My Love Rafa Aditya

My Love Rafa Aditya
Curiga


__ADS_3

Aldo Chand merasa curiga dengan tingkah Novi sepertinya ia ada rasa dengan orang itu. Siapa dia itu menjadi pertanyaan dalam benak Aldo Chand.


Kelihatannya ia sedang jatuh cinta. Aldo Chand tertawa dalam hatinya.


Novi yang melihat senyum di wajah Aldo Chand tertegun walaupun umurnya setengah Abad lebih 5 tahun tetapi tetap memancarkan aura kewibawaan yang kuat.


Ya iyalah mempesona duitnya aja bejibun 7 turunan 7 belokan tidak habis. Sayang kalau gak perawatan. Umpatan Novi dalam hati.


"Eeehheemm mau pulang ke rumahmu sendiri atau ke rumah Rafa?" Aldo Chand masih fokus menyetir.


"Rumah Ira saja!" jawab Novi cuek. Aldo Chand langsung mengemudikan mobilnya ke arah rumah Rafa.


Rumah Utama Rafa Aditya.


Rumah yang begitu terlihat terawat bahkan pagar rumah selalu di bersihkan juga setiap hari. Terkadang 1 bulan sekali berganti warna pagar besi di rumah Rafa.


Novi yang baru saja keluar dari mobil Aldo Chand segera menutupnya. Novi mencari keberadaan anak-anaknya setelah berkeliling ia menemukan Rafa dan Ira sedang berada di kolam renang. Bahkan kedua insan tersebut berciuman panas.


"Romantisnya yang lagi berciuman di kolam renang." Ledek Mama Novi tiba-tiba. Mama Novi langsung duduk di salah satu kursi yang ada di tepi kolam renang.


Rafa langsung melepas pagutannya ke Ira. Mereka berdua sangat malu karena ketahuan berciuman di tempat terbuka walaupun masih dalam kawasan rumahnya.


"Lanjutkan saja kami tidak melihatnya." Aldo Chand menimpali perkataan Novi.


Rafa dan Ira langsung keluar dari kolam renang. Semburat merah di pipi Rafa dan Ira sangat terlihat.


Aldo Chand langsung menyuruh salah satu asisten rumah tangga Rafa untuk membuatkan makanan ringan dan minuman.


"Ini pakailah handuk dulu, agar tidak kedinginan." Rafa memberikan jubah handuk ke Ira. Ira segera mengenakannya begitu juga dengan Rafa ia segera duduk di samping Ira.


"Sepertinya kalau kita tidak datang tepat waktu mereka akan melakukannya di situ?" Aldo Chand menujukkan kolam renang.


"Betul. Apa kalian tidak bisa mengontrol nafsu kalian bagaimana jika orang lain melihat adegan itu?" Mama Novi menatap tajam Ira.

__ADS_1


"Ya menjadi tontonan gratis tanpa bayar bulanan!" jawab Ira santai. Mama Novi yang mendengar ucapan Ira seperti itu langsung berdiri dan memukul bahu Ira dengan kuat.


"Aduhh... sakit Ma." Ira menggosok-gosok pundaknya yang sedikit sakit karena pukulan Mamanya.


"Makanya kalau tidak mau pundak kamu sakit jangan di sembarangan tempat saat melakukannya. Apa kalian tidak malu dengan yang jomblo-jomblo?" Mama Novi geram dengan tingkah anak-anaknya ini.


Ira mengambil kue yang berada di nampan yang di antar oleh asisten rumah tangganya. "Tidak!" jawab Ira santai dengan memakan kue yang baru saja datang.


"Ini anak urat malunya sudah hilang jika di dalam rumah. Sudahlah berbicara denganmu yang istilahnya anak jaman sekarang apa itu namanya?" Mama Novi mengingat-ingat perkataan anak muda yang jatuh cinta sangat dalam.


"Bucin Ma!" jawab Rafa tersenyum.


"Nah..., ini pintar anak mantu Mama. Rafa besok apa perlu pasokan ikan di restomu?" Mama Novi menyeruput teh hangat.


"Iya Ma kebetulan stok tinggal sedikit yang restoran pusat sama 2 yang ada di cabang luar kota. Apa bisa di hantar hari yang sama Ma?" Rafa mengirim pesan kepada Chef-chef yang ada di restonya yang menangani ikan-ikan di restonya.


