My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 73


__ADS_3

Kris menghempaskan tubuhnya di atas kasur king size miliknya itu, setelah pulang mengantarkan Viola dan sampai di rumahnya, Kris langsung membersihkan tubuhnya, karna merasa sangat lelah.


Kris menentang tubuhnya, dengan kedua tangan dilipat ke atas, di jadikan bantalan. Kris menatap langit-langit kamarnya.


Bayangan Viola terus menari-nari di benak Kris. Eh, kok Kris jadi rindu pada kekasihnya itu. Bukannya tadi ia baru saja bertemu, bahkan bersama wanita itu cukup lama.


“Benar kata Dilan, rindu itu berat!” ucap Kris, sambil tersenyum membayangkan wajah cantik Viola.


Namun detik kemudian, Kris tersadar.


“Sial, kenapa gue jadi lebay bin alay begini?” Kris bergeridik ngeri pada dirinya sendiri.


Lalu Kris mengubah posisi tidurnya menyamping, menarik selimut dan menutup semua tubuhnya dengan selimut tersebut, sampai kepala.


“Sepertinya aku harus tidur, lama-lama bisa gila dan Bucin merajalela,” batin Kris.


Lalu ia mulai memejamkan matanya. Tak lama kemudian akhirnya dia terlelap dan masuk ke dalam dunia mimpinya.


Jangan tanya Kris mimpi apa saat ini, tentu saja mimpi tentang Viola, eeaaaaa....


Bucin sampe akar-akar gak tuh, wkwkwk...


.


.


.


Keesokan harinya.


Viola masih berbaring di tempat tidurnya, matanya masih terpejam menandakan bahwa ia masih belum sadar dan masih mengembala di dunia mimpinya.


Tidur dengan bibir yang terlihat melengkung senyuman. Entah apa yang sedang diimpikan gadis itu, sepertinya mimpi indah. Ya, mimpi indah, yang seakan-akan tidak ingin di usainya.


Padahal jarum jam sudah menunjukkan kearah angka jam 11 siang, sudah menjelang tengah hari.


Sudah siang bukan? Tapi kenapa, tidak ada yang membangun Viola. Bukan tidak ada, ada kok. Sudah dibangun sedari tadi, bahkan suara cempreng milik sang Ibu sudah hampir putus, eh.


Tapi Viola sama sekali tidak mendengarnya.


Dan akhirnya Bu Hanum pasrah dan menyerah, terserah pikirnya, mungkin Viola lelah. Lagian sekarang Viola gak masuk kantor juga. Dia sudah tidak lagi kerja di kantor Kris. Kembali menjadi pengangguran sejati.


Bu Hanum dan Anita kini tengah asik berbincang sambil menatap televisi. Anita tidak kerja, ia masih cuti, selama beberapa hari ke depan.


“Kak, coba kamu bangunkan adik kamu sana! Lihat ini sudah jam 11 siang, tapi masih betah aja dia di kamar,” titah Bu Hanum pada Anita, sambil melirik kearah jam ding-ding yang ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


“Ibu aja sana ah, lagi asik nonton nih. Kasian itu istrinya di tersakiti, suaminya nikah lagi,” tolak Anita cepat, matanya tidak lepas dari layar televisi yang menayangkan sebuah acara sinetron yang tengah booming tersebut.


“Ibu udah gak ada tenaga Nita, sana cepat! Lagian tumben banget kamu mau nonton sinetron, kemarin aja ngeledek Ibu, suka nonton sinetron ikan terbang itu!” cetus Bu Hanum.


“Hehe...” Anita tersenyum cengengesan.


“Ini gara-gara ngeledekin Ibu, aku jadi penasaran. Pas lihat seru juga.”


“Dasar! Cepat sana bangunkan adik kamu,” pinta Bu Hanum lagi.


Anita mendengkus kesal, dengan wajah yang ditekuk kaya kerupuk, Anita pun berajak dan berjalan kearah pintu kamar Viola.


“Woy... bangun!” teriak Anita. Suara khas sang Ibu sedikit menurun padanya.


Anita menggedor-gedor pintu kamar Viola dengan sangat keras. Namun sepertinya Viola masih anteng di dalam sana.


“Bener-bener kebo ini anak!” gerutu Anita.


“Viola, di depan ada Pak Krisna, katanya mau bertemu kamu, bangun woy cepat, kasian dia nungguin dari tadi, Viola......” teriak Anita lagi, sengaja membohongi Viola. Dengan bicara asal-asalan.


Dan, seperti kejahilannya itu ampuh pin mujarab. Terbukti Viola yang masih memejamkan matanya itu, langsung terbangun saat mendengar nama Krisna.


