My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 47


__ADS_3

Sementara itu, Kris yang melihat Viola di jemput oleh mobil tersebut. Ia semakin dibuat panas. Apa lagi tadi ia melihat Viola menaiki mobil sport. Ya kebetulan Adam menjemput Viola menggunakan mobil milik Dave. Itu atas permintaan Dave, Dave ingat kalau Viola sangat menyukai mobil itu.


"Sial, memang sejak awal harusnya aku tau bahwa dia itu gadis penggila harta." Ucap Kris.


Kris--pun memutuskan untuk pulang, ia sudah tidak mood untuk melakukan aktifitasnya.


***


Di tempat lain, Diki dan papa King, alias papah Yusdistira. Mereka kini sedang berduduk santai di balkon rumah mewah milik Yudistira, yang tak lain kediaman Kris.


"Pah King, menurut Pah King. Kris berhasil gak ya ngomong sama Viola?" Tanya Diki.


"Semoga saja berhasil Dik, papa sudah tidak sabar melihat mereka bersama. Eh iya Dik, apa kamu yakin Viola punya rasa sama Krisna?"


"Emm," Diki terlihat berpikir sejenak, "menurut Diki sih, mereka berdua itu sudah pada-pada ada rasa. Cuman mereka itu sama-sama gengsi Pah King!"


"Hahaha," Papa Yudistira tertawa renyah, "sudah pasti, apa lagi Kris, dia gengsinya tingkat dewa."


Mereka--pun tertawa bersama. Membayangkan seorang Krisna hari ini akan menyatakan perasaanya kepada Viola. Benar-bener cinta dan benci itu beda tipis. Kris yang selama ini bersikap angkuh dan membenci Viola, pada kenyataanya dia jatuh cinta juga sama gadis yang menyebalkan itu.


Sebelumnya.


Malam itu, Diki, Kris dan papa Yudistira tengah duduk bersantai sambil menonton televisi. Papa Yudistira dan Diki seperti biasanya, mereka mengobrol hangat, berbincang apa saja. Sedangkan Kris dia seribu bahasa, raut wajahnya terlihat lemas, tak ada semangat. Membuat papa dan Diki heran dengan sikapnya, Kris memang mempunyai sikap dingin, tapi biasanya jika sedang berkumpul bertiga seperti itu, sikap dinginnya sedikit mencair. Bahkan Kris selalu ikut gabung menimpal obrolan mereka, tapi ini tidak.


"Kris kamu sedang ada masalah?" Tanya papa Yusdistira.


"Tidak!'' jawab Kris, singkat, padat dan jelas.


"Kris lagi dilema Pah King!" sahut Diki. Kris langsung menatap tajam pada Diki.

__ADS_1


"Dilema, emangnya Kris cibi-cibi pake Dilema segala!"


"Wah sepertinya anak papa sedang jatuh cinta ini," papa Yudistira, tersenyum menggoda putranya itu.


Sudah bisa ditebak, kenapa Kris seperti itu. Jangan salah walaupun tiap hari berdiam diri di rumah, papa Yudistira banyak mata-matanya. Diki salah satunya.


"Apaan sih Pah." Ketus Kris, ia terlihat kesal.


"Kalau cinta gak usah gengsi, kalau keduluan orang, nanti nanggeeessss..." ucap Diki, entah itu nasihat atau meledek. Entahlah.


"Iya bener tuh kata calon bad boy, cinta butuh perjuangan, salah satunya nurunin gengsi," timpal papa Yudistira.


"Apaan sih kalian berdua, ngomong apa sih gak jelas!"


"Gak jelas? Oh ya?" Ledek Diki.


"Iya!!" pekik Kris, "lagian siapa juga yang jatuh cinta sama Viola," lanjutnya.


Bingo!!!


Ternyata dugaan mereka berdua benar, tidak meleset. Ternyata oh ternyata, Kris uring-uringan gara-gara Viola.


"Sial, bodoh!! apa yang aku katakan." Gumam Kris.


"Ehemm," Diki berdehem. "Oh jadi beberapa hari ini raja es batu uring-uringan terus gara-gara my Viola. Udah deh Kris jangan menyangkal lagi, elo itu udah jatuh cinta sama dia. Elo aja yang gak peka sama hati elo sendiri!"


"Bukan gak peka Dik, tapi gengsi!" timpal papa Yudistira.


Kris merasa sangat terpojokkan, kedua orang yang duduk di sampingnya itu membuatnya semakin ingin uring-uringan.

__ADS_1


"Stop!!" Pekik Kris, ia beranjak dari sofa. Kris berlalu dari sana, ia berjalan menaiki anak tangga.


"Woy mau kemana elo, oke kalau elo gak cinta sama Viola, besok gue mau nembak dia." Teriak Diki.


Kris langsung menghentikan langkahnya, ia menoleh kearah Diki dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Berani elo deketin dia, liat saja nanti akibatnya!" tegas Kris, penuh penekanan. Lalu ai berjalan kembali.


Diki dan papa Yusdistira tertawa, usai kepergian Kris tersebut. Mereka sungguh merasa lucu dengan sikap Kris tersebut. Lalu Diki dan papa Yusdistira bertos ria.


"Berhasil Pah King!" Seru Diki. Diangguki dengan antusias oleh papa Yusdistira.


Sementara itu Kris di kamarnya, ia semakin merasa dilema, perasaannya bercampur aduk.


"Oke gue ngaku, sepertinya emang gue udah cinta sama elo Viola." ucap Kris.


Lalu Kris teringat kembali kata-kata Diki dan papanya tadi. Seketika ia teringat dengan kedekatan Viola dengan Dave. Rasa tidak rela jika nantinya Viola bersama dengan Dave, apa lagi menjalin hubungan.


"Gak itu gak boleh terjadi, okelah besok gue akan coba ngomong sama dia."


Bersambung...


Like


Komen


Vote


Jangan lupa ya!!

__ADS_1


See u


Terima kasih.


__ADS_2