My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 67


__ADS_3

Orang tua Viola kini sudah berada di rumah orang tua Dave. Tidak ada pilihan lain, tadi Adam menjemput orang tua mereka bersama juga dengan Anita. Sedangkan Viola tidak ikut karna dia tidak enak badan dan sudah tidur. Orang tua Dave tidak punya pilihan lain, selain mengikuti kemauan Dave, demi kabaikan bersama, mereka akan berbicara kepada orang tua Viola, serta Anita, agar mau menggantikan posisi Viola besok malam, bertunangan bersama putranya Dave.


"Maaf ya besan kami membuat kalian di repotkan datang kesini." Ucap papa Dave, membuka pembicaraan mereka, dengan basa-basi terlebih dahulu.


"Tidak apa-apa kok. Memangnya ada apa ya?" Ucap pak Arga.


"Jadi begini, sebelumnya saya minta maaf," ucap Papa Dave. Lalu ia menceritakan semuanya kepada orang tua Viola juga Anita.


Mereka begitu terkejut, mendengar penjelasan papa Dave tersebut.


"Kalau kami tidak apa-apa besan, kami serahkan semuanya pada kalian," ujar pak Arga. Bukan tanpa alasan mengapa pak Arga pasrah. Karna dia tau Viola tak mencintai Dave, bahkan ia yang memaksa Viola untuk menerima Dave. Tapi masalahnya kini putri keduanya Anita, akan menjadi korban.


"Dan pada kamu juga nak," lanjut pak Arga melihat kepada Anita.


"Jadi bagaimana Anita, apa kamu mau bertunangan dengan Dave, menggantikan posisi Viola?" tanya papa Dave kemudian.


Anita terdiam, mana mungkin dia melakukan itu? Bertunangan dengan kekasih adiknya, Anita tau Viola tidak mencintai Dave. Serta Dave malah bilang ia mencintainya, Anita tak percaya pasti Dave berdusta.


Harus bagaimana sekarang Anita?


Anita melihat kearah ibu dan bapaknya secara bergantian, tatapan orang tuanya pasrah, mereka menyerahkan keputusanya kepada Anita. Anita yang akan menjalankan semuanya, jadi keputusan yang di ambil Anita mereka akan menerimanya. Sedangkan Adam, ia memberikan tatapan memohon. Hanya Anita harapan satu-satunya mereka.


"Bagiamana Nita?" Kini mamah Dave yang bertanya.


'Ya tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa semuanya jadi seperti ini?' gumam Anita.


"Nit, hanya kamu harapan kita satu-satunya, maafkan kakak jika kali ini kakak akan memaksa kamu, demi nama baik kita semua Nit, kakak mohon." Ujar Adam.


"Tapi kak, ini bukan hal yang sepele, ini mengenai sebuah ikatan. Aku tidak bisa bertunangan dengan Dave, aku tidak mencintainya! Bagaimana aku akan menjalankan semuanya?" Anita mencoba menolaknya dengan halus. Ia tak mencintai Dave, mana mungkin dia mau bertunangan dengan laki-laki yang tidak di cintainya. Apa mereka bercanda?


"Aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku," ucap Dave. Mereka langsung melihat kearah Dave yang tengah berjalan, kearah mereka. Dave berjalan begitu santainya. Seperti tidak ada beban sama sekali di wajah tampannya. Dave berhasil menipu mereka semua, padahal hatinya terluka, membuat Anita jatuh cinta kepadanya? Apa bisa? Sementara hatinya saja masih bertahta oleh Viola.


"Dave elo jangan bencanda ya!'' Anita memberikan tatapan tajam pada Dave yang kini sudah duduk bergabung bersama mereka.


Namun Dave malah tersenyum, "aku tidak bercanda Anita, bukankah aku pernah berkata pada kamu kalau aku mencintai kamu?"


"Omong kosong, sudahlah Dave. Aku tidak mau bertunangan denganmu!" tolak Anita.


"Mau tidak mau kamu harus bertunangan denganku."


"Apa maksudmu?" bentak Anita. Terjadi kecekcokan antara Anita dan Dave. Itu semua membuat orang tua mereka kesal.


"Cukup, kalian ini malah adu mulut. Sekarang begini saja! Anita om tidak akan memaksa kamu, tapi om harap kamu bisa memikirkan posisi kami, kakak kamu Adam, ibu dan bapakmu, dan juga om sama tante. Undangan sudah d sebarkan. Kita tidak mungkin membatalkan semuanya, apa kamu tidak memikirkan kami semua? Kami akan malu jika acara itu batal," tutur papa Dave.

__ADS_1


Anita terdiam, ia mencoba mencerna kata-kata papa Dave tersebut. Tapi masa iya sih dia harus menyetujuinya? Apa kata dunia? Emang sih si Dave cakep, tajir pula. Selama ini Anita juga mengenal Dave orangnya baik. Ah sial harus bagaimana sekarang Anita? Tapi jika Anita menyetujuinya, keluarganya akan baik-baik saja, tidak akan menanggung malu juga, dan dia juga sudah menyelamatkan Viola dari perjodohan konyol ini. Tapi masa iya dia jadi korbannya?


