
Viola dan Anita kini sudah berbaring di kasur milik Viola. Kasur Viola yang berukuran 120 cm x 100 cm, membuat adik kakak itu tidur berdesakan.
"Stt, elo beli kasur baru sih dek, sempit banget!" Gerutu Anita.
"Sayang kak, masih bisa di pake ini."
"Pelit banget sih elo, kasur gak sampe puluhan juta kali, masih sanggup beli. Lagian pesangon elo dari YS grub--kan banyak."
"Selama masih bisa di pake, gak masalah tuh. Bukan gue pelit, tapi gue harus berhemat kak, elo taukan gue masih pengangguran."
"Ya udah dah, terserah elo."
"Ck, kok kita malah bahas kasur sih, katanya elo mau ceritain semuanya kak, cepat dong ceritain gue penasaran," ucap Viola.
"Iya-iya bentar, gue cari posisi yang enak dulu ini, sumpah kasur elo sempit banget dek, gak nyaman gue!"
"Elo banyak cingcong kak, mau cerita apa kagak?" Kesal Viola.
"Iya gue cerita sekarang."
"Jadi gini awalnya itu Dave ngajak gue ketemuan, gue pikir dia mau bahas elo, atau kalian lagi ada masalah, eh ternyata tebakan gue melenceng!" Ucap Anita, ia memulai menceritakan semuanya.
"Terus?"
"Nah setelah gue ketemu tuh sama dia, eh tiba-tiba dia bilang dia cinta sama gue, lah gue kaget dong, apa maksudnya coba? Terus dia bilang selama ini dia berhubungan dengan elo itu, mau deketin gue. Gak masuk akal bangetkan?"
"Terus-terus?"
"Terus-terus aja elo, bentar gue napas dulu," kesal Anita. Viola hanya memberikan cengiran pada kakaknya itu.
"Gue gak percaya dong ya. Gue kesel banget tuh sama si Dave. Nah gue ngadu aja sama kak Adam. Eh kak Adam malah gak percaya sama gue, alhasil gue malah dimarahin sama dia."
"Terus-terus?" Tanya Viola lagi.
"Udah mentok bege, terus-terus aja elo. Kaya tukang parkir."
"Menurut elo, masuk akal gak sih alasan si Dave itu?" Tanya Anita kemudian.
"Emm, ya bisa aja masuk akal kak. Kitakan gak pernah tau gimana hati orang, iya gak?"
__ADS_1
"Iya sih Vio, tapi gue gak percaya kalau Dave gak cinta sama elo. Gue yakin ada sesuatu yang Dave sembunyikan dari kita semua!''
"Maksud elo kak, sembunyikan bagaimana?"
"Ya elo pikir aja dek, kenapa pas acara pertunangan elo sama dia udah deket, kenapa Dave tiba-tiba berubah? Gue yakin ada sesuatu yang terjadi sama dia, jadi dia gak beres kaya gini." Jelas Anita.
"Ya mungkin aja, dia baru beraninya sekarang kak." Ujar Viola ia mencoba berpikir positif.
"Ck, elo kok jadi belain si Dave sih?"
"Yeee, siapa yang belain dia. Gue bicara faktanya kak. Eh tapi elo emang suka sama sih Dave kak? Sampe elo mau gantiin gue?"
"Suka? Boro-boro suka, yang ada gue kesel banget sama dia. Lagian gue gak percaya sama omongan tuh orang!"
"Gue bisa bedakan ya, mana orang yang cinta sama gue sama yang enggak!" Lanjut Anita.
"Iya-iya deh gue percaya. Tapi ya kak, gue makasih banget sama elo. Berkat elo gue jadi bisa menata masa depan gue lagi," ucap Viola seraya tersenyum bahagia.
"Ck, gaya elo. Bahas masa depan lagi. Gagal tunangan juga, bangga! Malah terima kasih lagi sama gue, yang jelas-jelas gue yang udah buat elo sama Dave gagal Tunangan."
"Terserah elo deh kak, yang gue bahagia bisa gagal tunangan sama Dave. Akhirnya gue bisa memperjuangkan cinta gue, gue bisa kejar kebahagian gue kak!'' riang Viola. Tak bisa di pungkiri hatinya begitu sangat lega.
"Eh-eh tunggu, memperjuangkan kebahagian elo? Maksudnya?"
