My Love Rafa Aditya

My Love Rafa Aditya
Kerja sama


__ADS_3

**Terimakasih teman-teman yang stay di karya author, dukungan kalian sangat penting untuk author.


Selamat membaca**.


_ _ _


Ira hanya diam dan fokus dengan penjelasan Aldo Chand, penjelasan yang sangat jelas di terima oleh telinga dan otaknya, Ira berpikir sejenak pantas saja jika perusahaan Aldo Chand berdiri kokoh dan besar di negara ini dan dan di negara asal ibunya. Tetapi Ira tidak tahu bagaimana wujud perusahaannya di sana.


Tiba-tiba Ira bertanya tentang perusahaan Aldo Chand yang ada di Belgia. Aldo Chand tersenyum dan menceritakan jika perusahaannya di sana sudah lama ia tutup sekitar 15 tahun lalu.


Berarti Rudi berbohong, dasar rubah licik. Aku harus extra hati-hati dengan permaina catur ini. Kalau aku tidak pandai mengarahkan Queen yang aku pegang sekarang, pasti aku akan dikalahkan oleh seekor bidak perajurit. Gumam Ira dalam hati.


Kata-kata yang ia gumamkan dalam hati saat ini menjadi pegangan kehidupannya. Ira yang sudah ikuti permainan ini tidak dapat lagi mundur jika mudur ia akan dikalahkan oleh bidak prajurit. Bahkan bidak prajurit bisa berganti Raja jika sudah memasuki kawasan lawan saat dalam bahaya di tempat musuh.


Ira segera masuk kedalam mobilnya. Begitu sepi kehidupannya saat ini. Ingin sekali memeluk dan bercanda dengan suaminya sayang seribu sayang itu hanya akan jadi mimpinya saja.


Ira melamun saat sudah sampai di Mansion Aldo Chand. Asisten Arda membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Ira untuk keluar namun naas tidak ada jawaban dari Ira, sampai-sampai ia mengulangi ucapannya lagi untuk yang kedua kali namun sia-sia. Kemudia asisten Arda sedikit mengeraskan suaranya.


"NONA..." ucap Arda.


"Tidak usah meninggikan suaramu aku dengar, besok-besok tidak usah membukakan pintu jika tidak ada orang, aku benci dengan kepura-puraan ini." Menatap tajam mata Arda.


Arda hanya berdiam diri di tempat tidak berani berucap apa-apa lagi. Padahal Aldo Chand sudah sangat tegas ini putrinya malah lebih tegas lagi bahkan tatapannya seperti membunuh saja. Arda hanya meratapi dirinya yang malang.


Saat berada di dalam Mansion Ira berjalan bolak-balik seperti setrikaan. Suara bell di kediaman Aldo Chand terdengar nyaring. Ira hanya menatap siapa tamu yang berkunjung d jam segini. Melalui ruang sebelah pintu masuk.


Seseorang mengenakan masker dan topi, bahkan pakaian yang di gunakan tertutup. Jari jemarinya menggunakan sarung tangan.


"Siapa sih dia, kenapa pakaian yang ia kenakan sangat misterius sekali, atau jangan-jangan mau merampok. Tapi tidak mungkin juga???" tanda tanya menghiasi otak Ira.

__ADS_1


Tiba-tiba Aldo Chand datang dan menyuruh orang tersebut masuk ke dalam ruangan yang siapapun tidak boleh masuk, saat Ira akan mengikutinya ia urungkan. Takut jika ia ketahuan. Tapi karena penasaran Ira mengikutinya dengan diam-diam. Tanpa siapapun yang tahu.


Di dalam ruangan tersebut orang yang menggunakan penutup tubuhnya melepaskan sapu tangan, masker dan topinya. Ira menutup mulutnya seakan tidak percaya yang baru saja ia lihat.


Rudi. Kenapa ia kesini malam-malam dan apa yang mereka rencanakan. Aku harus mendengar dengan hati-hati. Gumam Ira dalam hati.


Ira mendengar semua percakapannya, dari rencana memisahkan hubungan dari orang yang teramat di bencinya sampai ingin menghancurkan usaha mantan istrinya tersebut.


DDEEGGGHHH..., jantung Ira berdenyut ngilu sekali. Ira segera kembali ia takut acara mengupingnya ketahuan. Ira segera masuk ke kamarnya tanpa orang lain tahu dan menguncinya dengan erat.


