My Secret Admirer

My Secret Admirer
bab 50 dukungan sang momi


__ADS_3

"Duh kenapa aku diem aja sih!" Kesal Rayna ia memukul-mukul kepalanya mengingat akan ciuman tadi. Lalu ia mengusap bibirnya yang seakan masih merasakan lembutnya bibir Rakana. "Apa ini rasanya ciuman pertama." Gumamnya membayangkan kembali kejadian ciuman yang terjadi tadi. "Aaaaa." Rayna berteriak pelan dengan hati nya yang terus berdebar-debar jika mengingat nya.


***


Keesokan harinya Rayna tak ingin keluar dari kamar karena ia sungguh sangat malu jika bertemu dengan Rakana nantinya. 


Sedangkan Rakana kini sudah berada di bawah untuk sarapan pagi.


"Aaaaaa." Teriak Rakana ketika tiba-tiba sang mama menjewer telinga nya. "Ah sakit mom." Aduh Rakana. "Kenapa mom jewer telingaku!" Protes nya tak mengerti.


"Jangan berbuat mesum di rumah ini. Jika sudah tidak tahan lamar dan nikahi Rayna secepatnya! Awas saja jika kamu sampai menghamili Rayna." Ancam mama Mayang dengan tegas.


"Maksud mom apa sih?" Rakana belum mengerti, lalu sang mama melepaskan telinga nya yang terasa begitu panas karena jewerannya itu.


"Memangnya mom tidak tahu kejadian semalam, kalian asyik berciuman di gajebo! Mom pikir ada apa, tapi ternyata..." Mama Mayang sampai tak mau melanjutkan ucapannya. "Mom sampai malu melihatnya, kamu pikir cuma mom yang melihat kejadian itu, pelayan yang sedang ada di sana pun melihatnya." Kesal mama Mayang. "Mom tidak mau jika memiliki cucu di luar nikah!" Tegasnya. Ancaman untuk Rakana agar tidak macam-macam.


Rakana mengusap-usap telinga nya. "Dikit mom." Seru Rakana, sang mama mendelik kesal dan Rakana tergelak kecil. "Aku gak mungkin melakukan hal serendah itu, sampai menghamili Rayna. Jika mau, sudah dari dulu aku melakukannya." Ucapnya, ia tak terima jika perjuangan nya selama ini tak di anggap. Mamanya tidak tahu saja bagaimana ia bertahan selama ini.


"Cepat panggil Rayna, dia pasti malu sekarang." Titah sang mama yang mengerti bagaimana perasaan Rayna saat ini.


Rakana bergegas untuk memanggil Rayna, bukan hanya Rayna yang malu dengan kejadian ciuman itu, namun ia juga takut jika Rayna akan marah padanya.


Sesampainya di depan pintu kamar Rayna, Rakana mengetuk pintu itu dengan ragu.


Rayna yang mendengar ketukan pintu itu pun membukanya, ia terkejut dan semakin canggung saat mengetahui siapa orang yang ada di depannya itu.


"Pak Rakan." Gumam Rayna pelan, ingin menutup kembali pintu itu rasanya sungguh tidak sopan.


"Ayok kita sarapan, mom sudah menunggu." Ucap Rakana. Dan hal itu membuat Rayna merasa tidak enak hati, dia yang seorang pelayan hotel yang Rakana miliki tapi ia seperti melunjak karena sang bos begitu memperhatikan nya.


Rayna mengangguk saja, namun detik kemudian ketika Rakana akan melangkahkan kakinya Rayna memanggilnya membuat Rakana pun menghentikan kakinya itu.

__ADS_1


"Pak, hari ini saya masuk bekerja saja ya, saya tidak mau terus merepotkan pak Rakan dan keluarga bapak." Rayna memohon ia lebih baik tinggal di kosan nya dan bekerja seperti biasa. Kejadian kemarin di hotel tak ingin ia ingat, dan berusaha untuk melupakannya, karena hidupnya harus tetap berjalan.


Rakana menatap Rayna dengan menghela nafasnya. "Saya mohon pak..." Pinta Rayna. "Saya sudah tidak apa-apa sekarang." Ucap Rayna sangat yakin, walaupun hati nya terkadang takut dengan kejadian yang menimpanya itu.


"Baiklah, tapi kamu masih dalam pengawasan ku." Ucap Rakana pada akhirnya.


Rayna mengangguk pasrah. "Iya pak, terima kasih." Ucapnya.