"Oke-oke, saya setuju." Ujar Anita, setalah berpikir lama. Okelah gak apa-apa itung-itung berkorban dengan buat keluarga. Lagian cuman tunangan doangkan, masalah kedepannya bagaimana, pikirkan saja nantilah. Kalau emang dia berjodoh dengan Dave pasti akan berlanjut, kalau tidak ya wasallam. Yang penting masalah ini selesai. Sudah kelar, cepek hati lama-lama. Pikir Anita.


Semua orang terlihat mengambangkan senyuman mereka, mereka merasa lega. Akhirnya semuanya ada jalan keluarnya, Anita bagaikan penyelamat mereka.


"Terima kasih." Ucap mereka kepada Anita. Anita hanya tersenyum tipis.


"Lalu bagaimana kita menjelaskan sama Viola, aku gak mau ya dituduh ngerebut Dave dari dia! Aku gak mau kalau sampai Viola marah atau gimana-gimana sama aku,"


"Nanti ibu yang akan menjelaskan semuanya." Sahut bu Hanum.


Semuanya sudah selesai, malam sudah semakin larut. Orang tua Anita dan Anita berpamitan pulang.


Adam mengantarkan orang tuanya, sedangkan Anita berpisah mobil dengan orang tuanya, Dave memaksa Anita, mengantarkannya.


Dave mulai melajukan mobilnya, Anita yang duduk di sampingnya, memasang wajah juteknya. Dave benar-benar menyebalkan pikirnya. Sudah maksa menggantikan Viola jadi tunangannya, maksa juga buat nganterin dia pulang. Sumpah kalau bisa Anita pengen telan tuh orang.


"Terima kasih," ucap Dave. Dave mengeluarkan suaranya, memecah keheningan yang sedari tadi menyelimuti keduanya.


"Terima kasih, apa maksud elo?" Anita menatap Dave dengan malas.


"Sorry, aku memang salah. Aku udah maksa kamu, maaf aku udah buat kamu jadi terbawa-bawa dalam masalahku."


"Aku punya alasan kenapa aku melakukan ini, aku tau aku salah, jika boleh memilih aku juga tidak mau bertunangan dengan kamu. Tapi sayangnya aku tidak punya pilihan."


Anita terdiam, ia mencoba mencerna ucapan Dave barusan. Apa maksud dari perkataannya?


"Aku harap kamu tidak marah, aku ingin kita seperti sebelumnya. Kamu tau Nit, aku sangat mencintai Viola."


"Lantas, jika elo mencintainya. Kenapa elo berdusta kepada semua orang, dan elo bilang cinta sama gue hah? Dasar bermuka dua!"


"Wajahku cuman satu Nit, anggap saja pertunangan ini sebagai mempererat pertemuannya kita."


"Dasar gila,"


"Aku tidak gila, aku punya alasan kenapa aku begitu."


"Apa alasannya?"


"Untuk saat ini kamu tidak usah tau, tapi jika waktunya tepat aku akan menceritakan semuanya sama kamu."


"Omong kosong."

__ADS_1


"Terserah kamu, mau percaya atau tidak."


"Musrik percaya sama elo."


Dave tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ada-ada saja jawaban Anita.


"Oh iya, apa aku boleh bertanya?''


"Tidak." Ketus Anita.


"Ayolah Nit, kita inikan teman." Bujuk Dave.


"Gue gak punya teman pembohong besar kaya elo."


"Aku udah bilang, aku punya alasan kenapa aku melakukan ini Nit."


"Ya sudah jelaskan!"


"Aku pasti akan jelaskan, tapi tidak sekarang."


"Terserah."


"Baiklah, aku hanya ingin bertanya. Apa Viola mencintaiku?"


"Enggak," jawab Anita asal-asalan. Tapi itu emang kebenarannya.


"Benarkah?"


"Kalau gak percaya tanya aja sendiri sama orangnya!"


"Iya-iya aku percaya."


'Jadi selama ini Viola tidak mencintaiku, aku yakin Anita tidak mungkin berbohong. Apa selama ini Viola terpaksa menerima perjodohan ini? Apa ini saatnya aku benar-benar harus meluapkan Viola?' Batin Dave.


'Stt, sial kenapa gue bisa keceplosan bilang gitu, bagaimana kalau perasaan Viola saat in berubah? Dia udah cinta sama Dave? Ah sial-sial, sebenarnya alasan apa sih Dave ngelakuin ini semua. Gue harus cari tau, gue harus bisa bikin dia jujur sama gue,' gumam Anita.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kelainan ya guys ya!!


Like, komen dan Votenya ditunggu!!


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2