
Pagi ini mungkin menjadi yang paling bersejarah untuk kelas Naura Bel masuk masih akan berbunyi setengah jam lagi, tapi suasana kelas mendadak sunyi dan kondusif. Padahal siswa-siswi kelas tersebut sebagian besar sudah datang dan mengisi bangku masing-masing, termasuk Naura Penyebabnya semua anak kini memperhatikan Naura yang kedatangan tamu spesial Arkan
Cowok itu meletakkan susu kotak cokelat di meja Naura kemudian duduk di bangku Fira dengan Posisi memutar menghadap Naura
" i-ini apa, Kak," tanya Naura kebingungan sambil melirik ke atas mejanya.
" Serius lo Nggak tahu ? ini susu Cokelat,” sahut Arkan santai Matanya terfokus kepada Naura
" Maksud aku buat apa "
" Ya, buat Lo Mulai hari ini, biar gue yang kasih susu cokelat buat lo tiap Pagi,"
Suasana kelas yang tadinya sunyi kini mulai ricuh. Teman-teman sekelas Naura berbisik-bisik sempat tak Percaya bahwa ia berhasil
" Sejak kapan Kak Arkan cair,”
" Jadi sekarang Naura beneran Pacarnya Kak Arkan,"
" Jadi tipenya Kak Arkan yang muka tembok kayak Naura gitu," Naura menangkap beberapa bisikan teman sekelasnya Dan ini membuatnya risi sendiri.
" Kak Arkan Nggak usah repot-repot gini Kakak balik ke kelas, sana,” Pinta Naura sambil berbisik.
" Gue sama sekali Nggak kerepotan Gue bakal balik ke kelas setelah lihat lo habisin susu ini." Arkan membantu menusukkan sedotan ke susu kemasan kemudian mengulurkannya mendekati Naura
" Kak, aku—” Suara Naura selanjutnya tertelan kembali setelah bibirnya menyentuh ujung sedotan yang diulurkan Arkan
" Minum dulu " kata Arkan embut.
Naura buru-buru mengambil minuman tersebut dari tangan Arkan, kemudian tidak ada Pilihan lain selain menghabiskannya. Hanya itu cara yang cepat untuk mengakhiri tontonan teman-teman sekelasnya saat ini
Arkan menunggu Naura menghabiskan susunya dengan seulas senyum.
" Pelan-Pelan minumnya.”
Naura gugup setengah mati ditatap seperti itu oleh Arkan. Satu menit kemudian, ia berhasil menghabiskan susu tersebut. Dengan napas sedikit berantakan, Naura meletakkan kemasan kosong susu cokelat di mejanya.
" Nanti siang Pulang bareng gue, ya Jangan Pulang sendiri lagi." Arkan tersenyum semakin lebar.
" Selamat belajar " Ia mengusap Pelan Puncak kepala Naura mengambil kemasan kosong dari atas meja, lalu berbalik Pergi
Setelah sosok Arkan sudah tidak terlihat di balik Pintu kelasnya, Naura baru dapat bernapas lega. Ia rasa lama lama bisa terkena serangan jantung bila selalu mendapat kejutan kehadiran Arkan yang serba tiba-tiba. Terlebih menyadari Perubahan sikap Arkan yang sebelumnya sering berkata Pedas
Nadin dan Fira yang sengaja menjauh dari bangku mereka sejak kehadiran Arkan kini mendekati Naura Namun sebelum mereka sampai di bangku masing-masing Tomo dan Miko telah lebih dahulu duduk di sana.
" Tom aku mau susu Cokelat juga,” rengek Miko dengan gaya sok manis
" Nanti gue beliin sama sapinya sekalian. Tapi, nanti siang Pulang bareng gue, ya.” Tomo mengusap Puncak kepala Miko menggoda Naura yang menatapnya dengan sebal.
" Minggir-minggir " Nadin melerai dua insan menggelikan di hadapannya
" Dasar jomblo Pada Nggak Punya kerjaan,"
" Kayak lo Nggak jomblo aja, Nad," balas Tomo.
