My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 71


__ADS_3

Di sebuah ruangan hotel megah nan mewah terlihat sudah di dekorasi seindah mungkin. Ya tempat tersebut akan di jadikan acara pertunangan Dave dengan Anita. Walaupun hanya acara pertunangan namun terlihat seperti sebuah pernikahan saking mewahnya.


Anita kini terlihat sudah sangat cantik dengan balutan gaun berwarna toska yang membalut tubuhnya. Begitu juga dengan Viola, serta Bu Hanum mereka memakai baju Senanda dengan warna gaun Anita. Warna baju pihak keluarga Dave dan Anita memakai baju dengan warna senada.


Para tamu undangan mulai berdatangan. Untuk menyaksikan acara pertunangan tersebut. Begitu juga dengan Kris dan Diki mereka terlihat sudah hadir di sana.


Diki sebenarnya tadi melarang Kris, untuk tidak hadir biar dia saja yang mewakilinya. Tapi Kris keukeh ingin ikut. Walaupun hatinya pasti akan sakit, nanti akan melihat Viola wanita yang di cintainya bertunangan dengan laki-laki lain. Namun sebisa mungkin Kris harus bisa ikhlas, dirinya dan Viola mungkin bukan jodoh.


Para tamu undangan memang tidak ada yang tau kalau calon tunangan wanitanya di gantikan oleh Anita. Pihak keluarga memang sengaja tak memberitahu mereka, yang mereka tau Dave akan bertunangan dengan wanita yang bernama Viola. Itu saja, mereka belum tau bagaimana rupa Viola, jadi mereka tidak akan curiga. Begitu juga Kris dan Diki, mereka sama halnya dengan tamu-tamu yang lain.


Acara sudah di mulai, pembawa acara mulai menyusun apa saja yang akan diselenggarakan dalam acara itu. Bebagai acara sudah di lakukan, kini acara puncak yang di tunggu-tunggu semua orang akan dilangsungkan, yaitu acara tukar cincin.


Dave dan Diki membulatkan mata mereka, apa yang terjadi? Kenapa yang bertukar cincin bukan Dave dan Viola, tapi Dave bertukar cincin dengan wanita lain. Dan wanita itu, Kris dan Diki merasa tidak asing mereka merasa pernah bertemu dengan wanita itu. Tunggu!


"Kris, kok yang tukar cincin sama laki-lakinya bukan Viola ya?" Tanya Diki.


"Iya Dik, tapi aku merasa pernah bertemu dengan wanita itu, wajahnya seperti tidak asing!" Jawab Kris.


"Iya benar Kris. Kalau tidak salah bukanya itu kakaknya Viola ya? Siapa sih itu namanya gue lupa?"


"Anita kalau tidak salah!" Jawab Kris.


"Iya benar! Kenapa yang tunangan sama si Dave itu kakaknya si Viola ya?" Diki bertanya-bertanya.


Sementara Kris ia terdiam, 'jika yang bertunangan itu kakaknya, berarti Viola?' gumam Kris.


"Wah Kris, elo masih ada kesempatan buat dapatin si Viola. Dia gak jadi tunangan sama si Dave tuh? Gerak cepat Kris, biar gak keduluan lagi!" Ucap Diki, menyemangati sahabat sekaligus bosnya itu.


"Seperti kalain memang berjodoh Kris," lanjut Diki. Kris tak menyahut tapi ia membenarkan apa yang dikatakan oleh Diki tersebut. Usai acara ini selesai Kris harus menemui Viola, Kris ingin menanyakan semuanya. Dan Kris akan memperjuangkan Viola-nya.


Acara pun berlangsung dengan sangat megah dan meriah, para tamu undangan begitu menikmati pesta tersebut, secara bergantian mereka bersalaman mengucapkan selamat kepada Dave dan Anita. Anita dan Dave juga terlihat menikamati pesta tesebut. Walaupun sebenarnya hati mereka tidak menyukainya, bahkan terpaksa melakukannya. Namun keduanya sangat pintar menyembunyikan kebenaran tersebut. Mereka tak henti memasang senyum palsu mereka.


Hingga acara--pun selesai. Para tamu undangan mulai ninggalin tempat tersebut. Begitu juga dengan Dave, Anita. Dan keluarga mereka masing-masing. Sementara Viola ia masih berada di sana, Viola tadi sempat melihat Kris. Viola ingin menemui Kris, semoga Kris masih berada di sana pikirnya.


Sedangkan Kris ia terlihat sudah berada di dalam mobilnya, Kris sengaja menunggu semua tamu bubur, ia kini tengah menunggu Viola, karna Kris juga yakin Viola masih berada di sana. Karna Kris tadi melihat keluarga Viola sudah pulang, namun tanpa Viola. Sedangkan Diki, Kris sudah menyuruh dia untuk pulang terlebih dahulu.


Viola kini tengah berjalan mencari keberadaan Kris. Viola sudah mencarinya di tempat pesta tadi bahkan lobi tapi tidak menemukannya.


"Apa dia sudah pulang ya?" Ucap Viola. Viola menghelai nafasnya, ada rasa kecewa karna ia tidak berhasil menemukan laki-laki yang di cintainya itu.


Viola--pun memutuskan untuk pulang, karna malam sudah hampir larut. Viola kini sudah berada di depan hotel tersebut. Ia sedang menunggu taksi yang lewat.

