My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 63


__ADS_3

Kris masih duduk termenung, ia masih memikirkan apa yang dikatakan papahnya tadi. Lama berpikir, walaupun sedikit pusing, akhirnya Kris mengerti apa yang dikatakan oleh papanya tadi. Tiba-tiba senyuman mengambang begitu saja di bibir Krisna. Ya dia tau apa yang harus dia lakukan sekarang.


Kris tidak akan kalah sebelum berperang, ia akan memperjuangkan Viola. Ya Kris akan memperjuangkan Viola, mengungkapkan rasa cintanya. Kali ini Kris benar-benar akan melakukannya, bukan hanya omongan belaka. Niatnya sudah tekad, sudah bulat. Bahkan mengalahkan tahu bulat, yang di goreng dadakan, lima ratusan, haraneut keneh. Eh...


Dan pucuk di cinta ulam pun tiba. Kris melihat Viola berhenti di depan pagar rumahnya, eh benarkah itu Viola? Kris mengucek-ngucek matanya, takutnya ia salah, takut berhalusinasi. Gara-gara memikirkan Viola terus dia salah lihat. Tapi tunggu, itu benar Viola. Iya Viola kesini.


Beberapa detik kemudian, Kris mendengar suara bell rumahnya berbunyi, Kris yakin pasti Viola yang menekan bell tersebut. Dengan semangat 69 Kris langsung berajak dari duduknya, ia berjalan menuju pintu gerbang rumahnya, untuk membukakan gerbang tersebut untuk Viola. Kebetulan mamang Security lagi off, dia izin pulang kampung karna sang istrinya tercintanya, akan melaunching--kan buah cinta mereka, eaaaaa


Kris merasakan dirinya sedikit gugup. Eh tapi tunggu! Mau apa ya Viola datang kerumahnya? Masa iya Viola mendengar jeritan hati Krisna, yang diam-diam sudah rindu berat kepada Viola. Pikir Krisna.


Viola yang baru saja sampai di depan gerbang rumah Kris yang menjulang tinggi itu, ia langsung menekan tombol bell rumah tersebut. Beberapa saat kemudian, pintu gerbang itu terbuka.


Deg...


Viola dan Krisna langsung terdiam, dengan mata saling memandang, angin sepoy-sepoy menerpa rambut Viola, sungguh luar binasa, eh salah. Sungguh luar biasa, Viola cantik sempurna. Kris tertegun melihat keindahan wajah Viola, Kris baru sadar kalau ternyata Viola sangat cantik jelita, kaya Cinderella. Kenapa Kris gak menyadarinya dari dulu? Apa memang benar yang di katakan orang-orang, kalau kita jatuh cinta sama seseorang, saat kita melihat orang tersebut. Di mata kita, orang itu yang paling sempurna. Dan jawaban Kris saat ini iya, benar, tepat sekali epribadeh. Kris merasakan itu semua saat memandangi Viola.


"Eheeemmm," suara deheman, membuyarkan mereka. Papa Yusdistira terlihat sudah berdiri di samping Krisna.


Krisna dan Viola terkejut, mereka langsung memalingkan pandangan mereka masing-masing, lalu melihat kearah papa Yusdistira. Keduanya terlihat salah tingkah.


"Eh pak, selamat siang." Sapa Viola dengan gugup.


"Siang Viola, aduh udah lama ya kita gak ketemu. Kamu makin cantik saja!" Ucap papa Yusdistira, ia memuji Viola.


Kris mendengkus kesal, menganggu saja papanya itu. Gak tau apa Kris lagi memandang keajaiban dunia, di hadapannya. Mana malah muji Viola lagi, apa-apa coba.


"Bapak bisa saja. Ini pak saya mengantarkan kue pesanan bapak!" Viola menyodorkan kantong plastik yang berisikan kue tersebut kepada papa Yusdistira.


Papa Yusdistira mengambil kue tersebut, "terima kasih ya Viola. Oh iya jadi berapa totalnya?"


"Sama-sama pak, totalannya ada di situ pak!"


"Oh iya, sebentar ya saya ambil uangnya dulu."


"Baik pak!" ucap Viola sambil menganggukan kepalanya.


Papa Yusdistira--pun berlalu, ia masuk kedalam rumah membawa kue tersebut serta mengambil uang untuk membayar kuenya. Kini hanya ada Viola dan Krisna.

__ADS_1


Hening...


