
Hari ini adalah hari yang di nanti Viola, bagaimana tidak? Hari ini hari weekend dan Viola pastinya libur kerja. Jam sudah menunjukan pukul 10 siang, namun Viola masih setia bersembunyi di balik selimutnya itu, masih memejamkan matanya, berkeliaran di dalam dunia mimpinya.
Sebuah mobil terlihat memasuki halaman rumah orang tua Viola, tiga orang terlihat keluar dari mobil tersebut. Anita yang sedang duduk bersantai di teras rumahnya itu, melihat kearah ke tiga orang tersebut.
"Kak Adam...." Teriak Anita, berjalan menghampiri kakak laki-lakinya itu.
"Asalamualaikum." Ucap Adam dan istrinya, serta satu orang laki-laki yang berdiri di belakang mereka.
"Walaikum'salam." Jawab Anita, lalu Anita menyalami kakak dan kakak iparnya itu. Anita terdiam saat melihat laki-laki yang berdiri di belakang kakaknya itu.
"Hay kak, apa kabar? Sudah lama ya kita tidak bertemu?" Ucap laki-laki tersebut, sambil menyodorkan tanganya kepada Anita.
Anita mengangguk, lalu meraih tangan laki-laki itu, Anita bertanya-tanya siapa laki-laki ini, kenapa dia mengenal Anita, sedangkan Anita tidak mengenalnya.
"Kamu masih inget Dave--kan dek?" Tanya Adam, "ini Dave adiknya kak Mila." Lanjut Adam, diangguki oleh Mila istrinya.
Anita langsung membulatkan matanya, "ya ampun ini Dave?"
Laki-laki itu menganggukan kepalanya, sambil tersenyum.
"Astaga, udah gede ya sekarang! Gila ganteng banget kamu!" Sambung Anita memujinya.
"Ah kakak bisa aja," ucap Dave tersipu malu.
"Ibu sama bapak ada gak dek?" Tanya Mila.
"Ada kak, oh iya. Ayo masuk!" Ucap Anita, mempersilakan mereka masuk, dan mereka pun masuk ke dalam rumah tersebut.
"Bentar ya, aku panggil ibu sama bapak dulu!" Ucap Anita, lalu bejalan meninggalkan mereka yang sudah duduk di ruang tamu.
"Ibu, bapak..." Teriak Anita.
"Ada apa sih kak, teriak-teriak. Berisik tau!" Sahut Pak Arga.
"Hehe, itu ada kak Adam sama kak Mila, terus sama adiknya kak Mila, siapa itu aku lupa namanya?" Tutur Anita.
"Dave.." Sahut Bu Hanum, yang berjalan kearah mereka.
"Nah iya, Dave."
"Ya sudah ayo kita temui mereka pak," ajak Bu Hanum, kepada suaminya, dan pak Arga menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Kak kamu buatin minum buat mereka!" Titah Bu Hanum, kepada Anita.
"Siap Bu." Anita pun berjalan menuju dapur, sedangkan Bu Hanum dan pak Arga berjalan menuju ruang tamu menemui anak dan menantunya itu.
"Pak, bu..." Ucap Adam, saat melihat ke dua orang tuanya itu. Adam meraih tangan orang tuanya, menyalami mereka, di ikuti oleh Mila dan Dave.
"Kenapa tidak bilang-bilang dulu mau kesini? Ibukan bisa siapkan apa gitu buat kalian!" Ujar Bu Hanum.
"Gak usah repot-repot Bu, oh iya gimana kabar ibu dan bapak?" Ucap Mila.
"Alhamdulillah kabar kami baik nak."
Mereka pun mengobrol, bertukar kabar dan yang lainnya. Tak lama kemudian Anita kembali, membawa nampan yang berjejer gelas, dengan isian jus jeruk.
"Silahkan di minum.." Ujar Anita, menata gelas tersebut keatas meja.
"Rajinnya adekku ini," puji Adam.
"Iya dong, pasti. Anita gitu loh." Ucap Anita Angkuh, tidak ada malu-malunya.
Adam hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, sedangkan yang lain hanya terkekeh pelan melihat tingkah Anita tersebut.
"Oh iya nak Dave sibuk apa sekarang?" Tanya Pak Arga.
"Iya pak, Dave sekarang bantuin Adam, syukurlah ada Dave jadi pekerjaan Adam sedikit ringan sekarang!" Timpal Adam.
"Sementara itu loh mas, nanti kalau Dave sudah menikah dengan Viola, dia bakalan terusin perusahaan ya sendiri." Sahut Mila, istrinya.
