My Secret Admirer

My Secret Admirer
PART 33 MIRACLE


__ADS_3

Naura terkejut bukan main. Ia bisa melihat foto Profil dirinya di layar Ponsel itu. Artinya Ponsel tersebut milik Arkan


Naura mematikan sambungan telepon bersamaan dengan berakhirnya suara dering Ponsel di sebelahnya. Dengan tangan bergetar hebat serta isak tangis belum reda Naura meraih Ponsel hitam itu.


Entah bagaimana Pandangan Naura terasa berkabut ketika melihat foto di layar Ponsel yang kini berada dalam genggamannya. Ponsel itu tidak terkunci dan menampilkan foto-foto dalam galeri. Naura menggeser foto itu satu Persatu. Hal ini justru mengakibatkan tangisnya semakin Pecah


Semua foto itu menampilkan Naura dalam berbagai kesempatan. Naura bahkan tidak menyadari ada seseorang yang mengabadikan gambarnya secara diam-diam. Di sekolah di sekitar rumah bahkan di hampir setiap kesempatan Bukan hanya saat SMA tapi Naura juga menemukan dirinya ketika SMP di salah satu foto tersebut


Naura memeluk Ponsel itu erat sambil memejamkan mata rapat-rapat menumpahkan air mata yang sejak tadi menghalangi Pandangannya. Ia sungguh terkejut dengan semua ini Arkan benar-benar memperhatikannya sejak lama. Arkan benar-benar Miracle yang ia cari selama ini


Naura semakin tidak bisa membendung tangisnya. la bahkan tidak sanggup membuka keseluruhan isi galeri dalam Ponsel itu. Karena ia yakin, hal tersebut malah akan membuatnya semakin menyesali kebodohannya


Apa ia harus kehilangan Arkan begitu saja ?


" Lo itu susah banget, sih, kalo dibilangin,"


Naura membuka mata karena seruan seseorang di dekatnya. Kini di hadapannya berdiri seseorang dengan setelan jas rapi serta Penampilan yang luar biasa menawan. Melihat sosok itu Naura malah semakin menangis sedih Ia Pikir tidak akan menemukan Arkan di sini.


" Gue bilang jangan Pernah nangis lagi Lo jadi tambah jelek kalo nangis," seru Arkan Jelas terlihat raut cemas dari wajahnya melihat kesedihan Naura


Cewek itu bangkit dan langsung berlari untuk memeluk Arkan. Bahkan Arkan sampai harus mundur satu langkah akibat Pelukan Naura yang tiba tiba


" Kenapa " Naura masih terisak Wajahnya terbenam di dada Arkan sementara tangannya mendekap erat tubuh itu.


" Kenapa ... baru sekarang ? Kenapa baru sekarang aku tahu ... bahwa Kakak adalah Miracle yang aku cari,"


Tidak bisa dimungkiri Arkan terharu luar biasa. la sungguh bahagia mengetahui bahwa akhirnya Naura menyadari kehadirannya menyadari Perhatian Perhatiannya selama ini Juga menyadari bahwa ia Miracle yang dinanti Naura sejak kecil.


" Maaf " Suara Pilu Naura terdengar


" Maafin aku karena baru menyadari semua hari ini " Tangan Naura meremas kuat jas bagian belakang Arkan


" Makasih karena udah jagain aku selama ini kabulin semua doa-doaku Makasih,"


Tangan Arkan bergerak membalas Pelukan Naura sambil menepuk-nepuk Pelan Punggung yang masih berguncang karena tangis itu


" Makasih juga buat senyuman manis lo waktu itu," bisik Arkan hampir tak terdengar.


" Lo boleh anggap gue Miracle Tapi bagi gue, lo adalah Miracle sesungguhnya Lo benar-benar keajaiban dalam hidup gue."


Naura melepaskan Pelukannya kemudian menatap Arkan cukup lama


" Naura " Panggil Arkan lembut sambil menangkup wajah mungil cewek itu Jari-jarinya bergerak menghapus sisa air mata di wajah cantik tersebut


" Makasih karena udah hadir dalam hidup gue Makasih karena senyuman lo waktu itu gue kembali Punya harapan buat natap masa depan Makasih karena udah jadi sumber kekuatan gue."


