My Secret Admirer

My Secret Admirer
bab 49 kolam cinta


__ADS_3

"Pak Rakan." Panggil Rayna pelan dan hati-hati, ia tengah melihat Rakana sedang bersantai di gajebo dengan memberi makan pada ikan-ikan yang ada di kolam sana.


Rakana menoleh pada Rayna. "Ya ada apa?" Tatap Rakana. Melihat Rayna yang tengah berjalan ke arahnya, membuat ia seperti melihat sosok perempuan yang akan menjadi istrinya nanti.


Rayna mencoba untuk mendekat. "Kapan saya mulai bekerja ya pak? Saya tidak enak pada rekan saya yang lain, karena saya sudah lama sekali tidak masuk bekerja." Ucapnya Rayna menjelaskan maksud ia menemui Rakana.


"Siapa yang akan berani protes? Jika ada katakan siapa namanya supaya bisa aku pecat secepatnya." Ujar Rakana santai namun terdengar tidak main-main.


"Eh... Bukan begitu pak, maksud saya..."


"Kalau bisa kamu tidak perlu bekerja lagi." Potong Rakana.


"Maksud pak Rakan saya di pecat?" Kejut Rayna ia memastikan jika pendengaran nya tidak salah dengar.


"Maksud ku, kamu bisa tinggal di sini sampai kamu bosan. Aku tidak akan memecat mu." Jawab Rakana berbelat belit.


"Saya pindah kerja di sini? Di rumah pak Rakan maksudnya?" Rayna pun kembali memastikan.


"Tidak perlu." Jawab Rakana. "Jadi istri ku saja." Gumam pelan Rakana.


"Apa pak saya tidak dengar apa yang pak Rakan katakan tadi." Tuntut Rayna. Suara Rakana teredam oleh gemercik air di sana.


"Sudahlah masalah pekerjaan gampang, sekarang kamu duduk saja di sini, dan beri makanan ini pada ikan-ikan yang ada di kolam." Rakana mengalihkan pembicaraan tadi, rasanya tidak etis jika ia melamar Rayna dengan cara seperti itu. 


Rayna melakukan apa yang di perintahkan Rakana, ia duduk di samping Rakana di tepi kolam dengan melemparkan sedikit-sedikit makanan ikan itu.


"Wah ikan nya gede-gede ya pak, kalau di goreng pasti enak." Ucap Rayna tanpa melihat ke arah Rakana. Ikan di sana besar dan begitu banyak.

__ADS_1


"Ini ikan mahal, tidak boleh di goreng apalagi di makan!" Rakana tak terima.


"Kenapa pak Rakan beli yang mahal kalau tidak boleh di makan? Kalau ikan nya mati kan sayang." Balas Rayna tak mengerti dengan pemikiran orang kaya.


"Pokoknya tidak boleh! Ini hanya untuk di pelihara." Putus Rakana dengan cepat.


"Nanti kalau pak Rakan sedang bekerja, saya akan goreng ikan ini." Ancam Rayna menggoda bosnya, ia tergelak kecil karena ia melihat jika Rakana begitu menyayangi ikan-ikan itu.


"Kamu berani?" Tatap Rakana begitu intens mendekat ke arah Rayna, wajah mereka begitu sangat dekat.


"Berani?" Rakana masih menatapnya, Rayna memundurkan kepalanya agar manjauhi wajah Rakana yang semakin mendekat ke arah wajahnya.


"Berani?" Kembali Rakana mendekat.


Rayna menggeleng-gelengkan kepalanya. "Gak pak." Jawab Rayna terbata. "Saya hanya bercanda." Sambung nya dengan cengengesan.


"Berani kamu mencandai ku?" Kembali Rakana menggoda Rayna, malah ia senang melihat kegugupan gadis di hadapannya itu.


