My Love Rafa Aditya

My Love Rafa Aditya
TAMAT SEASON 1


__ADS_3

Setelah selesai makan bersama ingin sekali Adi dan Nilam mengungkapkan identitas sebenarnya namun mereka urungkan mengingat Rafa dan Ira terkena musibah di rumah tangganya.


Bibi Nilam melamun memikirkan masa depannya kelak, sementara usianya kini tidak muda lagi sementara keturunan yang di harap-harapkan belum hadir melengkapi rumah tangganya.


Keesokan harinya.


Rafa mendorong kursi roda sampai area parkir mobil. Sebenarnya Ira mampu berjalan dari ruang rawatnya sampai parkiran mobil mengingat jika ruangannya dengan parkiran mobil jaraknya tidak ada 20 meter. Akan tetapi Rafa yang memaksanya untuk duduk du kursi roda tersebut.


"Rafa... Rafa... Rafa sayang jawab panggilanku." Ira menatap tajam sang suami yang kini fokus menyetir menuju jalan raya.


"Kenapa?" Rafa menatap sekilas Ira yang ada di sebelahnya.


"Aku mencintaimu Rafa!" jawab Ira dengan tersenyum. Rafa yang baru saja mendapatkan ucapan kata-kata dari dalam hati segera menepikan mobilnya.


Ira terkejut kenapa tiba-tiba mobil di hentikan di pinggir jalan untungnya jalanan tidak ramai. Rafa melepas sabuk pengamannya dan mendekati Ira.


"Cup," suara ciuman Rafa yang tiba-tiba. Ira melototkan matanya karena mendapat serangan dadakan dari Rafa.


"Kenapa kamu mencium ku tiba-tiba sih Rafa?" tanya Ira yang mulai berisik karena Ira masih tetap berbicara tanpa henti Rafa tidak melanjutkan mengemudinya Rafa menatap wajah Ira yang sedang marah-marah tidak jelas. Setelah 20 menit Ira mengomel-ngomel akhirnya berhenti juga.


"Bagaimana apa sudah puas sayang, jadi tidak kita kembali ke apartemen?" tanya Rafa yang mengenakan sabuk pengaman lagi.


"Iya, sudah puas aku marah-marah namu tidak ada satu kata pun kamu tanggapi dan jawab. Apa kamu akan membiarkan aku marah-marah terus sampai ada keriput di wajah aku sayang, ayo jawab." Ira menatap wajah tampan Rafa.


"Iya, biar tidak ada yang mau mendekatimu lagi biar kamu tidak selalu dalam bahaya," Rafa menjawab apa adanya.


"Iisshhh kesel aku, malah suka jika istrinya keriput dan tidak menarik lagi gara-gara marah-marah. Aku akan perawatan setelah ini untuk mencegah penuaan dini." Ira mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi pihak salon untuk perawatan hari ini di apartemen.


Rafa yang melihat Ira seperti itu hanya menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Sayang jangan lupa suruh pihak salon membawa cat rambut yang terbaik di salonnya." Rafa masih fokus mengendarai laju mobilnya.

__ADS_1


"Oke," Ira menambahkan tulisan sesuai keinginan Rafa untuk membawa cat rambut terbaik di salonnya.


Apartemen.


Rafa dan Ira tengah menikmati makanan. Makanan hari ini sengaja di pesan melalui delivery. Rafa menatap tajam wajah Ira yang tengah mengunyah makanan, menurutnya sangat imut dan menggemaskan sekali.


"Sayang..." Rafa mencubit pipi Ira yang mengembang karena makan.


"Sakit Rafa," Ira memegang pipinya yang terkena cubitan. Ira tetap melanjutkan acara makannya.


Suara bel terdengar nyaring di dalam apartemen. Rafa buru-buru segera membuka pintu apartemen, karena Ira sang istri belum bisa bergerak bebas seperti biasanya. Ira sudah bersiap-siap di ruang tamu. Setelah melakukan perawatan baik Ira maupun Rafa kini mereka bisa melakukan aktivitasnya menjadi lebih ringan dari biasanya.


Restoran (Mewah Rais Said).


Meisie tengah mengaduk-aduk milkshake coklat dengan malasnya, rasanya hambar kehidupan ini padahal minuman yang ia pesan dan nikmati bisa membuat mood menjadi lebih baik. Akan tetapi itu tidak mempengaruhi hati Meisie yang gundah gulana. Pasca tidak bertemu lagi dengan Rudi maupun Rafa kini Meisie merasa kehilangan. Saat ini Meisie sudah tidak memiliki hubungan dengan Aldo Chand bahkan Meisie mengembalikan villa yang di berikan Aldo Chand untuk Meisie.


