
Tak lama kemudian mereka-pun sampai. Anita tanpa sepatah kata pun langsung keluar dari mobil Dave. Dave hanya tersenyum menyikapi tingkah Anita tersebut, Dave tau Anita tidak bisa menerimanya, jika boleh jujur Dave juga sama. Tapi apalah daya? Tidak ada yan bisa dilakukannya.
Dave hanya ingin mengawali semuanya Anita dengan baik, jika pun nantinya kemungkinan mereka berpisah itu semuanya juga akan baik-baik saja. Mereka tidak saling mencintai, tidak ada harapan lebih. Yang penting sekarang, tunangan itu akan tetap dilangsungkan. Keluarganya terselamatkan.
Dave tau dia sangat egois, bahkan dia memaksa Anita. Dave harap suatu hari nanti mereka akan mengerti. Apa tujuan Dave melakukan semua ini. Dan untuk Viola, mungkin Dave harus belajar melupakannya, tidak ada harapan untuknya, walaupun tanpa ancaman yang di berikan kepada Dave. Kemungkinan mendapatkan cinta Viola hanya angan-angan. Apa lagi tadi Dave mendengar sendiri dari Anita, apa mungkin Viola mencintai laki-laki lain? Entahlah, yang pasti jika itu benar Dave akan berusaha mengikhlaskannya, melihat Viola bahagia, Dave akan ikut serta bahagia. Itulah cinta tulus Dave untuk Viola, sayangnya takdir tak mengharapkan mereka bersama.
***
Viola terbangun dari tidurnya, ia mendengar sedikit kebisingan dari luar kamarnya. Iya itu suara orang tuanya dan juga Anita. Sedang apa mereka malam-malam begini? Kenapa mereka belum tidur? Pikir Viola, sambil bertanya-tanya dalam hatinya. Viola pun memutuskan untuk berajak dari tempat tidurnya, ia berjalan keluar dari kamarnya.
"Kak Anita, ibu, bapak! Kalian belum tidur?" Tanya Viola, dengan suara khas orang bangun tidur. Viola--pun berjalan menghampiri mereka.
Mereka hanya tersenyum menjawab pertanyaan Viola tersebut.
"Kalian dari mana kok rapi begini?"
"Kami baru pulang dari rumah orang tua Dave," jawab Bu Hanum. Viola hanya membulatkan bibirnya, O ajalah.
"Habis ngapain?" Lanjutnya bertanya.
Orang tua Viola, serta Anita mereka saling melemparkan pandangannya. Bingung, jawab apa ya?
Bu Hamun menghelai nafasnya, sepertinya tidak ada yang mau menjelaskannya. Baiklah terpaksa ibu Hanum yang membuka suara.
__ADS_1
"Vio, ada yang ingin kami bicarakan!" Ujar Bu Hamun.
"Apa? Keliatannya serius sekali?"
"Iya, jadi begini--" Bu Hamun menggantungkan ucapannya. Bingung bin pusing bagaimana menjalankannya? Mulai dari mana ia harus berkata-kata.
"Apa Bu?" tanya Viola penasaran.
"Vio, sebelumnya kami minta maaf. Kami melakukan ini tanpa sepengetahuan dan persetujuan kamu," ujar pak Arga, karna sang istri tak kunjung bicara akhirnya beliau yang akan menjelaskan pada Viola. Dalam hatinya pak Arga berdoa, semoga hal ini tidak menyakiti perasaan putri bungsunya itu.
"Dave membatalkan pertunangannya," ucap pak Arga, sedikit ragu. Ketakutan terlihat dari wajah laki-laki parubaya itu.
"Batal?" Viola terkejut, "kok bisa? Acaranyakan besok!"
Sumpah demi apapun, dalam hati Viola bersorak gembira. Ia tidak jadi bertunangan dengan Dave. Tapi bagaimana nasib kedua orang tuanya? Kak Adam? Bukannya undangan sudah di sebarkan? Sebenarnya apa alasan Dave membatalkan pertunangan itu, apa ini gara-gara Viola? Apa Viola ada salah sama Dave? Tapi Viola tidak merasa melakukan kesalahan apapun?
"Apa Vio berbuat salah ya? Kenapa Dave membatalkan nya?" Tanya Viola. Kedua orang tuanya langsung mengelengkan kepala mereka. Sedangkan Anita, ia melihat wajah Viola terlihat bersedih.
Apa jangan-jangan Viola sudah mencintai Dave? Apa keputusan Anita salah? Pikir Anita.
'Ya tuhan, apa Viola sudah mulai cinta sama Dave. Aku lihat garis kesedihan di wajah adikku, jika itu benar, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri tuhan. Maafkan kakak Vio, kakak harap kamu tidak akan membenci kakak,' gumam Anita.
"Maafkan Vio, pak, Bu." Sesal Viola.
__ADS_1
"Tidak nak, kamu tidak salah. Kami yang minta maaf. Sebenarnya pertunangan itu akan tetap di langsungkan. Namun bukan sama kamu, tapi sama---" pak Arga menggantungkan ucapnya. Sudut matanya melihat kearah Anita, yang terlihat kecemasan di wajah putri keduanya itu.
'Dave akan bertunangan dengan siapa? Apa selama ini Dave mempunyai kekasih?' gumam Viola.
"Sama siapa pak?" Tanya Viola.
"Kakak kamu," jawab Pak Arga sambil menoleh kearah Anita. Anita langsung menundukan kepalanya.
Sedangkan Viola ia menatap tak percaya. Bagaimana bisa? Apa selama ini diam-diam mereka berhubungan di belakang Viola? Apa iya? Tapi Viola rasa tidak mungkin, ia kenal betul bagaimana sang kakak, Anita tak setega itu.
'Dave akan bertunangan dengan kak Nita? Ada apa sebenarnya ini?' batin Viola.
Bersambung...
Like
komen
Vote
Jangan lupa ya.
Sampai ketemu lagi besok. Author mau bobo syantik duyu. Bye..
__ADS_1
Terima kasih.