My Secret Admirer

My Secret Admirer
PART 29 Temui aku


__ADS_3

apa yang tentukan tanggalnya Kalian akan tunangan dua bulan lagi," Membantah pun rasanya Percuma Maka, yang dilakukan Arkan sejak tadi hanya duduk diam di hadapan Roy yang sedang bersandar di bangku ruang kerjanya.


sembunyikan semua dari aku,” lanjut Mira Penuh luapan emoselihat Ken terkejut dengan suara bentakan Mira Naura buru-buru menutup telinga bocah itu, lalu membalikkan tubuh kecilnira baru tersadar beberapa detirselang. Ia menoleh kepada Ken yang kini sudah berada dalam dekapan Naura Selanjutnya ia menoleh ke Arkan yang masih membeku di Posisinrkan tolong kamu ajak Ken main di kamarmu Tante mau bicara sama Papamu sebentar," katanya dengan nada lebih lunarkan menurut. Ia berjalan mendekat bersamaan dengan Naura yang melepaskan Pelukannya kepakan mengulurkan tangan ke arah Ken, tetapi Ken malah semakin erat menggenggam tangan Nauraak Naura ikut juga,” ucap Ken sambil mendongaen " Panggil Mira, " kamu sama abangmu dulu, sana. Mama mau bicarama kakakmu sebentar di sini.” mulai merengek, tetapi Arkan cepat mengangkat tubuh kecil Ken dan membawanya ke luar ruangan


Suara rengekan Ken teredam ketika Arkan menutup Pintu ruangan dari luar


Pandangan Mira kini kembali tertuju kepada Roy. Terlihat jelas kemarahan di kedua manik matanya.


" Aku Nggak Pernah sangka Abang setega ini sama aku Kenapa Abang tega Pisahin aku sama anakku sendiri Kenapa, Bang,"


Roy tampak sangat tenang. Bahkan terlalu tenang. Ia seolah tahu, cepat atau lambat hari ini akan tiba hari saat Mira mengetahui yang sebenarnya kemudian menumpahkan kemarahan kepadanya.


Roy bangkit dari kursinya Matanya melirik Naura yang masih berdiri di dekat Pintu sambil mengamati keadaan sekitar.


" Semua ini demi kebaikan kamu Mira," ucap Roy yang sudah kembali memandang Mira.


" Kebaikanku," Mira mendengkus sebal


"


cepat. Ia tidak ingin Naura mendengar kenyataan bahwa Arkan hanya anak angkatnya. Ia tidak ingin rencananya tentang Perjodohan Arkan dengan Cherry terhambat.


"


Arkan terus berulah. Ia menyibak selimut dari tubuh Ken dan menahannya hingga membuat bocah itu merengek.


" iiih, Abaaang "


" Mau bantuin Abang, Nggak ? Nanti Abang beliin mainan,” tawar Arkan mengabaikan rengekan Ken.


" Gak mau Abang tukang bohong Sampai sekarang Ken nggak diajak main Temjon,” keluh Ken kapok.


Arkan berdecak sekali. " Karena Abang belum sempat Minggu depan kita main Timezone," bujuknya lagi.


" Nggak mau " Ken menarik lagi selimut dari tangan Arkan


" Dari dulu Abang bilangnya minggu depan melulu.”


" Kali ini beneran Abang janji." Arkan masih tidak menyerah. Seharusnya ia lebih berhati hati berjanji kepada Ken Sepupu kecilnya itu mudah sekali marah bila ia tidak menepati janji Kalau sudah begini, Arkan juga yang repot. Ia jadi kesulitan mengandalkan Ken.


Anak kecil itu mengubah arah tidurnya hingga memunggungi Arkan sambil memeluk bantal erat-erat. Arkan jadi gemas sendiri ketika menyadari cara Ken marah terlihat seperti orang dewasa.


," Pinta Ken lagi. Kali ini sambil Pura-pura batuk


sana Tanpa ekspresi, juga terkesan misterius.


Akan tetapi Naura harus mengurungkan niatnya untuk meneliti foto itu lebih lama karena suara Panggilan Mira dari luar memaksanya segera menghampiri.


Naura melanjutkan langkah keluar dari kamar Arkan. Dan, sebelum menghilang di balik Pintu, Ken menyempatkan diri menoleh ke Arkan sambil menjulurkan lidah.


Arkan mendengkus tak percaya dengan sikap sepupu kecilnya itu. Ia pun tertawa ketika menyadari kini Ken sudah memiliki sekutu.


