
Pembicaraan Rafa dan Rais sudah selesai karena tidak ada topik yang di bahas lagi.
Sementara di restoran pelangi Rudi dan Aldo Chand saling melempar tuduhan yang tidak berujung. Perpecahan dua orang yang saling berkerja sama ini sangat menarik perhatian. Bahkan ada salah satu wartawan merekam kejadian ini.
"Besok pasti akan menjadi trending topik nomor satu," Wartawan tersebut segera menyimpan alat perekamnya.
Keesokan harinya.
Benar saja Rudi dan Aldo Chand wajahnya terpampang di media sosial dan cetak. Banyak yang menyebutkan jika kerja sama mereka hancur karena ada masalah pribadi yang tidak bisa di bicarakan baik-baik, dan permasalan tentang memperebutkan gadis misterius, itu berita yang beredar saat ini.
Rafa yang melihat pertunjukan kecil tersebut tersenyum sendiri, seakan-akan dunia miliknya saja. Rais menepuk pundak Rafa.
"Bagaimana dengan Ira apa dia sudah tau ini semua?" Rais masih menemani Rafa.
"Belum! aku masih ingin melihat pertunjukan!" Rafa bergegas pergi dan menyusun rencana selanjutnya.
Rais menghela nafas panjangnya. Aduhhh apa aku akan di masukkan dalam kandang singa, hiks... sedih hatiku jika aku jadi korban. Apalagi aku belum menikmati indahnya dunia pernikahan. Rais meratapi dirinya yang sebentar lagi akan jadi mangsa singa hidup-hidup.
"Tetapi jika dunia pernikahanku serumit kisah Rafa dan Ira terus terang saja aku tidak mau. Kenapa tidak langsung saja menjebloskan mereka ke sel tahanan, supaya permasalahan mereka biar cepat selesai. Ini tidak, mereka bermain petak umpet. Seperti anak kecil saja." Rais menggeleng-gelengkan kepalanya. Serasa mimpi saja kejadian Rafa dan Ira.
Suara deringan ponsel Ira terdengar nyaring. SUAMI BUCINnya telepon. Ira segera menutup pintu kamarnya dengan rapat dan menguncinya. Betapa bahagianya Ira saat ini melihat suami tercintanya telepon.
📞 "Rafa kamu dimana?" tanya Ira dengan suara lirih takut jika semut saja melaporkan pembicaraannya dengan sang suami.
📞 "Aku baik-baik saja sayang, sayang aku berada di luar kota, kamu harus jaga diri baik-baik dan berperanlah seolah-olah memang aku di culik dan di sekap saat kamu berada di antara mereka!" Rafa menerangkan sedikit rencananya.
📞 "Iya Raf, aku paham dengan maksudmu. Ohh ya Rafa kamu sedang dengan siapa saat ini?" Ira menanyai sesuatu yang mencurigakan.
__ADS_1
📞 "Aku dengan Rais sayang, dan yang mengirim pesan ke kamu kemarin itu adalah Rais sayang. Jadi mulai sekarang jika ada nomor yang masuk dan nomornya tetap itu berarti Rais orangnya. Jika nomor lain jangan kamu anggap. Okee...." Rafa lega telah mengetahui suara Ira.
📞 "Raf, sampai kapan aku takut Raf. Takut jika kita tidak bisa sama-sama lagi, hiks..." Ira menangis di balik telepon Rafa.
📞 "Husstt..., sayang jangan menangis. Ini sementara saja sayang biar mereka tidak akrab satu sama lain. Kita balikkan oke permainannya. Sambil mengumpulkan bukti-bukti yang lain." Rafa menenangkan dan meyakinkan Ira sang istri.
📞 "Oke aku percaya, hiks..." Ira masih menangis.
📞 "Kenapa istriku jadi cengeng sekali, di mana keberanianmu sekarang sayang. Jangan jadi lemah oke, ayo kita saling menguatkan sayang. Aku mencintsimu sayang." Ucap Rafa dengan di akhiri ciuman.
📞 "Iya, aku tidak akan cengeng lagi, aku janji," Ira berusaha tersenyum di balik telepon Rafa.
