
Pertanyaan Ira membuat wajah Aldo Chand dan Novi memerah karena malu dengan pertanyaan tersebut. Walau mereka berdua tidak memiliki perasaan apa-apa saat ini.
"Tidak Ira, walaupun kami berbaikan bukan berarti kami akan rujuk kembali. Kami berdua sudah memutuskan untuk berteman saja!" jawab Mama Novi.
Jawaban Mama Novi berhasil membuat Ira bersedih, bagaimana tidak harapannya selama ini sebelum bertemu Aldo Chand adalah membuat mereka bisa bersama lagi di setiap doanya. Tetapi setelah di pertemukan takdir dan kenyataan ternyata tidak sama dengan angan-angan.
Aku kira mereka akan rujuk kembali, ternyata tidak. Pupus sudah harapanku untuk memiliki orang tua yang lengkap. Keluh kesah Ira dalam hati.
Ira segera tersenyum dengan jawaban Mama Novi. "Baiklah jika itu keputusan dari Papa dan Mama, setidaknya aku bisa melihat kalian baik-baik saja tanpa ada dendam karena kesalahan masa lalu." Ira masih tersenyum dengan ucapannya barusan.
Rafa yang baru saja selesai dari kamar mandi langsung menemui Ira sang istri. Rafa memeluk erat tubuh Ira dengan posesifnya, Ira yang dipeluk erat oleh Rafa berusaha melepas pelukannya karena pelukannya kali ini sangat kencang sekali.
Rafa segera melepas pelukannya kepada Ira setelah mendengar tawa kecil dari Aldo Chand dan Novi sang mertua.
"Kalian berdua kenapa tidak rujuk saja biar bisa seperti kami?" pertanyaan konyol Rafa membuat kedua mertuanya tertawa lebih keras lagi.
"AAA.... HHAA... HHAA..., kamu dan Ira kenapa bisa kompakan sih hari ini menanyai kami tentang rujuk kembali. Kami berdua sudah tua tidak ada angan-angan untuk menikah lagi!" jawab Aldo Chand bergegas dari duduknya. "Novi ayo keluar sebentar kita biarkan anak-anak memberikan kita cucu." Aldo Chand mengedipkan satu matanya ke Rafa dan Ira.
Novi segera berdiri dan keluar dari kediaman Rafa dan Ira. Ucapan Aldo Chand membuat Rafa dan Ira sedikit malu bagaimana pun urusan ranjang jika sedikit di bahas pasti semua orang akan merasa malu.
Novi yang berada satu mobil dengan Aldo Chand hanya diam tanpa pembicaraan sampai di tempat tujuan yaitu Restoran Kita. Restoran yang berdiri di samping mall terbaik di kota ini, meski bersampingan dengan mall bukan berarti restoran tersebut selalu ramai. Jiwa matre Novi berkobar-kobar saat melihat mall tersebut tetapi jiwa tersebut musnah seketika saat Aldo Chand menujukkan restoran tersebut.
"Kenapa kamu mengajakku ketempat sepi sih. Bukannya lebih enak makan di mall?" Novi serasa tidak percaya dengan Aldo Chand yang mengajaknya makan di tempar tersebut.
Sebab tempat tersebut begitu sepi hanya ada dua pasangan saja yang sedang bercengkrama sambil makan di tempat itu. Salah satu pelayan mempersilahkan Aldo Chand dan Novi untuk duduk dan menanyai akan memesan menu apa. Aldo Chand sepontan saja memesan melihat ada menu tersebut.
__ADS_1
Makanan yang di pesan telah sampai di tempat. Udang asam manis dan cap cay serta dua nasi putih berada di meja depan Aldo Chand dan Novi. Minuman Aldo Chand memilih air mineral dingin dua botol ukuran sedang.
Setelah selesai makan siang Aldo Chand pergi ketoilet untuk mencuci mukanya. Aldo Chand menatap wajahnya di kaca wastafel. Setelah melihat wajahnya yang kini mulai menua membuat ia ingin sekali bahagia di hari tuanya nanti. 5 menit kemudian Aldo Chand menyudahi dari toilet.
Novi yang sudah menunggunya sedari tadi hanya diam dan memainkan ponselnya. Pesanan ikan hari ini cukup ramai Novi menyerahkan urusan ikan dengan para karyawannya.
