My Secret Admirer

My Secret Admirer
bab 56 mengetahui sesuatu


__ADS_3

"Sayang, hari ini ayah akan datang kemari, ayah bilang mau mengantarkan bunga pesanan mu untuk hotel." Ucap Rayna seraya menyiapkan sarapan untuk sang suami yang tak pernah protes dengan masakan yang ia buat.


"Hemmm ya aku tahu. Aku dan ayah akan langsung bertemu di hotel." Jawab Rakana.


"Jika bertemu ayah nanti di sana, tolong katakan setelah selesai mampir terlebih dulu ke sini. Katakan jika aku merindukan nya dan ingin bertemu." Pinta Rayna yang memang jarang bertemu dengan ayah nya.


"Baiklah sayang." Balas Rakana menyanggupi, seraya siap menyantap sarapannya.


"Kamu tidak makan?" Menatap Rayna. Melihat istrinya yang selalu menemani makannya namun tidak ikut makan bersama nya.


Rayna menggeleng. "Aku belum lapar." Jawabnya. "Perut ku terasa tak nyaman." Sambung nya.


"Hemmm apa kamu sakit?" Rakana mengusap perut rata sang istri dengan nada khawatir.


"Tidak, hanya terasa tidak nyaman saja, aku merasa mual." Jawab Rayna.


"Mual?" Rakana bertanya dengan cepat, Rayna mengangguk.


"Apa kamu sudah terlambat datang bulan?" Rakana bertanya dengan antusias.


Rayna sedikit berpikir mengingat tanggal datang bulan nya. "Aku tidak tahu, aku lupa." Jawab Rayna cengengesan.


"Hemmm." Cup Rakana mengecup bibir Rayna. "Coba kamu gunakan testpack, siapa tahu ada kabar bahagia untuk kita." 


"Maksud kamu aku mual karena hamil?" Tatap Rayna tak percaya.


"Maybe yes maybe no." Jawab Rakana. "Coba saja periksa, nanti aku akan membelikan testpack untuk mu dan langsung di kirimkan kemari." Saran Rakana. Rayna mengangguk dengan penuh.

__ADS_1


"Kalau aku hamil bagaimana?" Tanya polos Rayna.


Rakana tersenyum geli. "Ya tidak apa-apa, aku suami mu yang akan bertanggung jawab." 


"Ish bukan begitu?" Rayna mencubit gemas suaminya. "Ya lah kamu harus tanggung jawab karena ini perbuatan mu. Tapi bukan itu maksudku?" 


"Lalu?" Rakana menatap penuh pada Rayna. Menatap cantik wajah sang istri.


"Apa kamu bahagia jika aku hamil?" Rayna menatap serius pada sang suami.


"Tentu saja aku pasti bahagia, aku tidak percaya jika aku akan menjadi seorang ayah jika kamu benar-benar hamil nantinya." Jawabnya dengan binar. "Kenapa bertanya seperti itu?" Heran Rakana.


"Emh tidak, aku hanya bertanya saja." Balas Rayna santai.


"Jangan berpikir macam-macam, kamu hamil atau belum aku akan selalu ada untukmu." Ujar Rakana meyakinkan Rayna.


Rayna tersenyum lalu bergelayut manja di lengan suaminya, sepertinya terlalu banyak nonton drama membuat ia selalu berburuk sangka pada suaminya. Bukan menuduh tapi banyak ke khawatiran apalagi ia pernah di khianati oleh Yoga.


"Ayah..." Binar Rayna melihat sang ayah datang mengunjunginya. Perempuan itu langsung memeluk sang ayah karena sudah merindukan nya. Pekerjaan sang suami yang kini tengah sibuk membuat ia jarang untuk pulang ke rumah ayahnya.


Sang ayah membalas pelukan putri nya itu. Namun buru-buru ia melepaskan nya. "Ayo Rayna ikut ayah pulang." Ajak ayah dengan ekspresi dingin nya.


"Pulang? Sebentar aku harus meminta ijin terlebih dahulu pada suamiku." Ucap Rayna belum paham dengan ekspresi dingin ayahnya.


"Tidak perlu. Kamu tidak perlu meminta ijin padanya, ayo kita harus segera pergi dari sini. Kamu tidak perlu membawa barang ataupun pakaian mu!" Tak sabar ayah.


"Ayah ada apa ini? Bukannya ayah sekarang harusnya berada di hotel membicarakan pesanan bunga suamiku." Heran Rayna ia menjadi tak mengerti.

__ADS_1


"Sudah tidak perlu membahas masalah itu, sekarang ikut ayah pulang saja!" Tekan ayahnya yang membuat Rayna kebingungan.


"Tapi yah, nanti suamiku akan mencari ku jika aku tidak meminta ijin padanya, walaupun ayah yang membawa ku tapi sekarang mas Rakan suamiku, aku harus memastikan jika suamiku tahu kemana aku pergi." Tolak Rayna dengan lembut.


"Rayna! Ayah adalah ayahmu, kamu harus menuruti apa yang ayah katakan!" Tegasnya.


"Tapi ayah..." 


"Ayo cepat!" Ayah langsung menarik tangan Rayna membawanya pergi dari apartemen sang menantu dengan langkah cepat.


Dengan cepat ayahnya itu memasukan tubuh Rayna ke dalam mobil bak yang berisi berbagai bunga cantik dan mahal di sana, duduk di samping ayahnya yang sekarang akan melajukan kendaraannya itu. Rayna semakin tak mengerti dengan sikap ayahnya itu. Apa yang terjadi sebenarnya? Pikir Rayna.


"Ayah aku akan menelpon suamiku dulu." Ijin Rayna siap menekan tombol nomor Rakana, namun ayah Bagas langsung merebut handphone Rayna dengan cepat dan melemparkannya ke luar jalanan.


"Ayah!" Pekik Rayna terkejut dengan sikap ayahnya.


"Mulai sekarang dan mulai detik ini juga, kamu tidak perlu berhubungan dengan Rakana." Ucap ayah dengan tegas dan wajah serius nya.


"Ayah, apa yang sebenarnya terjadi? Apa ada masalah antara ayah dan suamiku, jelaskan padaku ayah." Mohon Rayna yang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Tidak ada yang perlu ayah jelaskan padamu, yang pasti kamu dengan dia harus segera bercerai." Titah ayah yang membuat Rayna semakin terkejut di buatnya.


Rayna menggeleng tak percaya. "Aku tidak mengerti dengan sikap ayah yang seperti ini. Sebelum aku tahu masalahnya apa aku tidak mau bercerai dengan suamiku." Tolak Rayna. 


"Rayna, sekarang kamu harus memilih antara ayah atau dia?" Ancam ayah yang menyulitkan Rayna.


"Maksud ayah apa? Aku tidak akan memilih salah satu di antara kalian berdua. Karena kalian orang-orang yang aku cintai." Tegas Rayna.

__ADS_1


"Terserah, yang pasti ayah akan membuat kalian berpisah, dan tak akan ada hubungan lagi di antara kalian!" Ucap ayah Bagas dengan nada dingin.


"Ayah..." Lirih Rayna mulai berkaca-kaca, dengan emosi tertahan. Ia benar-benar tak mengerti kenapa ayahnya itu tiba-tiba berubah.


__ADS_2