My Secret Admirer

My Secret Admirer
BAB 18 MEMORI


__ADS_3

Sampai sekarang satu tahun setelah resmi diadopsi Martin dan Maria Naura sempat mendengarkan kabar bahwa Panti Asuhan Kasih Anugerah akan ditutup. Alasan utamanya tidak ada donatur tetap tiap bulan untuk memastikan kelangsungan hidup anak anak Panti.


Tidak ada yang bisa dilakukan Naura kecil selain berdoa setiap malam agar tempat tinggal lamanya itu tidak ditutup. Naura mengkhawatirkan teman temannya di sana terutama teman kecilnya yang ia tinggalkan tanpa sempat berpamitan.


Dan setelah tadi sempat berbincang dan melepas rindu dengan Ibu Risa salah satu Pengurus Panti yang mengasuhnya dahulu Naura meyakini bahwa Miracle kembali turun tangan saat itu. Doa yang ia Panjatkan setiap hari terkabul Panti Asuhan Kasih Anugerah tetap berdiri karena beberapa minggu berselang sejumlah orang dari organisasi kemanusiaan datang dan menawarkan diri menjadi donatur tetap.


Naura sungguh bersyukur Tuhan begitu baik kepadanya melindungi orang orang yang dicintainya melalui Miracle.


Naura tersenyum di balik kaca helm yang dikenakan. Hal ini tentu saja tertangkap jelas oleh Arkan yang mengamati dari kaca spion motor yang dikendarai. Akhirnya Arkan tidak tahan untuk bertanya.


" Kenapa lo senyum-senyum,"


Naura tersadar dari lamunannya Senyumnya belum juga sirna


" Kakak Percaya Miracle,"


Arkan terdiam beberapa saat, sesekali ia menilik keceriaan wajah Naura dari kaca spion.


" Maksudnya "


" Aku Percaya Miracle itu ada Karena aku udah berkali-kali merasakan kehadirannya.”


Arkan melemahkan laju motornya dan mulai mencermati tiap kata yang dilontarkan Naura.


Seistimewa itukah Miracle yang dimaksud Naura ?


" Kakak mau aku ceritain satu rahasia terbesarku,"


Arkan melirik kaca spion cukup lama Tentu ia sangat ingin tahu semua hal yang berkaitan dengan Naura


" Apa "


" Tapi janji jangan kaget, ya,” ucap Salsa lengkap dengan senyum manis yang selalu berhasil membuat Arkan tidak berkedip menatapnya.


Pandangan Arkan baru berpaling setelah Naura balas menatap dari kaca spion. Ia kini bertingkah cuek dan Pura-pura tidak ingin tahu.


" Ya udah, kalo Nggak mau tahu,” ucap Naura sedikit kecewa.


Arkan berdecak kesal. " Kalo ngomong jangan setengah setengah. Lanjutin,"


Naura tersenyum lagi membuat Arkan setengah mati memfokuskan diri melajukan motor di bawah langit yang sudah mulai berwarna jingga. Wajah cantik Naura selalu menarik matanya untuk melirik lama-lama kaca spion di atas tangannya.


" Kakak Percaya Nggak kalo sebenarnya aku Punya Miracle Seseorang yang selalu jagain dan lindungin aku.” Naura berkata dengan sangat gembira Semua tergambar sangat jelas di wajahnya.


" Oh,ya " Arkan merespons singkat, semata mata untuk memancing Naura agar bercerita lebih jauh.

__ADS_1


Naura mengangguk. " Dia baik banget sama aku. Dia nggak mau lihat aku sedih. Aku yakin dia sayang banget sama aku dan selalu jagain aku dari jauh.”


Arkan menangkap ekspresi Salsa yang berseri-seri. " Sejak kapan lo merasa Punya seseorang yang lo sebut Miracle,"


" Dari kecil sejak aku keluar dari Panti dan ikut keluarga baru sampai sekarang.” Naura mengakhiri kalimat dengan menutup mulutnya sendiri


" Ooops Kakak jangan cerita-cerita ke yang lain kalo aku dulunya anak Panti ya.”


