
...Cherry sangat ketakutan. Seluruh tubuh cewek itu gemeta" Jadi lo udah ketemu sama calon tunangan lo," tanya Haris Penuh minat ketika Arkan memulai topik Pembicaraan di kantin siang i" Siapa namanya, Cherry " Jerry mendahulukan bersuara Gimana menurut lo, n," tanya Haris lagiGimana apanya " Arkan menyahut malas. Ia jadi tidak berselera menghabiskan jus alpukat yang baru tiba beberapa detik lalua, Cherry. Gimana menurut lo,asa aja " jawab Arkan tanpa minaty nggak cantikia bukan tipe gue,” tegas Arkan sambil menyeruput jus alpukat nyelas aja, Ris,” Jerry menyahipenya Arkan tuh, yang kayak Naura Polos-Polos Nggak Peka gitu,” lanjutnya sambil tertawmperingatkan Jerry dengan tatapan matanya. Ia lalu mengedarkan pandangannya, berharap tidak ada yang mendengar ucapan Jerry. Arkan tidak mau ada yang tahu tentang hal ini. Cukup Haris dan Jerry yang mengetahui rahasia terbesarnya....
Benar yang dikatakan Jerry Naura itu tipe cewek yang tidak Peka dengan keadaan sekitar. Bahkan ketika kemarin Arkan mencoba mengingatkan akan kenangan mereka dahulu, Naura sama sekali tidak menyadarinyGue maunya dia tetap ada di dekat gue, biar Pelan-pelan dia sadar sendiri kalau gue Pernah ada di masa lalunya.” Mata Arkan menerawang jauh. Entah harus sampai kapan ia menunggu Naura mengenalinya lagi. " Tapi gimana caranya buat dia tetap ada di dekat gue ? Sementara gue udah nggak punya alasan lagi buat dekat sama diaaris dan Jerry saling tatap. Mereka tengah memikirkan jalan keluar untuk membantu dilema hati sahabatnyaukannya kata lo Naura lagi jalanin misi yang berkaitan sama lo," tanya Haris.an mengangguk. " Misi sialan yang bikin gue nggak bisa terang terangan bilang suka sama dia,Nah, kalo lo udah tahu misi yang dia jalanin, harusnya gampang bikin dia bisa tetap dekat sama lo.kan tampak tertarik dengan Perkataan Haris.imanama satu Lo Nggak boleh kelepasan bilang suka sama dia kalau nggak mau dia Pergi Selama lo Patuhi rule itu, lo bebas deketin dia sambil Pelan-pelan bangkitin memori dia tentang lo di masa lalu. Sesederhana itu.” Haris menjentikkan jari tepat di hadngangguk, membenarkan perkataan Panjang lebar Haris. " Tapi gue maunya dia cuma dekat sama gue. Karena yang gue tahu, Naura udah mulai suka sama Kevin Sialan," Arkan kesal ketika mengingat kembali Perbincangan Naura dengan kedua temannya yang tidak sengaja terdengar olehnya.
" gue," Pekik Naura setelah melihat Pantulan dirinya di cermin besar di toilet sekola" Lo jadi beda banget, Ra. Pangling guBerbeda dengan Naura yang Panik bukan main Nadin justru menanggapi Pantulan diri Naura di cermin dengan terkagum kagum Lo ternyata seksi juga Ra Gue ralat deh, kata-kata gue kemarin yang bilang lo biasa aja,” tambah Fira yang berekspresi tak jauh berbeda dengan NadinBalikin seragam gue cepat," desak Naura untuk kali kesekian kepada dua orang di kiri dan kanannya. " ini bukan gue banget. Nggak betah gue Pake seragam ketat begini. Pokoknya gue nggak mau. Gue bukan Regina Gue Naura,"
" Udah, Ra, coba dulu. Siapa tahu Pakai cara ini Kak Arkan jadi suka sama lo,” kata Nadin yang bersikeras mengamankan seragam asli milik Naura di balik Punggungnya.
" Nggak mau Nad Gimana kalau sampai Pak Ben lihat ? Bisa kena skors Seragam kayak gini masih wajar kali Ra Buktinya Kak Gina masih bebas berkeliaran dengan Potongan seragam lebih minim dari ini. Don’t worry.” Nadin mencoba menenangk" Gue bisa bikin Kak Arkan suka sama gue tanpa Perlu Pakai cara beginian.ana buktinya " cecar Fira. " Udah sebulan lebih Ra Tapi, lo masih aja jalan di tempat. Kak Arkan nggak mempan didekatin Pake cara yang lempeng lempeng aja Mungkin aja dia suka ditantang," lanjutnya dengan mengg" Nggak Pokoknya gue Nggak mauaura tetap Pada Pendiriannya. " Kalau nanti dia malah macem macemin gue gimana,"
Gue traktir lo makan siang sebulan kalo sampe Kak Arkan macem macemin lo,” yakin Nadin. " Biarpun kata Fira Penampilan lo seksi, menurut gue, lo masih kalah sama Kak Gina. Gue jamin Kak Arkan nggak bakal kegoda sama lo.”
