My Secret Admirer

My Secret Admirer
EPISODE 31 MASA LALU


__ADS_3

langsung brlalu prgi menuju ruangannya. #SEMENTARAITU~Mobil sport berwarna merah menyala itu melaju dgn kencang di jalanan ia


tdk peduli bila tingkah arogannya membahayakan org lain, suara decitan pun menggema di depan gedung tinggi itu dan bbrapa pria dgn jas serba hitam menghampiri sang pemilik mobil "selamat datang tuan",ucap mreka sambil membungkuk "brapa kali aq katakan utk membersihkan area ini aq tdk ingin mobil q trgores sedikit pun krna ulah kalian",ucap Kevin "maafkan kami tuan",jawab sang kepala keamanan "lakukan tugas mu dgn baik atau kau akan mndapatkan pesangon dari q" jawab Kevin sambil melempar kunci mobilnya pada pria tua itu dan kmudian brlialu pergi. Kehadiran Kevin membuat smua org takjub bahkan para pegawai wanita trlihat terang2an menggoda sang


bos brharap mreka akan jd teman kencan sang pangeran selanjutnya, reputasi buruk Kevin bukanlah hal


" Oh, Mas Arkan yang datang Bibi kira Tuan Billy yang Pulang," kata Bi Sundari yang Arkan kenal sebagai asisten rumah tangga di rumah Om Billy Kemudian Bi Sundari menoleh kepada Naura yang sedang menggendong Ken


" Oalah minggu ini giliran Ken menginap di sini, ya ? Sini, sini. Biar Ken sama Bibi saja." Ia mendekat bermaksud mengambil alih Ken dari gendongan Naura Namun Pelukan Ken di leher Naura justru semakin erat


" Ken Nggak mau sendirian," keluh Ken.


" Ken Nggak sendirian Nanti Bibi temani Ken main, ya," bujuk Bi Sundari


" Nggak mau Ken mau sama Kak Naura aja,"


Naura menepuk Punggung Ken untuk menenangkan


" iya Ken sama Kakak aja."


" Memangnya Om Billy ke mana, Bi," tanya Arkan


" Beberapa bulan belakangan Tuan Billy lebih sering tinggal di rumah Nyonya Laras,” kata Bi Sundari menyebut nama istri Om Billy yang sudah Hampir setahun dinikahinya


" Maklum Nyonya Laras baru melahirkan Jadi maunya dekat sama orang tua di Tangerang."


Arkan menoleh kepada Ken yang masih enggan turun dari gendongan Naura Rupanya selama ini Ken kesepian setiap kali menginap di rumah Om Billy


" Kalau begitu biar saya bawa Ken Pulang ke rumah mamanya Kasihan Ken kalau sendirian di sini Makasih, Bi.”


Arkan masuk ke mobil dan duduk di balik kemudi Naura menyusul beberapa saat berselang. Ken masih dalam dekapannya. Bocah itu seolah tidak mau melepaskan Pelukannya Takut bila sedetik saja ia melepaskannya Naura akan Pergi


Naura cukup Prihatin. Ternyata di balik keceriaan selama ini Ken sangat takut kesepian.


Sekian lama duduk di balik kemudi Arkan tak kunjung menyalakan mesin untuk melajukan mobil. Ia malah menoleh ke bangku belakang menatap Ken yang masih enggan beranjak dari Pelukan Naura


" Hal yang Paling menyakitkan adalah bersandiwara dengan hati sendiri.”


" Eh " Naura tertegun tak mengerti ucapan Arkan yang mendadak Puitis


Pandangan mata Arkan naik hingga bertemu mata bulat Naura Menatapnya lama, seolah meluapkan begitu besar keinginannya untuk menatap Naura sepuas yang ia bisa.


Kening Naura masih berkerut. Ia belum juga dapat mengartikan kata-kata Arkan


" Maksud Kakak apa " tanyanya.


Arkan masih mengambil sisa-sisa waktu untuk bisa menikmati wajah cantik Naura


" Gue lagi ngomong sama Ken "


" Eh " Naura makin kebingungan


Mata Arkan turun lagi menatap Ken yang tampak nyaman bersandar di bahu Naura


" Ken itu terlalu Pintar sembunyiin rasa kesepiannya selama ini." Arkan membenarkan Posisi duduk hingga menghadap ke depan


" Terlalu Pintar bersandiwara Sampai sampai rasanya sakit Sangat sakit."


Naura mempererat Pelukannya untuk Ken.


" Ken Kakak Nggak akan biarin kamu kesepian lagi.”


Arkan memperhatikan semua itu dari kaca spion. Tidak seharusnya ia begini Sekali lagi Arkan berharap ada di Posisi Ken saat ini.


...•••••...

