My Love Rafa Aditya

My Love Rafa Aditya
Ancaman


__ADS_3

Berusaha dan berdoa. Menulis dan menulis jika ada waktu luang.


Selamat membaca**.


_ _ _


Aldo Chand yang masih berada di tahanan menanti kehadiran putrinya namun nihil sudah 3 bulan berlalu. Nyatanya Ira enggan menjengguknya. Bagi Ira ia tidak pernah memiliki seorang Papa. Jika ia memilki Papa untuk apa meninggalkan dirinya sedari dalam kandungan.


Walaupun Aldo Chand tidak bisa turun tangan langsung melihat keadaan putrinya ia tetap menyuruh orang bawahannya untuk menjaganya dari jauh. Takut ada orang-orang yang berniat jahat untuknya.


Dan bertepatan hari ini juga Rudi keluar dari sel tahanan. Entah menghabiskan dana berapa sampai-sampai pengacara yang ia sewa sukses mengeluarkan Rudi dari penjara.


Rudi menyimpan dendam yang amat dalam untuk Aldo, sebab gara-gara dia harus masuk sel tahanan selama 3 bulan. Saat ini Rudi sedang bermain dengan ponselnya dan menekan galeri untuk melihat wanita yang akan menjadi mangsanya.


"Lihat Aldo Chand, putrimu sangat cantik dan menawan. Walaupun hanya dari dalam ponsel saja. Apalagi jika ia bisa menjadi istriku, betapa beruntungnya aku." Memutar-mutarkan ponselnya.


Rudi memberi kode kepada beberapa bawahannya untuk menculik Ira. Tanpa harus menyakitinya. Ia ingin bermain-main dulu dengan Aldo agar Aldo mau menyerahkan beberapa aset kepada dirinya.


Siang hari.


Ira yang tengah asik di sebuah coffe tidak menyadari jika ada orang yang ingin mencelakainnya. Dan ternyata coffe tersebut telah di beli untuk satu hari oleh bawahan Rudi.


Ira hanya duduk sendirian tanpa suami yang menemani. Biasanya Rafa akan menemani makan siang Ira, namun karena ada permasalahan yang menyebabkan Rafa harus berada di masa sulit, ada beberapa pelangan yang mengeluhkan tentang masakan di restoran Rafa, bahkan ada yang melaporkan ke polisi karena ada salah satu anggota keluarganya yang tewas setelah mengkonsumsi makanan di restoran Rafa.


Rafa menangani restoran yang hampir di tutup ini, dan untungnya yang bermasalah hanya salah satu restoran yang ada di cabang.


Tiba-tiba Ira merasakan pusing kepalanya dan hilang sudah kesadarannya. Orang bawahan Rudi memberi kode untuk mengangkat tubuh Ira masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan.

__ADS_1


Rencana ini begitu matang tanpa meninggalkan jejak, bahkan CCTV yang ada di coffe tersebut telah di hapus. Dan yang lebih parahnya lagi plat mobil yang di gunakan palsu.


Dan keberuntungan satu lagi ialah, Ira tadi berangkat menggunakan jasa taxi online. Berkali-kali deringan ponsel Ira terdengar, namun tidak di tanggapi oleh orang suruhan Rudi, justru malah mematikannya.


Sesampainya di kediaman Rudi. Ira di gendong menuju kamar utamannya Rudi.


"Kamu memang begitu cantik Ira," membelai wajah Ira. "Apalagi tubuhmu, pasti sangat menawan. Bagaimana jika suami dan Papamu tahu orang yang paling ia sayangi dan cintai ada di genggamanku?" Rudi memercikkan air di wajah Ira untuk membangunkannya.


Ira mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia begitu terkejut saat berada di rumah orang lain, lebih tepatnya di kamar orang lain. Ira menoleh ke tempat Rudi duduk.


"Sudah sadar, bagaimana perasaanmu Ira Chand?" tanya Rudi beranjak dari duduknya dan mendekat ke Ira. Ira memundurkan duduknya, namun tertahan karena di kakinya ada rantai besar mengikatnya.


"Rudi lepaskan jangan mendekat. Aku mohon." Ira memelas kepada Rudi. Namun Rudi telah gelap mata dan langsung meraih dagu Ira dan mencium bibir Ira dengan kasarnya, sampai ada sedikit darah dari bibir Ira.


