My Secret Admirer

My Secret Admirer
bab 40 menjijikkan


__ADS_3

"Aku ingin bertemu dengan karyawan mu bernama Rayna." Ucap Jonathan saat bertemu dengan sahabatnya Rakana.


"Ada perlu apa kamu ingin bertemu dengannya? Jika kamu membutuhkan pelayan untuk membantu mu, banyak karyawan di sini selain Rayna."  Rakana merasa keberatan namun sebisa mungkin ia tak menampakkan nya.


"Aku hanya ingin meminta maaf dan juga sekaligus berterima kasih padanya." Terang Jo berkilah.


"Memang kalian sudah bertemu? Dan kesalahan apa yang kamu perbuat pada karyawan ku itu?" Tanya Rakana penuh penekanan karena menjadi penasaran. 


"Ah itu kejadian kemarin di parkiran." Jawabnya. "Sudahlah cerita nya panjang, tolong sampaikan pesan ku jika bertemu dengan nya, aku ingin berbicara dengannya. Aku hanya ingin mengucapkan maaf dan berterima kasih saja." Urai Jo dengan ekspresi sedatar mungkin.


"Hanya sebentar saja Rakana. Aku hanya ingin menyampaikan rasa tidak enak ku padanya." Terangnya lagi meyakinkan Rakana.


"Baiklah." Rakana pun membuang rasa cemburunya pada sahabat nya itu.


***


Rayna yang siang itu datang dengan menggunakan motor nya, setelah seharian ini ia mencari peruntungan dengan mengojek pada tetangga sekitarnya saja. Cukup lumayan untuk pemula. Yaitu mendapatkan satu lembar 50 ribu yang langsung ia simpan dalam laci lemari nya.


Ia berpapasan langsung dengan bos nya yaitu Rakana.


"Selamat siang pak." Sapa nya.


"Hemmm." Rakana menyahut sapaan Rayna dengan desiran di hatinya. Ia melihat Rayna yang setiap harinya selalu cantik di matanya.


"Rayna, ke ruangan ku sebentar!" Titahnya.


"Baik pak." Rayna menurut walaupun penasaran ada perlu apa bos nya ini.


Sebenarnya Rakana tidak ingin menyampaikan pesan dari Jonathan tadi pagi, namun apa salahnya juga jika memang sahabatnya itu hanya mau berterima kasih dan meminta maaf yang ntah bagaimana ceritanya mereka bertemu, Rakana belum begitu paham.


"Rayna, Jonathan sahabat ku ingin bertemu dengan mu, mungkin dia ada perlu dengan kamu." Ucap Rakana memberi tahu. "Jika dia membutuhkan sesuatu penuhi saja, buatlah dia senyaman mungkin di sini. Karena dia juga berperan besar dalam perkembangan hotel ini." Jelas Rakana.


"Jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi, karena keberadaan nya dia di sini berpengaruh besar juga." Kembali Rakana mengingatkan.


"Baik pak saya mengerti." Patuh Rayna, ia pun berharap semua baik-baik saja.


"Temui Jonathan, mungkin dia sekarang masih berada di kamar hotel." Ujar Rakana.

__ADS_1


"Baik pak, kalau begitu saya permisi." Ijin Rayna dan di angguki Rakana. 


Rakana menatap kepergian Rayna, sampai benar-benar pintu ruangannya tertutup rapi. Perasaannya tak nyaman, apa karena ia sedang tidak rela jika Rayna nantinya akan dekat dengan sahabatnya yaitu Jonathan atau ada hal apa yang membuat ia terganggu dengan hati dan pikirannya saat ini. Ntahlah mungkin karena sahabatnya yang akan bertemu dengan Rayna gadis yang selama ini memenuhi ruang hati nya sehingga membawa suasana buruk padanya.


Rayna memencet bel kamar hotel Jonathan. Pintu itu terbuka dengan cepat, Rayna sedikit terkejut dan merasa risih saat melihat penampilan tamu sekaligus sahabat bosnya itu, karena pria bule itu hanya menggunakan bathrobe saja saat berhadapan dengannya.