" Memangnya apa yang salah sama anak Panti,” Arkan merasa terpancing


" Aku Cuma Nggak mau di bully kayak di sinetron-sinetron itu, loh, Kak.”


" Kasih tahu gue kalo ada yang berani nge bully lo,"


Naura tertawa renyah di belakang Arkan membuat Arkan ingin sekali menoleh saat itu juga.


" Kakak ternyata baik juga, ya. Sama seperti Miracle ku.”


Miracle ku Astaga Ada sesuatu yang aneh tiba-tiba dirasakan Arkan ketika mendengar Panggilan manis dari Naura untuk seseorang entah siapa itu.


" Apa arti Miracle buat lo "


" Miracle itu bagai separuh hidupku harapanku dan alasanku untuk bisa tersenyum sampai sekarang.” Naura menjawab dengan sangat yakin. Semua kata-kata itu sungguh dari dasar hatinya.


Arkan menatap sekali lagi wajah cantik Naura yang sedang tersenyum melalui kaca spion Sepertinya ia mulai cemburu kepada sosok Miracle yang mampu membuat Naura tersenyum secantik itu.


...•••••...


Seandainya masih kelas II SD, apa hadiah yang kamu inginkan dari orang tua ketika berhasil jadi juara kelas


Sepeda baru? Baju baru? PlayStation Mobil mobilan ? Atau, mainan lainnya?


Bila Pilihanmu ada di antara itu atau sejenisnya, berarti kamu berbeda dengan Arkan. la tidak meminta itu semua ketika berhasil menjadi juara kelas. Mungkin Arkan satu satunya anak yang mengajukan Permintaan aneh ketika juara kelas.


Roy menawari semua hadiah kepada Arkan saat itu. Namun, yang diinginkan Arkan hanya satu, yaitu dipertemukan dengan gadis kecil, temannya di Panti asuhan dahulu, Naura. Gadis kecil yang dengan ceria mengajaknya bermain boneka Pada hari Pertama bergabung di rumah Penuh kasih itu


Arkan kecil duduk menyendiri di bangku taman belakang Panti asuhan Usianya baru enam tahun saat itu. ia salah satu anak yang dipindah ke Panti Asuhan Kasih Anugerah karena Panti asuhan yang lama menempati lahan sengketa dan terpaksa digusur


Ia tidak akan Pernah lupa hari itu Hari saat Naura, yang baru bisa menulis namanya sendiri tiba-tiba meraih sebelah tangannya dan menulis namanya di telapak tangan Arkan dengan jarinya.


" Namaku Naura " kata Naura kecil yang menggemaskan. " Namamu siapa," tanyanya sambil mengulurkan telapak tangannya yang terbuka kepada Arkan


Pada Pertemuan mereka yang Pertama kedua dan ketiga hanya Naura yang bicara. Gadis kecil itu terus berceloteh riang tentang apa saja yang menarik baginya. Tentang Mika yang berkomplot dengan Asep untuk merebut jatah susunya Pagi tadi tentang Adis yang menangis karena tak sengaja terdorong Naura saat bermain bola di Pekarangan, juga tentang teman barunya yang tidak mau bicara saat ini


" Kata Ibu Risa keluarga itu hangat Punya Papa dan mama rasanya seperti apa, ya,"

__ADS_1


Naura kecil jadi terbiasa bicara sendiri ketika bersama Arkan Biarpun teman barunya itu tidak Pernah bicara kepadanya Paling tidak Naura senang karena hanya Arkan yang selalu mendengar ceritanya hingga selesai Hanya Arkan yang tidak Pernah merebut jatah susunya. Dan, hanya Arkan yang tidak Pernah marah karena menganggapnya berisik


Naura yang ceria lebih nyaman bersama Arkan yang penyendiri dibandingkan dengan anak-anak lain yang selalu memperebutkan mainan


Hari itu Naura kecil kembali menghampiri Arkan diiringi senyuman riang seperti biasa di taman belakang Diam-diam Arkan menantinya dengan senyuman kecil. Dan, ketika Naura tersandung dan terjatuh di rerumputan, saat itu juga tawa Arkan terdengar untuk kali Pertamanya Meski kesakitan karena lututnya memerah Naura seketika menahan tangisannya sendiri ketika melihat tawa itu.