"Dasar tua bangka tidak ingat umur lagi, aku kira hanya rubah licik itu saja yang memainkan permainan catur ini, ternyata si tua bangka bau tanah juga ikut adil dalam permainan ini. Bahkan ia berencana memisahkanku dengan Rafa di kediaman ini. Tapi aku sedikit lega, karena sudah memberi kabar ke Rafa, setidaknya aku tidak menanggug sendiri." Ira segera tidur.


Tetapi sebelum tidur Ira menelpon Rafa suaminya dan memberitahu rencana busuk Aldo Chand dan Rudi. Tentu saja berita itu membuat Rafa bergerak cepat menyuruh bawahannya, untuk langsung menyerang perusahaannya Aldo Chand dan Rudi secara hati-hati.


Setelah menceritakan semua kepada Rafa, Ira berpamitan tidur untuk melanjutkan misi tak berujungnya.


Pagi hari.


Ira berusaha tegar dan tidak mengetahui rencana busuk rubah licik dan si tua banka. Ira menjuluki Rudi dan Aldo Chand dengan sebutan itu. Terdengar kasar sekali tetapi mereka jauh lebih kasar lagi.


Ira menggunakan pakaian setelan jas dan rok span yang pas di tubuhnya, hari ini ia akan melangkah ke tempat dunia yang luas dan penuh musuh di dalamnya. Perusahaan besar seperti milik Aldo Chand ini tidak bisa di remehkan sama sekali.


PT SURYA CHAND.


Ira segera keluar mobil, setelah asisten Arda membukakan pintu mobil. Sesekali Ira tersenyum. Para karyawan laki-laki sangat senang mendapatkan senyuman dari putri pemilik PT SURYA CHAND.


Semua orang tahu jika ia putri Aldo Chand saat ini, mereka hormat kepada keluarga Chand, selain bawahan mereka semua mengais rezeki di perusahaan besar ini.


Sesampainya di ruangan Aldo Chand, Ira segera duduk tidak jauh dari Aldo Chand singgah. Saat ini Aldo Chand belum datang.

__ADS_1


"Suatu saat nanti, kursi itu akan aku miliki. Tapi aku hatus perlahan mengambilnya. Sayang sekali kamu tua bangka, aku akan memanfaatkan keadaan ini. Aku ingin menghancurkanmu dengan tanganku sendiri, dan tentu saja aku juga akan memanfaatkan rubah licik sebagai perjalannanku. Akan aku putar permainan catur kalian." Rencana licik Ira.


Aldo Chand yang baru saja sampai di ruangannya tersenyum melihat putrinya berada di tempat kerjanya, yang sedang mengerjakan tugasnya.


"Ira, kamu memang hebat dan cerdas. Aku sekali mengajarimu kamu langsung bisa mengerjakan dokumen-dokumen ini. Apa ada kesulitan?" tanya Aldo Chand tersenyum.


"Tidak, aku masih bisa!" jawab santai Ira melanjutkan pekerjaannya.


Dasar bodo* kamu kira aku tidak lebih pintar apa. Aku jauh lebih cerdik darimu, untuk melenyapkan jejak berpura-pura tidak bersalah, cihh... dasar rubah tua licik. Akan aku putar-putar permainan petak umpet ini dengan catur. Senyum licik dalam hati Ira.


DDDRREETTT..., ponsel Ira mendapat notifikasi pesan dari SUAMI BUCIN.


Ira menatap ke arah Aldo sebentar dan segera membalas pesan untuk Rafa suaminya.


πŸ’¬ Perlu bantuan? (SUAMI BUCIN)


πŸ’¬ Belum Raf, aku masih bisa menangani masalah kecil ini. (PANDA BUCIN)


πŸ’¬ Istriku semakin licik saja, selamat berkerja. (SUAMI BUCIN)


πŸ’¬ Kalau aku tidak licik, mungkin kamu sudah jatuh di pelukan orang. Bantu aku dari kejauhan kalau begitu😑😑😑(PANDA BUCIN)


πŸ’¬ Siap baby pandaku, aku sudah mengirim orang-orang suruhanku masuk ke perusahaan Aldo Chand denga berkerja di perusahaan tersebut. Tenanglah, Oke. (SUAMI BUCIN)


πŸ’¬ UUGGHHH... romantisnya, mengawasi istri dengan possesif ternyataπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚(PANDA BUCIN)


πŸ’¬ Kalau aku tidak possesif kamu di miliki orang, apalagi setelah kamu cerita semalam jika mereka para rubah berkerja sama. Aku kan jadi takut kehilanganmu, (SUAMI BUCIN)


πŸ’¬ πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ (PANDA BUCIN)

__ADS_1


Setelah saling mengirim pesan Ira dan Rafa melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


Bersambung.


__ADS_2