
"Rayna kamu dimana?" Panik Rakana saat ia menyadari jika istrinya sulit di hubungi. Ketika ia pulang tadi Rakana tak menemukan Rayna di dalam apartemen nya. Dan hari ini pun ayah mertuanya mengatakan jika ia tidak jadi datang menemuinya. Rakana tak merasa curiga pada ayah mertuanya.
"Aku harus cek cctv apartemen ini." Gumam nya seraya melangkahkan kakinya ke dalam tempat kerjanya.
"Ayah?" Kerut Rakana ketika ia melihat mertuanya berada di apartemen nya bersama Rayna.
Rakana memperjelas cctv itu dan memperhatikan nya dengan seksama. Ayah mertuanya itu membawa istrinya dengan begitu paksa.
"Kenapa ayah memaksa Rayna untuk pergi bersama nya?" Penasaran Rakana, melihat adegan di cctv sungguh sangat mencurigakan.
"Dan kenapa tidak memberikan kabar padaku atau meminta ijin terlebih dulu padaku." Kesal Rakana.
"Aku harus mengunjungi rumah ayah mertua, semoga saja ayah memang membawa Rayna ke sana." Gumam Rakana.
***
Dengan di bantu oleh sang asisten untuk mengunjungi rumah mertuanya yang berbeda kota, Rakana langsung pergi ke sana tanpa menunggu hari esok. Hal ini membuat ia merasa curiga, ia ingin tahu alasan ayah mertuanya membawa istrinya tanpa sepengetahuan nya. Ia tak terima walaupun Rayna adalah anak mertuanya, tapi sekarang Rayna adalah istrinya tanggung jawabnya.
Di kediaman rumah ayah Bagas, Rayna sedang berada di dalam kamarnya, mengunci dirinya di sana, ia merasa kecewa dengan sikap ayahnya. Jika memang Rakana suaminya itu memiliki kesalahan, seharusnya ayah nya itu memberi tahukan apa kesalahannya.
Rayna menangis, ia sungguh tak mengerti kenapa ayahnya berubah seperti itu.
Terdengar sayup-sayup suara orang tengah berdebat di ruang tamu rumahnya, Rayna mendekatkan telinganya pada daun pintu, penasaran dengan siapa ayahnya itu berdebat.
"Mas Rakan?" Rayna terkejut dengan mendengar suara Rakana.
Di ruang tamu
"Ayah, jika memang aku memiliki kesalahan tolong katakan pada ku apa kesalahan yang aku perbuat. Aku akan menebus kesalahanku itu, agar aku bisa membawa istriku kembali." Ucap Rakana ia rela memohon dan merendahkan dirinya di hadapan mertuanya itu.
"Kamu tidak akan bisa menebus semua kesalahan yang membuat ku marah seperti ini." Jawab dingin sang ayah mertua.
"Katakan saja apa yang ayah inginkan? Aku akan melakukan apapun yang bisa membuat ayah memaafkan aku." Rakana mencoba membuat ayah mertuanya itu tidak semakin membencinya.
"Kamu serius ingin mengetahui apa yang aku inginkan?" Tatap ayah Bagas menatap tajam pada menantunya itu.
Rakana mengangguk pasti. "Ya katakan saja apa yang ayah mau."
__ADS_1
"Ceraikan Rayna!" Jawab ayah dengan cepat dan nada terdengar sangat dingin.
Rakana terkejut, bukan hanya Rakana, Rayna yang sedari tadi menguping pun ikut terkejut ayahnya benar-benar ingin ia bercerai dan sedang tidak main-main.
"Kenapa dengan mu ayah?" Lirih Rayna dengan tubuh bersandar pada daun pintu. Ia merasa kakinya terasa lemas.
Kembali pada posisi Rakana dengan ayahnya.
"Aku tidak akan menceraikan istri ku!" Tegas Rakana menolak keinginan ayah mertuanya itu.
"Jika begitu silahkan kamu pergi dari sini, dan jangan harap untuk bertemu dengan Rayna anakku!" Dingin ayah Bagas.
"Sampaikan kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan Rayna istriku!" Rakana membalas dengan nada dinginnya, emosi yang ia tahan semenjak tadi sudah tidak bisa terbendung lagi.
"Tunggu saja, surat gugatan cerai akan kamu terima nanti." Balas ayah Bagas.
"Aku tidak akan menandatangani surat itu!" Ancam Rakana.
"Pergi dari rumahku, jangan sekali-kali lagi kamu menginjakkan kakimu di rumah ini!" Usir ayah Bagas.