__ADS_1


" Nama lo Arkan, kan ? Arkan Bagaskara,"


Arkan menoleh ketika seseorang baru saja muncul. Beberapa saat lalu Arkan sengaja menghampiri kelas XI IPS 2 yang menurut Jerry merupakan kelas murid Pindahan bernama Aston. Dan baru beberapa saat lalu ia meminta tolong seseorang memanggil Aston untuk menemuinya di depan kelas


" Nama yang bagus Tapi masih lebih bagus nama gue,” ucap orang itu sambil mengulurkan tangan kepada Arkan


" Kenalin nama gue Aston "


Arkan terpaku menatap Aston yang tampak tidak asing baginya. Mata hitamnya, apalagi gaya dan tingkahnya yang mengingatkan Arkan kepada seseorang di masa lalu.


" Lo " Arkan menunjuk Aston tanpa sadar, mengabaikan sebelah tangan Aston yang minta disambut sejak tadi


" As .... "


" Setop ! Jangan bikin reputasi gue merosot," Potong Aston cepat sambil mengangkat tangan ke arah Arkan


" Jangan sampai gue sebut nama asli lo.”


" Kenapa lo bisa ada di sini " tanya Arkan seolah tidak Peduli dengan ancaman Aston


" Gue Nggak nyangka Aston yang gue cari ternyata teman kecil gue.”


Aston ikut tersenyum lebar. " Gue juga udah lama nyari lo.”


" Gue butuh bantuan lo " kata Arkan tanpa basa-basi. Ia berharap Pertemuannya dengan Aston memudahkan jalannya untuk menyelesaikan Permasalahan yang dihadapi.


" I know " Aston menyahut santai


" Karena gue juga butuh bantuan lo.”


...•••••...


Di sisi lain Naura meragukan Aston sebagai Miracle kecilnya. Sebab sampai detik ini Aston masih belum bisa menjelaskan alasan apa yang mendorongnya membantu Naura selama ini. Lagi Pula ada orang lain yang belakangan ia curigai sebagai Miracle.


Naura merasa semakin hari Arkan semakin menjauh. Cowok itu lebih sering terlihat bersama Cherry. Dan Naura mendengar kabar bahwa hari Pertunangan keduanya semakin dekat


Entah apa yang dilakukan Arkan Apa dia sibuk mengurus acara Pertunangannya dengan Cherry ? Lama lama Pikiran Naura jadi ke mana-mana Namun, itu bisa saja terjadi, kan ?


Naura Tersentak ketika merasakan sesuatu di Pipinya. Seseorang dengan sengaja menempelkan kaleng minuman dingin kepadanya. Rasa terkejut memaksa dirinya menyudahi kegiatan menatap kebersamaan Arkan dengan Cherry di sudut kantin


Naura mengambil alih susu Putih kaleng bergambar beruang dari Pipinya kemudian menoleh ke seseorang yang baru saja duduk di sebelahnya


" Perlu gue bilang berapa kali ? Lo nggak Perlu kasih gue susu tiap hari Gue udah cukup sehat," kata Naura mulai jengah dengan tingkah Aston


" Siapa tahu susu itu bisa sembuhin hati lo yang Patah."


Perkataan Aston sukses membuat Naura bungkam. Dipandanginya sekali lagi Arkan yang tampak tenang duduk di sebelah Cherry sambil memainkan Ponsel. Perasaan yang menyergapnya masih sama setiap kali ia melihat Pemandangan itu. Perih di hati


" Siapa yang Patah hati " Sangkal Naura


Aston berdecak kemudian membuang napas berat. Diraihnya susu putih yang baru saja diletakkan Naura di meja kantin. Jari-jari tangan Aston membuka Penutup kaleng susu itu.


" Kalo gitu gue yang Patah hati," Ia kemudian meneguk susu itu dengan rakus, membuat Salsa heran sendiri


" Lo Kenapa " tanya Naura menangkap keseriusan dari sikap Aston


Setelah menghabiskannya Aston mengentakkan kaleng minuman ke atas meja dengan suara yang cukup nyaring mengundang banyak Pasang mata untuk melirik ke mejanya


" Apa yang akan lo lakuin ketika diputusin sama cowok yang masih lo sayang ? Biarin gitu aja," tanya Aston menggebu-gebu


" Aston lo kenapa " tanya Naura masih bingung.


" Sedangkal itu Perasaan lo buat dia," Aston menatap Naura kesal.


" Kalau jadi lo sih gue akan buktiin bahwa cuma gue yang Pantas buat dia."

__ADS_1


Naura dibuat termangu oleh kata kata Aston. ia bahkan tidak tahu harus bereaksi apa.


" Sebelum semua terlambat, lo masih Punya kesempatan."


Benarkah Naura masih Punya kesempatan ?


...•••••...


