
Ken membuka Pintu kamar Arkan hati-hati. Kalau tidak salah, Ken Ko suara orang bersenandung riang Dihampirinya Arkan yang sedang becermin sambil menata rambut Kemudian, Ken berhenti tepat di sebelah Arkan dan memperhatikan ekspresi riang abang sepupunya itu dari Pantulan cermin.
Arkan tidak memarahi Ken seperti biasa ketika menyadari bocah itu masuk ke kamarnya tanpa mengetuk Pintu dahulu. Juga, tidak marah ketika Ken tanpa Permisi naik ke ranjangnya dan duduk di sana.
" Abang udah ganteng, belum " tanya Arkan yang kini menghadap Ken.
" Masih gantengan Ken " sahut Ken.
Arkan berdecak tetapi tak mau ambil Pusing. Ia kembali Pada aktivitas awalnya sementara Ken Tiba-tiba merasa bosan. Ia merasa jadi tidak seru bila Arkan tidak memarahinya ketika ia berguling-guling dan menguasai ranjang Arkan
Ken bangkit lalu mendekati Arkan dan memperhatikan krim rambut yang digunakan. Ia Penasaran dan ingin mencoba.
Ken mencolek krim berwarna Putih itu dengan tiga jari sekaligus mengusapkan di telapak tangan, kemudian menyapukan ke rambutnya yang hitam.
Bukannya tampil keren seperti Arkan Ken justru terlihat seperti habis kehujanan. Krim rambut yang digunakannya terlalu banyak.
" Bang, Ken jadi tambah ganteng,” kata Ken sambil tersenyum kepada Arkan melalui Pantulan cermin.
Arkan terpaku untuk beberapa saat, lantas tertawa.
" Kamu habis kecebur," ledeknya penuh tawa.
" Sini Abang bikin kamu jadi ganteng.” Arkan Pun membantu menata rambut Ken ala ala Pomade
" Wah, Ken jadi ganteng banget," Puji Ken untuk dirinya sendiri. Ia maju dua langkah mendekati cermin.
" Siapa dulu abangnya " sahut Arkan tak mau kalah. Kemudian, Arkan kembali sibuk merapikan rambutnya.
Ken menoleh. Ia masih heran mengapa Arkan berubah riang hari ini ? Padahal biasanya mereka berdua meributkan hal apa pun sepanjang hari. Ken mengira Arkan akan marah ketika tanpa izin ia memakai krim rambut Arkan Namun, reaksi Arkan justru sebaliknya.
" Abang mau ke mana, sih "
" Mau ketemu sama Cinderella.”
" Mau ketemu Kak Naura ? Ken ikut dong," Ken tampak sangat antusias.
" Nggak boleh Anak kecil nggak boleh ikut.”
" ikuuut ” Ken mulai merajuk dan Arkan tidak Pandai merayu Ken bila sedang merengek begitu.
Toh Arkan tampak cuek dan berusaha untuk tidak terpengaruh suara nyaring Ken. la beralih ke meja belajar di sudut kamar. Tangannya mengangkat buku serta benda-benda di sana demi menemukan sesuatu.
Tidak kunjung menemukan yang dicari Arkan membuka laci laci lemari Kemudian, suara Ken bercengkerama dengan seseorang di balik Punggungnya membuat Arkan menoleh.
" Kak Naura ..... "
__ADS_1
" Hai, Ken. Kamu ganteng banget,” sapa seseorang dari layar Ponsel hitam di genggaman Ken. Dan, Arkan langsung menyadari bahwa benda yang dicarinya sejak tadi rupanya ada di tangan Ken.
Arkan juga lupa mengunci kembali Ponselnya sejak merencanakan kejutan untuk Naura di Panti asuhan beberapa waktu lalu.
" Kak, Ken mau ikut ketemu Kak Naura Boleh, kan,"
" Boleh, dong. Boleh banget, malah.”
" Hore " seru Ken girang.
" Tuh, Bang, kata Kak Naura Ken boleh ikut.”
Arkan mendekat, kemudian melirik Naura yang masih tampil di layar Ponselnya
" Kenapa kamu izinin, sih "
Naura tertawa pelan di seberang sana Lalu, entah bagaimana awalnya mendadak tampilan wajah Naura di Ponsel Arkan bergerak ekstrem dan suaranya terdengar timbul tenggelam.
Galen mengambil alih ponsel dari tangan Ken.
" Naura .... Ada apa ? Naura...”
Tampilan di layar masih belum berubah, hingga sambungan terputus tiba tiba. Hal ini membuat Arkan luar biasa cemas.
Arkan menyimpan Ponsel ke saku celana, mengambil kunci mobil di atas meja, lalu bergegas ke luar kamar. Dan ketika ia sudah duduk di balik kemudi mobil, Arkan baru menyadari bahwa Ken ikut di sebelahnya.