Naura tidak mampu berkata-kata Hanya air mata yang tiba-tiba sudah menggenang di Pelupuk matanya bersiap tumpah dalam sekali kedip


" Naura Lo Cantik banget malam ini " ucap Arkan Pelan


" Jangan nangis lagi Make-up lo nanti luntur," candanya


Naura bahkan masih sulit tertawa menanggapi candaan Arkan


" Kakak kenapa bisa ada di sini Kakak ngikutin aku,"


Arkan tersenyum mendengar kalimat Percaya diri Naura


" Gue yang duluan ke sini "


Kening Naura berkerut. " Ngapain Bukannya hari ini Kakak tunangan sama Cherry,"


Arkan masih tersenyum


" Jadi lo ngarep gue tunangan sama Cherry,"


Tangan Arkan enggan menjauh dari wajah cantik Naura dan bergerak lembut merapikan anak rambut Naura yang basah karena air mata


Naura menggeleng kuat-kuat lalu kembali memeluk Arkan erat-erat seolah takut kehilangan Miracle-nya.


Arkan tidak bisa menyembunyikan rasa gembira. Ia memeluk Naura tak kalah erat, menyalurkan begitu besar keinginannya untuk menjaga Perempuan tersebut.


Naura melepas Pelukannya Dengan kedua tangan masih berada di Pinggang Arkan ia menatap cowok itu Penasaran.


" Terus Kakak kenapa bisa ada di sini "


Arkan tersenyum cukup lama sebelum menjawab Pertanyaan Naura Ia melepaskan tangan Naura dari Pinggangnya kemudian menoleh ke arah Pintu yang terhubung dengan ruang tengah Panti. Naura ikut menoleh. la bisa melihat beberapa anak Panti berlarian sambil membawa sekotak susu cokelat kemasan di tangan masing-masing


Naura buru-buru menoleh kembali kepada Arkan ketika menyadari sesuatu.


" Laci gue udah kepenuhan buat nampung susu Cokelat dari Lo Jadi gue bawa ke sini buat dibagi ke anak anak Panti," Arkan menjelaskan sambil tersenyum Kemudian tangannya merogoh saku jas mengambil satu kotak susu cokelat dari sana lalu mengulurkannya kepada Naura


" Yang hari ini lo mau terima, kan "


Naura tersenyum manis kemudian menyambut susu cokelat dari tangan Arkan dengan senyuman


Suara dering dari balik Punggung Naura membuat keduanya menoleh. Ponsel Arkan berdering menampilkan nama Papa di sana.


Arkan mendekat dan meraih Ponselnya yang tergeletak di sisi bangku


" Naura Sepertinya kita harus berangkat sekarang." Arkan menoleh kembali ke Naura Ia sudah tidak lagi melihat senyum manis di wajah itu Yang tersisa hanya raut cemas.


...•••••...


" Kak ..... "


" Hm "


" Kak " Naura menarik lengan jas Arkan hingga membuat cowok itu berhenti melangkah, lalu menoleh kepadanya


Sepanjang Perjalanan hingga keduanya turun dari mobil Naura berusaha memanfaatkan waktu untuk membuat Arkan berubah Pikiran dan menolak Pertunangan dengan Cherry.


" Kakak beneran mau tunangan sama Cherry malam ini," tanya Naura masih enggan melepas tangannya dari lengan jas Galen.


" Alasan Kakak Putusin aku waktu itu karena mengira kita saudara sepupu kan ? Tapi nyatanya kita sama-sama dari Panti asuhan Jadi alasan itu udah nggak berlaku."


Arkan memandangi Naura tanpa ekspresi.


" Terus "


" Kakak Nggak harus tunangan sama Cherry, kan,"


Arkan menangkap kesedihan di wajah Naura Ia kemudian tersenyum samar Sebelah tangannya bergerak melepaskan tangan Naura dari jasnya


dan menggenggam tangan mungil itu erat-erat.


" Percaya aja ini jalan yang terbaik buat kita."


