My Love Rafa Aditya

My Love Rafa Aditya
Sabar


__ADS_3

Rafa menghempaskan tubuh Ira ke sofa ruang tamu. Rafa mendekati Ira yang kini memakai pakaian pemberian Amir. Rafa tidak tinggal diam ia segera melepas pakaian yang di kenakan Ira setelah berhasil lepas dari tubuh Ira. Rafa mengendong Ira dan langsung menuju kamar mandi.


Rafa memandikan Ira berharap bekas pakaian yang di kenakan Ira tidak membayang-bayangi mata Rafa. Rafa yang pagi ini belun mandi langsung ikut masuk dalam bath up.


Ira terisak tangis ia takut sekali jika Rafa mengakhiri rumah tangga ini. Ira bahkan tidak berani menatap mata teduh Rafa, mata yang tajam yang menyerupai mata elang itu. Dengan bulu mata yang sangat lentik.


"Tatap mata aku, apa kamu tidak ingin menatap mataku. Sayang." Rafa meraih dagu Ira.


Ira terkejut sekaligus senang mendengar ucapan terakhir Rafa yang masih menyebut sayang, saat berbicara. Ira memberanikan diri menatap wajah tampan Rafa sang suami.


"Aku malu dengan diriku sendiri Rafa, bahkan aku bersanding denganmu aku sudah tidak pantas lagi." Ucap lirih Ira di sertai air mata.


"HHUUSS..., aku tidak mau mendengar kata-kata itu lagi. Sakit memang Ira melihat orang yang kita cintai seperti itu. Tetapi aku percaya jika kamu bukan wanita seperti itu, kamu masih sama Ira istriku panda bucinku." Rafa menghujani ciuman di seluruh wajah Ira.


Tangisan Ira semakin menjadi rasa bersalahnya semakin mengorek-ngorek hatinya.


"Sungguh Rafa aku tidak tau kejadian malam itu, aku..." Ira tidak melanjutkan ucapannya jika di lanjutkan pasti Rafa saat ini bisa mengucapkan kata-kata murka.


Rafa menatap tajam mata Ira ia berusaha mencari kebenaran di dalam mata Ira yang jernih.


"Sudah aku bilang sayang aku percaya padamu. Bukannya membangun rumah tangga di dasari saling percaya satu sama lain. Aku tidak mau kamu mengucapkan kata-kata yang akan menghalangi rumah tangga kita. Lupakan kejadian itu dan aku akan berusaha melupakannya juga." Rafa masih tersenyum.


Tetapi aku tidak berjanji Ira, aku ragu untuk maju kedepan dengan kenangan itu. Foto itu merupakan penghianatan untukku, entah kamu melakukannya atau tidak. Maaf kan aku jika suatu saat nanti kamu terluka sepertiku. Dalam batin Rafa.


Ira yang tidak bisa membaca hati lagi jadi ia tidak tau apa yang di resahkan sang suami.


Setelah hampir setengah jam di dalam bath up Rafa mengangkat tubuh Ira keluar dari bath up. Ira nampak malu-malu seperti baru saja kenal dulu.


Setelah merebahkan di ranjang tempat tidur Rafa memberikan jubah handuk kemudian mengambil pakian untuk dirinya dan juga untuk Ira sang istri.

__ADS_1


"Terimakasih Raf." Ira tetap mengeluarkan senyum termanisnya walaupun hatinya masih menyimpam rasa tidak percaya diri lagi.


Setelah kejadian itu Ira takut untuk dekat dengan Rafa sang suami takut jika Rafa tidak mau dengannya yang telah ternoda. Walaupin bukan untuk yang pertama tapi bagi Ira itu untuk yang pertama kali di jamah orang lain.


Setelah mengenakan pakaian Rafa langsung fokus ke pekerjaannya. Tidak ada lagi Rafa yang bucin ke Ira, terlihat jelas jika Rafa sedikit membeku lagi hatinya.


Jika memang harus ada kata-kata pisah di antara kita aku rela menerima sakit ini Raf. Aku akan menebus kesalahan ini. Dalam batin Ira bersedih.


Ira segera keluar kamar dan mengambil makanan untuk Rafa karena ini masih pagi jadi jam untuk sarapan pagi juga sangat pas sekali. Nampan yang di bawa oleh Ira ia pegang dengan kuat agar tidak jatuh, tangan yang dulu kokoh saat membawa nampan kini seperti tidak bertulang saja.