" Ken ikut "
Arkan tidak Punya banyak waktu untuk mengusir Ken. Akhirnya, ia melajukan mobil dengan Ken tetap berada di sampingnya.
Sepanjang Perjalanan Arkan terus mencoba menghubungi Naura Namun Ponsel cewek itu tidak aktif. Dan, ketika ia sudah sampai di rumah Naura, Luna menyambutnya dan mengatakan Naura tidak ada di rumah. Dan, Naura tidak Pamit hendak ke mana.
" Bang, Abang ambil buku tulis Ken lagi ya ? Yang kemarin aja belum diganti," Ken, yang ketika turun dari mobil langsung masuk ke rumah Naura muncul membawa sebuah Pesawat kertas dari dalam.
Arkan mengambil alih Pesawat kertas dari tangan Ken.
" Kamu ketemu ini di mana "
" Di kamar Kak Naura " jawab Ken tanpa dosa.
" Nggak sopan masuk masuk kamar cewek," tegur Luna.
Mengabaikan Ken dan Luna yang masih berseteru, Arkan perlahan membuka lipatan Pesawat kertas tersebut. Ia yakin Pesawat kertas ini bukan Pemberiannya
Dugaan Arkan benar. Ia menemukan tulisan tangan seseorang di kertas itu.
__ADS_1
...Sekarang aku tahu namamu Wanna Play with me Grandy...
Seketika senyum di wajah Arkan terukir. Ia yakin itu tulisan tangan Naura Dan, ia juga tahu sedang berada di mana gadisnya saat ini.
Arkan segera masuk ke mobil. Dan lagi lagi, ia menemukan Ken sudah ikut masuk dan duduk di sebelahnya. Tidak hanya itu, ketika ia menoleh ke belakang, ternyata juga sudah ada Luna di kursi belakang.
Jadi, begini rasanya Punya dua adik.
...••••...
Setiba di Panti Asuhan Kasih Anugerah karena yakin Naura berada di sana Arkan segera berlari menuju taman belakang. Tempat Penuh kenangannya bersama Salsa dahulu. Di tempat itu Pula awal mereka bertemu.
Di sana tampak sudah banyak anak berkumpul. Sebagian memegang alat musik, seperti gitar, Piano, dan drum mini sementara sebagian lagi memegang Pesawat kertas berwarna warni.
Dua anak Panti seusia Ken tiba tiba menarik tangan Arkan hingga duduk di bangku taman yang Penuh kenangan Kemudian, dua anak itu berkumpul kembali bersama teman-temannya untuk menyanyikan lagu yang membangkitkan kembali momen Arkan bersama Naura beberapa waktu lalu.
...Matamu melemahkanku Saat Pertama kali kulshatmu Dan jujur ku tak pernah merasa Ku tak Pernah merasa begini...
Arkan masih ingat betul ketika Naura menyanyikan lagu Dari Mata untuk menarik Perhatiannya. Betapa Arkan senang dan malu Pada saat bersamaan Bila diingat kembali, kenangan itu justru jadi momen mengesankan
Hingga di Pertengahan lagu, Arkan masih belum berhasil menemukan Naura Sedangkan, Luna tampak bersusah Payah mencegah Ken yang hendak merebut drum kecil yang dimainkan anak Panti.
Ketika lagu berakhir mendadak dari arah belakang Naura muncul dan langsung duduk di samping Arkan sambil tersenyum. Ingin sekali Naura berkata
" Kali ini aku Nggak bikin malu, kan," Namun, ia sadar masih harus memainkan Perannya hingga akhir
" Kamu baru, ya, di sini Aku belum Pernah lihat kamu sebelumnya.”
Ucapan Naura membuat Arkan mengerutkan kening. Namun, ketika Salsa menarik sebelah tangannya dan menuliskan sesuatu di telapaknya, ia mulai Paham
" Namaku Naura " sebut Naura mencoba mereka adegan masa lalu di tempat yang sama, serta kepada orang yang sama.
" Siapa namamu "
Berbeda dari momen bertahun-tahun lalu, kali ini Arkan balas tersenyum. la tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia karena dipersatukan dengan cinta Pertamanya.
Arkan meraih sebelah tangan Naura lalu menuliskan sesuatu di telapak tangan itu dengan jari telunjuknya Bukan sebuah nama yang dituliskan
Arkan melainkan tiga bentuk yang dapat ditangkap jelas oleh Naura
Naura menatap Arkan Penuh senyum Kali ini ia berhasil membaca sapuan jari Arkan di tangannya. Arkan balas tersenyum, bersamaan dengan Pesawat kertas warna-warni yang beterbangan di sekitar. Sangat mendukung Perasaan berbunga-bunga di hati keduanya Namun, tidak dengan suara tabuhan drum yang kini terdengar kacau.
Arkan dan Naura tertawa. Mereka tahu siapa yang menciptakan suara bising itu.
__ADS_1
...•••••...