Rayna membuka pintu kamarnya lalu keluar dan berlari ke arah Rakana. Namun sebelum sampai Rayna mendekati Rakana, langkahnya sudah di hadang oleh sang ayah.
"Ayah, aku semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi." Kecewa Rayna. Wajah nya sudah memerah ia sedari tadi menangis mendengar pembicaraan ayah dan suaminya itu.
"Mas Rakan." Lirih Rayna menatap sendu pada suaminya yang di balas Rakana dengan tatapan sedih nya.
"Lakukan sesuatu mas." Melihat Rakana yang hanya diam saja. Tidak ada adegan silih tarik atau pun tidak ada adegan saling berebut.
"Pergi, atau aku akan memanggil warga untuk mengusir mu!" Ancam ayah menatap sengit menantu nya itu.
"Baik aku akan pergi. Tapi satu hal yang harus ayah tahu, sampai kapan pun dan bagaimana pun aku tidak akan menceraikan istriku!" Tegas Rakana.
Lalu Rakana menatap sang istri yang masih di pegang erat oleh mertuanya. "Sayang, aku janji aku akan membawa mu kembali pulang bersama ku." Janji Rakana, ia ingin sekali memeluk istrinya.
Rakana pergi dari sana dengan kesal dan penuh kemarahan, namun ia berusaha untuk menahannya, ia tak mungkin menggunakan kekerasan untuk ayah mertuanya itu, walaupun bagaimana pun dia adalah orang yang harus ia hormati. Ia akan menenangkan pikirannya dan menunggu suasana tenang, setelah itu ia akan kembali meminta Rayna untuk bersamanya.
***
__ADS_1
Flashback
Ayah Bagas kembali mengecek bunga-bunga indah hasil dari kebun yang kini sedang ia jalani. Saat ini ia menjadi pemasok bunga untuk hotel Rakana. Berbagai bunga ia tanam di kebunnya.
Berawal dari hobi nya berkebun di bidang perbungaan, kini ayah Bagas sudah memiliki pelanggan tetap sebagai pemasok, salah satunya Rakana menantunya.
"Sepertinya sesuai pesanan." Gumam ayah Bagas setelah pengecekan ulang itu. Kini ayah tengah berada di hotel milik Rakana.
Sudah sering datang ke sana untuk mengirim bunga pesanan Rakana, sebagian karyawan di sana sudah tahu siapa Bagas itu.
"Apa Rakana sudah datang?" Ayah Bagas bertanya pada salah satu security di sana. Security sudah tahu siapa jika lelaki tua itu adalah mertua bos nya.
"Sudah pak, namun sepertinya pak Rakana sedang berbicara dengan ibu Mayang." Jawabnya.
"Ibu Mayang?" Tanya ayah Bagas sedikit mengerut.
"Ibu Mayang besan anda, ibu kandung pak Rakana." Jawabnya lagi.
"Mayang?" Batin Bagas, ia seakan tak asing dengan nama itu.
"Bukannya beliau ada di luar negeri?" Tanya ayah Bagas.
"Mungkin sudah kembali pak, ya memang baru hari ini saya lihat ibu Mayang datang ke sini." Jelasnya.
"Tapi pak Rakana tadi bilang jika pak Bagas datang bisa langsung bertemu saja dengan pak Rakana." Sambung security itu.
"Baiklah." Ayah Bagas langsung bergegas, ia penasaran dengan besan yang belum pernah ia temui padahal pernikahan Rayna dan Rakana sudah berbulan-bulan.
Namun langkah nya berhenti mendadak ketika ia melihat Rakana dengan seorang perempuan yang ia tak akan pernah melupakan nya sampai mati pun.
"Jadi dia adalah ibu kandung Rakana." Tatap ayah Bagas tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Apa dia selama ini tahu jika Rayna adalah anakku, sampai dia mencari alasan untuk tidak bertemu dengan ku." Batin ayah Bagas dengan tatapan sulit nya.
Tanpa pikir panjang lagi, ayah Bagas langsung pergi dari sana, membatalkan pertemuan nya dengan Rakana tanpa Rakana tahu jika ayah mertuanya itu datang ke hotel nya.
Ayah Bagas mengemudi mobil nya dengan sejuta rasa bercampur di dadanya, lalu tanpa pikir panjang lagi ayah Bagas langsung pergi ke arah apartemen yang Rayna tinggali, ia berniat membawa anaknya pergi dan menjauhi Rayna dengan Rakana.
__ADS_1
"Aku tidak terima." Gumamnya sangat marah.
"Ah sial! Kenapa aku harus berbesanan dengan dia! Jika aku tahu Rakana adalah anaknya, aku tidak akan pernah merestui anakmu menikah dengan anakku." Geram nya.