Belum juga Naura berhasil menangkap maksud Perkataan itu Arkan menuntunnya menuju Pintu utama aula yang megah


" Tapi Kakak Nggak Perlu tunangan sama Cherry Kita bisa ngomong sama Om Roy Aku nggak mau Kakak tunangan sama Cherry malam i ....” Suara Naura menghilang bersamaan dengan Pintu aula yang baru dibuka Arkan lebar-lebar. Suara cengkerama banyak orang di dalam sana menarik Perhatian Naura


Arkan masih menuntun Naura memasuki aula lebih dalam sementara Naura kini mengamati orang-orang berseragam abu-abu yang memenuhi sebagian besar aula. Juga terdapat hidangan di tengah-tengah mereka Semua orang di ruangan megah ini tampak sangat bahagia


Mata Naura kini beralih menatap Panggung besar di salah satu sisi aula Ada beberapa orang di atas sana Namun yang lebih menarik Perhatian Naura adalah spanduk besar yang terbentang di dinding Panggung, yang membuatnya tahu sedang berada di acara apa. Yaitu acara resmi Pengesahan bergabungnya dua Perusahaan terkemuka di Indonesia Gaskar Grup dan Manggala Grup menjadi Galagaskara


Suara tepuk tangan dan sorak sorai mengiringi dua tokoh Penting di atas Panggung yang sedang bersalaman sambil menunjukkan dokumen Pengesahan yang sudah ditandatangani bersama


Arkan menghentikan langkah tidak jauh dari Panggung. la menoleh menikmati keterkejutan di wajah Naura saat ini dengan seulas senyum


Naura masih berusaha keras memahami semuanya. Tentang mengapa dirinya bisa ada di tempat ini? Tadi ia Pikir akan dibawa ke Pesta Pertunangan Arkan dengan Cherry


" Untuk Arkan Bagaskara diharapkan naik ke Panggung " Suara Pembawa acara di atas Panggung membuat semua Pasang mata menoleh ke arah Pandang Roy ke Arkan di bawah Panggung. Rupanya Roy yang baru saja menangkap kedatangan Arkan sengaja meminta Pembawa acara untuk turut serta mengundang anaknya itu ke atas Panggung


Arkan menoleh dan meminta Naura untuk tetap di tempat sementara ia naik ke Panggung. Suara tepuk tangan mengiringi langkah Arkan hingga bergabung di tengah-tengah Roy dan Bima yang kini sudah menjadi Partner bisnis.


Naura memperhatikan dari bawah Panggung. la berusaha mencerna semua secepat yang ia bisa


Pak Bima memberi kata sambutan sekaligus ucapan terima kasih kepada Arkan karena telah mengubah Pandangannya selama ini. la menceritakan semangat Arkan yang tidak gentar membujuknya untuk menawarkan kerja sama dengan Perusahaan Roy.


Awalnya Pak Bima berpikir Arkan hanya anak muda yang ambisius dan akan menyerah seiring waktu. Rupanya ia salah. Arkan memang ambisius dan berkobar hingga akhir. Arkan berkali-kali meyakinkannya bahwa Manggala Grup akan berkembang makin Pesat bila bergabung dengan Gaskar Grup


Arkan sungguh mengingatkan Pak Bima akan semangat juangnya ketika muda dahulu. Belum lagi cara Arkan yang mendekatinya Pelan-pelan membawa bayangan ribuan karyawan yang nasibnya bergantung kepadanya. Arkan kata Pak Bima, sungguh membuat dirinya seolah sedang bercermin


Roy pun menambahkan sesungguhnya ia sudah mengetahui rencana Arkan untuk menyatukan dua Perusahaan besar ini. la mengatakan tidak Pernah menganggap remeh kepintaran Arkan Ia juga tahu bahwa Arkan mempelajari banyak hal karena sering membaca berkas berkas Perusahaannya. Toh sejak awal, Roy memang menyiapkan Arkan untuk meneruskan Perusahaannya.


Naura mulai menyadari bahwa Arkan menghilang beberapa waktu belakangan ini karena sedang berjuang di belakangnya.


Arkan membalas tatapan terkejut Naura dengan senyuman.


Tidak hanya sampai di sana Naura makin tercengang ketika melihat Aston ikut naik ke Panggung. Si Pembawa acara mengenalkan Aston sebagai anak dari Pak Bima Manggala.