"Iya kak, elo udah selesaikan ceritanya?"
"Iya udah," jawab Anita.
"Sekarang gue mau cerita sama elo."
"Apaan nih?''
"Kak elo tau kenapa gue seneng elo gantiin posisi gue jadi tunangan Dave?" Tanya Viola, Anita langsung menganggukan kepalannya.
"Gak gue gak tau, cuman yang gue tau karna elo gak cinta sama Dave--kan?"
"Iya benar, tapi ada satu hal lagi kak!"
"Apa?"
__ADS_1
"Gue udah jatuh cinta sama pria lain kak." Ujar Viola, ia tersenyum sambil membayangkan wajah Krisna.
"Wah-wah, siapa-siapa?" Penuh antusias Anita bertanya. Siapa pria yang bisa menaklukan hati adiknya itu, pria seperti apa? Anita benar-benar penasaran. Bahkan laki-laki Dave yang sudah mendekati kata sempurna sebagai seorang laki-laki, Viola tak mampu membuka hatinya.
"Kak taukan Kris?"
"Kris?" Anita mengulang ucapan adiknya itu, ia terlihat berpikir. Kris? Siapa Kris?
"Krisna Yudistira kak!" Ucap Viola lagi.
"Oh iya-iya gue tau, Presdir di YS grup itukan?" Viola langsung menganggukan kepalanya.
"Tunggu-tunggu, maksud elo. Elo jatuh cinta sama dia?" Anita memasang wajah keterkejutannya. Alamak, adiknya itu menyukai Krisna Yudistira. Dan dia bilang mau memperjuangkan cintanya pada laki-laki itu. Astogeh malang sekali, nasib adik kesayangannya itu. Pasti cintanya bertepuk sebelah tangan. Anita tau betul bagaimana sikap Sang Krisna Yusdistira, bahkan bukan hanya dirinya, orang-orang juga tidak akan asing dengan nama itu, bahkan nama Krisna Yudistira, selalu di sebut dalam perusahaan-perusahan ternama. Sikap yang dingin dan arogan sudah diketahui banyak orang. Wanita-wanita yang lebih dari sang adiknya saja di tolak mentah-mentah sama tuh Krisna Yudistira. Lah Viola, dia siapa? Bukannya Anita meremehkan adiknya itu, tapi mengingat sikap arogan seorang Krisna Yudistira. Apa mungkin Viola bisa menaklukan hati laki-laki itu?
"Dek sebaiknya elo lupain dia. Buang jauh-jauh perasaan cinta elo itu. Perjuangan elo bakalan sia-sia dek, percaya sama gue!" Pinta Anita.
"Maksud elo kak? Kenapa gue harus lupain pak Kris?''
"Viola denger, bukannya Kakak meremehkan kamu, tapi kamu taukan bagaimana sikap laki-laki itu? Di balik kesempurnaan dan kekayaannya yang dia miliki. Dia laki-laki arogan yang sangat menyebalkan Vio. Kakak gak mau kalau sampai kamu kecewa nantinya," jelas Anita.
Viola mengerti apa yang dikatakan kakaknya itu, namun dibalik itu semua, ingin rasanya Viola tertawa. 'Elo pikir gue bodoh apa kak? Cinta gue gak bertepuk sebelah tangan kali.' ucap Viola dalam hatinya.
"Dek, kok elo malah senyum-senyum lagi. Kakak serius Viola."
"Iya kak, gue jiga serius. Tapi tenang aja elo gak usah khawatir sama gue. Yang pasti gue akan memperjuangkan cinta gue sama Kris. Gue bakalan bikin dia jadi budak cinta gue kak!" Tutur Viola penuh percaya diri. Lah iya percaya diri dong, karna kata-katanya itu memang benar. Viola memang sengaja tak memberi tahu Anita, bahwa Krisna Yudistira sudah menyatakan cinta padanya.
"Ngimpi elo dek. Udah ayo tidur biar bisa meraih mimpi elo itu," ledek Anita, lalu ia membelakangi Viola dan mulai memejamkan matanya.
'Gue gak mau mimpi kak, gue maunya nyata. Dan semoga kenyataan itu cepat terlaksana.' gumam Viola.
Bersambung...
Like
Komen
Vote
Jangan lupa ya guys ya!!
__ADS_1
Terima kasih.