My Secret Admirer

My Secret Admirer
bab 52 pembalasan


__ADS_3

Saat Rayna tengah menahan kesal nya dengan segala ucapan Yoga dan juga Inge, yang terlihat sangat jelas sedang merendahkan dirinya. Tiba-tiba sebuah tangan memeluk pinggang kecil nya dari samping. Rayna terkejut saat melihat siapa yang memeluknya itu.


"Sayang, maaf sudah membuat mu menunggu." Ucap Rakana seraya mengecup kening Rayna begitu lembut dan khidmat membuat Rayna semakin terkejut di buatnya. Rakana datang untuk menyelamatkan Rayna dari sebuah penghinaan dua orang di depannya itu.


Rayna melongo tak mengerti maksud dari Rakana itu apa. Lalu Rakana pun memeluk erat pinggang Rakana setelah mengecup kening Rayna itu. Dengan tatapan menatap wajah Rayna dengan sebuah isyarat.


"Kamu pasti menunggu ku lama, maafkan aku sudah membuat mu bosan." Kembali Rakana berucap dan mengecup kening Rayna kembali.


"Mak..." Ucap Rayna terpotong.


"Tuan Rakana?" Gumam Yoga dan Inge bersamaan, mereka terkejut dengan pengakuan Rakana dan perlakuan Rakana pada Rayna.


"Apa anda mengenal calon istriku?" Tatap Rakana pada Yoga dengan wajah angkuh. "Sayang apa dia kenalan mu?" Rakana beralih menatap Rayna dengan tatapan lembut dan penuh cinta yang memang benar-benar ia rasakan kepada Rayna.


"Tuan perkenalkan saya Yoga dari bank xxx. Dan ini istri saya, kami akan menginap selama dua hari dua malam." Yoga mencoba memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangannya.


Rakana tak membalas uluran tangan Yoga, ia pun menatap wajah Yoga, ia kesal dan ingin rasanya menampar mulut pria itu, namun ia menahan nya, ia akan membalasnya dengan cara yang lain dan bersih.


"Emh jadi anda yang mendapatkan voucher gratis menginap di hotel ku ini?" Tanya Rakana menatap Yoga, ia ingin memastikan ada hubungan apa laki-laki ini dengan Rayna.


"Ya tuan..." Yoga merasa sedikit kesal dan malu karena ketahuan menginap dengan menggunakan voucher.


"Sepertinya ada masalah di sini? Bisa kalian jelaskan?" Todong Rakana dengan mood tak bersahabat menatap ke arah Yoga dan Inge.


"Sayang bisa kamu jelaskan?" Rakana menatap lembut meminta Rayna untuk menjelaskan.


Rayna mulai paham dengan keadaan, jika bos nya itu sedang berpura-pura menjadikan dia sebagai kekasihnya, Rayna pun mengikuti alur Rakana untuk tidak di rendahkan begitu saja oleh kedua orang tak tahu diri itu.

__ADS_1


"Sa... sayang." Ucap Rayna ragu. "Tidak ada masalah di sini, aku tidak mengenal kedua orang ini. Mereka hanya tamu hotel." Ujar Rayna mencoba menyembunyikan masalah nya. 


"Sombong sekali kamu Ray." Sinis Inge menatap Rayna lalu ia menatap Rakana. "Tuan Rakana anda tahu jika suami saya ini mantan calon suaminya, mereka akan menikah, namun dia perempuan membosankan dan juga memiliki hutang pada rentenir dengan begitu banyak, anda harus hati-hati padanya." Ucap Inge mengompori.


"Iya, aku memang memiliki hutang yang banyak pada rentenir, itu karena aku tertipu dengan suami penipu mu ini!" Balas Rayna pada akhirnya.


"Jadi hutang mu itu gara-gara dia?" Tunjuk Rakana pada Yoga.


"Iya, dia sudah menipu ku, membatalkan pernikahan kami yang akan di adakan seminggu lagi, lalu ia pergi dengan perempuan ini dan meninggalkan luka, rasa malu serta hutang yang besar padaku. Sampai aku harus kehilangan ibu yang meninggal karena terlalu dalam memikirkan masalah yang menimpaku." Jawab Rayna dengan menggebu-gebu pada Rakana, biarkan saja Rakana tahu masalahnya, karena ia tak tahan lagi dengan perbuatan Yoga padanya.