Untung sekarang zaman moderen jadi bisa melakukan vidio call saat bertelepon. Setelah saling berbicara Rafa dan Ira mematikan ponselnya dan melakukan peran masing-masing.
Ira segera mandi dan bersiap-siap ke kantor Aldo Chand. Ia menggunakan pakaian serba putih hanya rok saja yang hitam. Cantik dan elegant sekali pakaian yang di kenakan Ira. Ada jepit kecil di atas daun telinga yang menghiasi penampilan Ira.
PT SURYA CHAND
Banya karyawan yang berlalu lalang sambil menyapa Ira yang baru datang, hari ini Ira sangat fresh penampilannya. Jika orang lain melihat Ira tidak seperti wanita yang sudah menikah, bahkan masih terlihat gadis belia.
Wajah cantik dan imutnya membuat ia seperti anak remaja 17 tahunan, sedangkan umurnya sekarang 25 tahun. Mungkin karena Ira perhatian dengan tubuhnya jadi nampak cantik dan awet muda.
Ira menerima ucapan selamat pagi dari para karyawannya. Untung Ira memiliki otak yang cerdas jadi ia di segani, selain itu jika ia tidak memiliki otak yang cerdas pasti tidak akan di segani oleh bawahannya, sekalipun ia anak pemilik perusahaan besar.
Ira segera masuk ke dalam ruangannya. Sekertaris Luna berpura-pura ramah dengan kedatangan calon bos PT SURYA CHAND.
Cihhhh pasti ibunya dulu seorang jala*** murah**, bisa melahirkan anak seperti itu. Dalam batin Luna.
__ADS_1
Untung saat ini Ira tidak bisa membaca hati orang lagi, setidaknya ia tidak mendengar gunjingan yang menyakitinya.
Ira segera mengecek semua dokumen sebeluk menyerahkannya ke Aldo Chand. Hari ini tidak nampak Aldo Chand datang ke perusahaan, mungkin karena permasalahan pagi ini yang menggemparkan dunia perbisnisan.
Suara langkah kaki masuk kedalam ruangan Aldo Chand, Ira segera menatap ke arah pintu dan yang mengejutkan yang datang ialah Rudi dengan Aldo. Mereka berjalan menuju ke tempat Ira berkerja.
"Dimana kamu sembunyikan suamimu?" tanya rudi dengan tajam.
"Bukannya kamu yang menculik suamiku, bukannya kamu yang ingin membunuhnya. Kenapa kalian berdua jahat kepadaku?" dengan muka polosnya ia mengeluarkan sedikit air mata.
Rudi yang menatap wajah Ira seperti itu langsung pergi dan duduk di sofa. Sementara Aldo Chand menelpon seseorang. Aldo Chand meminta informasi mengenai kasus kehilangan Rafa tetapi tentunya dengan jalan rahasia tanpa melibatkan anggota kepolisian.
Ira sekuat tenaga melanjutkan drama tersebut. Ia masih berpura-pura sedih di depan Aldo Chand dan Rudi. Bahkan Ira menghentikan pekerjaannya.
"Papa sudah menelpon seseorang untuk mencari keberadaan Rafa ada di mana. Semoga mendapatkan hasil." Aldo segera duduk di kursinya.
Haaahhh untung aku merekam semua percakapan dari Rudi dan Aldo Chand datang jadi tinggal klik dan kirim ke Rafa. Ira segera mengirim pesan suara ke Rafa.
Rafa yang menerima pesan suara menyunggigkan senyum. Rais yang melihat Rafa tersenyum-senyum hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Mulai gila itu orang." Rais segera turun dari lantai atas sebelum ia tertular kegilasn Rafa.
Rafa sudah mempunyai rencana tersendiri setelah mendapatkan pesan suara dari Ira. Saat ini ia meminta orang-orang kepercayaan Rafa, untuk mencari tau bawahan Rudi dan Aldo Chand untuk di jadikan bidak caturnya melawan Aldo Chand dan Rudi.
"Semoga berhasil, aku ingin sekali melihat permainan yang di buatnya berbalik mengenainya." Rafa tersenyum licik.
Bersambung.
__ADS_1