__ADS_1


Karakter Aston yang ceria tampak jelas dari ekspresi wajahnya saat ini. Cowok itu bahkan sempat bertatapan dengan Arkan dan tersenyum Penuh kemenangan seolah usaha dan Perjuangan mereka selama ini telah berbuah manis.


Semua orang bertepuk tangan menyambut dua generasi Penerus Perusahaan yang baru saja diperkenalkan Roy dan Bima


Naura masih tercengang di tempatnya Bahkan, ketika Arkan sudah kembali ke sampingnya Naura masih kehilangan suara.


Arkan meraih sebelah tangan Naura dan menggenggamnya erat. " Maaf karena gue udah jahat banget Putusin dan bikin lo sedih waktu itu. Lo nggak akan tahu seberapa besar keinginan gue untuk Pertahanin lo. Tapi, keadaan nggak mendukung saat itu. Setelah itu gue sengaja menjauh dari lo, karena gue sibuk cari cara buat batalin Pertunangan gue sama Cherry.”


Naura terdiam Sesungguhnya ia sangat tersentuh dengan semua Perjuangan Arkan untuknya.


" Ehem "


Suara batuk yang disengaja itu membuat Arkan dan Naura menoleh kompak. Rupanya Aston mendekati mereka.


" Jangan lupain jasa gue juga " Aston menginterupsi


Arkan tersenyum lebar kemudian merangkul Aston erat-erat


" Jangan lupain jasa gue juga," balasnya dengan canda Keduanya tertawa membuat Naura kebingungan


Menangkap kebingungan di wajah Naura seketika Arkan melepas rangkulannya dari bahu Aston dan menjelaskan yang sebenarnya terjadi


" Berkat Aston Gaskar Grup Nggak harus bergantung dengan suntikan dana dari Perusahaan Papanya Cherry Dengan begitu gue Nggak harus tunangan sama Cherry buat menyelamatkan ribuan karyawan yang terancam kehilangan mata Pencaharian.”


Tanpa sadar mulut Naura terbuka setelah mendengar kenyataan itu. la menatap Aston yang tampak berbangga diri berkat Pujian Arkan


" Dan ternyata Aston bantuin gue karena ada maunya," lanjut Arkan yang langsung mendapat Perhatian Penuh dari Naura


" Lo Pasti Nggak akan Percaya kalau ternyata Aston mantannya Cherry di SMA mereka dahulu.”


" Hah " Sesuai ekspektasi Naura tercengang mendengarnya. la menoleh kembali kepada Aston yang mulai garuk-garuk kepala dengan salah tingkah.


" Aston sengaja Pindah sekolah buat nyusul Cherry dan meyakinkan bahwa cuma dia yang cocok buat Cherry,” lanjut Arkan lagi


" Jadi yang waktu itu .... " Naura menunjuk Aston ketika mengingat kejadian beberapa waktu lalu ketika Aston menghampirinya di kantin dan memberinya sekaleng susu putih untuk mengobati Patah hatinya.


" Siapa yang Patah hati " sangkal Naura


Aston berdecak kemudian membuang napas berat. Diraihnya susu Putih yang baru saja diletakkan Naura di meja kantin. Jari-jari tangan Aston membuka Penutup kaleng susu itu.


" Kalau gitu gue yang Patah hati " la kemudian meneguk susu itu dengan rakus, membuat Naura heran sendiri


" Jadi yang Patah hati waktu itu sebenarnya lo," tanya Naura meyakinkan.


" Apa yang akan lo lakuin ketika diputusin sama cowok yang masih lo sayang ? Biarin gitu aja,"


" Sedangkal itu Perasaan lo buat dia Kalau jadi lo, gue akan buktiin bahwa cuma gue yang Pantas buat dia.”


" Astaga " Naura menutup mulut dengan kedua tangannya.


" Jadi waktu itu lo lagi ngomongin diri sendiri,"


Aston mengangguk Penuh kebanggaan


" Terbukti kan susu kaleng itu bisa sembuhin gue dari Patah hati. Lo Percaya, kan, sekarang," ujarnya


Naura menggeleng sambil tersenyum


" Gue lebih suka susu Cokelat " jawabnya sambil melirik Arkan yang juga tersenyum kepadanya


Aston Pun menyikut Arkan untuk menggoda.


