My Love Rafa Aditya

My Love Rafa Aditya
Bertemu


__ADS_3

Rafa membawa Ira ke Rumah Sakit. Saat di periksa oleh dokter ternyata Ira mengalami gejala Maag. Di tandai dengan gejala awal nyeri di bagian perut atas, mual dan muntah. Akan tetapi ada juga yang tidak menujukkan tanda-tanda tersebut. Penyebab atau faktor maag kambuh adalah luka terbuka yang terjadi di bagian lapisan paling dalam lambung (tukak lambung), infeksi bakteri Helicobacter Pylori, mengkonsumsi makanan berminyak dan pedas, mengkonsumsi minuman berkafein dan soda. Serta memakan coklat berlebih.


Agar gejala maag tidak kambuh lagi sebaiknya di jaga pola makan dan di imbangi olah raga teratur. Setelah Dokter menjelaskan Dokter memberikan beberapa resep untuk mengobati maag yang di derita oleh Ira.


Kediaman Rafa Aditya.


Asisten rumah Rafa menyiapkan makanan untuk Ira, agar Ira makan terlebih dahulu untuk meminum obat yang di anjurkan oleh Dokter.


Aldo Chand saat ini mengunjungi kediaman Rafa Aditya. Aldo Chand duduk di kursi bagian taman rumah Rafa sambil meminum kopi yang di siapkan oleh asisten rumah Rafa.


DDDRRTTT... DRRTT... DRRRTTT..., Ira segera mengangkat telpon dari Mamanya.


"Hallo Ma ada apa?" tanya Ira yang baru saja makan dan minum obat pereda maag.


"Kamu dimana Ira, apa masih di Mansion Papamu?" Mama Novi menghawatirkan kondisi putrinya yang kata Rafa baru saja terkena maag.


"Aku dirumah Rafa Ma, tumben Mama telpon ada apa Ma?" Ira membuka biskuit untuk di makan.


"Mama hawatir dengan keadaanmu Ira, jangan lupa makan teratur dan hindari makanan yang memacu maag kambuh ya!" Mama Novi mengambil tas untuk mengujungi kediaman anak-anaknya. "Mama akan kesana sekarang ya." Mama Novi langsung mematikan ponselnya.


"Tapi Ma..., hallo Mama. Aduh sudah di matikan lagi teleponnya padahal mau memberi tau jika Papa ada di sini juga," wajah Ira sangat resah.


Rafa yang baru selesai mandi langsung duduk di samping Ira melihat Ira yang wajahnya terlihat cemas langsung menepuk pundaknya. Ira terkejut dengan tepukan di pundaknya.


"Raf mengapa kamu mengejutkanku, apa tidak bisa bicara dulu?" wajah Ira langsung kesal gara-gara di buat terkejut oleh Rafa.


"Kamu mikirin apa sih sampai-sampai aku keluar dari kamar mandi sampai berjalan ke sini kamu tidak mendengarkannya?" Rafa mencimi pipi Ira yang imut.


"Raf hentikan, Mama mau kesini mungkin akan segera sampai Raf. Bagaimana ini sementara Papa ada di sini hari ini." Ira kebingungan dengan adanya Papa di rumah ini takutnya kehadiran Papanya membuat Mama marah.

__ADS_1


"Kesini? sekarang?" Rafa terkejut.


"Iya Raf makanya kamu keluar dari kamar mandi aku tidak tau." Ira segera turun dari ranjang tidurnya.


"Mau kemana, apa sudah sembuh sakitmu?" Rafa masih tidak sadar jika dirinya hanya mengenakan handuk saja.


"Mengambilkan pakaian untukmu, apa kamu mau keluar hanya memakai jubah handuk." Ira segera mengambilkan pakaian casual untuk Rafa. Rafa cengegesan karena ia pikir Ira akan keluar dari kamarnya sementara ia baru saja meminum obat.


"Sayang terimakasih," Rafa tersenyum lebar menujukkan gigi putihnya.


"Eemmm..." Ira menuju kamar mandi dan segera membersihkan diri karena sakit maagnya sudah sembuh Ira langsung membersihkan diri.


TTINNN... TIINNN... TIINNN.... Suara klakson dari luar pagar besi rumah Rafa terdengar nyaring. Satpam kediaman Rafa segera membukanya ia tau jika yang datang ibu mertua Rafa karena beberapa kali berkunjung di sini menggunakan mobil dan plat mobil yang sama.