***


"Ayo duduk, kita sarapan bersama." Ajak mama Mayang melihat Rayna seakan ragu untuk duduk. Kini mereka tengah berada di ruang makan.


"Ayo Rayna, kita sarapan lalu nanti kamu siap-siap, kita akan berangkat ke hotel bersama." Ujar Rakana.


"Memang kamu sudah siap bekerja lagi?" Tatap mama Mayang melihat ke arah Rayna yang sudah duduk rapi di sana.


"Iya, nyonya." Jawab Rayna.


"Baik bu." Ibu saja, jika mom Rayna merasa melunjak pikir nya.


"Sudah lama bekerja dengan Raka?" Tanya mama Mayang.


"Tidak begitu lama, baru beberapa bulan." Jawab Rayna.


"Baru?" Heran sang mama, tapi sudah membuat Rakana jatuh cinta, padahal putra nya itu sulit jatuh hati pada seorang wanita.


Rayna mengangguk. "Setelah lulus kuliah, saya baru berani bekerja jauh dari orang tua seperti ini." Jelasnya.


"Memang nya orang tua kamu tidak mengijinkan bekerja jauh, ini masih luar kota bukan luar negeri." Mama Mayang penasaran dengan cara lelaki yang ia kenal mendidik anaknya.


"Iya, awalnya ayah saya tidak  memperbolehkan saya bekerja di luar kota seperti ini, namun saya meyakinkan ayah untuk percaya jika saya akan baik-baik saja di sini." Jelas Rayna. 

__ADS_1


"Mungkin ayah dan ibu mu khawatir jika anak gadisnya berada jauh seperti ini." Sambung mama Mayang pikir nya.


"Ayah menjadi semakin posesif saat beliau kehilangan ibu saya untuk selamanya." Ucap Rayna.


"Maksud kamu ibumu sudah meninggal?" Mama Mayang sedikit terkejut.


"Iya." Jawab Rayna, memancarkan kesedihan kehilangan seorang ibu.


"Oh maafkan saya karena sudah membuat mu sedih." Mama Mayang mendekati Rayna lalu memeluk gadis itu, ntah kenapa ia semakin menjadi merasa bersalah pada ayahnya Rayna, setelah mendengar kabar ini, ia baru mengetahuinya.


Rakana memperhatikan adegan mama nya dan Rayna, ia tersenyum melihatnya ketika dua wanita yang sangat ia cintai di dunia ini saling berpelukan dan saling menguatkan seperti itu membuat pemandangan itu begitu indah untuk di lihat.


"Pelukan nya sudah dulu, kita sarapan terlebih dahulu." Rakana membuyarkan suasana canggung itu, ia tahu jika Rayna merasa canggung.


Mama melepaskan pelukannya. "Ah iya, ayok." Ajaknya.


 


Rayna tersenyum ia senang walaupun canggung, ia merasakan kembali pelukan sang ibu dari mama Mayang.


"Senyum Rayna mirip sekali dengan senyum mu." Batin mama Mayang yang diam-diam memperhatikan Rayna yang mengingatkan ia pada Bagas ayahnya Rayna. "Wajah Rayna seperti jiplakan kamu mas jika kamu menjadi perempuan." Lagi ia berucap dalam hatinya.


***


Rakana dan Rayna bersiap untuk pergi ke hotel bersama. Rayna menunggu Rakana di dalam mobil, Rakana sengaja tidak memakai sopir karena ia ingin berduaan dengan Rayna, pikir nya ini adalah kesempatan nya.


"Mom mendukung mu untuk mendapatkan hati Rayna, tapi ingat jangan macam-macam!" Mama Mayang mengingatkan Rakana jangan sampai ia menyakiti perasaan Rayna apalagi menodai gadis polos seperti Rayna.


"Kenapa mom jelek sekali menilai ku!" Protes Rakana sedikit kesal.


"Mom hanya mengingatkan, kamu lebih dewasa dari nya, mom khawatir kamu tidak bisa menjaga kenakalanmu. Karena kamu ini laki-laki dewasa." Jelas ketakutan mama Mayang.

__ADS_1


"Iya aku akan menjaga Rayna segenap jiwa dan ragaku!" Ucap Rakana seraya mengepalkan tangan di dadanya dengan mantap. Rakana tidak sedikit pun curiga dengan sikap mamanya yang begitu berbeda pada Rayna.


__ADS_2