Saat Rayna akan berdiri untuk melarikan diri, Rakana dengan cepat meraih tangan Rayna, hingga Rayna terhuyung, dan saat Rayna terhuyung keadaan Rakana belum begitu siap untuk menahan tubuh Rayna, lalu byur... Tubuh keduanya masuk ke dalam kolam yang penuh dengan ikan.


"Aaaa." Jerit Rayna ketakutan, karena saat mereka tercebur para ikan-ikan di sana melompat tak tentu arah.


"Aaaaa pak Rakan..." Teriak Rayna memeluk Rakana. "Pak ikan nya masuk!" Ucap Rayna tanpa sadar ia berjingkrak-jingkrak menghindari ikan. Rayna yang tadi memakai baju dress pun menjadi panik karena ada ikan yang masuk pada pakaian nya.


"Hahaha." Rakana malah tertawa lepas melihat ketakutan Rayna. "Masuk kemana Ray hahaha." Ledek Rakana.


"Ih pak Rakan malah ketawa sih, duh ah." Teriak Rayna. 

__ADS_1


"Pak aaaaah." Rayna heboh sendiri, ia benar-benar takut dengan para ikan-ikan yang melompat-lompat di atas kepalanya bahkan di wajahnya sendiri, karena pergerakan Rayna yang tidak bisa diam.


"Hahaha." Rakana masih saja tertawa. Namun ia membawa tubuh Rayna ke tepi kolam untuk membantunya ke atas lantai. Sesampainya di atas, kembali Rakana tertawa menertawakan tingkah lucu Rayna.


"Ih pak Rakan!" Kesal Rayna membekap mulut Rakana dengan tangannya untuk menghentikan tawanya. Sungguh berani kamu Rayna, itu bos mu lho.


Tawa Rakana mulai berhenti perlahan-lahan ketika tangan Rayna membekap mulutnya. Tatapan mereka terkunci saat mereka tengah saling memandang. 


Rakana meraih tangan kecil yang membekap mulutnya itu lalu ia genggam lembut dan membawanya ke dada. "Maaf." Bisik nya namun dengan tatapan mereka yang masih mengunci.


Hati Rayna tiba-tiba saja berdebar-debar dengan tatapan lembut Rakana. Dalam keadaan pakaian basahnya mereka saling berdiri berhadapan. Melihat pantulan wajah mereka di masing-masing kedua bola mata mereka.


Rakana mendekatkan wajahnya secara perlahan dan pelan pada wajah Rayna.


Rayna masih terdiam, ia seakan terhipnotis dengan tatapan Rakana padanya.


Wajah Rakana semakin dekat begitu dekat apalagi Rayna masih terdiam. 


Dan cup... Rakana memberanikan diri mencium bibir ranum dan basah Rayna dengan bibirnya. Dengan keadaan yang sepi menurutnya dan Rayna seakan tak menolaknya membuat Rakana berani mencium bibir itu.


Awalnya Rakana hanya ingin mengecup bibir itu sebentar saja, namun ntah apa yang membuat bibir itu terasa manis sehingga ia seakan tak rela untuk melepas nya begitu saja. 


Rayna masih terdiam, tidak menolak ataupun membalas ciuman itu, ia tengah terkejut saat ini. 


Bau amis dari ikan tadi tak membuat Rakana jijik malah ia tak ingin melepaskan ciumannya itu, kapan lagi ada kesempatan seperti ini. Pikir Rakana dengan insting nakalnya.


Di detik kemudian Rayna tersadar. Ia mendorong pelan tubuh Rakana hingga ciuman itu terlepas.

__ADS_1


"Maaf pak, saya mau mandi." Ucap Rayna cepat dengan semburat merah di pipinya, ia sungguh malu sangat malu pada Rakana. Ia pun berjalan linglung dengan bingung mencari kemana arah kamar nya, membuat Rakana tersenyum. 


"Kesana." Tunjuk Rakana menunjukkan arah dimana kamar Rayna. Rayna tersenyum canggung dan kikuk. Lalu dengan cepat ia pun melangkah menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


__ADS_2