
Rafa segera bangkit dari duduknya, karena perut sudah berdemo sedari tadi. Rafa memakan roti berselai coklat.
"Apa panda bucinku sudah makan coba aku telpon saja. Aahhhh... pandaku sangat imut di layar ponsel." Rafa menciumi foto Ira yang ada di ponselnya.
DDDRRTT... DRRTT... DRRTT.... Namun tidak di jawab oleh Ira.
Di sebuah gudang tua.
Seorang perempuan di sekap oleh sekelompok orang, orang-orang tersebut adalah bawahan Rudi. Mereka mendekati gadis tersebut dan berusaha menyentuh wajah cantik perempuan itu.
"Oohhh... cantik sekali wanita ini, benar-benar idaman semua kaum adam. Aku ingin merasakan apakah ia masih gadis?" Orang tersebut menyentuh tubuh gadis tersebut.
Gadis tersebut meronta-ronta ke kanan ke kiri, namun apa daya gadis itu tidak bisa apa-apa dengan keadaan kaki tangan di ikat serta mulut di tutup.
Tamat sudah riwayatku. Dalam batin gadis cantik tersebut.
Walaupun saat ini pakaiannya acak-acakan namun tidak mengurangi aura kecantikannya. Tiba-tiba ada suara baku hantam yang kuat, seorang penyelamat datang.
Rudi dan bodyguardnya datang menyelamatkan gadis tersebut. Gadis tersebut tertawa dalam hati. Rudi membuka penutup mulut tersebut.
"Cihhh... rupanya kamu yang datang, buat apa kamu menculikku dan menyekapku di sini?" tanya Ira yang tersulut emosi.
"Karena kamu tidak bergerak sama sekali sayang!" Rudi menyentuh wajah cantik Ira. "Kamu sudah pahamkan jika aku menyuruhmu untuk merebut kekuasaan Aldo Chand, mana. Bahkan sampai sekarang hansilnya nol besar, jadi supaya Aldo Chand memberikan asetnya aku menawarkan dengan dirimu sayang." Rudi mencium bibir Ira sekilas.
"Menjijikkan cepat lepaskan aku," Ira terus meronta-ronta.
Andai waktu dapat di putar aku akan belajar bela diri dan memegang pistol, jika sewaktu-waktu di butuhkan aku tidak sesusah saat ini. Sial-sial oohhh Rafa bucinku kamu dimana hiks... aku takut. Takut tak bisa bertemu denganmu. Batin Ira menyesal tidak pernah belajar untuk melindungi dirinya sendiri.
"Sedari tadi aku dengar ponselmu berbunyi apa itu dari suamimu?" Rudi langsung menatap layar ponsel yang baru ia ambil di saku celana Ira.
Semoga bukan Rafa ku mohon YaTuhan permudahkan rencana suamiku.
__ADS_1
(08xxxx) Rudi menujukkan nomor tersebut ke Ira, perasaan Ira sangat lega sekali ternyata bukan dari SUAMI BUCINnya.
"Siapa ini apa kekasih gelapmu?" Rudi langsung mengangkat telepon tersebut.
"Hallo Ira kamu di mana nak?" tanya Aldo Chand di balik telepon. Ternyata yang menelpon Ira adalah Aldo Chand.
"Aduhhh aku sangat beruntung sekali hari ini. Aku menyekap putri tercintamu Aldo Chand, anda pasti tau kan aku meminta apa?" tanya Rudi dengan senyum liciknya.
"Lepaskan putriku dan aku akan menyerahkan sebagian asetku ke kamu!" Aldo Chand menyerahkan sebagian aset perusahaannya.
"Aku tidak mau jika sebagian, aku mau semua aset perusahanmu jika ingin putrimu bebas dari cengkramanku. Mari bertemu dan aku yang akan menentukan tempatnya." Rudi menanti jawaban Aldo Chand.
"Baiklah oke, aku akan serahkan aset perusahaanku tetapi kamu harus janji melepaskan putriku saat ini," Aldo Chand segera menyuruh sekertarisnya untuk mengurus kepindahan kepemilikian perusahaan atas nama Rudi.
"Bagus itu yang aku mau, kita ketemuan di jalan Anggur blok 5 dan aku akan membawa putri tercintamu juga." Rudi tersenyum menyeringai dan mematikan ponselnya.
Ira yang mendengar percakapan antara Rudi dan Aldo Chand hanya terdiam, entah rencana apa yang di lakukan dua baji**** tersebut. Ira hanya mengikuti permainan saja.