" Seenggaknya gue jomblonya Nggak sirik kayak kalian.” Nadin menjulurkan lidah kepada Tomo sebelum berbalik dan duduk di sebelah Naura
" Ya ampun Ra Kenapa lo beruntung banget bisa jadian sama Kak Arkan Ternyata dia manis banget, ya, kalo Punya Pacar Gue jadi iri, deh,” cecarnya kepada Naura. Ia mengabaikan Naura yang masih setengah sadar.
" Lo beneran suka sama Kak Arkan Naura Lo udah terima dia,” Kali ini Fira yang bertanya.
Naura memandangi Nadin dan Fira bergantian. " Gue juga Nggak tahu Tapi jantung gue masih berdebar hebat sampai sekarang,” katanya sambil memegang dadanya sendiri
" Terus gimana sama Miracle lo ? Dia udah chat lo," tanya Fira lagi.
Naura mengeluarkan Ponsel kemudian menunjukkan Percakapannya dengan Miracle semalam.
Fira dan Nadin bergantian membaca isi chat itu kemudian saling Pandang beberapa saat.
" Kok, gue jadi merasa Miracle lo ada di sekolah ini, ya," Nadin bersuara
" Gue juga ngerasa gitu.” Fira menyetujui. Matanya kemudian beralih menatap Naura
" Kalau misalnya Miracle lo itu Cowok apa yang bakal lo lakuin, Naura,”
Naura kehilangan kata-kata Sesungguhnya ia menduga sama seperti Nadin dan Fira Bahwa Miracle nya ada di sekolah ini.
" Dia udah banyak memengaruhi hidup Lo Naura Bisa dibilang Miracle itu nyawa kedua buat lo. Udah Pasti dia sayang banget sama lo. Serius lo nggak bakal jatuh hati seandainya Miracle lo itu cowok,"
Naura membulatkan matanya mendengar kata kata Fira. ia tidak mampu membantah ucapan Fira Miracle sungguh berarti baginya Miracle yang selama ini memberinya kekuatan sejak kecil sampai sekarang Bagaimana bisa Naura tidak jatuh hati kepada orang sebaik Miracle ?
" Tapi Lo udah Punya Kak Arkan, Naura Kalau Miracle itu memang cowok dan ada di sekolah ini, masa iya lo mau Putusin Kak Arkan," tanya Nadin
Naura jadi bingung sendiri. " Terus, apa maksudnya dia kasih misi buat gue untuk naklukin Kak Arkan ? Gue masih Nggak ngerti.”
" Mungkin aja Miracle lo adalah orang yang kenal baik sama lo dan Arkan,” Nadin berpendapat.
" Apa mungkin lo udah kenal Kak Arkan sebelumnya, Naura,”
Naura mengerutkan kening Sesungguhnya ia sendiri tidak yakin
" Atau bisa jadi si Miracle ini mau nguji Perasaan lo ketika kalian ketemu. Saat itu tiba, dia akan kasih Pilihan berat buat lo. Pilih Arkan atau dia.”
Suara Fira terdengar horor di telinga Naura Bagaimana bisa Fira menyambungkan semua hingga serumit itu ? Dan, ia baru sadar bahwa Fira selalu menemukan teori teori yang awalnya ia anggap konyol, tetapi akhirnya diakui cukup masuk akal
__ADS_1
Dan, apakah ucapan Fira itu patut ia Pertimbangkan ? Naura sama sekali belum bisa memilih kalau sampai hal itu terjadi.
...•••••...
Begitu bel tanda Pulang berbunyi dan guru yang mengisi Pelajaran terakhir meninggalkan ruang kelas, Arkan buru-buru menuju kelas Naura. Ia tidak ingin Naura diam-diam Pulang sendiri tanpa menunggunya seperti beberapa waktu lalu.
Setiba di sana Arkan menemukan Naura terlibat adu mulut dengan Cherry.
" Dengar, ya, gue Nggak suka lo tuduh sembarangan.” Cherry menunjuk wajah Naura
" Waktu itu adik lo Pingsan karena emang dia lemah Nggak ada hubungannya sama gue,"
" Tapi Lo yang buat Luna jatuh dari Pohon, kan,” tanya Naura Penuh curiga
" Heh Lo Punya bukti apa ? Makanya jagain adik lo yang Penyakitan itu," cibir Cherry.