"Dan sekarang dia menawarkan aku untuk menjual keperawanan ku untuk membayar hutang-hutangnya pada om-om kaya, karena dia pikir aku tidak akan bisa membayar semua hutang ku." Tercekat Rayna dengan penghinaan ini.


"Dia menyuruh mu seperti itu?" Tatap Rakana tajam, ia marah tak terima Rayna di rendahkan seperti itu.


"Apa aku harus melakukannya?" Tanpa sadar Rayna menjadi tidak formal pada Rakana. Ia menatap wajah bos nya itu dengan begitu dalam.


Inge berteriak, sedangkan Rayna terhenyak kaget dengan Rakana yang memukul Yoga.


Bug. Kembali Rakana memberikan sebuah pukulan pada Yoga.


"Kamu tahu dia adalah kekasih ku, calon istri ku!" Tekan Rakana memberi tahukan, agar Yoga tak lagi mengganggu Rayna dan tak lagi menghina nya.


Deg hati Rayna berdesir saat tiba-tiba mendengar ucapan Rakana itu.


"Jangan, sudah hentikan!" Cegah Rayna mencoba menahan serangan Rakana pada mantan kekasihnya itu. 


Rakana menghentikan gerakannya ketika Rayna menyuruhnya berhenti, lalu menatap kecewa pada Rayna. "Kamu masih membelanya? Apa kamu masih mencintainya?!" Sorot mata Rakana tajam ia marah dan kecewa.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak membela nya apalagi masih mencintainya, malah aku sangat membencinya bahkan ingin sekali aku membunuhnya, tapi itu tidak perlu, karena suatu saat dia pasti mendapatkan balasan nya." Jawab Rayna. Namun sorot Rakana masih kecewa.


Rayna pun melanjutkan ucapannya karena melihat raut Rakana yang tak puas.


"Aku tidak mau membuat mu terluka dan membuat tangan mu kotor karena memukul lelaki penipu ini." Jawab Rayna tanpa sadar ia masih betah dengan perannya sebagai kekasih Rakana.


Tiba-tiba hati Rakana menghangat mendengar perkataan Rayna.


"Benar kah begitu? Apa kamu mengkhawatirkan ku?" Rakana cukup senang dengan jawaban Rayna.


"Iya, aku mengkhawatirkan mu." Jawab Rayna dengan mantap menatap teduh wajah Rakana. Ia memang benar-benar mengkhawatirkan Rakana dalam mendapatkan masalah nantinya.


Rakana tersenyum di buatnya. "Lebih baik kita pergi dari sini, ayo kita pergi berkencan saja." Ajak Rakana yang melupakan kejadian dan tak mempedulikan keadaan Yoga serta sekitarnya, bodo amat ia hanya ingin memperhatikan Rayna seorang.


Rayna melongo, kenapa dengan bos nya itu apa dia kesambet? Kenapa tiba-tiba dia seperti itu, mengajak kencan di situasi seperti ini.


"Biar Shandy yang mengurus penipu itu!" Ucap Rakana saat melihat asistennya menghampirinya.


"Shandy beri dia pelajaran!" Titahnya pada sang asisten yang baru saja melihat kegaduhan di depan matanya, ada lagi masalah baru dan dia lagi yang harus menanganinya.


"Baik tuan." Helaaan nafas lelah terlihat dari sang asisten itu.


"Maafkan saya pak Shandy." Ucap Rayna tak enak hati.


"Tidak apa-apa, ini sudah tugas saya." Balas Shandy sang asisten berumur itu.


Rakana membawa Rayna pergi dari hotel dan akan menjauhkannya dari lelaki bernama Yoga itu. Namun sebelum pergi Rakana memerintahkan Shandy untuk memberikan pelajaran yang setimpal pada Yoga dan Inge istrinya dengan cara halus namun akan membuat yoga dan Inge menyesal.

__ADS_1


__ADS_2