Aldo Chand segera membayar total makanan yang ia pesan saat berada di meja kasir. Aldo Chand memberikan 5 lembar uang berwarna merah ke kasir.
"Maaf Pak. Uang Bapak kelebihan." Seorang kasir cantik tersebut mengembalikan uang tersebut.
Aldo menolak. "Itu untuk kalian," Aldo Chand tersenyum dan langsung mengajak Novi pergi dari tempat tersebut.
"Terimakasih banyak." Jawab kasir cantik tersebut.
Setelah keluar dari restoran tersebut Aldo Chand dan Novi pergi di suatu tempat, sesampainya di sebuah danau yang banyak pengunjungnya Novi mengerutkan dahinya kenapa Aldo Chand mengajaknya kesini. Tempat yang begitu terlihat romantis untuk pemuda pemudi.
"Belum pernah, aku tidak ada waktu untuk bersenang-senang. Tidak sepertimu!" ucap Novi yang berhasil membuat Aldo Chand merasa semakin bersalah kepada Novi.
"Maafkan aku, andai waktu bisa di putar aku tidak akan pernah menyakitimu." Aldo Chand juga menatap danau seperti Novi.
"Andai waktu bisa di ulang aku juga tidak ingin mengenalmu, laki-laki baji**** sepertimu," Novi langsung pergi meninggalkan Aldo Chand sendirian. Novi segera masuk kedalam mobil.
Aldo Chand segera menyusul masuk kedalam mobil berharap Novi tidak marah dengannya.
"Apa kamu marah denganku?" Aldo Chand segera duduk di samping Novi wajah Aldo saat ini sangat hawatir jika Novi marah kepadanya. Kemudian Novi tersenyum kemudian tertawa.
__ADS_1
"HAA... HAA... HAA..., aku hanya bercanda kenapa kamu seserius itu!" Novi masih cekikikan dengan tingkah konyol Aldo Chand.
Aldo Chand yang merasa di kerjai Novi langsung menggelitiknya Novi menjerit kegelian karena ulah Aldo Chand dan tiba-tiba Novi terjatuh di kursi penumpang begitu juga dengan Aldo Chand. Mereka berdua malu dengan kejadian barusan.
Hhhaaahhh untung tidak seperti di serial tv yang jatuh terus berciuman. Selamat-selamat. Gumam Novi dalam hati dan menebah dadanya berkali-kali.
Aldo Chand saat ini memalingkan wajahnya keluar cendela. Sedangkan Novi langsung memainkan ponselnya karena ada panggilan telpon berkali-kali dari dalam tasnya.
📞 "Iya hallo ada apa?" nada hawatir Novi.
📞 "Begini ada salah satu pelanggan yang bilang ikan-ikan dari tambang kita yang di hantarkan pagi ini busuk semua!" jawab karyawan yang biasanya menghantarkan ikan-ikan di pesanan para pelanggan.
📞 "Kamu ambil semua dan atas nama saya meminta maaf lah dan segera ganti yang baru, oke." Jawab Novu dengan tegas.
Aldo Chand yang melihat ketegasan dalam memecahkan permasalahannya tertegun. Wanita sehebat ini ia tinggalkan karena egonya sendiri. Aldo Chand hanya merutuki kebodohannya sendiri.
📞 "Baik Ma, kami akan segera maksanakannya," jawab karyawan Novi lalu menutup ponselnya. Novi segera memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu, apa karena ucapanku barusan di telpon?" tanya Novi to the point. Aldo Chand menganggukkan kepalanya.
"Kamu tidak usah heran denganku, aku sudah berkecimpung di dunia ini sejak Ira masih dalam kandungan. Naik turun usahaku sudah biasa bahkan sampai hampir gulung tikar juga pernah, untung ada orang baik menolongku." Novi mengingat-ingat orang itu. Umurnya 20 tahun lebih muda darinya. Sedangkan Novi umurnya 48 saat ini. Dia adalah partner kerjanya.
"Siapa???" Aldo Chand penasaran dengan orang yang menolong Novi.
"Kamu tidak perlu tau siapa dia, yang jelas dia baik!" Novi tersenyum saat mengingat orang itu.
__ADS_1
Bersambung.