Naura sudah hampir mencakar wajah Cherry kalau saja Nadin dan Fira tidak buru buru menahannya. Kemudian Arkan cepat mendekat dan menarik tangan Naura untuk berdiri di sebelahnya.
Cherry mengamati dengan tidak suka sementara Naura lagi-lagi dibuat terkejut karena kehadiran Arkan
" Kalau Ngomong hati-hati Jangan bikin diri Lo sendiri kelihatan Nggak terdidik,” ucap Arkan Penuh Penekanan kepada Cherry.
Cherry membuang napas kesal sambil tersenyum miring kepada Arkan
" Oh so sweet banget Pacarnya datang buat belain,” katanya menyindir
" Gue jadi Pengin muntah,”
Dipandanginya Naura dan Arkan bergantian lantas Cherry melirik genggaman tangan Arkan Pada Naura membuatnya mendengkus sebal
Mata Cherry kini menuding Arkan
" Jangan kira gue diam aja lo Perlakuin kayak gini Lo Pacaran sama cewek lain seolah rencana Pertunangan kita cuma main-main.” Ia membuang napas berat sebelum melanjutkan kembali kata katanya.
" Bukan gue yang rugi, tapi bokap Lo Dan, gue akan Pastiin suatu hari lo yang bakal ngemis sama gue supaya Pertunangan kita tetap berjalan. Pas hari itu tiba, gue jamin lo bakal sadar untuk tinggalin cewek murahan ini," ucapnya sambil menunjuk Naura
Naura sudah bersiap maju karena tidak terima dengan sebutan Cherry. Namun tangan Arkan semakin erat menggenggamnya.
" Gue Pastiin semua khayalan Lo itu Nggak akan Pernah jadi nyata,” ucap Arkan meyakinkan.
Cherry tertawa mengejek. " Kita lihat aja nanti siapa yang menang,” Ia menatap tajam Arkan dan Naura sekali lagi, kemudian beranjak dari sana.
Baik Arkan maupun Naura terdiam cukup lama di Posisi masing-masing Hingga tepukan Pelan Nadin di bahunya membuat Naura tersadar dan menoleh
" Gue duluan, ya, Naura,” Pamit Nadin sambil mengajak Fira untuk segera Pulang.
" Nggak usah dipikirin.” Suara Arkan yang menenangkan membuat Salsa menoleh.
" Pulang, yuk.”
Naura menarik tangannya hingga terbebas dari genggaman Arkan Namun Arkan meraihnya lagi. Kali ini ia menautkan jarinya di jemari Naura tanpa menghiraukan lirikan anak-anak di sekitar
" Kak aku bisa jalan sendiri "
" Kenapa ? Malu dilihat banyak orang,” tanya Arkan sambil menoleh.
Naura tidak menjawab. Arkan menuntun tangan Naura untuk masuk ke kantong jaket yang dikenakannya Arkan menyembunyikan tangan Naura di sana tanpa berniat melepaskan genggaman sedetik Pun.
Naura menatap Arkan terkejut sementara Arkan membalasnya dengan senyuman.
" Sekarang udah Nggak malu lagi, kan,”
Wajah Naura sudah merah Padam Arkan salah besar Perlakuan semacam itu justru membuatnya semakin malu.
...•••••...
Naura bersikeras tidak mau diajak ke mana pun selain Pulang ke rumah Alhasil, di sinilah mereka berada. Masih di dalam mobil Arkan yang sudah menepi di dekat gang rumah Naura
" Oke kalau lo Nggak mau gue ajak ke mana-mana," kata Arkan setelah melalui Perdebatan Panjang dengan Naura
" Tapi Gue mau kita ngobrol-ngobrol dulu sebentar Gue Perlu tahu banyak tentang Lo, begitu Pun sebaliknya.”
" Kakak mau tahu apa tentang aku,” tanya Naura
" Banyak " Arkan menyahut cepat
" Emangnya Nggak ada yang mau lo tahu tentang gue,"
Naura tampak berpikir membuat Arkan tidak sabar. Apa hanya Arkan yang merasa Penasaran sementara Naura tidak ?