BBUUGGHH..., tepukan tangan yang berada di pundak Meisie mengejutkannya. Saat melihat siapa yang menepuk pundaknya Meisie menatap malas orang tersebut yang tak lain adalah Rais.


Meisie menatap sekilas dan langsung berdiri pergi dari hadapan Rais. Setelah membayar total minuman yang dipesan Meisie segera menuju parkiran dan melajukan mobilnya.


Di rumah makan sederhana.


Ada sepasang laki-laki dan perempuan yang tengah menikmati soto ayam dan es teh. Mereka berdua sedang asik membicarakan ini itu. Dua insan itu seakan lupa jika status saat ini tidak jelas bahkan sangat tidak jelas sekali.


Yaitu Novi dan Aldo Chand, semua orang yang melihat kejadian ini pasti berfikir jika mereka pasangan suami istri namun nyatanya mereka adalah matan pasangan suami istri yang umurnya hanya 1 bulan saja. Kini Novi dan Aldo Chand semakin dekat dari hari ke hari.


Sementara Amir Phelan yang menyimpan rasa untuk Novi kini merelakan dua insan itu kembali lagi bahkan jika ingin rujuk. Dan kabar yang paling mengejutkan Amir akan bertunangan kemudian akan pindah keluar pulau.


6 Bulan kemudian.


Tepat hari ini ulang tahun ke 25 pernikahan Adi dan Nilam. Suka duka menyelimuti pernikahannya. Saat acara belum selesai Nilam jatuh pingsan dan itu membuat semua para tamu yang hadir begitu terkejut pasalnya baru kali ini Nilam saat sedang mengikuti acara penting ia pingsan di tengah-tengah jalan.

__ADS_1


Dengan segera Adi sang suami menelpon Dokter untuk memeriksa keadaan sang istri. Betapa terkejutnya semua orang bahkan banyak dari mereka menangis haru. Nilam dinyatakan tengah mengandung 3 bulan. Ini adalah kado terindah dan terbesar setelah 25 tahun mengarungi bahtera rumah tangga. Anak yang di damba-dambakan selama ini akan segera datang dan hadir menghiasi keluarga kecilnya.


Ira dan Rafa juga terharu menyaksikan Paman dan Bibinya akan memiliki seorang anak. Rafa dan Ira sampai saat ini belum juga memiliki keturunan setelah kehilangan bayi keduanya. Namun Rafa dan Ira tidak menyerah Paman dan Bibinya saja bisa melewati 25 tahun baru diberi keturunan, sementara Rafa dan Ira masih baru menikah.


Keesokan harinya.


Ira merasakan tubuhnya ada yang berbeda tidak seperti biasanya. Rasa mual saat mencium bau-bau tertentu membuatnya merasa tidak nyaman dan terganggu. Rafa yang mendengar Ira muntah-muntah di kamar mandi langsung menyusulnya.


"Sayang kamu kenapa aku dengar dari luar kamar mandi sepertinya kamu sakit ya?" Rafa mengetuk pintu kamar mandi namun tidak di jawab oleh Ira sang istri.


Rafa segera membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak di kunci oleh Ira. Rafa terkejut melihat Ira pingsan di dalam kamar mandi. Rafa dengan sigap menggendong tubuh Ira menuju parkiran yang ada di bawah apartemen, bahkan Rafa meminta satpam untuk membantu membukakan pintu mobil.


Rumah Sakit.


Dokter segera memeriksa kondisi Ira saat ini melalu denyut nadi, Dokter kali ini tidak salah prediksi lagi dan mengungkapkan jika Ira tengah berbadan dua kembali. Bahkan jika di periksa usia kandungan Ira memasuki 4 minggu. Rafa sangat bahagia dengan kabar ini.


Ira yang baru sadar langsung tersenyum bahagia dalam doanya semoga Tuhan memberikan kepercayaan untuk memiliki dan merawat seorang anak. Rafa segera memeluk erat tubuh Ira dan menghujani ciuman.


END.


Terimakasih teman-teman yang selalu baca karya author ini. Bagaimana dengan endingnya suka tidak.


Oh ya teman-teman karya aku ini terinspirasi dari kluarga aku sebenarnya. Bahkan ada beberapa yang merupakan kisah nyata. Aku ambil karena aku juga turut bersedih.


Seperti Ira yang kehilangan babynya sampai 2 kali itu bukan bohongan, itu benar-benar nyata karena Kakak aku sendiri yang mengalami dan tetangga aku. Terus yang kisah Adi dan Nilam yang tidak bisa memiliki keturunan sampai umur pernikahan 25 tahun itu juga nyata karena Nenek aku sendiri yang mengalaminya.


Jadi buat teman-teman ambil sisi positifnya ya dari karya author ini. Yang buruk jangan ditiru ya teman-teman ambil sisi baiknya ya.


Love you all.


Sekian.

__ADS_1


__ADS_2