" Finally Penantian lo selama ini Nggak sia-sia Padahal, Ra," ia kembali menoleh ke Naura


" Sejak kepergian lo diam-diam dari Panti asuhan waktu itu dia jadi kayak hilang arah Kerjaannya tiap hari cuma bikin Pesawat kertas Dengan harapan Pesawat-Pesawat itu bisa menyuarakan rasa rindunya sama lo.”


Naura tertawa Pelan Ia jadi teringat sesuatu. " Terus Cherry sekarang di mana," tanyanya sambil memindahkan Pandangan ke sekitar


" Biasa, dia lagi ngambek " sahut Aston.


" Tapi, tenang aja Dia ngambeknya Nggak akan lama-lama, kok.”


" Duuuh, tahu banget kayaknya,” goda Naura


" Ya, jelas dong Gue udah dekat sama dia sejak kecil Walau sifatnya manja dan mau seenaknya sendiri gue akan buat dia berubah Pelan-pelan, " ucap Aston sungguh-sungguh.


Naura dan Arkan menanggapi dengan senyuman. Mereka turut senang mendengarnya.


Naura tersenyum ketika menyadari sepasang mata itu tidak lagi dingin seperti dahulu dan justru terasa hangat


Naura berlari menghampiri wanita Paruh baya yang sangat dirindukannya Ia langsung memeluk tubuh itu erat-erat.


" Mama .... " Panggil Naura Penuh haru. Apalagi ketika ia merasakan Maria membalas Pelukannya.


" Aku Nggak tahu Mama juga ada di sini."


" Kamu cantik sekali malam ini Sayang.”


Naura semakin mempererat Pelukannya. Ia sungguh terharu mendengar Panggilan Sayang dari Maria untuknya. Baru kali Pertama ia mendengar Panggilan itu.


Pelukan Naura melonggar kemudian ia mundur satu langkah untuk memperhatikan Maria dari atas hingga bawah.


" Mama kenapa makin kurus gini," tanyanya cemas


" Mama Nggak apa-apa " Maria tersenyum. Ia menangkup wajah mungil Naura memandangi anak yang sangat ia rindukan.


" Ma, kalau Mama sakit, aku jadi sedih."


Maria menggeleng Pelan. " Jangan khawatir Mama cuma kurang tidur Kamu jangan kurang tidur, ya.”


Naura mengangguk sambil tersenyum.


" Mama mau minta maaf sama kamu.”


Senyuman Naura Pudar berganti raut bingung.


" Maafin Mama karena bikin kamu merasa bersalah sejak kejadian Luna koma bertahun tahun lalu. Padahal Luna sering drop dan mudah kelelahan bukan karena kecelakaan sepeda akibat kelalaian kamu waktu itu melainkan Luna didiagnosis memiliki gejala Penyakit Addison seperti Mama Jadi, Luna nggak boleh terlalu lelah.”


Naura terkejut sekaligus bingung harus berkata apa. Kabar mengejutkan dari Maria membuatnya turut bersedih. Ia kini paham mengapa Maria begitu Protektif kepada Luna. Juga, Paham mengapa Maria semakin kurus.


Naura memeluk Maria. " Ma, aku mau tinggal sama Mama lagi. Sama Papa juga Luna.”


" Jangan ngomong begitu " Maria mencoba melepaskan Pelukan Naura tetapi Naura enggan melepasnya


" Kalau Mama Mira dengar Pasti dia sedih.”


" Mama ikut senang bila kamu senang." Suara dari balik Punggung itu membuat Naura melepas Pelukannya dan menoleh. Rupanya Mama Mira datang menghampiri.


" Ma " Panggil Naura kepada Mira


" Mama akan dukung keputusan kamu Naura, " Mira mengusap sayang rambut Putrinya


Naura tersenyum haru.


" Maafin Mama karena kurang Perhatian sama kamu, sampai sampai Mama nggak tahu hubungan kamu sama Arkan Mama baru tahu setelah Papa Arkan cerita minggu lalu.”


" Duduklah Ada yang Perlu kita bicarakan.”