"What, demi apa? Viola mau nikah sama Dave? Kanapa aku baru tau sekarang? Kenapa ibu dan bapak tidak memberi tahu aku? Kakak juga kenapa gak bilang sama aku? Kalian semua tega sama aku?" Tanya Anita bertubi-tubi, raut wajahnya terlihat sangat terkejut, namun di campur dengan suara sendu.
"Kamu ini bertanya sudah macam wartawan saja Anita!!" Ucap Bu Hanum.
"Ya sudah cepat jelaskan padaku?" Tegas Anita, melipat kedua tangannya di depan dada, dengan bibir yang mengerut.
"Baik-baiklah. Jadi begini Nit, kita itu mau jodohin Viola sama Dave, kamu gak keberatan kan?" Ucap Adam.
"Maksud kakak, kalau misalkan perjodohan ini sukses, adik kamu mau menikah dengan Dave, kamu gak apa-apakan di langkahin sama Viola." Lanjut Adam.
"Apa? Jadi ini baru rencana? Apa Viola udah tau tentang ini?" Gunam Anita.
"Sebenarnya kita belum ngasih tau sama Viola Nit, dan kedatangan kita ke sini itu, untuk melakukan pendekatan terlebih dahulu." Sambung Mila.
__ADS_1
"Jadi Viola belum tau soal ini?" Tanya Anita.
Mereka semua menganggukan kepalanya.
"Dan kamu jangan kasih tau ini sama Viola, rahasiakan ini saja dulu Kak, ibu minta." Ucap Bu Hanum.
"Emang elo yakin Dave, mau sama Viola?" Tanya Anita kepada Dave.
"Kak..." Pak Arga melirik Anita, dengan tatapan tidak bersahabat.
"Tentu saja kak, Dave mau. Dave bersungguh-sungguh dengan Viola, ya walau pun Dave dan Viola belum saling mengenal, hanya pernah mengenal sekilas waktu kalian ke rumah. Dave sudah jatuh cinta sama Viola." Tutur Dave, dengan gamblangnya.
Adam dan Mila pun, membulatkan matanya. Tak menyangka Dave akan berbicara seperti itu. Sedangkan pak Arga dan istrinya tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, aku setuju!" Seru Anita.
"Tapi awas aja kalau adek gue, elo sakiti gue keramasin elo!" Lanjut Anita, mengancamnya.
Bu Hanum dan Pak Arga melotot kearah anaknya itu, Anita membalas dengan senyuman tanpa dosa. Sedangkan Adam dan Mila hanya menggelengkan kepalanya, sudah biasa dengan sikap bar-bar Anita, tidak jauh dengan Viola sikapnya sama. Ya emang wajar mereka-kan saudara.
"Siap kak!" Jawab Dave.
"Tapi nak Dave, di sini bapak mau bilang sebelumnya kalau sikap Viola dan Anita tidak beda jauh, bapak harap kamu bisa tahan. Dan satu lagi, bapak tidak mau memaksa Viola, jika pendekatan ini gagal, dalam arti Viola tidak mau dengan nak Dave, bapak mohon maaf sebesar-besarnya. Karna bapak tidak mau memaksakan Viola." Ujar Pak Arga.
Dave langsung menganggukan kepalanya, "iya pak Dave paham, kak Adam sudah menjelaskan kepada Dave, Dave akan terima keputusan akhir nanti dari Viola, untuk saat ini Dave hanya ingin kenal lebih dekat dengan Viola, semoga saja Viola mau sama Deva!" Ucap Dave, diiringi dengan senyumannya.
"Kalau jodoh pasti kalian bersatu!" Ujar Mila.
"Amin.." Ucap semua orang yang ada di sana.
"Tapi Nit, seandainya mereka berjodoh kamu tidak apa-apakan?" Tanya Adam.
"Lah aku emang kenapa?" Anita menjawab dengan heran.
"Maksud kakak kamu gak apa-apa, kalau dilangkahi?"
"Enggak apa-apa, asal pelangkahnya masuk akal aja!" Ucap Anita, tersenyum penuh arti.
"Apa-pun pasti aku berikan kak!" Sahut Dave.
Anita tertawa, mendengar jawaban dari Dave tersebut, "Hahah, gue bencanda kali, gue ikhlas di langkahin, doain aja semoga gue dapet jodoh yang baik." Ucap Anita.
__ADS_1
"Amin...."
Bersambung....