“Viola... denger gak gue ngomong! Cepat woy, Pak Krisna udah rindu berat katanya!” terdengar kembali suara teriakan Anita. Lagi-lagi ia mengibuli adiknya.


“What?! Pak Kris ngapain kesini?” Viola terkejut. Ia langsung berajak dari tempat tidurnya. Berjalan mendekati pintu kamarnya itu. Dan..


Viola membuka pintu kamarnya, dilihatnya sang Kakak berdiri sambil berdecak pinggang tepat di depan pintu kamar Viola.


“Kak beneran ada Pak Kris?” tanya Viola.


“Iya,” jawab Anita memalas. Namun dalam hati ia bersorak riang gembira, mampus kena Prank kau Viola.


Viola langsung membulatkan matanya, ia sangat terkejut.


“Di mana dia sekarang? Elo gak bohongkan Kak?” Viola bertanya sambil menatap Anita, wajahnya sang kakak sangat sulit di percaya, pikirnya.


“Ngapain gue bohong! Dia ada di depan tuh,” ucap Anita, sebisa mungkin ia menahan tawanya.


“Awas gue mau lihat.” Viola berjalan melewati Kakaknya, melangkahkan kakinya menuju ke depan untuk memastikan benar atau tidaknya Krisna ada di sana.


Viola terkejut saat melihat ada sebuah mobil di depan rumahnya, dan itu mobil Krisna.


“Ya ampun, benar, itukan mobil Pak Kris. Aku kira Kak Anita bohong! Ngapain dia kesini? Gak ngabarin dulu pula,” gumam Viola, sambil mengintip di balik kaca jendela.


Lalu terlihat Kris keluar dari mobilnya. Berjalan kearah pintu rumah Viola.

__ADS_1


Viola langsung berlari, menuju kamarnya kembali.


Viola tidak mungkin bertemu Kris masih berpenampilan seperti ini, baru bangun tidur pula, apa kata dunia nantinya.


“Kak gue mandi dulu ya, kalau Pak Kris nanyain bilang aja. Suruh dia tunggu aja, oke!” ucap Viola pada Anita, sebelum ia masuk ke dalam kamarnya.


Anita terlihat kebingungan. Ia diam mematung sambil melihat Viola yang kini sudah keluar dari kamarnya kembali dan berjalan menuju kamar mandi.


“Lah, emangnya benaran ada Pak Kris? Gue—kan tadi cuman ngibulin dia?” Anita bertanya-tanya.


Tok tok tok


Lalu terdengar suara ketukan pintu dari depan rumah mereka.


“Eh, apa itu Pak Krisna?” ucap Anita yang mendengar suara ketukan pintu tersebut.


“Sebentar...” Bu Hanum menyahut. Lalu wanita itu berajak dari tempat duduknya berjalan menuju ke depan.


“Kak, kamu ini gimana sih? Ada orang yang ngetuk pintu juga, kenapa gak di buka?” ucap Bu Hanum saat melewati Anita yang masih berdiri di depan kamar Viola. Anita tak menjawab, ia hanya memandangi sang Ibu yang terus berjalan menuju arah pintu depan.


Bu Hanum membuka pintu tersebut. Dan nampak sosok Kris di depan sana, tersenyum padanya.


“Selamat siang Bu,” sapa Kris ramah, ia meraih tangan Ibu Hanum dan menyalaminya.


“Siang Pak Kris,” balas Bu Hanum, tak lupa wanita itu juga tersenyum menyambut Kris, tapi dalam hati bertanya-tanya.


Ada keperluan apa mantan Bos Viola datang ke rumah mereka? Apa Viola membuat masalah. Pikir Bu Hanum.


“Jangan panggil saya Pak, Bu. Panggil saya Kris saja,” ucap Kris, merasa tidak nyaman mendengar panggilan dari calon Ibu mertuanya itu.


Eh, kok calon? Enak aja kau Kris, udah mikir-mikir calon mertua saja! Lamar Viola dulu sana!


Bu Hanum mengangguk, “silahkan masuk Nak Kris,” ucap Bu Hanum mempersilahkan Kris masuk ke dalam rumahnya.


Kris tersenyum dan mengangguk ramah, lalu ia pun masuk ke dalam rumah tersebut.


Sementara Anita, ia menganga sambil membulatkan matanya, melihat Kris yang sudah ada di ruang tamu.


“Lah tadi gue, ‘kan cuman guyon. Kok Pak Kris beneran datang? Memang benar, ucapan adalah doa,” batin Anita.


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan Votenya ya.


Terima kasih.

__ADS_1


Aku mau crazy up sebenarnya, tapi nunggu view stabil dulu ya bestii, hehe.


Masih sepi, hiks...


__ADS_2