Rudi membawa Ira masuk kedalam mobil tetapi sebelum masuk mobil Ira di perbaiki pakaian dan dandanannya yang berantakan. Ira nampak anggun dengan balutan dress selutut berwarna merah marron.
Setelah perjalanan sekitar 30 menitan. Rudi dan bawahannya serta Ira keluar dari dalam mobil. Ternyata Aldo Chand sudah datang sedari tadi. Ingin sekali ia memeluk putrinya saat ini.
"Langsung saja mana aset yang kamu janjikan sebagai barter?" Rudi menggengam erat pergelangan tangam Ira. Ira tidak memberontak sebab jika ia memberontak pasti gengaman tangan Rudi akan semakin erat.
Aldo Chand menyerahkan aset perusahaan ke Rudi dengan suka rela. Rudi tersenyum saat membaca dokumen tersebut. Rudi langsung menyerahkan Ira ke Aldo Chand tanpa harus menculiknya kembali.
"Aku kira kamu tidak akan langsung menyerahkan putriku, ternyata setelah mendapat dokumen kepemilikan itu kamu langsung menyerahkan putriku." Aldo Chand segera membawa lari Ira masuk kedalam mobilnya.
Ira hanya mengikuti Aldo Chand masuk mobil baginya sekarang ialah kabur dari Rudi terlebih dahulu. Ira hanya menatap sang pahlawan kesiangan ini. Aldo Chand yang mendapatkan tatapan dari sang putri langsung menanyainya.
"Ada apa Ira, apa kamu masih belum mempercayai Papamu ini. Papa rela kehilangan semua harta kecuali kamu." Aldo Chand tersenyum kearah Ira.
__ADS_1
Ira yang melihat ketulusan Aldo Chand sedikit tergugah hatinya. Ira tersenyum ke Aldo Chand.
"Terimakasih sudah menolongku." Setelah mengucapkan terimakasih Ira segera menatap ke luar cendela mobil.
Aldo Chand begitu bahagia akhirnya putri tercintanya mengucapkan perkataan yang tulus dari dalam hatinya, walaupin pada akhirnya putrinya tidak menatapnya lagi. Tetapi setidaknya sedikit demi sedikit putrinya mau berbicara dengan tulus tanpa embel-embel keterpaksaan lagi.
Mansion Aldo Chand.
Aldo Chand hanya menyerahkan perusahannya pada Rudi. Untung sejak lama ia sudah mempersiapkan diri, semua Mansion beserta isinya bernama putrinya Atiya Bahira Chand. Jadi jika sewaktu-waktu ada permasalahan rumah impian ini tidak akan ada yang merebutnya.
"Kenapa kita kesini, bukannya perusahaan sudah atas nama Rudi?" Ira bertanya dengan nada dingin.
"Ini semua milikmu jadi kamu akan kembali kesini lagi, selain itu apa kamu tidak ada rasa simpati sedikit ke Papamu?" Aldo Chand ingin tahu isi hati Ira saat ini.
"Aku tidak tau!" Ira segera membuka pintu mobil dan masuk kedalam Mansion.
Aldo Chand pasrah dengan putrinya, baginya saat ini yang paling penting adalah kebahagiawn putrinya, agar ia mau memaafkan kesalahan masa lalunya terhadap Mamanya.
DDRRTTT... DRRTTT... DRRTTT...
Ira segera mengangkat ponselnya. Tertera nama SUAMI BUCIN.
"Hallo sayang kamu dimana?" tanya Rafa ketakutan. Bahkan saat ini Rafa sudah kembali ke kediamannya begitu juga dengan Rais.
"Tenang aku sudah aman, berkunjunglah ke Mansion hari ini tanpa menyamar. Dan satu lagi kita tidak usah berdrama lagi semua sudah berakhir Rafa!" Ira bersedih karena tidak bisa membuat Rafa hawatir dengannya.
"Oke aku akqn kesana sekarang sayang, tunggu aku ya." Rafa mematikan ponselnya.
Siallll rencana belum terjadi ternyata Rudi berjalan lebih cepat rencanannya. Dalam batin Rafa merutuki kebodohannya saat ini.
Rafa tidak bisa menjadi pahlawan yang bisa mengalahkan musuh-musuhnya saat ini. Rafa segera melajukan mobilnya ke Mansion Aldo Chand.
__ADS_1
Bersambung.