My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 44


__ADS_3

Dave kini sudah di pindahkan ke ruang rawat. Mereka kini sudah di perbolehkan untuk menemuinya, namun Dave masih belum siuman. Ia masih terlelap di atas brankar tersebut.


"Dave bangun dong, maafin gue ya! Pasti ini gara-gara gue," ujar Viola. Viola meraih tangan Dave yang mengusapnya pelan.


"Dek udah jangan ngerasa bersalah, ini itu kecelakaan, bukan gara-gara kamu!" protes Mila, ia tidak mau kalau Viola menyalahkan dirinya sendiri akibat kecelakaan yang Dave alami itu.


"Iya benar kata kakak Mila Vio," Adam ikut menimpanya.


Viola hanya menghelai nafasnya. Tapi tetap saja ia merasa bersalah.


"Mas aku laper!" ucap Mila kepada Adam.


"Ya sudah tunggu di sini, biar mas beli makanan dulu."


"Gak mau, aku mau ikut."


"Ya sudah ayo. Oh iya Vi kamu mau di belikan makanan apa?" tanya Adam kepada Viola.


Viola menggelangkan kepalanya, "enggak kak, aku udah makan tadi masih kenyang."


"Ya sudah, kita titip Dave sebenatar ya! Kalau ada apa-apa kabari kakak." pesan Adam. Diangguki oleh Viola mereka--pun berlalu dari ruangan Dave tersebut.


Viola menarik kursi, ia duduk di sana, matanya masih melekat menatap Dave yang masih memejamkan matanya itu.


Tak lama kemudian Viola melihat Dave menggerakkan tanganya yang masih digenggam oleh Viola. Dave membuka matanya perlahan.


"Syukurlah elo udah sadar Dave!" seru Viola, ia mengulas senyumanya.


Dave tersenyum tipis, "dimana aku?" lirih Dave, ia mencoba untuk bangun. Namun Dave merasakan kepalanya terasa sangat berat dan sakit.


"Awww...."


"Elo mau ngapain Dave? Jangan bangun dulu, kepala elo pasti masih sakit." Viola membantu Dave untuk bersandar.


"Aku gak apa-apa kok."

__ADS_1


"Gak apa-apa gimana, kepala elo luka juga!"


"Luka dikit doang." Kata Dave, "oh iya, ngapain kamu di sini Vi?" tanyanya kemudian.


"Lagi belanja," jawab Viola asal-asalan, "peke nanya lagi gue lagi ngapain disini? Ya lagi nungguin elo--lah. Gue itu khawatir banget tau!" ketus Viola.


"Kamu beneran mengkhawirkan aku?" Dave menatap lekat Viola, jujur saja hatinya merasa bahagia mendengar Viola begitu mengkhawatirkannya.


"Iyalah, masa gue bohong! Kalau gue gak khawatir gak mungkin gue di sini!" jawab Viola sedikit kesal.


Dave tersenyum lebar, sumpah pengen banget nyium Viola yang terlihat mengemaskan itu, eh kok nyium? Nyubit maksudnya. Eh tapi kalau author izin boleh juga sih!!


Author: Ck, ngarep lu Dave.


oke lanjut....


"Idih malah senyum-senyum gitu lagi!" protes Viola.


"Gak apa-apa gak ada yang larang ini. Gak ada tuh UUD yang melarang orang tersenyum, senyum jugakan ibadah," ucap Dave tak mau kalah.


"Aku gak senyum sendiri' kan ada kamu di sini!"


"Ih nyebelin, tau ah gelap."


"Gelap, bukannya ini masih sore ya?"


"Dave kok elo jadi nyebelin sih. Apa gara-gara kepala elo habis kebentur kali ya?"


"Mungkin," jawab Dave, sambil tertawa.


"Udah ah jangan bencanda terus gak lucu tau!" Viola mengerutkan bibirnya.


"Emang, yang lucu itu kamu." ujar Dave.


"Tuhkan ngelantur lagi. Kalau gini mendingan elo tidur aja lagi deh, pusing gue!" gerutu Viola. Ia terlihat merajuk.

__ADS_1


"Oke-oke deh."


"Nah gitu kek dari tadi. Oh iya ceritain kenapa sampe elo bisa kecelakaan? Apa ini gara gue? Apa karna gue gak jadi makan bareng elo, elo mau bunuh diri?" cerca Viola.


"Apaan sih Vi, kamu yang ngelantur tuh. Gak ini bukan gara-gara kamu. Tapi tadi itu aku aja yang gak hati-hati nyetirnya," jawab Dave.


"Beneran?"


"Iya!"


"Hah, syukurlah. Oh iya maaf ya gue ngedadak ngabarin elo tadi," ucap Viola sesal.


"Iya gak apa-apa kok! Gak usah minta maaf."


"Ahh Dave, elo baik banget deh. Gue jadi tambah sayang sama elo," ujar Viola sambil tersenyum.


"Sayang? Apa maksud Viola? Dia bilang sayang sama aku? Ya tuhan kok aku jadi deg-degan gini ya!" gumam Dave.


"Iya gue juga sayang sama elo," ucap Dave dengan gugup.


"Ah Dave, elo emang temen yang paling gue sayang!" Viola melebarkan senyumannya.


"Hah teman? Jadi sayang hanya sebagai teman! huh ternyata aku kepedean. Tapi aku berharap rasa sayang kamu suatu hari berubah Vi, tidak sayang sebagai teman, tapi sebagai pasangan!" Batin Dave.


Bersambung...


Like


Komen


Vote


Jangan Lupa...


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2