"Aduhh... bagaimana ini di rumah hanya ada 1 mobil box tersisa kemungkinan hanya bisa mengantar yang di luar kota saja!" Mama Novi sibuk memikirkan masalahnya.


"Baiklah begitu saja, aku kirim pesan dulu ke karyawanku," Novi langsung mengeluarkan ponselnya dan mengetik beberapa pesan ke karyawannya untuk memanen ikan di tambak.


Aldo Chand hanya tersenyum melihat ke polosan wajah Novi. Wanita yang umurnya hampir setengah abad itu masih terlihat cantik bahkan krutan di wajahnya masih tidak ada.


Ira menyenggol pundak Rafa memberikan kode. Rafa yang sedari tadi diam melihat langsung pemandangan hanya tersenyum.


"Kita tinggalkan saja yuk, biar mereka bisa PDKT lagi." Bisik Ira ke telinga Rafa. Rafa langsung saja menarik tangan Ir dengan lembut.


Aldo Chand dan Novi tidak sadar jika dirinya di tinggal oleh anak dan menantunya.


TTRINNGG..., suara notifikasi ponsel Ira. Ira yang masih mandi tidak mendengarnya, sementara Rafa yang berkutat dengan laptopnya segera melihat pesan masuk di ponsel Ira.


💬 Ira sayang bagaimana kabarmu, aku sangat rindu. (08XXXX)


Rafa menatap sekilas dan langsung menutup laptopnya, mata Rafa sangat tajam menatap layar ponsel milik Ira. Ira yang baru saja selesai mandi langsung melihat ke arah tempat tidur di mana Rafa sedang menyenderkan tubuhnya.

__ADS_1


"Rafa kamu kenapa???" Ira binggung dengan tatapan tajam Rafa. "Raf...," Ira menyentuh pundak Rafa.


Rafa langsung menatap tajam wajah sang istri. Ira begidik ngeri dengan tatapan tajam Rafa. Ira memundurkan tubuhnya dan tidak berani mendekati Rafa. Rafa langsung menujukkan pesan singkat dari ponselnya.


"Ini siapa, kamu diam-diam menduakan aku?" Rafa cemberut dan ada sedikit air mata yang hampir turun dari pelupuk matanya.


Ira seketika langsung shock dengan pertanyaan konyol Rafa. Ira mengisyaratkan tangannya jika ia tidak mendua.


"Yakin kamu tidak menduakanku?" Rafa memelas. Ira menganggukkan kepalanya berkali-kali. Rafa langsung menarik tubuh Ira dan mencium bibir manis Ira dan melu***nya.


Ira menepuk dada Rafa karena ciuman itu lumayan lama dan membuat Ira kehabisan nafas. Rafa segera melepas ciumannya.


DDRREETTT... DDRREETT... DDRREETT...


Rafa dan Ira menatap tajam ponsel Ira yang berdering karena ada panggilan masuk. Rafa langsung mematikannya. Tetapi orang yang menelpon Ira menelpon kembali itu berulang sampai 6 kali. Kali ke 7 panggilan tersebut Rafa menerima dan langsung menjawab.


📞 "Salah sambung." Rafa langsung mematikannya. Panggilan kedelapan pun terdengar Ira langsung merampas ponselnya dari tangan Rafa. Ira mengeser icon ponselnya dan menerima panggilan tersebut.


📞 "Iya hallo, siapa ini?" jawab Ira lemah lembut.


📞 "APA KAMU GILA IRA MEMATIKAN PANGGILANKU BERKALI-KALI." Teriak orang yang menelpon Ira. (08XXXX)


Ira mengosok telinganya yang berdengung karena teriakan orang di balik teleponnya.


📞 "Ada apa sih Mbak Mahnoor?" jawab Ira sabar dengan teriakan Mahnoor.


Rafa yang mendengar nama Mahnoor langsung diam, sedari tadi Rafa mengummam tidak jelas di atas sofa. Rafa merasa bersalah karena mengira Ira menduakannya ternyata yang menelpon adalah sahabatnya.


Setelah berbincang-bincang cukup lama Ira mematikan ponselnya dan meletakkannya ke atas tempat tidur. Ira segera mengganti pakaiannya. Rafa yang melihat Ira berganti pakaian langsung mendekat.


"Mau kemana?" tanya Rafa memeluk tubuh Ira dari belakang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2