My Secret Admirer

My Secret Admirer
BAB 13 FAKTA


__ADS_3

...ang waktu itu Papa beli buat kamMartin masuk ke rumah setelah sebelumnya duduk-duduk santai di teras sambil menghirup udara malam yang menyejukkan. Tadi tanpa sengaja matanya meneliti jajaran sepatu di rak samping kursi teras. Dan, sepasang sepatu Pantofel yang sudah lusuh langsung menarik Perhatiannya. Ia Pikir Naura sudah membuang sepatu itu....


...Naura yang kebetulan baru keluar dari kamar dan berniat menuju teras segera memutar arah tujuanPakainya Pas udah sampai sekolah.” Naura menyahut tanpa menoleh. Ia memilih menjauh sebelum Pertanyaan Martin berikutnya memaksanya untuk berkata jujur Bahwa, sebelah sepatu hadiah Papanya itu sudah hilanra menghampiri mamanya yang sedang merapikan meja makan dan mengumpulkan Piring kotor ke temi Ma Biar aku yang cuci Piringnya.” Naura mengulurkan tangan untuk membantu Maria. Namun, Maria malah menepis tanga sepertCari muka apa, sih, Ma ? Biaemang aku yang cuci Piring kan," Naura masih" Mama istirahat aja Biar aku yang kesemua,"...


..." Oh habis ini kamu mau baapa kamu ? Bilang kalau kamu yang kerjain semuaAstaga, Ma. Mama kenapa, sih ? Aku cuma berusaha kerjain apa yang aku bisa. Aku cuma Nggak mau Mama capek.”...


..." Nggak usah Pura-pura manis.” Maria menepis kembali tangan Naura yang hendak mengambil satu Piring kotama bisa kerjain semua sendiri,"...


...Maria memutar keran air dan mulai mencuci Piring kotor sementara Naura dibuat seolah tidak berguna di sana Hanya berdiri mematung tanpa dibiarkan melakukan sesuatu yadikerjakannya ura memutuskan untuk beranjak dari dapur. Ia melihat Papanya sedang din menepuk sisi sofa yang kosong sambil menatap sayang Putrinya. Naura mendekat, lalu duduk tepat di sebe meraih sebelah tangan Naura dan menepuk nepu...


...Naura menoleh dan menatap Martin Penuh senyum. Ia selaa. Selalu hangat. Saking hangatnya Naura bisa merasakan hatinya ikut menghangat seperti saaamu masih suka bentak-bu," tanya Martin tanpa menghentikan kegiatannya menepuk tangan munaura tersenyum semakin lebgak kok Mama baik Nggak Pernah maraerakan tangan Martin berhenti Ia tidak sepenuhnya PercaMaafin Papa ...


...Senyuman Naureharusnya kamu bisa hidup lebih bahagia seandainngan kiri Naura bergerak mendarat ke tangan Martin yang sedang menggenggam tangan kanannya. Kini berganti Naura yang menepuk Pelan PunggungPa berhenti ucapin kata-kata itu Aku sama sekali Nggak menyesal bisa ikut Papa sama Mama. Justru aku berterima kasin aku bisa merasakan kehadiran keluarga. Aku senang, Pa.” Na tidak berbohong. Ia sungguh mensyukuri hidupnya saat ini. Bertemu dengan Martin dan Maria setelah sepanjang lima tahun hidupnya hanya tinggal di Panti asuhan tanpa Pernah merasakan hangatnya keluarga, Naura sama sekali tidak Pernah menyesal Apalagi ia bisa memiliki adik semanis Luna. Bukankah ia sangatNaura berhasil menu. Martin tersenyum, lalu menggenggam kedua tangan Naurilang sama Papa kalau kamu butuh apa apa, ya. Papa akan Penuhin sebisa Papa.”...


..." Aku Nggak butuh apa-apa laglihat Papa, Mama, dan Luna sehat-sehat selalu.”...


...Keduanya tin. Kemudian suara Pintu kamar yang dibuka membuat mereka menoleh Rupanya Maria baru saja melewati mereka Tolong buatin Papa teh hangat, ya,” Pinta Martin sambil melepaskan Naura menurut. Ia segera bangkit dan menyibukkan diri di dapur untak Perlu waktu lama. Lima menit berselang Naura kembali ke ruang tamu dengan secangkir teh hangat di tangan Dan, sebelum ia meletakkan teh di meja, suara Martin membuat gerakan tangannya Tolong kamu kasih teh itu buat mamamu, ya. Masuk aja ke kamarnya Dia Pasti senang dapat Perhatian dari kamu.”...