" Sialan " Entah mengapa Naura justru merasa tersindir dengan perkataan Nadin. Ia kini malah tertantang untuk membuktikan bahwa ucapan sahabatnya itu tidak benar. ia bahkan yakin semua cowok akan menoleh kepadanya minimal dua kali melihat Penampilannya seperti ini
" Nggak lama kok Ra Lo Cukup kasih susu cokelat seperti biasa ke kelas Kak Arkan. Kita lihat sama sama reaksinya dengan Penampilan lo yang beda banget ini,"
Fira memegang kedua bahu Naura dari belakang memutar tubuh cewek itu menghadap Pintu kemudian mendorongnya ke luar toilet
Benar dugaan Naura Begitu ia keluar dari toilet, tidak ada satu orang pun yang luput mengamatinya. Semua orang kini memperhatikannya lebih lama dari biasa. Bahkan beberapa kali Naura mendengar siulan menggoda dari beberapa cowok seangkatannya Dan Naura tidak suka !
Nadin dan Fira masih menggiring Naura menuju koridor kelas XII. Dan ketika jarak mereka sudah hampir mendekati ruang kelas yang dituju, Nadin dan Fira membiarkan Naura berjalan sendiri
" Semangat ya Ra Demi Miracle nya," bisik Nadin memberi semangat.
Naura menoleh sekali lagi kepada Nadin dan Fira di belakang berharap ia diperbolehkan untuk mundur dari rencana konyol ini. Namun, keduanya malah semakin mendesak dengan menyebut nyebut nama Miracle
Naura terpaksa maju Ia menjulurkan kepala ke kelas XII IPA 1, tetapi yang dicarinya tidak tampak di sana Rupanya Arkan belum datang. Mungkin sebentar lagi. Naura memutuskan untuk menunggu sambil duduk di kursi yang ada di depan kelas
Naura sebisa mungkin mencoba mengabaikan lirikan Cowok-cowok yang melewatinya. Naura sudah Panas hati. la jadi heran mengapa Regina betah berpenampilan seperti ini Padahal Naura yang baru sebentar merasakan saja sudah ingin meninju satu Persatu cowok yang terus menggoda.
Akan tetapi Naura menyadari bahwa salahnya sendiri berpenampilan nekat seperti ini ia jadi ingin tahu apa Arkan juga sama seperti kebanyakan cowok lain ?
Suara langkah yang mendekat membuat Naura mengangkat kepala. Ia melihat Arkan hampir berjalan melewatinya. Namun Naura berhasil lebih dahulu menghalangi langkah cowok itu ?
" Morning Kak " Naura tersenyum cerah seperti Pagi-pagi sebelumnya.
Arkan menatap dengan alis bertaut. Naura bisa melihat bola mata cowok itu bergerak memperhatikan Penampilannya dari kepala hingga ujung kaki. Membuat Naura tiba-tiba saja merinding.
" Aku bawain susu cokelat buat Kakak," kata Naura semanis mungkin sambil mengulurkan minuman kemasan ke arah Arkan
Arkan masih menatapnya lama. Sesuai dugaan Naura. cowok itu juga terpesona dengan Penampilan barunya Bisa ia tebak, sebentar lagi Arkan akan menyambut susu cokelat di tangannya dan mulai bertutur kata lembut kepadanya.
Membayangkannya saja sudah membuat Naura tersenyum miring Semua cowok sama saja
__ADS_1
" Lo lagi cari cari Perhatian,"
Senyum miring Naura menghilang Prediksinya salah besar Yang didengarnya kini justru suara bentakan cowok itu.
" Lo Pikir lo Cantik ? Lo Pikir bakal ada yang mau ngelirik lo kayak gini," Nada suara Arkan semakin meninggi.
Nyali Naura menciut seketika. Uluran tangannya yang menggenggam susu kemasan kini sudah turun lunglai. Ia benar-benar tersinggung dengan ucapan Arkan
Banyak kok yang meliriknya. ingin sekali Naura membela diri, tetapi tatapan tajam Arkan seolah menyuruhnya untuk diam saja
Arkan berdecak sekali kemudian membuang napas kasar sambil berjalan melewati Salsa begitu saja.
