
"Jadi lelaki itu adalah mantan mu?" Rakana menatap Rayna saat ini mereka tengah berada di dalam mobil.
"Iya, dia adalah mantan kekasih saya. Dia memiliki seorang anak dari perempuan yang tadi bersamanya ketika kami akan menikah, dia meninggalkan saya begitu saja dan memilih perempuan itu." Jawab Rayna dengan penuh kebencian.
"Dan lelaki itu yang membuat kamu berurusan dengan rentenir yang akan membawa mu kemarin?" Rakana ingin lebih jelas mengetahui tentang Rayna.
"Iya, mereka menagih hutang yang dia pinjam dengan jaminan sertifikat tanah rumah orang tua saya. Dan saya berusaha membayarnya karena tidak ingin mereka menyita tanah itu." Jelas Rayna dengan perasaan yang sangat penuh penyesalan.
"Kenapa bisa? Apa orang tuamu yang mengijinkan hal itu?" Rakana semakin tertarik dengan kehidupan Rayna.
Rayna menggelengkan kepalanya seraya dengan menundukkan kepalanya. "Saya yang bodoh, saya bodoh karena terhasut dengan ucapan dia." Jawab Rayna lirih.
Rakana mulai sedikit paham akan alur cerita Rayna. "Karena kamu begitu mencintai lelaki itu, kamu merelakan sertifikat tanah orang tuamu untuk menjadi jaminan." Tebak Rakana.
"Iya, saya begitu bodoh, terlalu percaya dengan kata-kata nya yang manis sampai saya yang begitu dalam mencintai nya memberikan sertifikat tanah itu tanpa kedua orang tua saya ketahui." Jawab Rayna membuat Rakana kesal dan ingin memarahi Rayna.
'iya kamu bodoh Rayna!' batin Rakana menahan kekesalan nya. Ia cemburu karena Rayna mencintai laki-laki bernama Yoga sampai seperti itu.
"Bagaimana perasaan mu sekarang padanya?" Rakana mencoba mencari tahu, ia harap jawaban Rayna tak membuat ia kesal dan marah.
"Sekarang saya sangat membencinya, dan saya ingin membuat dia menyesali perbuatannya, karena dia yang membuat ibu saya meninggal dan membuat hidup saya menderita, sedangkan dia hidup bahagia dengan perempuan bernama Inge seperti itu!" Jawab Rayna dengan ekspresi wajah penuh dengan kebencian.
"Aku akan membantu mu untuk membalaskan dendam mu padanya, itu cara yang sangat mudah bagiku." Tawar Rakana.
"Tidak perlu pak, saya gak mau membuat masalah untuk pak Rakan nantinya." Tolak Rayna sangat berterimakasih.
"Terima kasih atas bantuan pak Rakan yang menyelamatkan saya saat mereka mempermalukan saya." Ucap Rayna.
"Maafkan saya juga karena saya sudah lancang memeluk pak Rakan dan memanggil bapak dengan panggilan sayang." Rayna mengingat kejadian saat mereka berperan sebagai kekasih. Ia merasa tak enak hati jika pada Rakana, ia merasa senggan.
Rakana tersenyum. "Tidak masalah, aku senang membantu mu." Balas nya. "Bagaimana jika hubungan menjadi kekasih tadi kita lanjutkan menjadi sepasang kekasih yang sebenarnya." Pinta Rakana.
"Maksud pak Rakan?" Rayna tak mengerti.
Rakana menarik tangan Rayna dengan lembut membawanya untuk ia genggam, Rayna melihat tangannya yang di tarik Rakana, Rayna sedikit terkejut namun membiarkan karena penasaran, mendadak hatinya berdebar tiba-tiba.
"Aku mencintaimu Rayna." Ucap Rakana pelan, pada akhirnya ada kesempatan juga baginya.
__ADS_1
Deg hati Rayna berdetak.