" Gue akan tanya satu hal tentang lo dan lo tanya satu hal tentang gue Begitu seterusnya. Gimana," Cukup lama Arkan menunggu, tetapi Naura tidak kunjung memberi tanggapan
" Mulai dari Lo Apa yang mau lo tahu dari gue,"
" Hm ....” Naura berpikir sambil menatap Arkan
" Kakak tahu dari mana kalau aku lagi jalanin misi dari Miracle,"
" Gue Nggak sengaja baca isi chat lo sama Miracle.”
" Hah ? Nggak sopan,”
" Gue bilang Nggak sengaja Nggak sengaja berarti kebetulan, tanpa maksud apa-apa," kata Arkan membela diri.
__ADS_1
" Tapi, sama aja, Nggak sopan namanya.” Naura melipat tangannya kesal.
" Oke, gue minta maaf Sekarang giliran gue yang tanya.” Arkan mengubah Posisi duduknya sedikit menyerong untuk menghadap Naura
" Ceritain ke gue semua tentang Miracle Lo Semuanya.”
Naura menatap Arkan cukup lama. Ia tengah menimbang apakah menceritakan Miracle kepada Arkan adalah keputusan yang tepat ?
" Naura gue mau lindungin Lo apa pun yang terjadi." Tatapan Arkan melunak Tangannya bergerak menyelipkan rambut Salsa ke balik telinga
" Gue mau Pastiin Miracle itu Nggak akan nyakitin lo.”
" Miracle orang baik " Naura menyahut cepat.
" Aku yakin dia sayang banget sama aku. Dia selalu jagain aku dari kecil Dari dulu aku Pengin banget ketemu dia Miracle udah seperti nyawa kedua buat aku,” ucap Naura mengulang kata kata Fira Pagi tadi
" Dia berarti banget buat aku.”
Arkan terpaku mendengar Pembelaan Naura Ia merasa senang sekaligus cemburu. Selalu begitu setiap kali mendengar Naura mengagumi Miracle nya. Arkan senang karena secara tidak langsung Naura menganggapnya berarti, karena Arkan lah Miracle Naura sejak kecil hingga SMP. Namun, ia cemburu kepada seseorang yang mengambil kesempatan untuk menjadi Miracle kedua dengan mengirimkan misi kepada Naura melalui Pesan LINE seperti baru diketahuinya belakangan ini.
Seandainya Arkan tidak terlibat Perjanjian dengan Papanya untuk tidak memberi tahu Naura tentang semua hal ajaib dalam hidupnya sejak kecil, tentu saat ini juga Arkan ingin mengungkapkan semua. Bahwa dirinyalah Miracle Salsa sejak kecil Seandainya saja.
" Jadi Lo terima gue semata-mata cuma supaya misi lo tuntas, kan,” Arkan tersenyum miris membuat Naura buru-buru ingin menyahut. Namun Arkan mendahului
" Nggak masalah Gue bisa, kok, bikin lo jatuh cinta sama gue.”
" Kakak beneran suka sama aku "
" Gue Perlu lakuin apa supaya lo yakin kalo gue suka sama Lo," tanya Arkan tak sabar
" Gue sayang banget sama Lo Naura,"
Naura kehilangan kata-kata. Ia jadi yakin teori lima detik dari Fira memang benar adanya. Seperti saat ini, tatapan Arkan masih mengunci matanya sejak tadi.
" Jadi, apa yang bakal lo lakuin kalau ketemu Miracle Lo,"
Naura mengalihkan tatapannya ke jalanan lurus di depan. Ucapan Fira Pagi tadi kembali berputar di kepalanya.
" Serius lo Nggak bakal jatuh hati seandainya Miracle lo itu cowok,”
Sesungguhnya Naura belum tahu apa yang akan dilakukan bila bertemu dengan sang Miracle. Lagi Pula belum tentu Miracle itu benar benar cowok dan ada di sekolahnya, kan? Naura masih bisa berharap Miracle nya adalah mama kandungnya, kan ? Jadi seharusnya ia tidak Perlu mengambil Pusing ucapan Fira.
" Siapa aja yang tahu kalau lo Punya Miracle," tanya Arkan lagi
Naura menoleh lalu menerawang untuk mengingat ingat.
" Cuma Nadin dan Fira yang tahu.”