Naura memberanikan diri menatap sekali lagi ke bangku Arkan Betapa terkejut ia ketika Pandangannya tertangkap mata Arkan yang juga menatapnya entah sejak kapan. Naura baru sadar sejak tadi Arkan menggenggam susu kotak Cokelat mengingatkannya Pada masa awal ia mendekati Arkan


Naura menggeleng Pelan ketika keadaan menyadarkan kembali akan statusnya dengan Arkan Bahwa mereka berdua saudara sepupu


...•••••...


Kalau yang akan bertunangan nanti bukan Arkan Mira tentu tidak mau menginjakkan kaki di kediaman keluarga Bagaskara kakaknya. Mira sengaja mengajak Naura dan Ken ke rumah Roy karena Pertunangan Arkan semakin dekat.


Rencananya Mira akan membantu segala Persiapan acara Pertunangan Arkan minggu depan. Sayangnya Arkan sedang tidak ada di rumah. Jadilah ia hanya bertemu dengan Roy yang justru memaksanya untuk singgah lebih lama


" Abang mau bahas apa lagi Aku ke sini mau ketemu Arkan Bukan mau ribut sama Abang," kesal Mira ketika Roy mengajaknya duduk sebentar di ruang tamu.


" Bagaimana hari harimu ? Senang bisa tinggal dengan Putri kandungmu," Nada suara Roy tenang seperti biasa Tubuhnya bersandar di sofa


" Duduklah Ada yang Perlu kita bicarakan."


" Mau bahas apa lagi " Mira masih kesal.


" Kalau Abang cuma mau Pisahin aku sama Naura lebih baik aku .... "


" Tentang Arkan "


...•••••...


Naura masuk ke area rumah megah milik Roy lebih dalam lagi sambil memanggil nama Ken berkali-kali


" Ken, kamu di mana " Langkah Naura berhenti tepat di depan Pintu yang terbuka sedikit. la menduga itu kamar Arkan dan sekelebat tampak bayangan kecil Ken ada di dalam


Naura membuka lebar pintu itu hingga menemukan Ken yang tampak sibuk mengubrak-abrik sebuah kotak di bawah meja belajar


" Ken, kamu lagi cari apa " tanya Naura sambil Perlahan mendekat


" Bang Arkan belum kembaliin buku tulis Ken Minggu lalu Ken dihukum nyanyi di depan kelas gara-gara nggak ngumpulin PR,” ucapnya.


" Ken jadi malu diketawain teman teman.”


Naura ikut berjongkok di dekat Ken


" Memangnya Bang Arkan Pinjam buku tulismu buat apa," tanya Salsa Penasaran


" Mana Ken tahu Bang Arkan bukan cuma tukang bohong tapi juga suka ambil barang barang Ken," Ken bangkit kemudian naik ke kursi untuk mengacak acak tumpukan buku di meja belajar Arkan


Naura tersenyum kecil. Anak-anak tidak mungkin berbohong Arkan memang tukang bohong !


Naura membantu Ken mencari buku tulis yang dimaksud. Namun gerakan tangannya mendadak berhenti ketika membuka laci meja belajar Arkan Ia menemukan begitu banyak susu cokelat kemasan kotak di sana.


Satu, dua, tiga, ... Naura menghitung jumlah susu kotak itu dalam hati. Ada 46. Rasanya Persis dengan jumlah hari sejak ia Putus dengan Arkan. Selama itu Pula Arkan tidak lagi memberinya susu cokelat.


Jadi selama ini Arkan tetap membeli susu cokelat setiap hari dan mengumpulkannya ? Untuk apa ? Naura bahkan tidak lagi berani mengartikan betapa sesungguhnya Arkan masih Punya rasa untuknya


" Kak Naura bantuin cari buku Ken, ya Depannya ada gambar Iron Man," kata Ken yang kini sudah berpindah tempat Bocah itu sudah tidak lagi berdiri di kursi, tetapi sedang merangkak naik ke ranjang Arkan, lalu berbaring di sana


" Ken ngantuk "


Naura memperhatikan Ken dengan seulas senyum. Matanya pun menangkap sebuah benda yang sempat membuatnya Penasaran beberapa waktu lalu. Sebuah frame yang terpajang di nakas samping tempat tidur. Foto seorang bocah laki-laki yang terpajang di sana membuat Naura bergerak mendekat untuk mengamatinya dalam jarak lebih dekat


Naura tidak mungkin lupa sosok kecil dalam foto yang kini berada di tangannya itu. Walau mereka hanya dipertemukan beberapa minggu, Salsa masih ingat. Sebab, cuma sosok itu yang mau mendengar celotehannya sepanjang hari. Cuma sosok itu yang tidak Pernah membuatnya menangis

__ADS_1


Benarkah dia Arkan ? Benarkah Arkan teman masa kecilnya di Panti asuhan dahulu ?


...•••••...


__ADS_2