
Tak lama kemudian akhirnya mobil Kris sampai di depan rumah Viola. Viola masih terdiam duduk manis di kursi mobil tersebut, saking bahagianya mungkin, Viola tidak menyadari bahwa mereka kini sudah sampai.
“Mau ikut aku pulang?” tanya Kris dengan raut wajah dinginnya. Membuat Viola mengerutkan keningnya, bingung.
‘Ikut dia pulang? Apa maksudnya coba?’ gumam Viola bertanya-tanya.
“Maksudnya?” tanya Viola pada Kris.
“Kita sudah sampai! Apa kamu tidak mau turun?” jawab Kris tanpa menoleh kearah Viola.
Viola melirik samping mengamati ke sekitar.
Alama, iya sudah sampai! Bagaimana bisa dia tidak menyadarinya, konyol.
Viola menepuk jidatnya, lalu tersenyum kikuk menoleh kearah Kris. Kris menahan tawanya. Lucu sih, pengen Kris cubit aja tuh si pacar, tapi rasanya Kris malu, eh...
“Iya, udah sampai ya. Ya sudah aku turun dulu,” ucap Viola. Kris hanya mengangguk, menoleh kearah Viola sekilas.
‘Ck, gak ada romantis-romantisnya! Bilang I love you dulu kek, apa kek! Gak peka banget sih ni orang!” gerutu Viola dalam hatinya. Nasib-nasib punya pacar super super dingin, kaya kutub Utara.
Viola mendengus kesal, lalu ia membuka pintu mobil tersebut, keluar dari mobil dan menutup pintu mobil Kris dengan keras.
“Hey apa yang kamu lakukan?” Kris terkejut dan bingung dengan tingkah kekasih barunya itu, apalagi melihat wajah sang pujaan hati yang tekuk bagian baju kusut.
“Sudah sana pulang! Sudah malam ini,” jawab Viola malah mengusir Kris. Seperti Viola sudah kepalang kesal dengan pacarnya itu.
“Jadi kamu mengusir saya?” Kris bertanya kembali. Namun Viola gak menjawab, ia malah memutar bola matanya malas.
Kris menghelai napasnya, lalu ia turun dari mobil dan berjalan menghampiri Viola.
“Mau kemana?” tanya Viola. Ia heran melihat Kris yang malah keluar dan menghampiri, padahal dia menyuruh Kris pulang.
“Saya mau nginep di rumah kamu!” jawab Kris. Berbisik pada Viola.
Viola langsung membulatkan matanya. Apa? Nginep tidak salah. Oh tidak Miska!!!! Lalu Kris berjalan terlebih dahulu menuju rumah Viola.
Viola memandangi punggung laki-laki itu, masih terkejut dengan ucapan Kris barusan.
“Apa dia sudah gila?!” ucap Viola, lalu ia dengan cepat melangkahkan kakinya menyusul Kris.
“Tunggu Pak, tunggu!” teriak Viola, ia menghadang Kris, merentang kedua tangannya di hadapan laki-laki itu.
Kris menghentikan langkahnya, ia menatap Viola dengan wajah datarnya.
__ADS_1
“Jangan Pak! Jangan sekarang nginepnya ya!” bujuk Viola.
“Aku belum siap Pak!” lanjut Viola.
“Jadi kamu ngizinin kalau saya nginep di rumah kamu hmm?” Kris tersenyum penuh arti pada Viola.
“Jadi kapan kamu siap?” Kris kembali bertanya.
Membuat Viola langsung diam seribu bahasa.
‘Astogeh, gue salah ngomong. Gimana jelasinnya ya? Ah ini makhluk langka, kok kagak ngerti bahasa manusia sih! Eh apa yang gue katakan, diakan pacar gue sekarang!’ batin Viola.
“Bukan gitu maksud aku Pak, ak...” Viola menggantung ucapnya.
“Iya saya tau. Sudah sana masuk, sudah malam, istrihat sana,” ujar Kris sambil tersenyum manis. Saking manisnya gula pun kalah.
‘Please jangan senyuman gitu dong, meleleh ini adek bang....’ gumam Viola dalam hatinya.
Dan...
Cup...
Kris mendaratkan kecupan di kening Viola. Viola langsung mematung. Ya Tuhan, apa itu barusan? Detak jantung Viola berdetak sangat kencang.
Viola masih mematung, ia sudah tidak tahu harus bicara apa lagi. Inikah yang dinamakan Cinta? Oh inikah Cinta? Terasa hati berbunga-bunga. Ea....
Kris melambaikan tangan sebelum melajukan mobilnya. Viola membalas lambaian tangan Kris, namun dengan ekspresi wajah yang sulit di gambarkan. Mungkin seperti orang kesurupan, antara sadar dan tidak sadar, begitulah kira-kira.
