My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 53


__ADS_3

Viola berjalan tanpa arah, antara marah, kesal, bingung. Ah pokonya bercampur aduk macam bala-bala, dua ribu tiga. Eh...


Harus bagaimana sekarang Viola? Cari kerjaan yang baru? Ah sudah pasti akan susah, apa dia akan kembali menjadi ulat kasur seperti dulu? Jadi pengangguran, beban keluarga dan beban negara? Ah tidak!!!!!!


"Hufft..." Viola membuang nafas beratnya.


"Harus gimana gue sekarang? Lagian apa sih salah gue? Sampe di pecat secara kaya gini?"


"Eh tunggu! Gue'kan udah dipecat, berati besok gue udah gak kerja lagi disana dong. Itu artinya gue gak bakalan ketemu lagi sama si Kris es batu itu." Seru Viola.


"Tapi, masa iya gue jadi pengangguran lagi?" Ucap Viola, ia bermonolog dengan dirinya sendiri. Antara rela dan tidak rela, tidak berkerja di kantor Kris.


Viola yang berjalan tak tentu arah itu--pun, memutuskan untuk pulang kerumah. Terserah nantilah, orang tuanya mau berkata apa. Sudah yakin ibunya bertanya-tanya, kenapa Viola sudah pulang kerumah padahal masih jam kerja. Viola sudah yakin pasti dia akan di berikan siraman rohani, jika ibunya tua kalau ia sudah di pecat.


Tapi masa bodolah, lagian dia masih punya uang gajih dan pesangon, bisa buah bertahan hidup, gak bebanin keluarganya, sebelum ia mendapatkan kerjaan lagi.


Udah amanlah, pikir Viola.


Viola menghentikan angkot, ia naik ke angkot tersebut.


Sekitar lima belas menit, Viola sampai di rumahnya. Keadaan rumah nampak sepi. Ya sudah pasti sepi, paling cuman ada ibunya, bapak dan kak Anita--kan kerja.


"Asalamualaikum.." ucap Viola, sambil membuka pintu dan masuk kedalam rumahnya itu.


"Walaikum'salam..." sahut Bu Hanum, yang tengah duduk santai, sambil menonton televisi.


Viola berjalan mendekati ibunya, meraih tangan wanita itu. Lalu duduk di sampingnya.


"Kok udah pulang?" tanya Bu Hanum, menatap Viola keheranan.


"Iya," jawab Viola singkat.


"Kenapa?"


Stt, Viola memutar bola matanya memalas, tuhkan benar, pasti ibunya mendadak jadi wartawan.

__ADS_1


"Kalau ditanya orang tua itu jawab Viola!" ucap Bu Hanum lagi, dengan nada sedikit kesal.


Viola menghelai nafasnya, ia bersandar di bahu ibunya.


"Aku di pecat!" ucap Viola.


"Oh...." sahut Bu Hanum.


"Oh, doang?" Viola menatap heran, kok tumben ibunya gak mengeluarkan kata-kata mutiaranya.


"Ya terus, ibu harus gimana? Guling-guling? Terus salto hah?" ketus Bu Hanum.


Viola menggaruk kepala yang tidak gatal, aneh. Aneh sekali beibeh, kesambet apa emak Viola? Viola merasa horor sendiri.


"Bu, ibu sehatkan?" tanya Viola.


"Sehat kok, sehat benget. Emang kenapa?" ucap Bu Hanum santai, matanya menatap fokus ke televisi.


"Kok tumben. Viola di pecat Bu!!!" ucap Viola, ia sengaja menakan kata 'di pecat' siapa tau tadi ibunya gak ngerti. Ih dasar Viola, gak baik tau kaya gitu sama orang tua.


"Ya, artinya itu Viola bakalan jadi pengangguran."


"Ya gak apa-apa. Lagian kalau udah di pecat sekarang bagus, jadi nanti kamu gak usah repot-repot ngundurin dirikan?"


"Maksud ibu?"


"Hadeeh, ini anak. Dengar Vio! Sebentar lagikan kamu akan menikah dengan Dave. Kamu bakalan jadi istri Dave, jadi untuk apa kamu kerja lagi? Pasti Dave akan menyuruh kamu keluar dari kerjaan kamu! Nanti kamu bakalan jadi ibu rumah tangga, harus fokus sama suami kamu," jelas Bu Hanum.


Viola membulatkan matanya, menikah dengan Dave? Bahkan Viola lupa kejadian semalam itu. Ah sial, Viola gak mau cepat-cepat nikah. Viola bingung ingin berbicara apa?


"Oh iya, ibu ada kabar gembira. Kata orang tua Dave, mereka akan meresmikan lamaran kamu dan Dave!" Seru Bu Hanum.


"Di resmikan? Maksud ibu?"


"Ck, masa kamu gak ngerti sih Vio. Meraka akan mengadakan pesta pertunangan kamu dan Dave. Satu Minggu lagi mereka bilang!"

__ADS_1


"*Apa satu Minggu lagi? Ah mampus aku. Bagaimana ini? Gue gak cinta sama Dave!!! Tuhan kenapa jadi begini sih?" gumam Viola.


"Apa gue bilang aja ya sama ibu kalau gue gak mau? Tapi... Ah gimana ini? Waktunya aja singkat benget. Apa gue bisa mencintai Dave*?"


Bersambung...


Maaf ya baru sempat up, mood nulis lagi ancur, kemarin-kemarin tuh.


Terima kasih buat kalian yang selalu setia nungguin Viola dan Kris.


Kata Kris sama Viola, Meraka rindu sama kalian. Hehe


Jangan lupa like dulu, terus komen, terus vote kalau ada, wkwkwk.


Kasih bunga sama kopi juga, otor gak nolak Kok.


Eh-eh, btw...


Gimana ya nantinya kalau Kris tau kalau Viola bertunangan dengan Dave. Kebakaran gak ya Krisna Yudistira.


Eh kalau kebakar, es batunya cair dong.


Ah jadi gak sabar deh...


Eiiitssss.... tapi harus sabar ya!!!


Nantikan episode selanjutnya. Semoga aku bisa up tiap hari, secara rutin. Doakan saja ya!!


See u


Bye-bye


I love u sekebon cabe.


Sekian dan terima gajih, eh kok gajih. Aduh tau aja kalau gajihan belum turun, wkwkwkwk...

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2