My Presdir Arogan

My Presdir Arogan
Episode 60


__ADS_3

Viola masih mematung memandangi Kris yang terus berjalan. Hingga kini Kris sudah berada di hadapannya.


"Selamat siang!" sapa Kris dengan ramah. Ia masih melebarkan senyumannya kepada Viola.


"Eh, iya siang!" jawab Viola. Viola menggaruk kepala yang tidak gatal. Merasa aneh bin ajaib, kok ini bos arogan, pake ucapan selamat siang segala sih. Dan itu wajahnya kok tambah ganteng amat sih, apa lagi senyum gitu. Eh-eh apa yang Viola pikirkan?


"Eem, bagaimana kabarmu?" Tanya Kris.


"Ba--baik pak, emm ada apa ya bapak kesini?" jawab Viola, sambil berbalik bertanya.


"Apa boleh saya duduk?"


"Eh-eh, iya silahkan." Kris mengangguk, lalu ia duduk di kursi plastik yang ada di samping Viola. Kini Kris dan Viola duduk berdampingan namun terhalang dengan meja plastik yang berada ditengah-tengah mereka.


Sial benget gak tuh meja menghalangi pemandangan. Eh...


"Apa saya menganggu?" Tanya Kris lagi. Viola langsung menggelangkan kepalanya pelan.


Kalau boleh jujur sih sebenarnya Viola keganggu. Kedatangan Kris membuat hatinya cenat-cenut, dag-dig-dug ser ah... Tapi ya sudahlah.


"Maaf ada apa ya bapak kesini?" Tanya Viola to the poin, bukan tanpa alasan. Viola pengen cepet-cepet Kris pergi, karna lama-lama Viola bisa terkena serangan jantung cinta mendadak.


"Apa bisa kamu tidak memanggil saya bapak? Kamukan bukan sekertaris saya lagi," pinta Kris.

__ADS_1


"Panggil gue sayang ke, cinta ke, apa ajalah asal jangan bapak. Emang gue bapak elo?" lanjut Kris berucap dalam hatinya.


"Terus saya harus panggil apa?"


"Panggil sayang gitu? Ck, ogah!" lanjut Viola berucap dalam hatinya.


"Panggil saya Kris saja! Kitakan sudah tidak ada ikatan perkerjaan." jawab Kris.


"Dan gue harap setelah ini kita ada ikatan lagi Vi, elo bakalan jadi sekertaris gue! Tapi bukan sekertaris di kantor. Sekertaris di rumah tangga kita!" Batin Krisna.


"Oke, baiklah Kris. Ada apa?"


"Saya tidak bisa bicara disini, apa kamu mau ikut saya? Sebentar saja! Ada yang ingin saya bicarakan serius dan penting sama kamu!"


"Saya mohon, sebenatar saja!"


"Ih kok situ maksa sih. Saya bilang gak mau, ya gak mau. Kalau mau ngomong ya ngomong aja di sini." Ucap Viola ketus.


Kris menghelai nafasnya, "Sial, kenapa dia jadi galak begini? Biasanyakan gue yang ketusin dia. Kok kebalik. Es gue kemana ini, kok tiba-tiba cair begini?" gumam Kris.


Kulkasnya lagi rusak kali babang Kris, jadi es mu tidak membeku. Wkwkw


"Kalau situ gak mau bicara, ya sudah pergi sana!" usir Viola. Jujur Viola tidak bisa menyebut mantan my Persdir Arogan--nya itu dengan menyebut namanya, makanya Viola nyebutnya situ.

__ADS_1


"Oke saya akan bicara disini." Ucap Kris.


Kris mengumpulkan jiwa keberaniannya, ia menarik nafas pelan lalu membuangnya perlahan. Viola menatap heran Kris, lama tidak berjumpa, kenapa tiba-tiba sikap Krisna, berubah? Pikir Viola.


"Saya cinta sama kamu. Maafkan sikap saya selama ini yang selalu membuatmu kesal, saya sadar saya sudah jatuh cinta sama kamu. Saya tidak berharap kamu membalas cinta saya. Tapi kalau boleh saya meminta, batalkan pertunangan kamu, menikahlah dengan saya." Ucap Kris panjang kali lebar kali tinggi.


Viola membulatkan matanya, mulutnya terbuka, ia tak percaya dengan ucapan Kris barusan. Kris mengucapkan cinta padanya? Bahkan Kris mengajaknya menikah?


Itu artinya Kris saat ini sedang melamar Viola? Tapi kok ngelamar di teras begini sih? Gak ada romantis-romantisnya, terus itu tadi ucapnya, kok begitu. Itu ngelamar apa pidato?


"Viola, will you merry me?" Kris menyodorkan satu buat kotak kecil berbentuk hati berwarna merah, yang berisi cincin berlian berwarna silver dengan bertahtakan satu permata berlian diatasnya.


Demi apa, ada perasaan bahagia di hati Viola. Matanya terlihat berkaca-kaca. Apa Viola bermimpi? Krisna Yusdistira melamarnya?


Bersambung...


Gantung dulu yawww...


Besok crazy up...


Like, komen dan Votenya dulu ya.


Terima kasih.

__ADS_1


I love you sekebon cabe....


__ADS_2