Suasana saat ini, Viola dan Kris nampak sama-sama diam. Mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing.


"Stt, kok lama benget sih pak Yusdistira? Mana ini es batu malah diem disini lagi? Mau ngapain sih? Mana matung gitu lagi kaya arca. Masih sama ternyata sikapnya dingin kek es batu, kapan ya tuh orang bisa cair? Eh tapi kok makin hari makin ganteng aja dia, demagenya masyaallah," ucap Viola dalam hatinya.


"Sial kok gue jadi gini sih, gugup benget. Ayolah Krisna dia udah ada di depan elo, ucapin perasaan elo, jangan lemah Krisna, ingat buat kopi jadi manis juga butuh perjuangan, apalagi cinta," gumam Krisna.


Entah apa yang dilakukan papa Yusdistira, ia begitu lama. Apa memang ia sengaja membuat Viola dan Krisna bersama? Sementara Viola dan Kris masih sama-sama diam.


Sementara itu, Papa Yusdistira terlihat sedang menikmati kue yang tadi diberikan oleh Viola. Ya, laki-laki itu memang sengaja membiarkan Kris dan Viola berduaan, papa Yusdistira ingin tau seberapa besar cinta Kris untuk Viola, mampukah anaknya itu mengalahkan egonya. Sebenarnya juga papa Yusdistira sudah membawa uang untuk membayar kue yang dibawakan Viola.


"Ayolah Krisna, papa sudah memberimu waktu. Jangan sia-siakan itu," ucap papa Yudistira, ia mengintip dibalik jendela. Sambil menikmati kuenya.


"Ah sial kok lama banget sih?" gerutu Viola dalam hatinya.


"Eheeem," Kris berdehem, ia mulai mengeluarkan suaranya.


"Bagaimana kabarmu?" Lanjutnya bertanya.


Sial padahal Kris bertanya dengan ramah, kok dia malah jawab ketus. Sabar Krisna!


"Syukurlah, lama kita tidak bertemu ya!" ucap Kris.


"Aku merindukanmu, apa kamu merindukanku?" lanjutnya berucap dalam hati.


Viola hanya tersenyum tipis, menanggapi ucapan Kr6 tersebut.


"Selamat ya," Kris mengulurkan tanganya kepada Viola.


Viola langsung menatap heran, "untuk?" Tanyanya kemudian.


"Kamu akan bertunangankan besok?"


Viola mengangguk pelan, entah kenapa hatinya merasa teriris, saat Kris mengucapkan selamat untuknya.


"Terima kasih," jawab Viola, ia meraih uluran tangan Krisna.

__ADS_1


Krisna menganggap erat tangan Viola, matanya menatap lekat Viola, sakit. Hati Kris sakit sekali, benarkah Viola tidak mempunyai rasa cinta untuknya? Kris mencari cela di mata Viola, ia berharap ada sedikit cinta untuknya.


"Apa kamu mencintainya?" Tanya Kris, matanya masih menatap mata Viola serta tangan yang enggan melepaskan jabatan tangan tersebut.


Viola terdiam, ia membalas tatapan Krisna. Entahlah harus bagaimana Viola menjawabnya? Haruskan menjawab tidak? Tapi apa maksud pertanyaan Krisna kepadanya?


Tanpa aba-aba, Krisna langsung menarik Viola kedalam pelukannya. Viola terlonjak kaget, namun entah kenapa ia tidak bisa menolak pelukan itu, tubuhnya tak menolak saat Kris mendekapnya, bahkan Viola merasakan kenyamanan yang selama ini tidak pernah ia rasakan.


Cukup lama Krisna memeluk Viola, ia merasa enggan untuk melapaskan pelukan tersebut, begitu juga Viola. Tak sadar ia membalas pelukan Krisna, bahkan Viola menenggelamkan wajahnya di dada bidang Krisna.


Air mata lolos begitu saja dari pelupuk mata indah mik Viola. Mata Kris juga terlihat berkaca-kaca.


Ya kini mereka sadar, mereka saling cinta. Tapi dalam situasi seperti ini, apa mereka bisa bersama?


Bersambung...


Like


Komen


Vote


Jangan lupa.


Udah 3 bab ya. Hutangku lunas sama kalian...


Hehe


Sampai ketemu besok...


Terima kasih.


See u


bye-bye...


I love you sekebon cabe...

__ADS_1


__ADS_2