My Love Rafa Aditya

My Love Rafa Aditya
Kepikiran


__ADS_3

Karya asli pemikiran author, hargailah penulis ya teman-teman. Selamat membaca.


Malam hari.


Suasana seperti biasanya, sepi seperti tidak ada penghuni di kediaman Mama Novi. Mama Novi mengetuk pintu kamar Ira beberapa kali, tetapi tidak ada jawaban. Ira hanya menatap keberadaan suaminya yang ada di balkon, mungkin karena fokus melihat sekeliling rumah pada malam hari, membuatnya tidak mendengar ada suara ketukan pintu.


Ira langsung berjalan ke arah pintu dan membukanya.


"Ada apa Ma?" tanya Ira.


"Makan dulu lalu tidur, kasihan Mbok Nani sudah memasak makanan banyak!" Mama Novi beranjak pergi dari depan kamar Ira.


Rafa yang berada di balkon kamar Ira memandang sekeliling kediaman Mama Novi. Arsitekturnya begitu menakjubkan, perpaduan modren klasik. Sangat pas untuk di lihat sangat elegant dan menarik. Penataan tempat yang sangat sesuai dengan kesukaan orang pecinta bagunan.


"Lihatin apa sih kamu Raf?" Ira memeluk lengan Rafa.


"Bagus ya pemandangan rumah Mama saat malam hari!" Rafa masih fokus menatap lampu yang menyala di beberapa tempat.


"Eemmm iya, ya sudah kamu mandi dulu, setelah itu kita turun sama-sama untuk makan malam, oke." Mendorong tubuh Rafa agar segera untuk mandi.


"Baiklah sayang, cuupp...," langsung pergi setelah mencium pipi Ira.


Ira masih mematung dengan kelakuan Rafa barusan. Beberapa saat kemudian Ira tersadar dengan lamunannya. Ira memegang dadanya yang berdegup dengan kencang. Dan segera saja Ira berganti pakaian dan mengoleskan cream pada wajahnya, karena ini malam hari jadi Ira hanya mengenakan cream malam.


Ira masih tersenyum-senyum melihat Rafa yang barusan keluar dari kamar mandi. Rafa yang merasa dirinya di perhatikan langsung menutupi bagian dadanya.


"Jangan melihatku seperti itu sayang, kamu menakutkan sekali." Rafa langsung mengambil pakaian yang ada di lemari.


Tadi sebelum datang kerumah Mama Novi, Ira dan Rafa mampir ke supermarket selain membeli kue, Ira juga membeli beberapa palaian. Berjaga-jaga jika di perlukan dan ternyata memang di perlukan.


Ira berjalan mendekati suaminya dan memeluknya dengan tiba-tiba. Rafa terkejut dengan Ira yang seperti ini.


"Dingin Raf, enak sekali tubuh kamu di peluk seperti ini." Menempelkan wajahnya di punggung Rafa yang tetasa dingin.


"Sayang jangan seperti ini, lepaskan pelukanmu aku baru selesai mandi," Rafa melepaskan pelukan Ira dari tubuhnya.


"Kenapa???" Ira menatap mata hitam Rafa.


"Aku nanti berkeringat lagi gara-gara ulahmu barusan!" Rafa langsung mengenakan pakaiannya.


Ira hanya menatap sekilas dan langsung pergi dari hadapan Rafa. Rasa kecewa menerpa diri Ira, keinginannya memeluk Rafa setelah mandi, tidak berjalan dengan baik.


"Padahal enak tadi, rasanya pipiku dingin dan segar saat bersentuhan dengan punggung Rafa." Gumam lirih Ira. Ira langsung menepuk jidatnya.

__ADS_1


Aduhhhh kenapa aku melakukan hal bodoh, bagaimana kalau Rafa langsung menyerangku. Kan aku juga yang kualahan. Dalam batin Ira.


Ira segera menelusuri anak tangga menuju ruang makan, Mama Novi dan Mbok Nani yang duduk di meja makan langsung menawari makanan.


"Ira, mana Rafa?" tanya Mama Novi.


"Sebentar lagi turun Ma, tadi habis mandi Rafanya!" jawab Ira yang mengambil beberapa makanan ringan.


Rafa yang baru sampai langsung duduk di sebelah Ira.


"Nak Rafa mau makan apa. Mama ambilkan ya?" Mama Novi menawarkan diri untuk mengambilkan makanan Rafa.


Ira tersenyum saat Mamanya perhatian kepada anak mantunya ini. Tadinya Ira ingin mengambilkan makanan untuk Rafa, tetapi sudah lebih dulu Mamanya yang menawarkan jadi Ira mengalah saja, lagian baru pertama kali juga Mama mengambilkan makanan untuk anak-anaknya.


Mama Novi juga mengambilkan makanan untuk Ira.


"Nanti jika kurang, nambah ya." Mama Novi menatap kedua anaknya. Mama Novi segera mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Setelah selesai makan malam. Mama Novi ingin berbicara 4 mata dengan Rafa. Ira pun membiarkan Mamanya berbicara dengan suaminya.


