My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 57


__ADS_3

"Ada apa Dev, elo ngajak gue ke sini?" Tanya Anita kepada Dave. Mereka kini tengah berada di sebuah Caffe. Anita menatap penuh tanya serta bingung, Dave mengajaknya untuk bertemu, tanpa di ketahui siapa--pun, termasuk Viola.


"Ada yang mau saya bicarakan sama kamu," jawabnya.


"Apa?"


"Anita, apa aku boleh jujur sama kamu?"


"Maksud elo? Bicara yang jelas deh Dave!" Pinta Anita.


"Emmm, ak---aku aku su--suka sama kamu!" Ujar Dave gugup.


Anita terkejut, ia langsung membulat netranya, apa maksudnya ini? Pikirnya. Namun detik kemudian, Anita tertawa.


"Hahahah..."


"Dave, elo udah pindah profesi ya sekarang?" Lanjutnya bertanya.


"Anita aku serius!" Tegas Dave, ia meraih tangan Anita.


Anita langsung menghentikan tawanya. Ia menatap Dave tak percaya.


"Aku sukanya sama kamu, bukan sama Viola. Aku mendekati Viola, sebenarnya agar bisa dekat sama kamu!" ucap Dave lagi.


Anita langsung melepaskan tanganya yang di genggaman Dave. Wajah Anita seketika berubah menjadi tidak bersahabat.


"Dave, elo jangan bercanda ya! Ini gak lucu," ketus Anita.


"Aku gak bercanda, sumpah demi apa--pun. Aku cinta kamu Anita. Sejak awal aku tertarik sama kamu bukan adik kamu. Soal perjodohan aku dan Viola, itu semua atas permintaan orang tuaku, aku terpaksa menyetujuinya. Jujur saja aku selama ini berusaha menata hati aku untuk adik kamu, tapi aku gak bisa Nita." Jelas Dave.


"Elo emang gak waras ya Dave. Elo udah mainin perasaaan adik gue! Elo gak sebaik yang gue kira, gue salah menilai elo. Elo bener-bener busuk. Denger baik-baik gue gak suka sama elo."


"Aku akan membatalkan pertunangan ini, demi kamu! Agar kamu percaya kalau aku benar-benar cinta sama kamu Anita."


"Cukup! Gue gak mau denger lagi omong kosong elo lagi. Elo gak mikir apa hah? Otak elo dimana hah? Sudah sejauh ini elo baru bertindak membatalkan semuanya?" Ucap Anita penuh amarah.


"Iya, aku tau. Aku salah, tapi aku mohon beri aku kesempatan. Aku mencintaimu Anita!"


Anita mengelengkan kepalanya, ia menghelai nafas beratnya, sumpah demi iklan susu sapi gambarnya beruang iklannya naga, eh please mode serius on. Oke, sumpah demi pembaca setia Viola, eh. Sumpah demi apa--pun. Anita benar-benar tak habis pikir dengan sikap Dave. Tiba-tiba dia bilang cinta sama Anita.


Dan bilang kalau dia gak cinta sama Viola, menjalin hubungan dengan Viola terpaksa, lalu sikap dan perhatian yang selama ini dia berikan kepada Viola itu apa? Entahlah Anita tak habis pikir.


Dari sikap Dave selama ini pada Viola, tidak terlihat ada keterpaksaan, bahkan sorot mata Dave dapat menyiratkan kalau ia memang mencintai Viola. Bukannya dulu juga, yang ingin mempercepat hubungan ke jenjang yang lebih serius itu Dave sendiri. Dan sekarang sebentar lagi Dave dan Viola akan melangsungkan pertunangan mereka. Tapi kenapa Dave tiba-tiba berubah begitu saja?


"Aku akan membatalkan pertunanganku dengan Viola, agar percaya Nita dan aku juga akan bilang pada orang tuaku, kalau aku mencintai kamu!" Ucap Dave lagi.

__ADS_1


"Terserah elo, tapi elo harus dengar ya! Gue gak suka sama elo."


"Gue rasa emang lebih baik pertunangan elo sama Viola di batalkan. Karna gue gak rela kalau adik gue, punya pendamping hidup kaya elo. Busuk!" Tegas Anita, ia langsung berajak dari tempat duduknya, dan berlalu keluar dari Caffe tersebut.


Dave hanya bisa menatap nanar kepergian Anita.


"Ah sial," pekik Dave. Ia menyugar rambutnya dengan kasar.


Ia--pun berajak dari Caffe tersebut.


***


Usai bertemu dengan Dave, Anita memutuskan untuk menemui Adam, kakaknya. Anita akan menceritakan semuanya kepada kakaknya itu. Sebelumnya Anita sudah mengirimkan pesan kepada Adam, kalau ia ingin bertemu, ada hal penting yang ingin ia bicarakan dengan Adam.


Adam yang sedang sibuk--pun, meminta agar Anita datang ke kantornya saja.


Sekitar 30 menit Anita menempuh perjalan, menggunakan taksi online kekantor kakaknya itu, akhirnya ia--pun sampai. Anita langsung berjalan menuju ruangan Adam.


Tok tok tok


Anita mengetuk pintu ruangan kakaknya itu.


"Masuk!" Terdengar suara Adam menyahut.


Anita--pun membuka pintu ruangan tersebut.