" Naura "
Teriakan seseorang dari balik Punggungnya membuat Arkan kembali menghampiri Naura. la mengambil susu kemasan dari tangan Naura kemudian membuangnya ke tempat sampah yang tidak jauh dari Pintu kelas.
Naura hampir berteriak marah, tapi tidak bisa melakukan apa apa. Ia memandangi susu cokelat yang kini sudah bergabung dengan sampah
sampah kering di tempat sampah Naura kesal setengah mati kepada Galen yang tega membuang minuman Pemberiannya begitu saja. Cowok itu Benar-benar tidak tahu bersyukur
" Naura "Orang itu berseru lagi. Kali ini suaranya semakin dekat.
" Iya, Kak " sahut Naura kepada Kevin yang sudah berdiri di hadapannya.
" Gimana tawaran gue waktu itu,”
" Drama. Lo mau, kan, jadi Putri Salju di acara Pensi bulan depan,"
Tanpa sadar Naura membuka mulutnya terlalu lebar. " Jadi itu beneran ? Aku kira Kakak cuma bercanda gara gara aku Pernah bilang Pengin banget Parodiin dongeng itu,"
Kevin tersenyum. " Ya beneran, lah Justru karena lo ngomong gitu, gue jadi Punya ide buat bikin sesuatu yang beda di Pensi tahun ini. Jadi gimana, mau ya,"
" Eh " Naura kesulitan menjawab. Ia ingin sekali menerimanya. Namun tatapan mata Nadin dan Fira di balik Punggung Kevin membuatnya tidak leluasa.
" Aku Pikir-pikir dulu, ya, Kak,"
" Mau mikir apa lagi ? Bukannya lo kepingin banget Parodiin dongeng ini Lo boleh, kok, ajak Luna Pas Pensi nanti,"
" Beneran, Kak " tanya Naura antusias.
Kevin mengangguk Penuh senyum
" Jadi mau, ya ? Pastinya lagi
__ADS_1
Naura mengangguk kuat kuat. Ia malah melupakan Nadin dan Fira yang masih memelotot ke arahnya.
Kevin masih tersenyum. " Gitu dong Gue jadi semangat Peranin Pangeran,"
" Yang jadi Pangeran nya Kak Kevin," tanya Naura terkejut.
Kevin mengangguk. " Kenapa ? Nggak suka, ya,"
" Bukan bukan begitu.” Naura buru-buru menggeleng kuat
Suka banget malah
Jeda cukup lama hingga membuat Salsa menyadari sesuatu. Kevin sedang memperhatikan Penampilannya saat ini. Naura mendadak risi. Ia jadi sibuk menutup kerah kemejanya yang sejak tadi terbuka.
" Lo beda banget hari ini,” respons Kevin singkat.
" iya nih Kak Seragamku kotor jadi Pinjam Punya Nadin Tapi ukurannya kekecilan,” jawab Naura tiba-tiba merasa tidak nyaman.
" Cantik sih Tapi bikin gue jadi Nggak konsen. Kalo boleh jujur, gue lebih suka Penampilan lo yang kemarin,"
Naura hampir menahan napas mendengar ucapan Kevin ia mendadak salah tingkah.
Naura sebisa mungkin menahan senyum yang hampir muncul. Namun sebelum hal itu terjadi, ia merasakan sesuatu yang dingin mengalir di seragam yang dikenakannya. Cairan berwarna kuning dengan bulir-bulir jeruk itu mengotori bajunya.
Naura mendongak dan menemukan Arkan berada di dekatnya dengan sebotol minuman di tangan.
" Sorry baju lo jadi kotor,” ucap Arkan tanpa rasa menyesal sama sekali. Ia kemudian melepas jaket birunya dan memaksa Naura untuk menyambut jaket itu.
" Pakai jaket gue "
Naura kehilangan kata-kata. Ia terlalu terkejut dengan kejadian ini. Tidak mungkin Arkan menumpahkan minuman tersebut tanpa sengaja.
Sudah jelas jelas cowok itu baru saja mengguyurnya.
Naura masih mematung dengan jaket di tangannya sementara Arkan sudah berlalu begitu saja.
" Lo Nggak apa-apa kan, Ra,"
Suara Kevin menyadarkannya Naura menggeleng Pelan, kemudian Pamit untuk kembali ke kelas.
Naura berjalan menuju kelas sambil mengeluh. Ditatapnya lagi seragam yang terasa lengket di kulitnya. Naura kesal bukan main saat ini.
Tuh cowok ngeselin banget, sih
__ADS_1
Niat Naura untuk mengganti kembali seragamnya terpaksa harus diurungkan karena bel tanda masuk sekolah baru saja berbunyi. Mau tidak mau ia mengenakan jaket Arkan yang kebesaran di tubuh mungilnya
...•••••...