"Ada apa Ma?" tanya Rafa yang sudah duduk di kursi kayu.


Mama Novi pun juga duduk di sebrang Rafa.


"Kamu kenal dengan Aldo Chand?" tanya Mama Novi seakan tahu semuanya.


"Eeemmm, pria baji***. Sangat pantas mendapat hukuman. Tetapi masih enak dia hidup, setelah melenyapkan nyawa seseorang karena obsesi!" jawab Mama Novi begitu marah.


"Tetapi itu tidak sepenuhnya kesalahan Aldo Chand, justru yang salah adalah kedua orang tuaku." Rafa berkata jujur.


Mama Novi menatap menantunya ini dengan tidak percaya.


"Maksudnya?" tanya Mama Novi.


Dan pada akhirnya Rafa menceritakan semua yang ia ketahui. Mama Novi hanya diam saja tanpa merespon perkataan Rafa. Setelah berbincang-bincang panjang lebar. Rafa sadar dengan ucapannya barusan, pasti sangat menyakitkan untuknya.


Pasalnya Aldo Chand dulu adalah cinta pertamanya dan luka mendalamnya. Mama Novi menghela nafasnya berkali-kali setelah berbicara dengan Rafa.


Saat berada di kamar, Rafa begitu gelisah. Ira mendekat dan memberikan satu gelas susu putih. Rafa hanya diam tanpa meminumnya.


"Ada apa sih Raf?" Ira duduk di sebelah Rafa.


"Aku menceritakan semua sayang, tentang orang tuaku, dan orang yang menyebabkan orang tuaku celaka, kepada Mama!" jawab Rafa bersedih.

__ADS_1


"Raf, Mama tidak pernah dendam kepada orang yang menyakitinya. Aku yakin Mama bisa memakluminya Raf, ini di minum dulu nanti keburu dingin tidak enak." Menyuruh Rafa meminumnya sampai habis.


_ _ _


Pagi hari.


Rafa dan Ira berlari pagi setelah Subuh. Untuk tetap menjaga kesehatan, karena di rumah Mama Novi tidak ada alat gym jadinya berlari pagi saja.


Di belakang rumah Mama Novi ada tambak ikan air tawar, Rafa dan Ira mengelilingi tambak tersebut. Ada sekitar 6 tambak di rumah Ira, itu hanya sebagian saja.


"Haaahhh... haaa......, aku capek Raf. Aku istirahat dulu yaa." Pamit Ira ke Rafa, Rafa jadu ikut-ikutan berhenti.


Ira mengambil air mineral di dekat pondok kecil di samping tambak ikan.


"Ini, minumlah." Memberikan satu botol air mineral. Rafa langsung meminumnya hingga tandas.


Suara kicauan burung terdengar riang, bahkan para pekerja di tambak milik Mama Novi sudah datang.


"Non, Aden, selamat pagi," sapa Mang Yusuf ke Ira dan Rafa. Begitu juga dengan yang lain.


Semua pekerja di rumah Mama Novi tahu jika Ira adalah anak semata wajang Mama Novi, karena lebel produk ikan air tawar dan laut adalah foto Ira.


"Sayang, sudah siang ayo kembali. Kita bersih-bersih dulu yuk," Rafa menarik tangan Ira dengan lembut.


Para pekerja yang melihat keharmonisan keduanya tersenyum.


Saat berada di kamar Rafa dan Ira mandi bergantian. Tiba-tiba ada kecoa yang melintas di depan Ira saat Ira akan mengenakan pakaian.


"AAAA...," Ira berteriak. Rafa yang masih baru saja mengenakan sampo, langsung keluar tanpa menutupi bagian pribadinya.


"AAAAA..., Rafa. Tutupi itu dulu," Teriak Ira kedua kalinya dengan melemparkan haduknya ke tubuh Rafa. Rafa langsung menutupinya.


"Ada apa sih sayang teriak-teriak?" tanya Rafa mendekati Ira.


"Ada kecoa itu!" menunjukknya di rambut Rafa yang penuh dengan sampo.


"Mana?" tanya Rafa kebingungan.


"Itu di rambut kamu!"jawab Ira ketakutan dan myndur dari tempat duduknya. Rafa langsung saja mengibaskan rambutnya, kecoa tersebut jatuh di lantai. Segera saja Rafa membuangnya ke pembuangan air.


30 menit kemudian Rafa selesai dengan ritual mandinya. Ira dan Rafa menuruni anak tangga untuk sarapan pagi. Melihat ruang makan sepi tanpa ada Mama Novi, membuat Rafa semakin bersalah dengan kehadirannya.


"Raf..." seseorang menepuk pundaknya, dan Rafa langsung menoleh.

__ADS_1


Bersambung.


Tinggalkan pesan ya di kolom komentar. Like dll jangan tertinggal yaa. Terimakasih.


__ADS_2