My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 59


__ADS_3

"Apa kamu gila Dave, acara pertunangan kamu itu satu hari lagi dilaksanakan, kenapa kamu tiba-tiba mau membatalkannya, kamu mau membuat malu mamah sama papa hah?" bentak papa Dave, ia begitu terkejut mendengar ucapan Dave barusan, yang meminta pertunangannya dengan Viola dibatalkan.


"Iya Dave, mamah juga tak habis pikir. Mau kamu itu sebenarnya apa sih hah?" timpal mamah Dave, tak kalah terkejut.


"Maafkan Dave mah, Pah. Dave tak bisa melanjutkan pertunangan ini," jawab Dave dengan lirih. Dave menundukan kepalanya, ia tak berani menatap kedua orang tuanya itu. Jujur saja Dave sendiri sangat menentang keinginnya itu. Dave sangat mencintai Viola, hati kecilnya tak bisa menerima keputusannya sendiri. Namun Dave harus tetap melakukannya, semua ini demi keluarganya dan juga Viola.


"Mamah kecewa sama kamu Dave."


"Iya papa juga. Apa sebenarnya rencana kamu Dave hah?" timpal papa Dave, kini raut wajah kedua orang tua Dave bukan terkejut lagi, tapi mereka marah, mereka kecewa. Dengan keputusan yang dibuat oleh putra bungsunya itu.


"Maafkan Dave mah, Pah." Dave hanya bisa meminta maaf, ia tau kedua orang tuanya pasti kecewa. Namun Dave tak bisa berbuat apa-apa.


Biarlah tidak apa-apa. Dave sudah pasrah, jika memang dia dan Viola berjodoh, pasti tuhan akan merencanakan yang terbaik untuk mereka. Kalaupun tidak, Dave tidak apa-apa. Mencintai tak harus memiliki bukan? Dan melihat Viola nantinya berbahagia walau tidak bersamanya, itu menjadi kebahagian untuk Dave juga. Dave berusaha bersikap dewasa, walaupun kadang keegoisan selalu menghampirinya.


Dave--pun berlalu dari hadapan kedua orang tuanya itu, tidak ada lagi yang bisa Dave ucapkan, selain meminta maaf. Dave sudah mengecewakan mereka.


Orang tua Dave hanya menatap kepergian putranya itu, mereka masih menatap penuh kekecewaan dan amarah. Bagaimana ini? Tidak mungkin pertunangan itu dibatalkan, undangan sudah disebarkan, semua persiapan hampir rampung. Dan satu hal yang membuat orang tua Dave semakin bingung dan pusing, bagaimana menjelaskannya kepada pak Arga dan Bu Hanum?


"Anak itu membuat malu saja! Apa sebenarnya maunya?" ucap papa Dave, penuh amarah.

__ADS_1


"Sabar Pah, jangan marah-marah. Mamah yakin Dave punya alasan." Istrinya mencoba menenangkan suaminya, walaupun ia sama merasakan kecewa, tapi ia sangat mengenali Dave, Dave tidak mungkin memutuskan sesuatu tanpa ada alasan. Dave pasti punya alasan, tapi dia tak berani mengucapkannya pada mereka.


"Sabar? Bagaimana papa bisa sabar mah. Bagaimana kita mejelaskan semuanya kepada pak Arga?"


"Pasti ada jalan keluarnya pah. Kita jelaskan saja apa adanya," jawab istrinya. Berbicara dengan nada lemah lembut, berharap suaminya bisa mengontrol emosinya.


papa Dave menghelai nafas beratnya, ia mencoba menenangkan dirinya. Otaknya sambil terus berpikir, mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Jika pertunangan itu batal, sudah pasti mereka akan menanggung malu, masalahnya undangan sudah di sebar, dan mereka mengundang cukup banyak tamu.


***


Sementara itu, Viola yang sedang berduduk di teras rumahnya sambil melamun. Ia tersadar saat melihat kedatangan sebuah mobil mewah yang berhenti tepat di depan rumahnya.


Detik kemudian Viola ingat, "lah itukan mobil My Presdir Arogan!" ucap Viola. Lalu terlihat seseorang keluar dari mobil tersebut.


Viola langsung membulatkan matanya, ya benar. Tebakannya tak meleset keseret karpet, eh


Mobil itu memang mobil Krisna. Tepatnya mantan Persdirnya.


'Ngapain tuh orang Kamari? Gue-kan udah gak kerja lagi di kantornya?' gumam Viola sambil berpikir keras.

__ADS_1


'Astogeeh, apa dia mau nagih hutang gue ya? Gue--kan masih ada utang sama tuh orang, utang belanjaan waktu itu. Ah gimana ini? Dia pasti mau nagih. Eh-eh tunggu, tapikan itu bukan salah gue juga, selama ini dia sendiri gak pernah potong gajih gue buat bayar tuh cicilan 18 jeti ah bodo amat deh. Kalau emang dia mau nagih, gue cicil lagi aja. Lagian orang kaya kok itungan benget sih!' gumam Viola lagi.


Kris yang keluar dari mobilnya, terlihat berjalan kearah Viola, sambil mengambangkan senyumannya. Viola merasa sangat heran dan aneh melihat tingkah Kris tersebut.


'Ih, kok gue jadi horor sendiri ya? Liat tuh orang senyum-senyum gitu! Pasti ada udang dibalik bakwan ini,' ucap Viola dalam hatinya.


Bersambung...


Gantung dululah, ngantuk aku tuh. wkwkwk


Besok lanjut lagi ya. Jangan lupa like, komen dan vote dulu atuh ya.


Biar ceuceu, semangat up-nya.


Hatur nuhun, terima kasih, thank you!!!


bye-bey


see u....

__ADS_1


__ADS_2