Adam menoleh kearahnya, "ada apa?" Tanya Adam to the poin. Matanya masih menatap fokus layar leptop yang ada di hadapannya.


Anita menghelai nafasnya, lalu ia duduk di kursi yang berhadapan dengan meja kerja kakaknya itu.


"Kak, aku minta batalkan pertunangan Viola sama Dave!" Ucap Anita.


Adam langsung mengalihkan pandangannya dari leptop, ia menatap adiknya itu keheranan.


"Maksud kamu apa dek?" Tanya Adam.


"Kak Dave itu tak sebaik yang kita kira, dia itu laki-laki busuk, dia hanya mempermainkan Viola!"


"Mempermainkan bagaimana maksud kamu? Jangan bicara asal-asalan Nita, kakak kenal betul bagaimana Dave. Dia tidak mungkin seperti itu!"


"Kak Dave itu tak mencintai Viola, dia hanya memanfaatkan Viola saja. Dia juga bilang kalau dia menyetujui perjodohan itu karna terpaksa," jelas Viola.


"Tau dari mana kamu?" Adam menatap sinis adiknya itu.


"Tadi Dave mengajakku bertemu, dia menceritakan semuanya, dia tidak mencintai Viola, dia bilang dia cinta sama---" Anita menggantungkan ucapnya.

__ADS_1


"Cinta sama siapa?"


'Sial, bagaimana gue menjelaskannya. Gue gak mungkin bilang kalau Dave cintanya sama gue. Gue takut semuanya salah paham!' gumam Anita.


"Nita kok malah diam sih?" Lanjut Adam, bertanya kembali, karna Anita tidak menjawabnya.


"Emm, dia bilang dia cinta sama orang lain. Dia juga bilang akan membatalkan pertunangannya dengan Viola, karna dia sangat cinta sama wanita itu," bohong Anita.


Namun Adam malah tersenyum, sambil menggelengkan kepalanya. Adam sama sekali tak percaya dengan ucapan Anita. Mustahil bagi Adam, jika Dave seperti itu. Selama ini Dave, selalu bilang kalau dia sangat mencintai Viola.


"Sudahlah, kamu jangan ngaur. Lebih baik kamu pulang sana. Kakak lagi banyak kerjaan." Usir Adam.


"Kak aku serius. Batalkan pertunangannya kak. Kasian Viola!" Keukeh Anita.


"Nita, kamu ini kanapa sih hah? Kemarin-kemarin kamu sangat mendukung semuanya, sekarang kenapa jadi begini? Apa kamu cemburu sama Viola, karna dia lebih dulu mendapatkan jodohnya!" Adam tersenyum mengejek Anita.


"Kak, aku gak kaya gitu ya. Jodoh itu di tangan Tuhan. Udah ada yang menentukan, aku gak keberatan kalau Viola nikah lebih dulu. Asal jangan sama Dave!"


"Cukup Anita!" Bentak Adam, "kamu ini kanapa hah? Tiba-tiba meminta untuk membatalkan pertunangan adik kamu? Dave tidak mungkin seperti itu!"


Anita terkejut, untuk pertama kalinya ia dibentak oleh Adam, selama ini walaupun dirinya salah, Adam tidak pernah seperti ini. Mata Anita langsung berkaca-kaca.


"Kak aku bicara apa adanya. Aku hanya ingin yang terbaik untuk adikku, aku menyayangi Viola. Aku ingin Viola mendapatkan laki-laki yang tepat. Bukan laki-laki seperti Dave, laki-laki berhati busuk." Ucap Anita, air mata kini sudah lolos dari sudut matanya.


"Asal kakak tau ya! Selama ini Viola sama sekali tidak menyukai Dave, dia selalu cerita sama aku. Dia terpaksa menerima perjodohan itu, demi kalian."


"Dave bilang dia hanya memanfaatkan Viola, untuk mendekatiku kak, Dave bilang dia mencintaiku!" Lanjut Anita.


"Oh, jadi ini alasan kamu. Sekarang kakak mengerti, kamu cinta sama Dave--kan. Makanya kamu suruh kakak buat batalin pertunangan mereka." Raut wajah penuh amarah terpancar dari wajah Adam.


Anita langsung glagapan. Tidak! Bukan itu maksud Anita, dia sama sekali tidak mencintai Dave. Sial kakaknya sudah salah paham.


"Ti--tidak. Bukan begitu kak, aku sama sekali tidak cinta sama Dave. Aku cuman gak mau kalau Viola bertunangan dengan Dave, yang tidak sama sekali mencintai dia." Kilah Anita.


"Cukup Nita, sekarang kamu pergi dari sini." Usir Adam.


"Kakak tidak mau mendengar omong kosong kamu itu." Lanjut Adam.


"Oke, kalau emang kakak gak percaya sama aku. Kakak tanya sendiri sana sama Deva!" Tegas Anita. Ia langsung berajak dari tempat duduknya dan berlalu meninggalkan ruangan kakaknya itu.


Anita mengusap kasar air mata yang membasahi pipinya. Sambil berjalan keluar dari gedung kantor Adam.


'Kenapa semuanya jadi seperti ini? Kak Adam malam salah paham sama gue. Ini gara-gara si Dave busuk itu, Ya tuhan, harus bagaimana sekarang?' gumam Anita dengan lirih.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan Vote ya.


Terima kasih


__ADS_2