Rafa yang mendengar suara klakson mobil langsung menuju teras rumah. Rafa duduk di kursi kayu.


Aldo Chand yang berada di taman kini jenuh dan masuk kedalam rumah. Rumah dengan desain moderen menghiasi seluruh penjuru bangunan tersebut. Bahkan barang-barang yang digunakan sangat terlihat elegant sekali.


Ira yang baru selesai mandi langsung mencari keberadaan Rafa, namun belum menemukannya akhirnya Ira menuju teras rumah dan ternyata Rafa sedang berbincang-bincang dengan Mamanya.


"Baru sampai Ma?" tanya Ira dengan menyalami Mama Novi.


"Iya, Mama baru sampai. Ini Mama bawakan makanan untuk sarapan pagi. Mama sengaja membeli banyak agar kita bisa sarapan sama-sama!" Mama Novi tersenyum. Tanpa menunggu Ira menyuruh masuk Mamanya sudah dulu tanjap gas pergi masuk kedalam rumah.


Semoga Mama dan Papa tidak bertengkar jika bertemu nanti. Resah Ira dalam hati.


Rafa dan Ira saling memandang. Pikiran mereka sama hawatirnya jika mengingat masa lalu betapa perihnya kehidupan menyendirinya. Rafa dan Ira takut bahkan sangat takut saat ini. Rafa dan Ira masuk kedalam rumah dan langsung menuju ruang makan.


Aldo Chand yang tadinya ingin minum kini ia urungkan setelah melihat mantan istrinya.

__ADS_1


Begitu sangat terkejut dengan kehadiran sang mantan istri. Aldo Chand merasa malu karena pernah menorehkan luka di hati mantan istrinya itu.


Mama Novi yang tidak sengaja melihat mantan suami hanya tersenyum dan bahkan mempersilahkan untuk duduk dan makan bersama.


"Duduklah aku bukan orang pendendam sepertimu." Mama Novi menyuruh Aldo Chand duduk dan Aldo langsung duduk di sebrang Novi.


Rafa dan Ira saling melempar pandangan akhirnya Ira duduk di samping Mamanya sedangkan Rafa duduk di samping Aldo Chand. Suara di meja makan hening hanya ada sendok garpu saja yang berisik.


Setelah sarapan pagi Rafa dan Ira membiarkan para orang tua untuk menyelesaikan permasalahan masa lalunya. Rafa memutuskan mengajak Ira jalan-jalan pagi untuk menjaga kesehatan masing-masing tubuh. Para tetangga saling menegur sapa begitu juga dengan Rafa dan Ira.


Mama Novi dan Aldo Chand berbicara serius di area taman samping rumah Rafa.


"Lama tidak bertemu bagaimana kabarmu, apa kamu sudah menikah lagi?" tanya Novi sesantai mungkin.


"Aku tidak menikah lagi, bagiku menikah hanya sekali seumur hidup. Kalau kamu sendiri?" Aldo Chand berganti menanyai Novi.


"Gara-gara trauma akan pernikahan aku juga enggan menikah lagi!" Novi bermain dengan ponselnya karena ada banyak pesanan ikan yang harus di antar keluar kota.


"Aku dengar-dengar kamu memiliki usaha ikan laut dan air tawar apakah lancar?" tanya Aldo Chand memastikan jika usaha sang mantan istri baik-baik saja.


"Lancar bahkan sangat lancar!" Novi memasukkan ponselnya kedalam tas.


Aldo Chand tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk meminta maaf kemudian saling berpelukan sebentar.


Rafa dan Ira yang baru selesai jalan-jalan kini kembali ke rumah dengan perasaan bahagi saat mendengar kedua orang tuanya menyekesaikan masalah dengan kepala dingin. Karena melihat mereka berpelukan sebentar dan saling meminta maaf.


Rafa memeluk erat tubuh Ira. Ira terharu bahagia akhirnya permasalahan selesai sudah dengan cara saling memaafkan dan berlapang dada.


Ira segera memeluk sang Mama dan bergantian ke Aldo Chand.

__ADS_1


"Apa kalian akan rujuk?" tanya Ira yang berhasil membuat Papa dan Mamanya malu terlihat wajah mereka yang memerah.


Bersambung.


__ADS_2