
Viola masih mematung tak percaya, benarkah? Apa ini hanya mimpi. Ya tuhan, bagaimana ini? Viola mencoba menepuk-nepuk pipinya pelan. Dan...
"Vio, Viola bangun..." ucap Bu Hamun, ia menepuk-nepuk pipi Viola pelan. Mencoba membangunkan putri bungsunya yang tertidur lelap dengan posisi duduk di kursi yang berada di depan teras rumahnya.
"Astagfirullah, ibu..." Viola terkejut, ia langsung membuka matanya.
"Kamu ngapain tidur di sini hah? Kurang kerjaan, siang bolong begini lagi!"
"Bukan tidur bu, ketiduran. Gak ada niatan buat tidur tadinya," elak Viola.
"Ck, dasar. Cepat bantu ibu, antarkan pesenam kue ibu." pintanya.
"Ah, panas Bu. Gak mau ah," tolak Viola, dengan malas.
"Sebentar doang Vio, antarkan pesanan kue ini ke rumah pak Yudistira. Kamu taukan rumahnya dimana, kamukan udah pernah kesana."
"Rumah pak Yudistira? Gak mau ah Bu. Jauh rumahnya, lagian aku naik apa kesananya? Motorku masih di bengkel," ucap Viola beralasan.
"Ya pake motor itu saja," bu Hanum menunjuk kearah motor yang sering digunakan oleh Viola kekantornya, sebelum ia di pecat.
"Itu motor orang Bu, gak mau ah."
__ADS_1
"Kalau motor orang ngapain kamu masih simpen di sini, kenapa gak di kembalikan Viola?"
"Viola belum sempet bu, lagian Viola udah suruh orang kantornya buat jemput tuh motor."
Ya memang Viola meminta tolong kepada Diki, untuk mengambil motor yang di berikan oleh Kris tersebut, Diki bilang iya, dia akan mengambilnya. Namun sampe detik ini manusia satu itu belum menjemputnya juga. La iya, mana mau Diki jemput itu motor, lagian itu motorkan sebenernya udah jadi milik Viola, Kris khusus membelikannya. Namun tanpa sepengetahuan Viola tentunya. Sebenernya bisa saja Viola mengantarkan motor itu ke kantor Kris, cuman ya, Viola malas datang kesana, malas bertemu dengan Krisna Yusdistira.
"Ya sudah gak apa-apa, pinjem bentar bisa kali Viola. Nih kuenya, cepat antarkan sekarang! Ibu masih banyak kerjaan." titah Bu Hanum, tanpa ampun, memaksa Viola untuk mengantarkan kue tersebut, Bu Hamun meletakan kue tersebut di meja yang ada di samping Viola, lalu Bu Hanum masuk kembali ke dalam rumah.
Viola mengdengkus kesal, ia berajak dari kursi yang ia duduki itu, dengan wajah yang ditekuk kusut seperti kulit jeruk, mau tidak mau akhirnya Viola--pun menurut.
Ia masuk terlebih dahulu kedalam rumah, menuju kamarnya mengambil kunci motor dan jaket jeans kesayangannya. Setalah itu, Viola langsung meluncur melajukan motornya ke rumah pak Yusdistira.
"Ya ampun, macet lagi, mana panas." Gerutu Viola, kini ia sedang diperjalanan menuju rumah pak Yusdistira.
Sebenarnya itulah alasan kenapa Viola tidak mau mengantarkan kue tersebut, ia malas bertemu dengan Kris. Semoga aja tuh mantan bos arogannya gak ada di rumahnya jadi Viola gak ketemu sama dia.
Eh-eh tunggu, bicara tentang Krisna. Viola jadi ingat tadi mimpinya. Tak sadar Viola menarik ujung bibirnya tersenyum.
"Andai saja tadi beneran Kris ngelamar gue, gue seneng banget deh," ucap Viola.
"Ya walau--pun dalam mimpi itu ngelamarnya kagak romantis, ngelamar di teras rumah gue," lanjut Viola. Ia semakin melebarkan senyumannya.
__ADS_1
Andai, Viola berandai-andai kalau yang akan bertunangan dengannya itu adalah Krisna, sumpah demi apa--pun, Viola gak akan menolaknya. Tapi sayangnya ia akan bertunangan dengan Dave. Laki-laki yang sama sekali tidak ia cintai.
"St, apa yang gue pikirkan!" Detik kemudian Viola tersadar.
"Kenapa gue berharap Kris ngelamar gue? Apa mamang gue udah jatuh cinta sama dia ya? Isst tapi masa iya sih? Diakan menyebalkan, arogan pula. Sikapnya udah kaya es kutub Utara, dingin banget."
Lama bermonolog dengan dirinya sendiri, akhirnya kemacetan--pun merenggang, Viola bisa dengan bebas melajukan motonya.
Kini Viola merasakan perasaannya dilema, apa iya dia sudah jatuh cinta terhadap Krisna? Jawabannya iya, iya Viola mencintainya, tak sadar ia sudah jatuh hati pada mantan Presdir Arogan--nya itu.
Namun sayangnya, mungkin Viola harus secepatnya menghilangkan perasaan cinta itu, karna sebentar lagi ia akan bertunangan dengan Dave.
Cinta datang di saat waktu yang tidak tepat. Viola harus merasakan patah hatinya.
Bersambung..
Like
Komen
Votenya dulu ya
__ADS_1
Lanjut 2 bab lagi, ditunggu ya....
Riviewnya agak lama ini sistem kagak tau kenapa!!