" Yakin Cuma mereka " tanya Arkan memastikan Naura mengangguk tiga detik kemudian
Kini Arkan berusaha menghubungkan semua kemungkinan untuk menebak siapa Miracle kedua Naura. Tidak hanya dari sisi Naura Arkan juga berusaha mengaitkan teman-teman dilingkarannya. Selama ini hanya Haris dan Jerry yang tahu bahwa ia menyukai Naura dan selalu membantunya melewati kesulitan dengan cara-cara cara yang ajaib.
Selain itu Arkan tidak boleh lupa bahwa Papanya Paling tahu tentang ini semua Namun, apabila benar Papanya adalah Miracle kedua Naura apa alasan di balik misi Salsa menaklukkan dirinya Bukankah selama ini justru Papanya tidak ingin ia dekat dengan Naura
Atau bisa jadi Miracle kedua ini seseorang yang juga diam-diam menyukai Naura sejak lama. Apa mungkin Kevin ? Bukankah Kevin juga Patut dicurigai, karena cukup cepat menunjukkan ketertarikannya kepada Naura
Bila benar Kevin adalah Miracle kedua apa alasan di balik misi Naura Mengapa justru terkesan berusaha mendekatkan Naura dengan Arkan
Siapa Pun itu Arkan tidak ingin Pertemuan Naura dengan sang Miracle nanti justru membuatnya kembali menjauh.
...•••••...
" Udah berapa kali lo terima misi melalui Pesan LINE," tanya Arkan kepada Naura. Keduanya masih berada di mobil Arkan yang terparkir dekat gang rumah Naura
" Dari kelas X, baru dua kali "
" Apa misi sebelum ini " cecar Arkan lagi.
Naura menoleh cepat. " Curang ! Dari tadi Kakak terus yang tanya,” katanya menyadari kesepakatan awal mereka.
" Setelah ini lo bebas tanya apa pun tentang gue. Gue akan jawab sampai lo puas.” Perkataan Arkan membuat Naura tidak jadi marah.
" Jadi apa misi dari Miracle sebelum ini,"
Naura membenarkan kembali posisi duduknya menghadap depan, kemudian menjawab
" Hm ... waktu itu aku galau karena merasa nggak nyaman saat Fira mogok ngomong sama aku selama dua hari Aku curhat sama Miracle tentang hal itu. Dan, aku merasa Miracle benar benar ngerti Perasaanku. Chat sama dia seolah klik dan langsung nyambung,” cerita Naura dengan mata berbinar. Ila menyatukan tangannya sambil menerawang jauh ke depan membayangkan sosok Miracle yang masih samar.
Ekspresi berbinar di wajah Naura tiba-tiba memudar ketika menoleh menatap sorot tajam mata Arkan di sebelahnya.
" Terus " tanya Arkan bernada dingin.
Naura memangku tangan salah tingkah. Apa ia salah bicara ? Mengapa tatapan Arkan terasa sangat menakutkan ?
Setelah mengisi Paru-parunya dengan udara Naura kembali melanjutkan ceritanya.
" Miracle tahu Pasti kalau aku memang nggak mau sendiri. Fira mogok ngomong sehari aja, aku merasa kesepian. Karena Fira itu sahabat aku Lalu, Miracle saranin aku untuk nyanyi buat Fira. Aku masih ingat chat yang Miracle kirim.”
Sepertinya lagu Aku Tak Mau Sendiri dari Bunga Citra Lestari cocok untuk menggambarkan Perasaan kamu. Dan, Pasti dia akan mengerti kamu.
" Jadi, waktu nyanyi lagu itu sambil main gitar di depan kelas, lo lagi jalanin misi," tanya Arkan cepat, membuat Salsa menoleh.
" Kakak lihat aku nyanyi waktu itu Padahal, aku nyanyinya Pelan, loh, tapi banyak banget yang kelilingin aku waktu itu.”
__ADS_1
Arkan mengusap kasar wajahnya frustrasi menyadari bahwa Naura kerap membuat malu diri sendiri karena ulah MiracLINE. Pantas saja Arkan curiga dari mana asal keberanian Naura untuk berusaha menarik Perhatiannya sebelum ini. Yang ia tahu Naura Paling anti menarik Perhatian siapa pun.
...••••••...