"Maaf tuan, anda memanggil saya?" Ucap Rayna dengan sesekali berpaling menatap ke arah lain, rasanya ia sangat tidak nyaman, namun ia tidak memiliki hak untuk melarang nya.


"Yes, masuk Rayna!" Titahnya. Namun Rayna tak langsung masuk. "Aku ingin membersihkan kamar ku. Ini sedikit berantakan dan aku ingin kamu mengganti seprai nya dengan seprai baru." Terang Jonathan dengan cepat. Ia tahu Rayna seakan ragu untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Saya akan mengambil dulu peralatannya tuan." Ijin nya dengan cepat, lalu tak lama ia pun kembali, Rayna masuk ke dalam kamar, ketika pria bule itu memintanya untuk membersihkan kamar nya.


"Maaf aku baru saja selesai mandi." Ucapnya lagi ketika Rayna masuk ke dalam kamar dengan berbagai alat-alat yang sudah di siapkan.


Rayna tak menggubris ucapan pria bule itu, terserah dia mau sedang apa atau memakai apa, yang penting pekerjaannya cepat selesai dan ia akan segera keluar dari kamar itu. Pria bule yang sudah terbiasa memperlihatkan bagian tubuhnya pada setiap perempuan.


"Sudah selesai tuan." Ucap Rayna saat pekerjaannya sudah selesai.


"Ok terima kasih. Kamu bisa duduk dulu." Pinta Jo. "Ada yang ingin aku sampaikan padamu." Lagi dia berujar.


Jonathan ikut duduk juga dengan pakaian bathrobe sedikit terbuka di bagian dadanya. Rayna hanya menunduk tak berani melihatnya.


"Aku mau meminta maaf dan juga berterima kasih." Ucap Jo cepat.


Rayna menatap sebentar wajah pria bule itu. "Meminta maaf dan berterima kasih?" Heran Rayna menampilkan raut wajah tak mengerti.


"Karena kemarin menabrak mu saat di parkiran dan juga aku ingin berterima kasih karena kamu sudah membantuku mencari ruangan Rakana." Terang nya.


"Oh kejadian di parkiran itu harusnya saya yang meminta maaf, karena saya memang tidak memperhatikan langkah saya, saya minta maaf atas kejadian itu tuan." Ucapnya merasa tak enak. "Lalu jika mengantarkan anda ke ruangan pak Rakana itu memang tugas saya sebagai pelayan hotel ini. Jadi wajar jika saya membantu anda tuan." Lanjut Rayna berucap.


"Ah tapi aku merasa tidak enak, baru saja aku menginjakkan kaki ke Indonesia malah seperti ini." Kelakar Jo yang membuat Rayna tersenyum lembut.


"Tidak apa-apa tuan, saya mengerti."


Jonathan mengeluarkan uang di dalam dompet yang tergeletak di meja hadapannya. Lalu ia pun memberikan beberapa lembar uang pada Rayna.


"Ini untuk kamu, sebagai uang tip karena kamu sudah bekerja dengan baik, aku puas dengan cara kerja mu." Serah nya seraya memuji Rayna.

__ADS_1


Rayna mendorong pelan uang itu. "Tidak perlu tuan, saya bekerja dengan ikhlas yang terpenting semua pengunjung di sini merasa puas dengan pelayanan terbaik kami." Tolak Rayna dengan lembut.


"Apa uang ini kurang? Akan aku tambahkan." Jo meraih kembali lembaran uang di dompet nya lalu mengulurkan tangannya itu pada Rayna.


"Tidak tuan, bukan seperti itu. Anda tidak perlu memberikan uang kepada saya, saya bekerja dengan baik dan membuat nyaman sudah sangat senang bagi saya." Rayna kembali menolaknya.


"Jadi kamu menolaknya? Aku tahu kamu sedang membutuhkan uang kan untuk membayar tempat tinggal mu." Jo mulai terpancing kesal dengan penolakan Rayna, niat membantu dan ingin membuat ia terkesan baik di hadapan gadis itu tapi malah tertolak begitu saja, suatu penghinaan bagi nya.


Rayna mendongak menatap wajah pria bule itu, ia bertanya dengan dirinya sendiri, dari mana pria bule itu tahu masalahnya.