"Aku ingin menjadi kekasih mu." Kembali Rakana berucap, ia sebenarnya takut di tolak namun ia mencoba untuk mengungkapkan perasaannya selama ini.
Rayna masih terdiam, belum menjawab karena ia syok dengan pengakuan Rakana, ia tak akan percaya begitu saja.
"Aku harap kamu membalas perasaanku, aku sudah mencintai mu sejak lama, namun aku baru bisa mengungkapkan nya sekarang secara langsung." Kembali Rakana berucap meyakinkan Rayna.
"Jika kamu tidak percaya dengan ucapan ku, aku akan memberi tahu padamu bagaimana besar nya cintaku padamu."
Rakana menceritakan asal mula ia bisa mencintai Rayna, dari awal sampai saat ini dan itu membuat Rayna terkejut mendengarnya, ia memiliki seorang pengagum rahasia selama ini.
"Bagaimana, kamu mau menerima perasaan ku?" Tatap Rakana menatap Rayna yang diam saja dari tadi membuat hatinya pun berdebar namun ia butuh jawaban dari Rayna.
"Jika kamu menerima ku, aku akan sangat bahagia dan akan membuat mu bahagia. Tapi jika kamu menolak ku, aku akan terus mengejar mu sampai kamu bosan dan akan menerima ku nanti nya." Ucap Rakana yang membuat Rayna tersenyum aneh karena tak ada pilihan baginya untuk menolak.
"Jika seperti itu, kemungkinan saya tidak bisa menolak pak Rakan?" Rayna meyakinkan Rakana.
"Ya, kamu memang tidak di perkenankan untuk menolakku!" Jawab Rakana memaksa.
Rayna tersenyum lalu menggeleng, ia merasa di paksa jika seperti itu.
Rayna menarik nafas nya panjang sebelum menjawab. "Saya gak mau pacaran pak, saya sudah bosan dengan melakukan hal yang bisa membuang-buang waktu saya." Mengingat bagaimana hubungan dengan Yoga ia sedikit trauma. "Jika memang pak Rakan serius mencintai saya, datang lah kepada ayah saya dan mintalah restu padanya." Ucap Rayna dengan serius. "Siapapun dan bagaimana pun laki-lakinya, saya akan menerima nya jika lelaki itu yang berani melamar saya di depan ayah saya." Kembali Rayna memberikan sebuah kode.
Rakana sebagai pria dewasa dan serius pada Rayna, langsung paham dengan apa yang di katakan oleh gadis di depannya itu, gadis ini tengah memintanya untuk melamarnya dan gadis itu ingin melihat keseriusannya.
"Baik, aku akan datang ke rumah ayah mu, dan aku akan melamar mu." Tekad Rakana dengan yakin. "Bersiaplah, kamu akan menjadi istri ku, dan menjadi Nyonya Rakana." Tekan nya menerima tantangan Rayna.
Hati Rayna sebenarnya berdebar namun ia menyembunyikan hal itu.
"Ya, saya akan pegang ucapan pak Rakan itu." Jawab Rayna.
***
Keesokan harinya, Rayna tengah melakukan pekerjaannya seperti biasa, ia pun hari ini mendapatkan tugas membersihkan ruangan Rakana. Ada desiran hati yang berdebar saat masuk ke ruangan itu sekarang. Karena ruangan itu membuat ia mengingatkan pada laki-laki yang kini sudah menjadi kekasihnya.
"Tumben hari ini aku tidak melihatnya, apa ada tugas lain di luar?" Batin Rayna. Dari kemarin sepulang nya Rakana mengantarkan ia pulang sampai pagi tadi tak terlihat pria itu datang ke hotel.
__ADS_1
"Udah sore gini masih saja belum ke sini, apa hari ini dia gak datang ke hotel?" Kembali Rayna bergumam.
"Kok aku kangen dia sih." Rayna tersenyum malu mengingat wajah tampan Rakana. Wajah Rayna merona merah.
