My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 43


__ADS_3

Viola langsung keluar dari mobil Kris, setelah sampai di rumah sakit. Viola terlihat begitu Khawatir, ia berjalan cepat menelusuri kolidor rumah sakit tersebut. Kris terlihat mengikuti langkah Viola, sampailah Viola di depan ruang UGD, di sana terlihat sudah Adam dan istrinya, Adam terlihat sedang menenangkan Mila yang sedari tadi menangis mengkhawirkan adiknya itu.


"Kak..." Panggil Viola, berjalan mendekati Adam dan Mila.


"Viola!"


"Bagaimana kondisi Dave?" tanya Viola.


"Masih ditangani dokter dek!" jawab Adam.


"Kok bisa sih Dave sampe kecelakaan?"


"Tidak tau dek, bukannya tadi Dave dan kamu makan siang sama-sama. Tadi sebelum keluar dari kantor Dave bilang akan mengajak kamu makan siang bareng dan kamu setuju!"


Viola terdiam, ada rasa bersalah yang menghinggapi hatinya, "iya tadi kita memang udah janjian kak, cuman tapi aku ada kerjaan mendadak, jadi gak jadi makan siangnya," jelas Viola, dengan wajah penyesalannya.


"Oh jadi dia tadi udah janjian sama si Dave, kanapa dia tidak bilang padaku? Dasar gadis ceroboh!'' gumam Kris.


''Maaf kak," ucap Viola lagi, ia menundukan kepalanya.


"Tidak usah minta maaf dek, bukan salah kamu. Lagian ini kecelakaan, kita gak tau terjadinya kapan," sahut Mila.


"Oh iya dek ini siapa?" tanya Adam, matanya melihat kearah Kris yang berdiri di samping adiknya itu.


Viola mengangkat kepalanya, "kenalin kak, ini bos Vio."


"Saya Adam, kakaknya Viola dan ini istri saya Mila," Adam mengulurkan tangannya kepada Kris.


"Krisna," Kris meraih tangan Adam, mereka berjabat tangan secara bergantian.


Pintu ruangan UGD terlihat terbuka dan dokter yang menangani Dave keluar dari ruangan UGD tersebut.


"Keluarga pasien?"


"Saya kakaknya dok!" jawab Adam.


"Bagaimana kondisi adik saya dok?" timpal Mila, bertanya.

__ADS_1


"Pasien sempat kritis, luka benturan di kepalanya cukup keras, namun sekarang pasien sudah melewati masa kritisnya, keadaannya juga sudah stabil," jelas dokter.


"Alhamdulillah," seru mereka bersamaan.


"Apa saya bisa melihat adik saya sekarang dok?" tanya Mila.


"Pasien masih dalam pengaruh obat, dia sedang tidur. Sebaiknya nanti saja Bu, kami akan memindahkan pasien terlebih dahulu keruang rawat," jawab dokter.


"Baiklah dok."


"Oh iya, tadi saat kritis pasien menyebut-nyebut nama Viola. Apa Viola itu anda?" tanya dokter kepada Mila.


"Bukan dok, Viola adik ipar saya. Ini orangnya," Mila melihat kearah Viola.


Dokter menganggukan kepalanya, sambil tersenyum.


"Kalau begitu saya permisi," pamit dokter. Mereka menganggukan kepalanya.


"Apa? Dave nyebut-nyebut nama gue! Ya ampun Dave kecelakaan pasti gara-gara gue, maafin gue Dave. Semoga elo nanti pas udah sadar gak benci atau marah sama gue," batin Viola.


Sedangkan Kris ia hanya terdiam, dengan wajah dingin sedingin udara di kutub Utara, eh.


Namun dalam pikiranya bertanya-tanya, Kris memikirkan ucapan dokter tadi, yang mengatakan kalau Dave terus manggil-manggil Viola. Apakah mereka sedekat itu? Sampai dalam tak sadar--pun Dave mengingat Viola.


"Sebenarnya ada hubungan apa mereka? Apa mereka berpacaran?" tanya Kris dalam hatinya.


Jujur saja Kris merasa tidak suka mendengar hal tersebut, seperti ada bara api yang tengah mengobar di hatinya.


Cie Kris...Awas kebakaran.


"Sial, ada apa dengan diriku? Kanapa hatiku terasa panas? Stt ini tidak bisa dibiarkan. Sepertinya aku harus konsultasi kepada dokter, belakangan ini aku merasa aneh, apa lagi kalau sedang bersama gadis menyebalkan ini," gumam Kris.


"Em, saya permisi dulu. Harus kembali ke kantor," pamit Kris.


"Iya, terima kasih sudah mengantarkan adik saya pak Krisna," sahut Adam tersenyum ramah kepada Kris.


"Sama-sama!"

__ADS_1


"Oh iya kalau boleh Viola hari ini izin tidak apa-apakan pak?"


Viola terlihat menggigit bibir bawahnya, mendengar kakaknya yang meminta izin kepada My Presdir Arogan--nya itu.


"Ck, gue yakin gak bakalan di kasih izin. Secara diakan angkuhnya super duper berlapis-lapis, kaya wafer keju. Percuma kakak, perjuanganmu sia-sia," ucap Viola dalam hatinya.


"Baiklah, tapi cuman hari ini saja. Dia sekertaris saya, masih banyak yang harus dia kerjakan di kantor," jawab Kris, dengan wajah tanpa ekspresi.


"Beneran pak?" tanya Viola, ia menatap Kris tak percaya, Kris mengangguk.


"Saya permisi." Kris langsung berajak dari hadapan mereka, berjalan meninggalkan rumah sakit tersebut.


"Astoge, demi kuda lumping kesurupan, eh. Maksud gue demi apa? Tumben banget dia baik. Apa hatinya lagi berkerja ya di organ tubuhnya? Biasanya tuh bos kagak punya hati," gumam Viola.


Viola memandangi Kris yang terus berjalan menjauh darinya. Ada rasa tak rela dihari Viola, melihat Kris yang meninggalkannya, Eh apa yang dipikirkannya.


Viola menepuk jidatnya sendiri, "sadar!" ucapnya.


"Vio kamu kenapa dek?" tanya Adam.


"Kenapa jidat kamu?" timpal Mila. Meraka melihat Viola keheranan. Sangat aneh pikirnya.


"Hehe," Viola memberikan cengiran kuda, "enggak kok kak!"


Bersambung...


Like


komen


Vote


Jangan lupa ya!!


Terima kasih.


Love u all

__ADS_1


__ADS_2