"Aku tahu kamu sudah tidak menerima uang gaji kamu selama bekerja di sini, karena kamu harus membayar hutang dan kerugian mu pada Rakana kan?" Terang nya dengan sangat yakin. "Kamu akan bekerja dengan Rakana seumur hidup tanpa menerima uang gaji mu, benar kan? Apa kamu kuat bekerja seperti itu? Bekerja tanpa menerima gaji." Sambung nya dengan tatapan serius.


"Dari mana anda tahu masalah itu?" Tanya Rayna. Ia yakin jawabannya adalah dari Rakana!


"Apa pak Rakana menceritakan hal ini kepada anda?" Raut kecewa terpancar di wajah Rayna, bisa-bisanya bos nya itu bercerita tentang ini kepada orang lain, seharusnya dia tidak perlu menceritakan hal ini kepada orang-orang, harap Rayna. Ia kesal dan kecewa dengan Rakana! Apa maksud bos nya itu.


"Hemmm dari mana aku tahu itu tidak penting." Ucap Jo, jika ia mengaku bahwa telah mendengar pembicaraan Rayna kemarin rasanya tidak enak, bagaimana jika Rayna tidak suka dengan hal itu.


Fix pria bule itu pasti tahu dari pak Rakana, pikir Rayna dengan sangat yakin setelah mendengar jawabannya.


"Aku akan menawarkan pekerjaan baru untuk mu." Tiba-tiba saja Jo menawarkan sesuatu. "Pekerjaan di luar jam kerja, dengan uang yang lumayan akan kamu terima setelah bekerja. Kamu bisa melakukan pekerjaan itu walau masih harus bekerja di hotel ini." Jelasnya. "Kamu bisa mengatur jam kerjanya." Lagi ia berucap.


"Pekerjaan apa tuan?" Rayna mulai tertarik. Ia memang benar-benar membutuhkan uang, menjadi ojek belum begitu bisa ia andalkan, apa salahnya jika ia bisa melakukan pekerjaan lain dan bisa mendapatkan uang nantinya.


Jonathan tersenyum, melihat Rayna begitu antusias terlihat di wajahnya.


"Tidur dengan ku." Ucap Jo menatap wajah Rayna dengan tatapan serius.


Deg. Jantung Rayna seakan berhenti secara tiba-tiba saat mendengar ucapan dari bibir pria bule itu. Tiba-tiba bibir nya kelu untuk berucap.


"Beri aku kepuasan dan aku akan memberikan mu uang berapapun yang kamu mau, atau apapun yang kamu inginkan akan aku penuhi." Lanjut Jo agar Rayna semakin tertarik.


"Kamu bisa membayar tempat tinggal mu dengan mudah, makan enak yang kamu inginkan, dan jika kamu ingin membayar hutang mu pada Rakana, aku bisa membantu mu." Kembali Jo merayu Rayna dengan mengiming-imingi gadis itu dengan kemewahan dunia.


Rayna mulai geram mendengar kata-kata rayuan pria bule itu, ia sedang di lecehkan saat ini, tanpa sadar ia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat karena begitu emosi dengan sahabat bos nya itu, apa maksud pria bule itu menawarkan hal menjijikkan seperti ini padanya, dia belum tahu bagaimana keras nya hidup Rayna, bagaimana ia bisa berdiri kuat dan pantang menyerah. Rasanya tangan mungilnya itu ingin menghajar wajah pria bule itu dengan membabi buta tanpa ampun, memberikan nya sebuah pelajaran bahwa seorang Rayna tidak bisa dia rendahkan begitu saja. Namun apalah daya tangannya hanyalah bisa mengepal dengan kuat tanpa bisa berbuat apa yang ada dalam pikirannya.


Dan apa Rakana bos nyalah yang membuat pria bule itu menyuruh sahabatnya itu menawarkan hal menjijikkan itu kepadanya, karena ingin semua hutang nya terbayarkan kepada dia, dan karena merasa tidak ingin di rugikan lebih lama lagi oleh Rayna? Pikir Rayna, sekelebat rasa kecewanya pada Rakana ia rasakan saat ini, sakit sungguh sangat sakit, kesal sungguh sangat kesal dan marah sungguh sangat marah.

__ADS_1


__ADS_2