"Kok gak ngabarin aku sih!" Kesal Rayna yang tak mendapatkan kabar dari Rakana.
"Jangan posesif Rayna, jangan cuek juga, santai saja jangan bucin!" Rayna mencoba untuk tenang, hubungan nya yang gagal dengan Yoga harus menjadi sebuah pelajaran untuk ia bisa membuat hubungan nya dengan Rakana tidak hambar dan tidak berlebihan juga.
Namun sebuah panggilan dari ayahnya tertera di layar.
"Ya ayah." Sapa Rayna menjawab telepon dari ayahnya itu dan menghentikan sejenak pekerjaannya.
"Rayna, tadi ada seorang laki-laki datang menemui ayah, dia mengaku jika kalian memiliki hubungan." Ujar ayah.
"Siapa? Terus dia bilang apa lagi sama ayah?" Rayna penasaran.
"Dia meminta restu ayah, dia datang ke rumah untuk melamar mu nak. Kalau tidak salah namanya Rakana." Jelas ayah yang membuat Rayna terkejut bukan main, Rayna menganga tak percaya bahwa lelaki itu gercep juga.
"Ayah merasa pernah melihatnya, apa dia lelaki yang pernah datang ke rumah ya?" Tanya ayah seraya mengingat. "Benar kamu dengan dia menjalin sebuah hubungan?" Ayah pun meminta kepastian. "Punya pacar kok gak bilang-bilang. Sekali nya datang mau melamar." Omel ayah yang merasa ketinggalan cerita tentang anaknya itu.
Rayna tersenyum. "Belum lama yah. Aku belum sempat cerita sama ayah." Aku Rayna, ya baru satu hari kok mereka memiliki label sepasang kekasih. Bahkan Rayna saja tidak menyangka jika keberadaan kekasih nya yang tidak ada di kantor hotel ternyata lelaki itu tengah berada di rumah nya datang untuk meminta restu ayahnya.
"Ya tidak apa-apa sih, ayah terima niat baiknya." Jawab ayah bijak.
"Ayah terima begitu saja?" Tak percaya Rayna. "Sekarang apa dia masih di rumah?" Rayna pun penasaran keberadaan kekasihnya itu.
"Awalnya ayah tidak percaya, tapi dia membuktikan semua nya pada ayah. Dasar anak jaman sekarang." Ayah menggelengkan kepalanya ketika ingat dengan ucapan Rakana. "Dia sudah pulang, tidak lama setelah ayah menerima niat baiknya. Dia sudah pulang." Jawab ayah.
Setelah obrolan itu terputus Rayna menarik nafas nya yang tiba-tiba terasa jauh lebih mendebarkan.
"Pak Rakan seserius itu?" Tanggap Rayna menatap sebuah foto yang menampilkan kekasihnya dengan gaya seperti foto model.
"Aku gak nyangka pria setampan dan sekeren ini jatuh cinta pada gadis seperti ku." Gumam Rayna mengusap foto berbingkai itu dengan perlahan dan senyum kecil menghiasi bibir Rayna dengan pandangan nya tertuju pada foto itu.
"Kenapa memang nya dengan mu? Aku tidak salah mencintai gadis seperti mu." Sebuah bisikan dan pelukan dari belakang pada tubuh Rayna rasakan, membuat Rayna terhenyak terkejut dengan kedatangan Rakana yang tidak ia sadari. Foto yang ia pegang pun hampir terjatuh.
"Pak Rakan." Kejut Rayna, terkejut sekaligus berdebar karena pelukan Rakana begitu intim pada tubuhnya. "Ka...kapan datang?" Gugup Rayna, baru saja ia bertelepon dengan ayahnya dan menanyakan keberadaan lelaki itu pada ayahnya, sekarang Rakana tengah memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"I love you Rayna." Bisik Rakana tepat di telinga kanan nya membuat Rayna meremang dengan bisikan itu.