umumnya.
Di mansion Aldo Chand.
Ira jenuh dengan perlakuan yang di berikan Aldo Chand. Aldo Chand bahkan menyewa beberapa orang MUA yang terkenal jadwal yang sibuk untuk merias wajah dan pakaian Ira.
Ira yang aslinya cantik sekarang menjadi sangat cantik dengan dandanan seperti boneka hidup. Dengan pakaian formal. Hari ini Ira mengunjungi kantor milik Aldo Chand.
PT SURYA CHAND.
Nama yang terpampang begitu besar di luar perusahaan. Ira segera keluar dari mobilnya sesudah di bukakan pintu oleh asisten kepercayaan Aldo Chand.
Para karyawan bertanya-tanya siapa gerangan wanita cantik ini. Kenapa wajahnya seperti mendiang Momynya Aldo Chand. Semua karyawan tahu karena Aldo Chand memasang lukisan mendiang orang tuanya di lobby kantor. Lukisan yang terpampang begitu besar sekitar satu setengah meteran.
Apalagi asisten kepercayaan Aldo Chand menghantarkannya langsung, menuju lift pribadi Aldo Chand.
"Maaf, asisten Arda. Kita mau menuju lantai berapa kenapa sedari tadi belum sampai?" tanya Ira kepada asisten Arda.
__ADS_1
Asisten Arda hanya tersenyum. "Maaf Nona. Tuan melarang saya untuk berbicara dengan anda. Nanti setelah sampai anda akan tahu sendiri!" jawab Arda tersenyum.
Ira cemberut dengan ucapan asisten Arda barusan.
TIINNGGG..., tanda pintu lift terbuka. Sampailah di lantai paling atas perusahaan Aldo Chand.
Asisten Arda langsung mengetuk pintu ruang metting. Semua orang memandang ke arah pintu. Mereka begitu terkejut dengan kedatangan Ira. Mereka semua mempunyai pemikiran yang sama.
"Kemarilah," Aldo Chand menyuruh Ira mendekatinya. Ira menggangguk dan langsung mendekat ke arah Aldo Chand.
"Perkenalkan dia putriku. Dan mulai saat ini ia akan berkerja di sini, dan jika ia sudah mampu menopang perusahaan ini. Saya akan menyerahkan perusahaan ini kepada Ira, ya namanya Atiya Bahira Chand." Ucap Aldo Chand tersenyum ke semua orang.
Hari ini Aldo Chand sedang metting dengan rekan-rekan bisnisnya. Setelah selesai metting Aldo memerintahkan asisten Arda untuk mengajak Ira berkeliling perusahaan dan mengenalkannya pada karyawan di perusahaan Aldo Chand ini.
Para rekan bisnis Aldo Chand saling membicarakan tentang kecantikan Ira. Bahkan ada yang menanyakan setatus Ira, apakah masih sendiri. Tapi harapannya pupus saat Aldo Chand menggungkapkan jika putrinya telah menikah dengan Rafa Aditya. Pengusaha muda.
Semua orang juga kenal dengan sosok Rafa Aditya. Pengusaha muda yang memiliki segudang prestasi dalam hal restoran bahkan sudah berdiri dimana-mana di usianya tergolong muda.
Ira yang sedang menggelilingi kantor Aldo Chand mengeluhkan kakinya sakit kepada asisten Arda. Saat akan berjalan Ira kakinya keseleo. Arda yang terkejut langsung menolong Ira. Kemudian Arda menelpon seseorang untuk membawakan kursi roda segera, dan menelpon Dokter terkenal untuk memeriksa kaki Ira yang sakit.
Saat di periksa oleh Dokter. Ira hanya merintih kesakitan di bagian kaki yang lecet karena hils yang ia gunakan. Aldo Chand yang mengetahui kaki putrinya terluka langsung menuju tempat Ira di rawat.
Tentu saja itu membuat heboh di perusahaan Aldo Chand. Para karyawan begitu merasa kasihan dengan asisten Arda yang di seret oleh Aldo Chand.
"Apa kamu tidak bisa berkerja, atau sudah bosan. Jika nyawa putriku sampai hilang gara-gara kamu. Kamu harus menggantinya, jika itu terjadi. Sekarang layani putriku dengan baik." Aldo Chand menggertakkan giginya.
Asisten Arda ketakutan sekali dan langsung meminta maaf kepada Aldo Chand. Saat Aldo Chand akan marah lagi di berhentikan oleh Ira.
"Papa stop. Asisten Arda tidak salah. Aku yang salah karena tidak bisa menjaga diriku. Jadi aku mohon jangan sakiti dia." Ucap Ira yang berhasil membuat Aldo Chand berhenti marah.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan sesekali kalian meremehkan sakit atau luka walaupun itu kecil. Kita tidak tahu jika sakit atau luka sekecil itu bisa menghilangkan nyawa seseorang.
Tinggalkan jejakmu yaa. Terimakasih.