My Secret Admirer

My Secret Admirer
bab 54 malam yang gugup


__ADS_3

"I love you Rayna." Bisik Rakana tepat di telinga kanan nya membuat Rayna meremang dengan bisikan itu.


"Bersiap-siap lah, dua Minggu lagi kita akan menikah." Bisik kembali Rakana.


"Me...nikah? Secepat itu?" Kejut Rayna dalam pelukan Rakana.


Rakana melepaskan pelukannya, lalu membalikkan tubuh Rayna, ia ingin melihat wajah calon istrinya itu.


"Kenapa? Kamu merasa keberatan?" Tanyanya, menatap lekat wajah Rayna yang masih belum percaya dengan ucapannya.


Rayna menggeleng lemah. "Apa memang pak Rakan yakin mau menikah dengan saya? Saya ini hanyalah gadis biasa dan tidak memiliki apapun yang bisa di banggakan." Ucap Rayna takut. "Saya..."


Rakana menempelkan jari nya pada bibir Rayna untuk menghentikan Rayna berbicara.


"Aku sangat yakin, sangat-sangat yakin!" Jawab Rakana mantap. "Bertahun-tahun aku menunggu cinta ku terbalas oleh mu, sekarang aku tidak mau menunggu lebih lama lagi. Aku ingin segera memiliki mu seutuhnya." Tatap Rakana penuh kepastian.


"Untuk apa juga kita berlama-lama dalam sebuah hubungan yang semu. Sekarang kita adalah sepasang kekasih, tapi aku ingin segera menjadi sepasang suami istri dengan mu." Harapan Rakana ia tak ingin lagi membuang-buang waktu nya.


Rayna tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia memang bahagia, namun rasa trauma akan gagal nya pernikahan nya masih ada di hatinya. Ia takut pernikahan nya kali ini akan memberi luka lagi baginya, apalagi dengan sosok Rakana laki-laki yang memiliki sejuta pesona dalam dirinya.


Rakana mengecup kening Rayna dengan begitu lama, menyalurkan rasa di dadanya. 


"Kamu takut aku akan pergi saat pernikahan kita?" Rakana seakan tahu dengan ketakutan Rayna.


Rayna mengangguk pelan. Ia memang trauma akan hal itu.


Rakana menarik tubuh Rayna dengan pelan, lalu memeluknya dengan erat.


"Aku bukan dia, aku laki-laki setia yang akan mencintai satu perempuan saja, yaitu kamu. Aku tidak akan melarikan diri dan pergi begitu saja, meninggalkan mu karena seorang perempuan ataupun alasan lainnya" Bisik nya.

__ADS_1


Rayna membalas pelukan Rakana, ia menelusupkan wajah nya di dada lelaki yang membuat ia begitu nyaman. Kedua tangannya itu memeluk masuk ke dalam jas Rakana, memeluk nya dengan begitu erat di dalamnya.


Rakana pun semakin memperdalam pelukannya, ia benar-benar sangat mencintai gadis yang berada di pelukan nya.


"Saya... Hanya tidak ingin pak Rakan menyesal nantinya. Mendapatkan istri seperti saya." Suara Rayna sedikit teredam karena wajah Rayna yang berada di dada Rakana, namun masih terdengar jelas oleh Rakana.


"Aku tidak akan menyesal, justru aku bahagia, cintaku terbalas oleh mu, dan ternyata cinta ku tak bertepuk sebelah tangan." Balas Rakana. Mereka saling memeluk dalam pikiran mereka masing-masing.


Yang membuat Rayna yakin akan hidup dengan Rakana bukan karena dia seorang laki-laki kaya namun karena laki-laki itulah yang selalu ada saat ia tengah dalam kesulitan.


***


Dua Minggu kemudian, pernikahan Rayna dan Rakana di laksanakan di salah satu gedung hotel yang Rakana miliki di kota kelahiran Rayna. 