__ADS_1


Kebetulan Kris yang sudah berada di dalam mobilnya itu melihat Viola yang keluar dari hotel tersebut. Kris mengulas senyumannya, akhirnya wanita yang ia tunggu muncul juga, Kris melajukan mobilnya kearah Viola.


Viola terdiam saat melihat ada sebuah mobil yang berhenti tepat dihadapan. Sambil bertanya-tanya dalam hatinya. Namu detik kemudian kaca mobil tersebut terbuka, nampak sosok Kris terlihat disana. Viola langsung tersenyum manis kearah Kris, namun Kris tak membalas ia hanya memasang wajah datarnya.


"Masuk," titah Kris. Viola mengangguk dan masuk ke dalam mobil mewah Kris tersebut.


Kris langsung melajukan mobilnya saat Viola sudah masuk dan duduk di samping. Suasana seketika menjadi hening. Baik Kris maupun Viola keduanya terdiam, mereka terdiam bukan karna marah-marahan, tapi mereka merasa sama-sama gugup. Namun tak bisa dipungkiri juga keduanya sama-sama merasakan bahagia.


Lama melajukan mobilnya, entah kenapa Kris melajukan mobilnya itu, yang pasti tidak ada arah dan tujuan. Hingga akhirnya Viola--pun membuka suaranya memecah keheningan tersebut.


"Maaf, kita mau kemana pak?" Tanya Viola.


Ckittt.....


Kris langsung meng-rem mobilnya secara mendadak. Dan mobil itu terhenti. Viola memegangi dadanya jantungnya, ia sangat terkejut.


Kris langsung menghadap kearah Viola, lalu meraih tangan Viola, Viola langsung menatap kearah Kris saat tanganya di genggaman oleh laki-laki itu, Kris membalas tatapan Viola dengan dalam. Meraka saling menatap satu sama lain dengan lekat, detak jantung mereka kini sudah berdetak tak karuan. Gugup itulah yang sedari tadi mereka rasakan.


"Jelaskan semuanya padaku!" Ucap Kris.


"Apa itu artinya masih ada kesempatan untukku Vio?" Lanjut Kris bertanya. Viola tersenyum lalu mengangguk. Kris langsung menarik Viola kedalam pelukannya, lalu ia mendaratkan kecupan di kening wanita itu.


"I love you.." ucap Kris usai mengucap kening Viola.


"Emm, emmm," Viola meronta-ronta. Kris terkejut ia langsung melepaskan pelukannya.


"Kenapa?" Tanya Kris panik.


"Sesek, meluknya kekencangan!" Rengek Viola, sambil menetralkan nafasnya.


Kris menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu tersenyum kikuk kepada Viola.


"Maaf..." Ucapnya. Viola mengangguk lalu tersenyum.


"Jadi sekarang kita pacaran?" Tanya Viola.


"Menurut kamu?" Kris malah berbalik bertanya dengan wajah datarnya. Viola mendengkus kesal, sikap esnya mulai muncul lagi.


"Emm," Viola terlihat berpikir, "sepertinya tidak ya!" Lanjut Viola.


Kris langsung menatap tajam Viola, "apa maksudmu?'' tanya ketus dan dingin.

__ADS_1


"Emang kamu kapan nembak aku?"


"Kalau saya tembak kamu, kamu mati!"


Viola langsung memutar matanya malas, sumpah greget sama sikap aslinya Kris. Kris memang buka tipe laki-laki romantis, ditambah dia belum pernah pacaran. Buat Viola sabar ya!! Wkwk


"Tau ah," jawab Viola kesal sambil melipat kedua tangannya di depan dada, dan mengalihkan pandangannya. Kris terlihat menarik ujung bibirnya tersenyum tipis, melihat Viola yang kesal itu, rasanya ahh, gemeesss deh. Pengen peluk, eh salah pengen nyubit.


"Viola, kamu mau gak jadi pacar saya?" Ucap Kris.


Viola langsung menoleh kearah Kris. Eh ini beneran Kris barusan menembaknya, eh maksudnya menyatakan cintanya?


"Aku mau," jawab Viola dengan semangat. Bahagia gak, bahagialah masa enggak, ya walaupun gak ada romantis-romantisnya dan Kris mengucapkan itu dengan dingin dan kaku, tapi ya sudahlah. Kata author juga harus sabar, emang gak romantis Kris itu. Kris emang di ciptakan oleh authornya kaya gitu. Nyebelinkan si author.


Author: 🙄🙄🙄


Oke lanjut...


Kris hanya tersenyum tipis, tapi ia tak bisa memungkiri kalau hatinya sangat bahagia. Ya cuman bisa segitu aja menyampaikannya.


"Aku antar pulang ya!" Ucap Kris. Viola langsung menganggukkan kepalanya.


Kris--pun mulai melajukan mobilnya kembali, untuk mengantarkan ke kasih hatinya pulang.


Cie-cie kekasih hati.


Otw bucin nih bang Kris.


Bersambung...


Lama ya aku up--nya. Maaf ya!!


Sibuk banget aku tuh. Hehe...


Garap beberapa novel ongoing menyita waktu juga.


Oke deh, jangan lupa like dulu.


Terus komen deh. Vote kalau ada ya!!


Bye-bye

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2