__ADS_1


...Naura terdiabali bersuara. " ini buat Papa Biar aku bikin satu lagi bNggak usah.” Lagi-lagi suara Martin membuat Naura tidak jadi meletakkan cangkir itu di atas meja. " Buat mamamu saja Setelah itu, kamu istirahNaura akhirnya menapa masih mau telepon teman Proyek Mau Pastikan keadaan di sana lancar lancar sebelum Papa balik ke Bandung besok.” Naura mengangguk sekali lagi. Setelah mengucap selamat malam ia berbalik dan masuk ke kamar utama dengan hati hati. Maria, yang sedang duduk di tepi kasur, menoleh kepada Naura yang berja ini aku buatin teh hangat biar tidur Mama nyenyak.” Naura mengulurkan cangkir teh itu ke arah Maria....


...Untuk beberapa saat bukan sambutan tangan yang diterima Naura melainkan justru tatapan elihat itu Naura buru-buru meluruskan keadaan. " Aku Nggak lagi cari muka Ma. Beneran. Mukaku udah ada di sini Nggak Perlu dicari-cari lagi," katanya sambil memegang wajahnya sendiri. Niatnya untuk mencairkan ketegangan antara ia dan mamanya nyatanya selalu gagalJangan kira Mama Nggak tahu niat kamu. Jangan sok manis di depan Papamu,” sahut Maria...


...Bahu Naura merosot dengan kecewa. Mau sampai kapan Mamanya berpikiran negatif tentangnya ? Mau sampai kapan Mamanya menganggap kehadirannya hanya sebk ingin membuat suasana hain buruk Naura meletakkan cangkir teh itu di atas nakas....


..." Diminum ya, Ma. Selagi hangat.” Naura segera beranjak dari sana tanpa menghiraukan tatapan tidak suka yang masih ura menghela napas Panjang setelah menutup rapat Pintu kamar utama dari luar. Ia tidak menemukan Papanya duduk di tempat semula. Namun, Naura bisa mendenra Pun masuk ke kamar. Luna sudah tertidur Pulas di salah satu sisi ranjang. Adiknya itu memang selalu tidur lebih cepat dari...


...Karena belum mengantuk Naursi belajarnya, lalu duduk di sana. Ia berniat melamun sejenak Mengingat kembali keajaiban keajaiban yang terjadk ada yang tahu betapa Naura sangat merindukan sosok di balik Miracle nya selama ini. Naura sudah menebak sosok itu jauh jauh hari. Bahkan, sejak kali Pertama ia menemukan sebuah kertas berbentuk Pesawat berisi mis...


...Pintu kamar terbuka. Lamunan Naura buyar seketika. Ia menoleh, melihat mamanya ria mengabaikan Pertanyaan Naura Ia berjalan mendekati ranjang Dengan Penuh kasih sayang Maria menyelimuti Luna hingga menutupi bahu Mengusap lembut kepalanya, kemudian ra menyaksikan semuanya dalam kepiluan. Ia bahkan tidak berani membayangkan apakah Maria memperlakukannya semaniria beranjak dari sana tanpa menoleh sedikit Pun kepada Naura Seolah Naura adalah makhluk tak kasatmata. Selanjutnya, Maria mematikura berusaha bersikap biasa saja walau hatinya berkata lain. Ia juga ingin mendapat Perlakuan yang sama walau ia bukan anak kandung keluarga ini. Namun, ia sadar tidak Pantas bermimpi selancang itu. Biar bagaimanapun, Naura tahu tujuan Maria dan Martin memungutnya dari Panti asuhan semata sebagai Pancingan. Kata orang-orang zaman dahulu, bila bertahun-tahun belum juga dikarunia anak, mengangkat anak itu bisa menjadi Pancingan...


...Akan tetapi walau hanya menganggapnya sebagai Pancingan untuk memiliki anak apa Maria Perlu sedingin itu kepada Naura ? Mengapa Maria seolah menganggap Salsa sumber masalah ?...


...Ah Naura baru ingat. Dirinya sempat tak sengaja mencelakai Luna hingga hampir membuatnya kehilangan nyawa. Wajar bila Maria semarah itu kepadanya....


...Naura menyalakan lampu belajar kemudian meraih Ponsel di sudut meja Dibukanya ruang obrolan dengan Miracle yang belakangan ini terlihat sangat sepi. Naura bahkan tidak lagi ingat kapan kali terakhir saling bertukar Pesan dengan si misterius itu....

__ADS_1


...Naura rindu saat itu Saat-saat ia akan melupakan sejenak bebannya ketika bertukar Pesan dengan sosok itu sepanjang malam...


...Naura mencoba Peruntungannya. Ia mengirim Pesan untuk orang itu Naura butuh keajaiban saat ini juga...


...anastasyaNaura...


...Hai...


...Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Read....


...Naura spontan menegakkan Punggungnya. Jarang sekali Miracle membaca Pesannya secepat ini Biasanya butuh waktu berjam-jam untuk memastikan Pesan kiriman Naura sudah dibaca...


...Tidak hanya sampai di situ Naura bahkan hampir tidak Percaya ketika Pesan balasan masuk tidak lama berselang...


...Miracle...


...Belum tidur...

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2