" Mau bahas apa lagi " Mira masih kesal


" Kalau Abang cuma mau Pisahin aku sama Naura lebih baik aku—"


" Tentang Arkan "


Mira mengurungkan niat untuk beranjak. Karena Penasaran akhirnya ia menurut untuk duduk dan mendengarkan hal yang ingin dibicarakan Roy


" Apa kamu tahu bahwa Arkan dan Naura sebenarnya Punya hubungan,"


" Maksud Abang "


" Mereka Pacaran "


Mira sungguh terkejut. Ia bahkan tidak menyadari itu. " Lalu, Abang minta Arkan jauhin Naura dan memaksa Arkan tunangan dengan Cherry untuk menyelamatkan Perusahaan Abang," tebak Mira dengan nada tinggi.


" Abang jahat "


Roy tersenyum datar. " Arkan mungkin berpikir bahwa aku nggak tahu apa yang dia lakukan belakangan ini. Diam diam dia mempelajari berkas berkas di meja kerjaku, kemudian mengunjungi sejumlah rekan bisnis dan Para Pekerja hanya untuk mencari tahu cara menyelamatkan Perusahaan selain bekerja sama dengan Perusahaan Papanya Cherry.”


Roy menyandarkan tubuh di sofa Matanya menerawang membayangkan Perjuangan Arkan. Senyum tipisnya mulai terukir. " Berkat usaha dan kerja keras Arkan semalam Pak Bima dari Manggala Grup menelepon menawarkan kerja sama.”


Mira tercengang mendengarnya

__ADS_1


" Kabar yang sangat bagus "


Roy mengangguk. " Jadi, minggu depan nggak akan ada acara Pertunangan Arkan dan Cherry, tetapi Pengesahan bersatunya Gaskar Grup dan Manggala Grup. Selain itu, aku akan merestui hubungan Arkan dengan Naura."


Naura menutup mulut dengan kedua tangan saking terkejutnya. la tidak menyangka begitu banyak orang yang sepakat bersandiwara dan memberinya kejutan hari ini. Apalagi ketika tiba-tiba Roy muncul sambil menepuk bahunya.


" Maafin sikap Om selama ini. Om berterima kasih banyak sama kamu karena berkat kamu Om jadi tahu kesungguhan Arkan dan juga kerja kerasnya.”


Naura menanggapi dengan senyuman haru. Ia sungguh merasa bahagia Semua orang tercintanya hadir di acara malam ini. Bukan hanya Mama Maria Mama Mira, melainkan juga ada Papa Martin bersamanya. Ia muncul belakangan seraya memeluk erat Naura untuk menyalurkan begitu besar rasa rindunya.


Lalu Naura mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan dua malaikat kecilnya yang menggemaskan. la menemukan Luna dan Ken berdiri di dekat meja yang menyajikan beragam kue. Luna tampil cantik Dengan dress ungu sementara Ken terlihat tampan dengan balutan jas. Keduanya semakin menggemaskan.


Ken, yang tingginya sejajar dengan meja di depannya, kesulitan mengambil Potongan kue cokelat yang diincar sedari tadi. Walaupun sudah berjinjit sambil menarik taplak meja, tangannya masih kesulitan menjangkau.


Akhirnya, Ken menarik-narik Pakaian Luna, meminta bantuan untuk mengambil kue cokelat yang diinginkan.


" Kak, ambilin yang itu buat Ken,” tunjuknya Pada kue yang dimaksud


Luna melirik Ken angkuh. Masih membekas di ingatannya saat saat mereka berebut koper merah milik Naura dahulu. Sejak saat itu Luna menganggap Ken merebut Posisinya sebagai adik Naura


" Ambil aja sendiri " sahut Luna bernada angkuh sambil melepaskan tangan Ken dari Pakaiannya.


Ken mulai merajuk. Ia kembali menarik Pakaian Luna, kali ini semakin kencang


" Ambilin Ken mau kue Cokelat yang itu,"


Sambil berdecak kesal Luna mengambil kue cokelat tersebut, kemudian memberikannya kepada Ken. Bocah itu menyambutnya dengan mata berbinar juga senyuman lebar.


" Makasih " ucap Ken girang lalu memakan Potongan kue sebesar genggaman tangannya itu dengan lahap. Saking semangatnya, Ken bahkan tidak menyadari kini mulutnya Penuh krim cokelat.