Kris terkekeh sambil melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut. Dalam perjalanan Kris terus senyum-senyum sendiri. Apa lagi mengingat kelakuannya tadi.
‘Sepertinya benar kata Diki, aku sudah Bucin sama si gadis menyebalkan itu,’ ucap Kris sambil terus melaju mobilnya.
Sementara Viola, usai kepergian Kris. Bukannya ia masuk ke dalam rumah, tapi Viola malah duduk di kursi yang ada di depan teras rumahnya.
Dengan senyuman yang merkah di wajah cantiknya itu. Viola menatap langit malam, yang penuh dengan bintang-bintang serta bulan yang bersinar sangat terang. Indah, seindah hatinya saat ini.
‘Ya Tuhan, aku gak nyangka. Aku bakalan pacaran sama My Presdir Arogan itu. Lucu juga sih, pacaran sama orang yang wajahnya datar, terus sikapnya dingin kek es batu. Gemes-gemes gimana gitu,’ gumam Viola, sambil terkekeh.
“Viola...” Tiba-tiba terdengar teriakan yang memanggilnya, Viola langsung sadar dari lamunannya, dan berajak dari tempat duduknya itu.
Ibunya terlihat sudah berdiri berdecak pinggang di ambang pintu rumahnya itu. Menatap Viola dengan tatapan mautnya.
“Eh, Ibu...” ucap Viola, sambil tersenyum cengengesan dan menggaruk kepala yang tidak gatal.
__ADS_1
“Masuk!” titah Ibu Hanum.
Viola mengangguk, lalu secepat kilat ia segara masuk ke dalam rumahnya itu. Viola langsung berlari menuju kamarnya. Sengaja menghindari sang Ibu yang tengah komat-kamit menceramahi.
“Hey mau kemana kamu Vio? Kamu jangan coba-coba lari dari Ibu ya! Dari mana kamu hah? Kanapa baru pulang? Pulang udah larut sekali, malah nongkrong di teras lagi. Anak gadis kaya gitu? Mau jadi apa kamu hah? Viola, denger gak kamu apa kata Ibu?” teriak Bu Hanum mencerca Viola, namun yang di cerca sudah tidak menghiraukannya dan sudah masuk ke dalam kamarnya.
Bu Hanum mengeleng-gelengkan kepalanya. Bu Hanum memang belum tidur, ia sengaja menunggu Viola, karna khawatir, Putri bungsunya itu setalah acara tadi tidak terlihat sama sekali.
Tadi Bu Hanum juga sempat melihat Viola diantara oleh sebuah mobil, bahkan Ibu Hanum melihat adegan uwu Viola yang di cup-cup oleh Krisna.
So sweet, tapi gak bisa dibiarin! Enak saja gadis kesayangannya emak, maen cup-cup saja.
“Lihat aja Vio, besok habis kamu sama Ibu!” gerutu Bu Hanum, lalu ia masuk ke dalam kamarnya, karna memang sadari tadi sudah mengantuk, kalau tidak mengkhawatirkan Viola, mungkin dari tadi dia sudah ke alam mimpi.
Sementara Viola, setalah masuk kamar menghindari sang Ibu, tak lupa Viola juga mengunci pintu kamarnya, malam ini Viola sedang tidak mood meladeni sang Ibu, pikirnya. Viola mau malam ini aman, damai sentosa. Eaa...
Viola langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasurnya. Lagi-lagi senyuman merkah terlihat dari wajah cantiknya. Viola ingat kembali saat Kris tadi mengecup keningnya, Viola mengusap keningnya itu.
“Ah bahagia banget rasanya. Malam ini gue gak akan cuci muka deh, sayang bekas di sun sama yayang nanti ke hapus air,” ucap Viola terkekeh sendiri.
Ya sesuai dengan ucapannya barusan, Viola langsung memejamkan matanya, ia tertidur tanpa mencuci wajahnya terlebih dahulu, make-up bekas acara pesta tadi masih terpoles di wajahnya, bahkan Viola lupa berganti pakaiannya.
Bersambung...
**Hallo semuanya, Neng Viola sama Babang Kris come back nih.
Ayo siapa yang nungguin?
Setalah Hiatus cukup lama, eh bukan cukup sih, emang lama yak? Wkwkwk
Author lanjut kembali nih, dengan kebucinan Kris dan Viola, eaaaa...
Tak lupa somplaknya juga, hahahaha..
Jadi jangan lupa Like, komen dan Votenya ya!
Satu bab dulu aja ya, malam ini. Permulaan dulu, wkwkw
Besok crazy up guys...
Di tunggu okay...
I love u seluas samudra. Wkwkwkwkw**
__ADS_1