My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 27


__ADS_3

Nafas Viola terengah-engah, bagaimana tidak sedari tadi ia mengejar Kris dengan berlari-lari.


"Pah, jalannya bisa pelanan dikit gak sih?" Ucap Viola, yang kini sudah berjalan sejajar dengan bosnya itu.


"Saya jalan seperti biasanya, kamu saja yang lamaban!" Ledek Kris.


Viola hanya mendengus kesal, emang iya sih Kris jalannya biasa aja gak lari atau apa, padahal Viola berlari-lari mau sampai di dekatnya.


"*Kuntilanak aja kalah kayanya ini sama dia."--Batin Viola.


Kruk kruk*...


Terdengar suara cacing berkokok dari dalam perut Viola, Kris langsung menghentikan langkahnya seketika, lalu menoleh kearah Viola.


"Hais, ini perut bikin malu saja."--Gunam Viola.


"Hehe, maaf pak..." Viola memberikan cengiran kuda lumping-nya.


"Kamu lapar?" Tanya Kris.


"Astaga malah nanya lagi ini orang. Kagak gue gak lapar, gue ngantuk!!!"---Gerutu Viola.


"Ayo..." Kris menarik tangan Viola.


"Eh-eh pak, mau ngapain kita?" Viola berusaha melepaskan tanganya yang di tarik oleh bosnya itu.


Kris tak menghiraukan Viola, ia terus berjalan. Akhirnya Viola pun pasrah mengikuti Kris berjalan dengan tangan yang cekal olehnya.


Mereka berjalan menuju restoran yang ada di mall tersebut. Kris melepaskan tangan Viola, usai mereka masuk kedalam restoran tersebut.


"Jangan GR saya menggandeng kamu, biar gak ketinggalan lagi kaya tadi. Menyusahkan saja." Ucap Kris. Viola hanya diam, sudahlah malas berdebat dengan My Persdir Arogan--nya itu. Lalu mereka pun duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh restoran tersebut.

__ADS_1


Kris langsung membuka buku menu, untuk memilih makanan yang akan dia pesan. Sedangkan Viola masih terdiam.


"Apa dia bilang tadi? Menyusahkan!! Hey bos arogan gue gak minta elo buat gandeng gue. Ngomong asal jeplak aja." Ucap Viola dalam hatinya.


"Kemana kamu diam? Cepat pilih menu makanan mu!" Ucap Kris.


"Samakan saja pak sama bapak." Jawab Viola.


"Gue yakin makanan disini pasti mahal-mahal, berapa persen kira-kira yang dia bakalan potong lagi dari gajih gue!!" Lanjut Viola dalam hatinya.


Kris pun memanggil pelayan resto itu, lalu memesan makanan, untuknya dan Viola. Tak lama kemudian pelayan membawa pesanan mereka, meletakan makanan tersebut, di atas meja mereka.


Viola membulatkan matanya, saat melihat makanan yang sudah tersaji di depan matanya itu.


"Pak hanya ini makanannya?" Tanya Viola, kepada Kris yang terlihat sudah mulai memakan makanannya itu.


"Iya.." Jawab Kris, singkat, padat, dan jelas.


Viola mengerutkan bibirnya, sambil memandangi sepotong daging sapi yang sudah di panggang itu, atau Steak.


"Makan cepat." Ketus Kris.


"Pak bisa pesen nasi gak? Kalau makan ini aja perut saya tidak akan kenyang pak."


Kris menatap kearah Viola, Kris benar-benar heran. Apa dia tidak pernah memakan-makanan sepertinya ini? Sejak kapan oran makan steak dengan nasi. Dia pikir ini gulai kambing apa?


Viola yang melihat tatapan Kris seperti tidak bersahabat-nya itu, membuat Viola langsung memakan-makanannya itu.


"Gak usah pake nasi deh pak. Lupa lagi diet saya." Lanjut Viola, sambil terkekeh. Berbohong.


Kris hanya mengelengkan kepalanya, lalu ia melanjutkan kembali aktivitas makannya itu.

__ADS_1


"Jangan bilang kamu tidak bisa memotong Steak itu." Ucap Kris, yang melihat Viola terlihat ke susah memotong daging tersebut.


"Tidak pak, saya bisa." Ucap Viola, sambil terus berusaha menggesekkan pisau kecil itu kepada Steak-nya. Agar terpotong. Dan...


Tuwiiiw....


Viola berhasil memotong daging itu, namun naasnya potongan steak itu mendarat tepat di wajah bosnya.


"Viola!!!!!" Teriak Kris kesal, sambil menatap tajam Viola, pipi Kris terlihat ada bekas bumbu steak itu.


"Ma--a--f, saya tidak sengaja pak." Ucap Viola, spontans menundukan kepalanya.


Kris mengambil piring Viola. Membuat Viola ketakuatan.


"Ya ampun, apa dia akan membalasnya? Sudahlah aku pasrah." Ucap Viola dalam hatinya.


Kris terlihat memotongkan daging Steak milik Viola. Menjadi beberapa bagian.


"Ini cepat makan." Titahnya, memberikan kembali piring itu kepada Viola.


"Saya mus ke toilet dulu." Lanjut Kris, lalu berajak dari tempat duduknya. Viola terlihat memandangi Kris yang berjalan menuju toilet itu.


Perasaan Viola sedikit lega, Viola pikir tadi Kris mengambil piringnya itu untuk membalas perbuatan Viola tadi, tapi ternyata oh ternyata, dia hanya memotongkan-nya saja.


"Terima kasih pak Krisna Yudistira." Ucap Viola, tersenyum. Lalu mulai memakan makanannya itu.


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan Votenya.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2