...•••••...


Arkan menyusul tepat saat Mira, Naura dan Ken hendak masuk ke mobil.


" Tante Pasti capek, kan ? Biar aku aja yang nyetir," tawarnya sambil mengambil alih kunci mobil dari tangan Mira.

__ADS_1


Mira menyipitkan mata menatap Arkan curiga.


" Kamu Nggak lagi rencanain sesuatu kan,"


" Ya, Nggak, lah " sahut Arkan sambil berjalan mengitari kap mobil sebelum duduk di balik kemudi, disusul Mira yang duduk di sebelahnya, lalu Naura dan Ken di kursi belakang.


Sepertinya Perkataan Naura tadi benar Mira sudah lelah. Ia tidak bersuara sejak mobil meninggalkan kediaman Roy sekitar 10 menit lalu. Yang terdengar sejak tadi hanya celotehan riang dari mulut Ken. Bocah itu menceritakan hal apa pun kepada Naura dengan sangat bersemangat, seolah ia tidak Pernah lelah.


Sementara itu Naura tersenyum manis menanggapi cerita Ken, Arkan mencuri Pandang ke arahnya dari kaca spion Sesungguhnya ia merindukan senyuman itu. Benar-benar rindu.


Sebentar lagi. Sebentar lagi semua akan baik-baik saja. Arkan meyakinkan dirinya sendiri.


" Ma nanti Kak Naura tidur sama Ken ya," kata Ken sambil mencondongkan tubuh ke sela di antara kursi Arkan dan Mira. Tangan kecilnya mengguncang Pelan tubuh Mira.


" Kamu tidur sama Mama Biarin kakakmu istirahat malam ini. Jangan ganggu dia." Jawaban Mira membuat Ken merajuk. Ia menyandarkan tubuh di kursi sambil melipat tangannya.


" Ken masih mau cerita "


Tidak tega melihat Ken bersedih Naura segera menyahut sambil mengusap sayang kepala Ken.


" iya nanti Ken tidur sama Kakak aja Kakak juga masih mau dengar cerita Ken.”


Wajah Ken kembali berseri. Senyumnya mengembang mendengar kata-kata Naura. Namun, senyuman itu Perlahan sirna ketika mendengar Arkan menyahut dari balik kemudi.


" Jangan mau tidur sama Ken. Dia tidurnya berantakan. Bisa bisa lo ditendang sampai jatuh dari ranjang,” kata Arkan tanpa mengalihkan Pandangan dari jalan raya.


" Nggak, Ken nggak gitu " sahut Ken tidak terima.


" iya, kamu kalau tidur Nggak bisa diam," Arkan masih menimpali.


" Udah, udah, Ken " Naura mencoba menenangkan.


Ken kini mengubah Posisinya hingga berbaring dengan kepala bertumpu di Pangkuan Naura


" Pokoknya Kak Naura tidur sama Ken "


Naura jadi gemas sendiri melihat tingkah lucu Ken. Ia mengusap sayang Pipi Ken hingga bocah itu nyaman dan terlelap. Arkan memperhatikannya Diam-diam


Ken, kamu bikin Abang iri aja.


...•••••...


Naura tiba di kelas Pagi-pagi sekali Mira bersikeras mengantarnya ke sekolah walau Naura sudah menolaknya.


" Biarin Mama antar kamu ke sekolah hari ini. Kasih Mama kesempatan buat antar kamu ke sekolah, ya, Sayang walau kamu bukan anak anak lagi."


Suasana kelas masih belum ramai Naura meletakkan tas di atas meja kemudian menjadikannya alas kepala Ia memejamkan matanya sejenak. Ia masih sulit menggambarkan Perasaannya saat ini


Mengetahui siapa orang tua kandungnya membuat Naura bahagia. Sungguh. Apalagi ketika doanya selama ini terkabul. Ia dipertemukan dengan mama kandungnya yang kini mengajaknya tinggal bersama


Akan tetapi, Naura tidak bisa mengabaikan Perasaan kehilangan karena harus meninggalkan rumah yang sudah dihuninya bertahun-tahun Rumah yang Penuh dengan kenangan dan orang orang yang ia cintai.


Apalagi ketika Naura kembali mengingat kejadian kemarin, saat Maria membalas Pelukannya.