Semua keluarga datang ke pesta pernikahan mereka, para sahabat, teman, dan tetangga tak lupa juga, mereka datang begitu antusias apalagi tetangga Rayna yang merasa senang karena bisa menghadiri acara pernikahan di dalam hotel mewah dengan makanan super mewahnya.


Rayna dan Rakana tersenyum bahagia dengan pernikahan mereka. Walaupun ada dua orang yang penting untuk mereka tidak hadir, yaitu ibu kandung Rayna yang sudah tiada dan ibunya dari Rakana, yang tidak bisa hadir dengan alasan harus pergi ke luar negeri bertemu dengan keluarga suaminya.


Malam pun tiba, Rayna tengah berdiri di depan kaca besar seraya memandang ke arah luar. Kota di depannya begitu kecil saat ia melihat dari atas gedung hotel. Lampu nampak memberikan cahaya kecil yang terlihat indah di pandang. Rayna melipat kedua tangannya dengan baju tidur berbahan sutra yang melekat di tubuhnya.


Dua tangan merayap pada perut memeluknya, yang membuatnya terkejut namun ia tahu pasti itu adalah suaminya. Suami yang baru saja mempersunting nya tadi pagi.


"Kenapa melamun? Apa yang membuat mu merasa terganggu." Bisik Rakana melihat istrinya tengah melamun.


Rayna mengusap tangan kekar yang memeluknya itu. Lalu ia menggeleng.


"Tidak ada yang mengganggu, hanya saja saya sedih karena ibu dan momi tidak bisa hadir dalam pernikahan kita." Jawabnya.


"Hemmm. Jangan di pikirkan, ibu sudah tenang di sana, dan pasti ibu pun akan bahagia melihat mu sudah menikah. Dan masalah momi, momi sudah merestui kita walaupun tidak bisa hadir namun momi begitu antusias dan ikut bahagia." Ucap Rakana.

__ADS_1


"Saya cuma ingin, ibu dan momi merasakan kebahagiaan kita." Jawab Rayna merasa sedih karena tak bisa di hadiri oleh orang penting dalam hidupnya.


Cup, Rakana mengecup ubun-ubun Rayna. "Jangan sedih, jangan di pikirkan. Ini malam pertama kita, kita harus bahagia." Ucap Rakana.


Deg... Rayna berdebar-debar mendengar kata malam pertama.


Rakana mengecup lembut leher Rayna, membuat Rayna pun meremang.


"Pak Rakan." Ucap Rayna terdengar protes.


Rakana membalikkan tubuh Rayna agar menghadap nya. Lalu menatap nya dengan lekat. Mendekatkan wajahnya pada wajah Rayna. Lalu ia pun mencium bibir istrinya itu, Rayna terdiam ia pasrah saja karena yang menciumnya adalah suaminya.


Ciuman itu lembut, Rayna belum bisa membalas nya, namun Rakana akan mengajari nya secara perlahan.


Tautan itu terlepas, Rakana menatap lembut wajah Rayna yang memerah.


"Sudah siap?" Tanyanya.


Rayna mendongak membalas tatapan suaminya. "Apa harus malam ini?" Gugup Rayna.


"Memang harus menunggu apa lagi? Aku ingin segera memiliki mu seutuhnya, agar kamu tidak akan bisa lari dariku." Jawab Rakana dengan serius.


"Saya tidak akan kemana-mana." Jawab Rayna semakin gugup.


"Aku tidak mau kecolongan lagi, sudah bertahun-tahun aku menunggu waktu yang tepat, dan sekarang aku sudah tidak mau menunggu lagi. Kamu istri ku dan aku suami mu." Jejernya.


Rakana mengangkat tubuh Rayna, Rayna berteriak terkejut lalu mengalungkan tangannya pada leher suaminya dengan cepat karena ia takut terjatuh.


"Sudah siapkan?" Tatap Rakana tepat di wajah Rayna yang tubuhnya ada dalam gendongan nya.

__ADS_1


Rayna tak menjawab, ia malah menelusupkan wajah merah nya pada leher Rakana.


"Diam berarti iya." Ucap Rakana dengan senyum nakal nya.


__ADS_2