Luna memperhatikan bocah itu Prihatin. Cara makan yang terburu buru membuat Ken terlihat seperti belum makan tiga hari.


Maka Luna mengambil selembar tisu di atas meja dan membantu membersihkan mulut Ken.


" Pelan-pelan makannya Kamu nggak makan berapa hari, sih," tanyanya.


Akan tetapi Ken sibuk mengunyah. la hanya tersenyum menanggapi Pertanyaan Luna hingga memperlihatkan giginya yang kini berwarna cokelat. Lantas ia tertawa geli sendiri melihat telapak tangannya yang berlumuran cokelat. Luna pun ikut tertawa karenanya.


Luna meraih tangan Ken kemudian membersihkannya dengan tisu


" Ganteng-ganteng, tapi jorok, ih," ejeknya sambil tersenyum.


Naura sungguh senang melihat Luna dan Ken tampak akrab. Ia berjalan mendekati keduanya sambil tersenyum Luna lebih dahulu menyadari keberadaan Naura


" Kak Naura " ucap Luna antusias. Ken ikut menoleh ke arah Pandang Luna


Luna berlari riang dan langsung memeluk Naura. Namun seketika ia melonggarkan Pelukan begitu merasakan ada yang mengganjal Rupanya Ken sudah lebih dahulu memeluk Perut Naura


" Kamu Ngapain ikutan Peluk Kak Naura," tegur Luna kepada Ken


" Ken kangen Kak Naura " jawab Ken tanpa melepas Pelukannya


" Kamu, kan, ketemu tiap hari sama Kak Naura," Luna mencoba melepaskan tangan Ken yang melingkar di Pinggang Salsa, tetapi Salsa mencegahnya. Ia menarik Luna untuk berbagi Pelukan


" Kakak selalu kangen sama kalian berdua,” ucap Naura tulus.


Rasanya sungguh bahagia ketika satu Persatu kesedihannya berubah menjadi indah. Berawal dari Miracle, hidupnya berubah seketika. Naura awalnya kehilangan harapan, kemudian Miracle muncul dan memberi semangat baru.


Ckrek


Naura melepas Pelukannya kepada Ken dan Luna, kemudian menoleh ke arah suara di belakangnya. Ia hampir tidak Percaya dengan siapa yang dilihatnya saat ini. Seseorang yang masih mengarahkan kamera DSLR ke arahnya itu tampak tersenyum di balik lensanya.


" Kak Kevin "


Kevin mengabadikan gambar Naura sekali lagi lantas mendekat.


" Lo Cantik banget hari ini "


Naura terdiam beberapa saat Sempat merasa canggung mendapat Pujian tiba-tiba dari Kevin. Saking gugupnya ia bahkan tidak sadar Ken dan Luna sudah kembali sibuk dengan kue-kue di atas meja.


" Kakak kenapa bisa ada di sini "


Kevin mengangkat kamera di tangannya seraya berucap,


" Nyobain kamera baru dari nyokap lo.”


" Eh " Naura tidak mengerti.


" Lo masih ingat, kan, waktu di sanggar Ken Pernah rusakin kamera gue," Kevin mengangkat alisnya.


" Kebetulan nyokap lo minta gue bantu jadi fotografer di acara ini, sekaligus gantiin kamera gue yang dirusakin Ken waktu itu.”


Naura mulai Paham. Ia tersenyum menanggapi Penjelasan Kevin Senyum manis Naura membuat Kevin spontan mengarahkan kembali lensa kamera untuk mengabadikan gambarnya Namun, Pemandangan yang dilihatnya dari balik lensa berubah. Bukan senyum manis Naura yang muncul, melainkan sebuah sorot mata dingin yang tidak asing baginya.


Kevin menurunkan kembali kameranya Ia menemukan Arkan berdiri menghalanginya mengambil gambar Naura


" Siapa yang izinin lo ngambil gambar Naura,” tegur Arkan terang-terangan


Naura langsung menarik tangan Arkan karena merasa tak enak hati kepada Kevin


" Kak .... "


" Kalau mau ambil gambar Naura harus ada guenya," lanjut Arkan sambil tertawa Pelan. Sikapnya ini membuat Kevin ikut tertawa kemudian mendengkus geli.