Maria berbalik kemudian balas memeluk erat Naura. Dugaan Naura benar, tubuh Maria berguncang karena sedang menangis. Maria menangisi Naura yang akan Pergi dari rumah ini


" Maafin sikap Mama selama ini Mama sayang sama kamu Naura Maafin Mama.”

__ADS_1


Suasana di dapur siang itu diliputi Perasaan haru yang luar biasa. Seolah tidak ada kata yang cukup untuk mengungkapkan Perasaan selain lewat tangisan.


Maria mengurai Pelukannya Ditatapnya Naura lekat-lekat


" Maafin Mama. Mama tadi hanya asal bicara. Mama nggak berhak nahan kamu Pergi. Mama kandungmu Pasti rindu sama kamu, begitu juga kamu kan," Tangan Maria bergerak mengusap Pipi Naura yang basah karena air mata.


" Mama .... "


" Sana ikut mama kandungmu," kata Maria dengan nada lembut.


" Dia Pasti udah nungguin kamu di depan. Nggak usah khawatir sama Mama di sini.”


Tidak hanya sampai di situ Kejutan lain diterima Salsa saat tiba di rumah Mira malam harinya. Ia membuka koper yang disiapkan Maria untuk kepindahannya. Dan, Naura menemukan buku tabungan atas nama dirinya dengan saldo tidak sedikit di sana.


Naura semakin terharu ketika menyadari Maria tidak benar-benar merebut uang Pemberian Papa, tetapi membantunya menyimpan uang itu di bank.


Entah dengan cara seperti apa Naura menggambarkan Perasaannya saat ini Mama Maria dan Mama Mira sama sama baik kepadanya, sama Sama menyayanginya.


Suara benda yang diletakkan di meja membuat Naura mengangkat kepala. Ia melihat Aston duduk menghadapnya di kursi Fira. Cowok itu tersenyum manis sambil menggeser kaleng susu di atas meja ke arah Naura


" ini gue cicil satu lagi hari ini,” ucap Aston Penuh senyum.


Naura menegakkan Punggung sambil menatap Aston tanpa ekspresi


" Lo habis nangis, ya," tanya Aston ketika menyadari mata Naura memerah


Naura memejamkan mata sesaat kemudian menggeleng Pelan


" Nggak usah kasih gue susu lagi. Lo nggak utang apa-apa ke gue,” katanya dengan suara lemah.


" Lo harus terima.” Aston menggeser lagi kaleng susu itu lebih dekat ke arah Naura


" Gue jadi merasa bersalah ngelihat lo lemas karena kurang gizi begini," ucapnya bernada canda. Aston tersenyum lagi, berharap senyumnya menular kepada Naura


Satu Persatu teman sekelasnya mulai masuk. Mereka sibuk menyiapkan atribut untuk dikenakan karena sebentar lagi upacara bendera akan dimulai.


" Gue balik ke kelas dulu, ya,” kata Aston sambil bangkit.


" Jangan lupa diminum susunya sebelum ikut upacara Biar tampang lo nggak kayak mayat hidup, gitu.”


Naura memilih untuk tidak menyahut dan membiarkan Aston beranjak dari kelasnya. Nadin dan Fira muncul tidak lama kemudian. Mereka juga sibuk menyiapkan atribut ketika sampai di meja masing-masing


" Topi Lo mana, Naura ? Sama dasi jangan lupa dipakai," kata Nadin mengingatkan.


Naura membuka tas untuk ikut menyiapkan atribut sekolahnya Namun sesuatu yang ditemukan di dalam tas seketika membuatnya terkejut. Sudah lama ia tidak mendapat kiriman lipatan kertas berbentuk Pesawat. Dan, kini benda itu ada di dalam tas sekolahnya entah sejak kapan.


Naura meraih kertas itu lalu membuka lipatannya Pelan-pelan. Jantungnya berdebar hebat. Ia tidak yakin kertas di tangannya saat ini kiriman sang Miracle.


Bagaimana bisa ? Sudah bertahun-tahun lamanya ia tidak lagi mendapat kiriman misi dari Miracle Kenapa baru hari ini Miracle kecilnya muncul kembali ?


Naura berusaha tidak memercayai semua ini Ia sempat mengira kertas di tangannya ini kepunyaan Ken, yang tidak sengaja terbawa dalam tas sekolahnya. Namun keyakinan itu goyah ketika ia menemukan dua kata yang tertulis di sana.


Miracle kecilnya muncul dan kembali memberi misi.


...Temui aku....


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2