My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 42


__ADS_3

Dave tak menghabiskan makannya, tiba-tiba selera makannya hilang begitu saja, melihat Viola dan Kris di sana. Dave memanggil pelayan, untuk membayar makannya, usai itu Dave segara berlalu keluar dari resto tersebut.


Dave langsung melajukan mobilnya meninggalkan resto, Dave melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Perasaannya hancur, Dave cemburu. Dave sadar ini semua tidak masuk akal, karna Dave dan Viola tidak memiliki hubungan apa-apa.


Tapi sejak pertama Dave melihat Viola, ia sudah jatuh cinta kepada gadis itu.


"Tidak, Viola hanya milikku. Bagaimana--pun caranya Viola harus bisa jadi milikku!" pekik Dave, ia semakin menaikan kecepatan mobilnya, dan tak memperhatikan jalanan, dan saat Dave melihat kerah depan, di sana terlihat seorang anak kecil tengah menyebrang sendirian, mobil Dave semakin mendekat, teriakan terdengar dari orang-orang yang berada di sekitar sana, Dave mencoba menghindari anak kecil yang tengah menyebrang jalan tersebut.


Dan..


Bruuggg....


Naasnya mobil Dave menabrak pembatas jalan, kepala Dave terbentur setir. Darah segar terlihat mengalir dari kening Dave, karna mobil menabrak pembatas jalan tesebut sangat cepat.


Dave masih sadarkan diri, ia melihat anak kecil tadi yang hampir tertabrak itu dari kaca spion samping mobilnya, syukurlah anak itu tidak apa-apa, hanya terlihat sedang menangis di dekap oleh seorang wanita, mungkin itu ibunya.


Dave mulai merasakan kepalanya terasa berat, penglihatannya blur, dan detik kemudian Dave tak bisa melihat apa-apa, semuanya terasa gelap, Deva tak sadarkan diri.


Orang-orang yang berada di sekitar sana-pun berbondong-bondong menghampiri mobil Dave, untuk memastikan kondisinya. Mereka terkejut melihat Dave yang tak sadarkan diri, dengan wajah yang di penuhi darah. Mereka langsung membantu Dave, menelpon ambulance dan Dave segara dilarikan ke rumah sakit.


.......


Wajah Adam terlihat begitu panik dan khawatir, Adam berjalan tergesa-gesa meninggalkan kantornya. Usai ia dapat telpon dari pihak rumah sakit bahwa Dave mengalami kecelakaan.

__ADS_1


Adam langsung melajukan mobilnya kerumah sakit. Gak lupa Adam menghubungi Mila sang istri dan meminta Mila untuk memberitahu kedua orang tau Dave, yang tak lain adalah mertua Adam. Usai menelpon sang istri, Adam menghubungi Viola.


Beberapa kali Adam mencoba menelpon adiknya itu, namun tidak ada jawaban, Adam--pun memutuskan untuk mengirim pesan kepada adik bungsunya itu.


......................


Viola dan Kris kini sedang di perjalan menuju kantornya kembali. Dalam perjalanan tersebut Viola merasakan hatinya sedikit gelisah tapi entah kenapa. Tiba-tiba Viola teringat kepada Dave.


"Gue kok kepikiran Dave terus ya! Aduh apa Dave marah ya sama gue. Gue chat dia aja deh, sebagai permintaan maaf gue, nanti gue ajak makan malam aja si Dave ya!" gumam Viola.


Viola--pun memutuskan untuk menghubungi Dave, Viola berniat akan mengajak Dave makan malam, ya itung-itung buat minta maaf, karna tadi ia membatalkan makan siang bersama begitu saja.


Viola--pun mengambil ponsel miliknya dari dalam tas. Viola mengernyitkan dahinya, melihat beberapa notifikasi panggilan tak terjawab dari kakaknya, Adam.


"Ada apa kak Adam telpon?" ucap Viola pelan, namun suaranya masih terdengar oleh Kris yang berada di sampingnya itu.


"Emm, tidak apa-apa pak." Kris menganggukan kepalanya.


Viola memang sengaja mematikan nada ponselnya. Jadi ia tidak tau kalau Adam menelponnya. Lalu Viola melanjutkan membuka ponselnya itu, di sana juga terlihat ada beberapa pesan masuk dari Adam.


Viola membulatkan matanya, wajahnya terlihat begitu terkejut.


"Apa? Dave kecelakaan!" ucap Viola. Kris langsung menoleh kearah Viola.

__ADS_1


"Siapa yang kecelakaan?" Tanya Kris.


"Dave pak, pak saya boleh izin gak, saya gak bisa lanjut kerja hari ini, saya harus ke rumah sakit melihat kondisi Dave!" ucap Viola, ia memberikan tatapan memohon kepada bosnya itu.


"Baiklah saya antar kamu ke sana!"


"Tidak usah pak, biar saya naik taksi saja! Turunkan saya di sini saja pak," tolak Viola, ia meminta Kris untuk menurunkannya di sana, namun Kris terlihat tak menanggapinya, Kris terus melajukan mobilnya.


"Pak---"


"Sudah bisakan kamu gak usah banyak bicara? Saya akan mengantarkan kamu kesana!" tegas Kris. Dengan wajah dingin dan datarnya.


"Maaf..." ucap Viola lirih, ia--pun pasrah membiarkan Kris mengantarkan ke rumah sakit tempat Dave di rawat.


Ingat tidak ada yang bisa menolak keinginan seorang Krisna Yudistira. Kalian mengerti...


#Paham Bu.....


Apaan sih gak jelas... wkwkw


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya, ditunggu like, komen dan Votenya. Jangan lupa ya!!!

__ADS_1


Bye-bye...


Terima kasih.


__ADS_2