Ira menangis sesenggukan dengan perbuatan Rudi barusan, ia mengumpat Rudi berkali-kali. Tapi itu membuat Rudi tambah senang.


"Aku tahu kamu sangat membenciku sekarang, tapi kalau kamu ingin hidupmu dan suamimu selamat kamu harus mau berkerja sama denganku Ira. Dan satu lagi apa kamu sudah mendengar jika suami tercintamu berada di sel tahanan karena menyebabkan pelangganya tiada? pasti kamu tidak tahu. Dan semua kejadian itu adalah Papamu penyebabnya." Rudi membalikkan fakta.


"Aku tidak bohong Ira itu kenyataannya. Aku baru menerima kabar jika Rafa di tahan karena kasus yang di buat oleh Papamu!" Rudi meyakinkan Ira, berharap ektingnya berhasil.


"Kamu bohong manamungkin Papaku pelakunya pasti kamu kan?" Ira tidak percaya.


"Cihhh..., apa kamu terlalu polos Ira, Aldo Chand adalah pengusaha terkenal di Indonesia dan di Belgia. Uang secuil untuk membuat rekayasa seperti itu mudah sekali. Dan satu lagi Aldo Chand tidak benar-banar di dalam sel tahanan. Ia berpura-pura di sana hanya untuk memancingmu agar kamu kasihan kepadanya. Karena selama ini kamu tidak pernah mengunjunginya ia marah dan membuat rencana besar ini!" jawab Rudi meninggalkan Ira sendirian.


Sial kenapa aku tidak bisa mendengar suara hati Rudi, atau jangan-jangan aku benar-bebar sudah tidak bisa mendengar lagi. Aduh gawat ini, aku jadi tidak tahu apa rencana si licik ini. Keluh Ira dalam hati.


Ira berusaha melepaskan rantai yang ada di kakinya namun sia-sia. Tiba-tiba ada seorang pelayan yang masuk kedalam kamar dan memberikan makanan yang layak untuk Ira.

__ADS_1


"Nona makanlah, jika Nona tidak mau makan. Nona akan lemah untuk menghadapi Tuan Rudi." Pelayan kecil itu segera pergi.


Ira menatap wajah sedih pelayan kecil tersebut.


"Kenapa pelayan dirumah Rudi masih anak kecil bahkan jika di lihat ia seperti anak berumur 12 tahunnan. Apakah Rudi memperdagangkan manusia???" pertanyaan muncul di kepala Ira.


Ira segera menghabiskan makanannya dan meletakkannya di meja samping kamar tidur.


Malam hari.


Rudi tiba-tiba masuk kedalam kamar yang di tempati Ira. Ia berjalan mendekat.


"Bagaimana, mau berkerja sama denganku atau tidak?" tanya Rudi mengeluarkan dokumen. "Kamu baca, jika setuju aku akan mengeluarkan suamimu dari sel tahanan." Rudi duduk di sofa.


Ira membaca semua isi dokumen tersebut dengan teliti dan intinya ia harus berpura-pura baik ke Aldo Chand untuk mengalihkan semua aset-aset tersebut ke dalam namanya(Rudi). Dan ada satu syarat lagi, yang harus ia kerjakan yaitu menjauhi Rafa demi misi ini. Jika tidak nyawa Rafa jadi taruhannya.


Ira binggung harus berbuat apa, demi kebebasannya dan suaminya ia menyetujuinya. Kemudian setelah menandatanganinnya ia menyerahkan ke Rudi. Rudi bahagia dengan keputusan Ira.


Aku akan mengikuti permainanmu Rudi, si rubah licik. Dasar orang obsesi dunia. Dalam batin Ira.


Ira segera memejamkan matanya berharap esok kejadian ini hanya mimpi yang tak pernah menjadi nyata dalam hidupnya.


Pagi hari pun tiba, Ira merasakan kakinya yang kebas segera menggerak-gerakkannya. Ternyata rantai yang ada di kakinya masih ada.


"Sial, aku tidak punya ponsel lagi. Pasti rubah licik itu yang membuangnya, awas saja jika aku menemukan sesuatu yang mengejutkan." Ira mengepalkan tangannya.


Bersambung.

__ADS_1


Bagaimana teman-teman sudah marah-marah belum baca part ini. Tinggalkan jejak okee.


Votenya dong di keluarkan.


__ADS_2