
Mobil taksi online itu pun menghentikan lajunya, saat sudah sampai di depan kantor tempat Anita bekerja.
"Semangat ya kak kerjanya." Ucap Viola, saat Anita sudah keluar dari mobil taksi online tersebut. Anita mengacungkan jempolnya, sebagai jawaban. Lalu ia pun berjalan masuk ke dalam kantornya itu.
"Tumben tuh adik gue gak rese!" Gumam Anita.
"Jalan pak." Titah Viola, kepada supir taksi online tersebut.
"Ya ampun gue lupa, kak Anita belum bayar ongkos taksi--nya, sialan rugi deh gue. Lagian itu orang lupa, apa pura-pura lupa?"---Batin Viola.
10 Menit kemudian, Viola pun sampai di depan kantornya.
"Makasih pak." Ucap Viola, memberikan ongkos taksi online tersebut, lalu keluar dari mobil taksi online itu.
"Sama-sama, kasih bintang lima ya mbak."
"Gue kasih bintang seratus. Tenang aja." Ucap Viola, sambil berajak, jalan masuk ke dalam kantornya.
Kris baru saja sampai di kantornya, Kris berjalan biasa, dengan gaya cool--nya. Kris tersenyum tipis, melihat para karyawan-nya yang seperti tengah memandanginya dengan takjub. Terdengar riuh para karyawannya itu.
"Ck, seperti tidak pernah liat orang tampan saja." --Batin Kris.
"Buset, cakep banget."
"Iya hari ini, dia benar-benar berbeda."
"Harus gerak cepat nih gue." Terdengar bisik-bisik ucapan karyawannya.
"Apa dia gila, gerak cepat apa maksudnya." --Batin Kris.
__ADS_1
Kris merasa merinding mendengar ucapan salah satu karyawan laki-lakinya itu.
"Gila cantik banget, sumpah."
"On the way, gebet ini mah." Ucap karyawan-karyawan itu lagi.
"Apa maksud mereka? Enak saja gue di bilang cantik. Apa karna sikap gue selama ini dingin kepada siapa pun, terus mereka nyangka gue gak normal? Sialan."---Batin Kris lagi.
Kris terlihat menghentikan langkahnya, lalu menatap kearah tiga orang karyawan-nya itu.
"Apa maksud kalian?" Ucap Kris, seperti biasa bertanya dengan raut wajah datar, beruara dingin.
Seketika ke tiga karyawan itu pun terdiam, mereka langsung menundukan kepalanya.
"Apa kamu pikir saya tidak normal hah? Jaga bicara kalian." Sambung Kris.
Ke tiga karyawan itu terlihat bingung. Mereka saling melemparkan pandanganya.
"Kenapa kalian diam? Sekali lagi kalain berbicara seperti tadi, saya tidak segan-segan memecat kalian." Tegas Kris.
"Enak saja gue di bilang cantik." Gerutu Kris, dalam hatinya.
"Maaf pak, maksud kami. Bu--kan seperti itu." Ucap karyawan tersebut, terlihat gugup dan ketakutan.
"Iya pak, kami tidak sedang membicarakan bapak, tapi---" ketiga karyawan itu, menghentikan ucapnya, saat melihat Viola yang berjalan melewati mereka.
"Salamat pagi pak, salam pagi semuanya." Sapa Viola, menghentikan langkahnya, menyapa atasannya dan ketiga karyawan laki-laki itu, dengan senyuman yang mengambang di wajah cantiknya. Lalu Viola pun melanjutkan kembali langkahnya.
Kris terdiam mematung, sambil memandangi Viola yang terus berjalan menjauh dari hadapannya.
__ADS_1
''Apa aku tidak salah lihat? Bukanya itu Viola? Kenapa gadis gila itu berubah seketika, menjadi Cinderella?!"--Ucap Kris dalam hatinya.
"Cantiknya Bu Viola."
"Bukan cantik lagi, cantik banget itu mah." Ketiga karyawan itu masih bersenandung ria memuji Viola.
Kris tersadar, ia mengalihkan pandangannya, menatap kembali kepada tiga karyawan-nya itu. Mereka pun langsung terdiam kembali.
"Maaf pak, tadi kami sedang membicarakan Bu Viola, bukan---"
"Saya tau!" Pungkas Kris memotong ucapan karyawannya itu. Kris terlihat salah tingkah, namun sebisa mungkin Kris menyembunyikan-nya. Bisa-bisa reputasi-nya hancur. Kris pun langsung berajak, melanjutkan langkahnya.
Ketiga karyawan itu menahan tawanya, melihat tingkah bos-nya itu.
"Dia pikir, kita sedang membicarakan dia. Kita masih normal bos." Ucap salah satu karyawan tersebut, usai melihat Kris pergi dari hadapan mereka.
Ya sedari tadi tiga karyawan laki-laki itu, memandangi Viola yang tengah berjalan tak jauh dari belakang Kris. Mereka kagum dan terpesona oleh kecantikan Viola. Dengan penampilan barunya.
Sedangkan Kris yang tak menyadari, bahkan tidak tau kalau ada Viola yang berjalan di belakanganya. Kris pikir mereka tengah memandangi Kris dan memujinya.
"Sialan gara-gara itu gadis gila, gue jadi keliatan bodoh dihadapan para karyawan gue." Umpat Kris, dalam hatinya.
Aisssshhh, bang Kris ke PeDe--an deh.
Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like, komen serta Votenya.
Terima kasih, sudah membaca.
__ADS_1
I love u all..
See u...