Kini Kevin sudah menerima keputusan Naura memilih Arkan. la akan selalu mendukung selama itu yang terbaik untuk Naura


Arkan mengajak Naura berkeliling sementara yang lain menikmati beraneka ragam hidangan Pesta


Banyak karyawan di Pesta itu yang mengucapkan terima kasih ketika Arkan lewat di hadapannya. Berkat Arkan mereka tidak jadi kehilangan Pekerjaan Berkat Arkan, mereka masih dapat menghidupi anak-istri.


Mendengar hal itu Naura ikut terharu la merasa perlu berterima kasih juga kepada Arkan


" Aku jadi merasa bersalah karena biarin Kakak berjuang sendirian selama ini,” kata Naura menyesal


" Aku juga harus berterima kasih sama Kakak untuk semua Perhatian dan kebaikan Kakak."


Arkan menanggapi ucapan Naura dengan senyuman. Sesungguhnya ia ikhlas berjuang untuk Naura sampai sejauh ini. la tidak Pernah menyesal Mmemperjuangkan Naura


Naura menoleh ke atas panggung dan melihat band Pengisi acara baru saja mengakhiri sebuah lagu. Salsa jadi terpikir untuk memberikan Pertunjukan singkat sebagai ucapan terima kasih kepada Arkan


" Aku nyanyiin satu lagu sambil main gitar buat Kakak, ya. Kakak tunggu di sini.” Naura beranjak menuju Panggung tetapi Arkan buru-buru menahannya.


" Nggak usah nyanyi apalagi main gitar Lo di sini aja sama gue,” cegah Arkan sambil menahan kedua bahu Naura


Penolakan Arkan membuat Salsa sedikit tersinggung. " Kenapa ? Suaraku jelek ya Pasti Kakak takut aku malah bikin malu, kan,"


Arkan menangkup wajah Salsa yang cemberut. " Bukannya jelek. Tapi, aku takut nambah saingan. Karena, Pasti banyak yang baper dengar kamu nyanyi.”


Naura terpaku Bukan hanya karena kata-kata manis Arkan tapi menyadari cowok itu baru saja menggunakan sapaan " aku-kamu " kepadanya


Arkan tersenyum manis. Tangannya merogoh saku jas bagian dalam kemudian mengeluarkan sebuah Pesawat kertas dari sana. la merapikannya singkat dan mengulurkannya kepada Naura. “Buat kamu, dari Miracle”


Naura menyambut Pesawat kertas itu dengan senyuman lebar. Dibukanya lipatan kertas tersebut hingga ia bisa membaca beberapa kalimat yang tertulis di sana.


...Nggak akan Pernah berakhir...


Naura mengangkat kepala setelah membacanya. Tatapan Arkan kepadanya seolah sedang menanti jawaban.


Dengan yakin, serta mata Penuh binar Naura menyahut, " Deal "


Arkan tersenyum semakin lebar kemudian menarik Naura ke dalam Pelukannya. Ia bahagia karena Penantiannya akan hari ini akhirnya tiba. Hari ketika ia tidak Perlu bersembunyi dan memperhatikan Naura dari jauh


Belum begitu lama Arkan menyalurkan rasa bahagianya, suara kecil milik Ken membuatnya terpaksa melepaskan Pelukan


" Bang Arkan kenapa buku tulis Ken jadi tipis begini," kesal Ken sambil mengulurkan buku tulisnya yang beberapa waktu lalu sempat hilang


Naura mulai mencurigai sesuatu. Ia mengambil buku tulis itu, kemudian mencocokkan jenis kertasnya dengan Pesawat kertas di tangan. Benar-benar serupa.


Naura menatap Arkan curiga. Senyum usil yang diperlihatkan Arkan justru membuat Naura tidak dapat menahan senyuman.


" Ken Nggak mau tahu Pokoknya beliin Ken buku baru," rengek Ken.


" Minta ganti sama Miracle, ya,” sahut Naura kepada Ken.


" Miracle " Ken kebingungan


Naura menunduk kemudian berbisik kepada Ken


" iya si Abang Tukang Bohong tapi Perhatian itu." la melirik Arkan yang membalas senyumannya


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2