Naura bangkit dengan senyuman manis di wajah kemudian menghampiri Arkan


" Kamu ketawa,” kata Naura kecil sebelum ikut tertawa.


Hari itu keduanya tertawa lepas. Lalu untuk kali Pertamanya Arkan kecil meraih sebelah tangan Naura dan menuliskan sesuatu di sana dengan


jarinya.


Naura mengernyit berusaha menangkap huruf-huruf yang diguratkan Arkan


" Itu Namaku " Demikian kalimat Pertama Arkan untuk Naura sepanjang Perkenalan mereka dua minggu ini


Naura mengangkat kepalanya. Ia menatap Arkan dengan alis bertaut. la tidak berhasil menangkap huruf apa Pun, karena sejauh ini baru belajar menulis namanya sendiri.


" Bacanya apa " tanya Naura menyerah.


" Cari tahu sendiri " ucap Arkan enggan


Arkan tidak Pernah menduga bahwa itu hari terakhirnya bertemu dengan Naura Karena, keesokan harinya Naura tidak menghampirinya di taman belakang begitu Pun hari hari berikutnya. Ia baru tahu beberapa minggu kemudian ketika Ibu Risa menghampiri dan mengatakan bahwa Naura sudah Punya keluarga baru yang menyayanginya.


Sebulan kemudian Roy datang ke Panti asuhan dan mengangkatnya menjadi anak. Arkan Pun menemukan keluarga baru, sama seperti Naura


Roy akhirnya menyanggupi Permintaan aneh Arkan saat itu Namun Arkan hanya diizinkan melihat Naura dari jauh Biar bagaimanapun, Roy tidak ingin kelak Arkan tidak menurut kepadanya hanya karena Perasaannya kepada teman masa kecilnya. Sebab Roy bahkan sudah merencanakan Perjodohan Arkan demi kepentingan bisnisnya.


Kala itu Arkan menyadari Naura tidak seceria biasanya Gadis tersebut tampak murung.


Akan tetapi Roy memintanya untuk tidak Perlu terlalu memikirkannya. Dan mengatakan agar Arkan tidak meminta yang macam macam lagi. Namun Permintaan aneh Arkan tidak berhenti sampai di situ. Ketika berhasil juara kelas Pada tahun berikutnya Arkan kembali menolak hadiah yang ditawarkan Roy.


Arkan mengetahui salah satu alasan Salsa murung adalah kabar bahwa Panti Asuhan Kasih Anugerah akan ditutup. Maka Arkan meminta Roy mencarikan donatur tetap untuk panti asuhan itu. Arkan juga yang meminta Roy untuk melunasi biaya Perawatan Luna ketika koma


Ya, Arkan menyadari Miracle yang dimaksud Naura adalah dirinya


Mengenai gambar Pesawat mainan di wallpaper Ponsel Naura itu juga dari Arkan. Demikian Pula kertas kertas berisi tulisan tangan yang dianggap Salsa sebagai misi yang harus dituntaskan agar Permohonannya terkabul. Semua itu ulah Arkan


Sungguh rasanya Arkan ingin bergembira ketika mendengar Naura menyebut dirinya sebagai separuh hidup, harapan, juga alasan untuknya tersenyum sampai saat ini.


Akan tetapi ada satu yang dicemaskan Arkan Ia tidak Pernah memberi Naura misi melalui Pesan LINE. ia tidak Pernah mengaku sebagai Miracle dan terang-terangan menawarkan diri untuk bertemu setelah memberi misi yang teramat misterius


Lalu siapa sebenarnya orang di balik misi terakhir yang diterima Naura Siapakah MiracLINE ?

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2