Sesampainya di kamar Ira segera meletakkan nampannya ke meja dekat sofa.


"Raf, makan dulu baru selesaikan pekerjaanmu." Ira menyodorkan satu piring nasi dengan lauk dan sayur. Rafa menatap sekilas dulu ia sangat bahagia saat Ira mengambilkan makanan.


Namun saat ini seperti hambar saja rasanya. Rasa cinta untuk Ira sedikit pudar. Kesalah pahaman ini sepertinya akan berlanjut sampai hari-hari berikutnya.


Ira duduk di sofa dan memakan makanan yang ia bawa, hatinya kini teriris dengan sikap Rafa yang semakin dingin bertambahnya waktu. Setelah makan Ira segera membereskan sisa makanan dan membawa nampannya kembali ke dapur.


Asisten rumah tangga yang biasa berkerja di kediaman Rafa hanya diam tidak berani bertanyaa apa-apa. Karena itu urusan majikannya.


"Hhhahhh... jika ini berlanjut bagaimana???" Ira melamun di kursi meja makan. Air mata lolos begitu saja saat ini.


Rafa yang sudah selesai dengan pekerjaannya mencari keberadaan Ira. Melihat Ira yang memunggungi arah pintu masuk ruang makan Rafa mendekat dan memeluk tubuh Ira sang istri.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu sayang." Rafa menciumi tekuk leher Ira.


"Maafkan aku juga Rafa," Ira menangis sesenggukan di pelukan Rafa. Rafa melepas pelukannya dan duduk di samping Ira dan mengusap lembut air mata yang lolos di pipinya. Ira menatap intens wajah Rafa laki-laki yang terluka hatinya karena dirinya.


Aldo Chand sampai sekarang masih tinggal di mansion. Ia masih belum tau jika Ira sang putri tercintanya sudah kembali ke rumah suaminya.

__ADS_1


DDRREETT... DRREETT...


Rafa segera mengangkat telepon dari Aldo Chand.


📞 "Rafa bagaimana, apa Ira sudah di ketahui keberadaannya?" Aldo Chand begitu hawatir dengan hilangnya Ira.


📞 "Tenang Pa. Ira sudah kembali ia masih shock dengan keadaannya!" Rafa masih berada di samping Ira dan menggengam tangan Ira sambil menautkan jari jemarinya.


📞 "Syukurlah jika Ira sudah di ketemukan. Oh yaa... Raf apa Novi tau jika putrinya hilang?" Aldo Chand menanyakan perihal tersebut taku terjadi kesalah pahaman lagi antara dirinya dan Novi sang mantan istri.


📞 "Tenang Pa. Mama Novi tidak tau jika Ira baru saja hilang!" Rafa meyakinkan Aldo Chand.


Tiba-tiba Novi datang dan langsung menanyai Rafa, karena yang ia dengar bagian belakang ucapan Rafa.


"Siapa yang hilang?" tanya Novi kepada Rafa sang menantu yang bertelepon.


Ira terkejut dengan kedatangan Mamanya. Rafa segera mematikan sambungan teleponnya. Rafa begitu gugup dengan kedatangan Mama mertuanya yang tiba-tiba.


"Sejak kapan Mama masuk?" tanya Rafa sedikit gugup.


"Baru saja Raf. Oh yaa Raf Mama mau tanya apa yang barusan kamu ucapkan di telpon apa yang hilang?" Novi langsung duduk di hadapan Rafa dan Ira.


"Eemm itu Ma uang yang ada di resto Ma, uangnya hilang. Saat petugas kasir di resto Rafa sedang istirahat dan makan kemarin!" jawab Rafa berbohong.


Mama Novi yang melihat mata sembab Ira seperti habis menangis langsung saja bertanya.


"Lah ini Ira kenapa menangis?" Novi menunjuk wajah Ira yang sembab.


"Tidak apa-apa ko Ma, sedih aja karena uang yang ada di restoran hilang. Padahal uang itu rencanannya mau buat gaji karyawan bulan ini!" jawab Rafa berbohong lagi. Ira tersenyum dengan Rafa yang melindungi privasi rumah tangganya.

__ADS_1


__ADS_2