My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 64


__ADS_3

Cukup lama mereka berpelukan, perlahan Viola tersadar. Apa yang sudah mereka lakukan? Dengan cepat Viola mencoba melepaskan pelukan tersebut, namun Kris menahannya, Kris semakin mengeratkan pelukannya.


"Ku mohon, sebentar saja. Izin aku memelukmu," lirih Kris. Ia memejamkan matanya, apakah ini akan menjadi terkahir kalinya?


"Jangan seperti ini pak, saya mohon." Viola terus memberontak agar bisa terlepas dari pelukan Kris tersebut.


Akhirnya Kris pasrah, perlahan ia melepaskan pelukannya, namun Kris masih menggenggam tangan Viola. Kris menggenggam kedua tangan Viola, matanya kembali menatap lekat manik mata indah milik Viola.


"Aku mencintaimu," ucap Kris bersungguh-sungguh.


Viola terkejut, apa ini? Kris menyatakan cinta padanya, apa ini semua mimpi lagi? Viola mematung, entah harus menjawab apa. Viola takut, takut kalau ini hanya mimpi semata.


"Viola aku bersungguh-sungguh, aku sangat mencintai kamu. Aku tau mungkin aku sudah terlambat, tapi aku hanya ingin tau bagaimana perasaan kamu?"


"Aku tak berharap kamu membalas cintaku, tapi setidaknya aku lega, karna bisa berkata jujur padamu!" ucap Kris lagi.


Viola masih tak bergeming. Larut dalam pemikirannya, Tidak. Ini bukan mimpi, ini nyata Krisna bilang dia mencintai Viola. Haruskah Viola juga bilang kalau dia mencintai Krisna? Lalu bagaimana dengan pertunangannya bersama Dave.


Kenapa? Kenapa, Kris mengucapkan cinta pada waktu yang tidak tepat. Ingin rasanya Viola berkata jujur kepada Kris, namun lidahnya kini terasa kelu.


Viola langsung melepaskan tangannya dari genggaman Kris. Viola langsung berajak dari hadapan Kris, namun saat Viola hendak melangkahkan kakinya, tanganya kembali di tarik oleh Kris.


"Tunggu!" panggil Kris. Viola langsung berbalik pada Kris.


"Tatap mata aku," pinta Kris. "Bicaralah, kalau kamu tidak mencintaiku," lanjutnya.

__ADS_1


Namun Viola malah menundukan kepalanya, ia sama sekali tak berani menatap mata Kris.


"Lakukan Viola aku mohon, aku tau kamu juga merasakan hal yang sama denganku bukan? Jujurlah Viola, aku mohon!'' Lagi-lagi Kris memohon pada Viola. Kris yakin, bahwa Viola mempunyai rasa yang sama dengan apa yang ia rasakan, Kris mengerti posisi Viola sekarang. Tapi jika Viola benar mencintainya, maka Kris akan memperjuangkannya, Kris akan merebut Viola dari Dave tunangannya.


"Aku tidak mencintaimu," ucap Viola. Berbicara masih dengan menundukkan kepalanya. Tidak ada nyali untuk Viola, menatap manik mata milik Krisna.


"Aku tidak percaya, katakan lagi. Tapi tatap mataku!"


Viola menghelai nafasnya, lalu ia memberanikan diri mengangkat kepalanya dan menatap mata Krisna.


Viola menatap lekat manik mata milik laki-laki itu.


"Katakan, jika benar kamu tidak mencintaiku!'' pinta Kris.


"Ak---aku," Viola gugup, susah rasanya mengulangi ucapan penolakan bahwa ia tidak mencintai Kris, bohong jika Viola mengatakan tidak.


"Kenapa tidak bisa Viola. Jika aku akan memperjuangkan kamu, aku akan bicara kepada orang tua kamu."


"Tidak Kris," Viola langsung menepis tangan Kris.


"Kenapa hah? Kita saling mencintai Viola. Ayo kita berjuang bersama!" Kris berusaha meyakinkan Viola.


"Semuanya sudah terlambat, besok aku akan bertunangan dengan Dave. Lupakan aku Kris,"


"Tidak Viola," Kris menggelangkan kepalanya, "semuanya belum terlambat, kamu hanya akan bertunangan, bukan menikah."

__ADS_1


"Tidak Kris! Kamu tidak mengerti bagaimana posisiku. Lupakan cinta kita Kris, lupakan aku. Anggap saja kita tidak pernah bertemu dan saling mengenal."


"Aku tidak akan melakukan hal itu Viola, semua itu mustahil. Kamu cinta pertamaku dan aku mau kamu jadi cinta terakhirku." Tegas Kris.


Kris kembali meraih tangan Viola dan menggenggamnya, "kita berjuang sama-sama. Kita bicara pada orang tua kamu, aku yakin orang tua kamu pasti akan mengerti Vio. Aku mohon,"


Viola hanya Diam, dengan air mata yang mengalir deras dari pelupuk matanya. Semuanya sangat sulit untuk Viola, kalau--pun Viola menyetujui permintaan Kris, berbicara kepada ibu dan bapak Viola. Apa mereka akan mendengarkannya? Bukan hanya itu, bagaimana nasib kedua orang tuanya kalau pertunangan dirinya dan Dave batal. Itu sama saja Viola memberi kotoran di wajah kedua orang tuanya.


Tapi Viola tak bisa membohongi hati kecilnya, tentu saja ia mau berjuang bersama Kris. Mereka saling mencintai, apa mereka salah ingin memperjuangkan cinta mereka?


Temukan jawabannya di episode selanjutnya...


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan Votenya ya.


Semoga Kris dan Viola bisa memperjuangkan cinta mereka sampai ke pelaminan. Eaaa...


Kasih semangat bang Kris sama neneng Viola yuk.


Gift bunga sama kopi aja yang banyak!! Wkwkwk


Terima kasih.


See u..

__ADS_1


Bye-bye


__ADS_2